Bucin VS Jomblo

Bucin VS Jomblo
Episode 23 : Cerita Cinta Anak Kost


__ADS_3

----------------Bucin VS Jomblo S2------------------


Malam minggu yang ramai, wahana bermain padat dipenuhi pasangan muda-mudi, yang sedang menikmati malam minggunya.


Termasuk Jamal dan Via, yang saat itu masih sma. Mereka berdua mencoba berbagai macam wahana bermain yang ada bersama.


Di depan wahana roller coaster…


“Aaaaaaaaa……...” teriak beberapa orang terdengar menaiki roller coaster yang melaju begitu kencang.


“Sayang, kita naik itu yuk,” ajak Via yang sedang menontonnya dari bawah.


“Hah? Na… naik itu!?,” sahut Jamal gugup.


“Kamu berani kan naik roller coaster yang?”


“ Ya berani lah, masa naik begituan aja aku takut!” jawab Jamal langsung memberanikan diri.


Ketika sudah di atas roller coaster, dan akan dinyalakan…


Tangan dan kaki Jamal tak berhenti bergetar, mendadak wajah Jamal berubah pucat, dan keringat pun membasahi seluruh badannya.


“Loh, katanya tadi gak takuuttt…” ledek Via duduk di sebelah Jamal.


“Mana ada, aku gak takut kok, yeee…” dalih Jamal walau tangannya tak kunjung berhenti bergetar.


“Kalo kamu takut, kita kembali aja ke bawah, gapapa, mumpung roller coasternya belum jalan.”


“Eh kata siapa aku takut, aku berani kok. Kamunya aja tuh, bilang aja kalo kamu yang ketakutan kan…” ucap Jamal berlagak sok berani.


‘-_-‘ ekspresi Via melihat kelakuan Jamal yang tak sesuai dengan ucapannya.


“Oke siap!?” tanya petugas pengatur roller coaster, bersiap menyalakan roller coasternya.


“Satuuu… duaaa….”


“Aaaaaaaa!!!!!......” teriak Jamal histeris ketakutan memejamkan matanya.


“Eh yang… yang… baru hitungan kedua, roller coasternya belum jalan,” tegur Via menepuk pundak Jamal.


“Eh masih belum ya, hehe…” ucap Jamal cengengesan, malu sendiri karena dilihatin banyak orang.


“Aduh kamu ini sayang, lucu banget deh haha…” Via tertawa melihat kelakuan pacarnya.

__ADS_1


Ketika di dalam wahana rumah hantu…


“Kamu yakin yang, mau ikut masuk sini? Kan kamu takut banget sama hantu,” celetuk Via masuk ke dalam rumah hantu bersama Jamal.


“Ya nggak takut lah, kan aku tau hantu di sini hantunya bohongan semua. Mana mungkin aku takut,” pungkas Jamal walau tangannya tak berhenti menggandeng tangan Via.


“Aaaaaaaa!!!!!......” teriak Jamal histeris ketakutan memejamkan matanya.


“Eh yang… yang… itukan mas-mas petugas disini, kok kamu malah takut, belum juga ketemu hantunya,” tegur Via menepuk pundak Jamal.


"Eh, bukan ya, kirain apa tadi. Lagian masnya nih juga muncul tiba-tiba," dalih Jamal malah menyalahkan petugas.


'-_-' ekspresi masnya hanya lewat kesal sendiri.


Setelah puas menjajal berbagai wahana bermain yang ada, Jamal dan Via pun membeli dua es krim dan duduk di sebuah bangku.


"Lagian yang, kamu tuh udah tau penakut, kok masih mau aja aku ajak coba wahana begituan!?" celetuk Via sambil memakan es krimnya.


"Kan kamu yang ajak, mau gak mau aku harus ikut yang," jawab Jamal juga sambil memakan es krimnya.


"Yah, kan kamu bisa menolak ajakan aku yang. Toh, aku kan gak memaksa kamu kok, untuk ikut aku coba permainan itu..."


"Yang, gini... aku memang takut naik roller coaster juga takut sama hantu, tapi ada yang lebih aku takutkan yang..."


"Aku lebih takut kehilangan kamu yang... makanya aku tetap ikut kemanapun kamu..." ungkap Jamal sambil memegang tangan Via.


Via tersenyum, dia menatap mata Jamal, dan Jamal pun juga menatap balik matanya.


"Ih kamu ayang, bisa aja dehhh..." Via kesenengan bukan kepalang.


"Yang, kamu janji ya, kamu gak akan pernah hilang dari hidupku..." ucap Jamal mengacungkan jari kelingkingnya.


"Iya ayang, aku janji... kamu juga ya..." balas Via mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Jamal.


"Iya sayang janji..." jawab Jamal tersenyum kepada Via.


Setahun kemudian...


Jamal hanya bisa termenung, senyum sendiri, mengingat kebersamaannya bersama pacarnya, Via, setahun yang lalu.


Kini semua kebersamaan itu, seolah hanya tinggal sebuah kenangan. Walaupun sampai saat ini, status mereka masih berpacaran, tapi sikap Via beberapa waktu terakhir ini sangat cuek dan seolah tidak peduli kepada Jamal.


Hal itu dikarenakan jarak mereka yang sangat jauh. Sebab beberapa bulan yang lalu, Via pindah keluar kota ikut orang tuanya. Jamal pun kesulitan menghubungi Via.

__ADS_1


Ditambah sikap Via yang begitu acuh, chat Jamal yang tak kunjung dibalas dan panggilan telepon dari Jamal yang selalu ditolak Via. Membuat Jamal bertanya, ada apa sebenarnya dengan kekasihnya yang jauh disana.


"Mal, cewek lo itu gak usah terlalu dipikirin. Bawa santai aja, kayak gue dong. Lo bisa cari cewek lain aja disini. Kan cewek lo disana juga gak akan tau, lo punya pacar lain disini..." goda Kevin sambil video call dengan banyak ceweknya.


"Yeee, gue tuh gak kayak lo Vin, banyak simpenan sana-sini. Gue tuh setia sama pacar gue ini. Kan gue masih sayang sama dia..." sahut Jamal sambil terus melihat panggilan di hp nya yang tak kunjung diangkat Via. (hp \= handphone)


'Tuttt...' panggilan telepon Jamal kembali ditolak Via lagi.


"Yah, daripada setia kayak lo gitu, gak kunjung dapat perhatian dari pacar lo. Mending seperti gue, gak dapet perhatian dari pacar yang ini, masih dapat perhatian dari pacar gue yang lain.." tutur Kevin membanggakan dirinya.


"Lagian ya Mal, siapa tau, dia disana jangan-jangan selingkuh dengan lelaki yang lain!" lanjut Kevin menghasut Jamal.


"Eh, maksud lo apa ya hah, ngatain pacar gue kek gitu!?" seru Jamal naik pitam mendengar perkataan Kevin.


Spontan Aji dan Ohang melerai mereka berdua, "Eh, sabar Mal, sabar..."


"Lah, kan gue cuma menduga Mal, siapa tau dia selingkuh. Soalnya kan pacar lo itu, dari kemarin, lo berusaha menghubunginya selalu ditolaknya!" sahut Kevin dengan penuh amarah.


Jamal terdiam. Dia merasa perkataan Kevin ada benarnya.


"Tapi yah, gimana Vin, gue tuh sayang banget sama dia. Gue gak mau mendua dari dia, masa malah gue yang diduakan dia. Huwaaa..." tangis Jamal pecah berderai air mata.


"Mal, sabar Mal, sabar..." teman-temannya berusaha menenangkan Jamal.


"Mungkin dia lagi sibuk disana Mal. Sabar aja, nanti pacar lo pasti menghubungi lo kok..." tutur Aji menenangkan Jamal.


'Kring... Kring... Kring... ' tiba-tiba nada panggilan telepon dari hp Jamal berbunyi.


"Eh, tuh di hp lo ada panggilan telepon siapa Mal!?" tanya Ohang melihat ada panggilan di hp Jamal.


Langsung Jamal mengambil hp nya, dan mengangkat panggilan telepon itu.


"Sayang!? kok kamu beberapa hari ini sulit dihubungi sih, kamu kenapa sayang?.." tanya Jamal mengangkat telepon.


"Sayang!? kok sayang!? ini aku tukang ojek online mau mengantar pesanan mas, mohon maaf mas, ini alamat anda bisa dikirimkan lagi gak?" jawab orang di telepon itu.


"Huwaaa... malah ditelepon tukang ojek, huwaaa..." tangis Jamal semakin menjadi-jadi


"Loh, kok, malah nangis mas, mas!?" tukang ojeknya panik.


'Tuttt...' panggilan telepon nya ditutup Jamal.


Disaat situasi menyedihkan itu, tiba-tiba masuk notifikasi pesan di HP Aji. Dan setelah dibuka, ternyata itu pesan chat dari mantan pacarnya Aji, Nayla.

__ADS_1


"Ji, kamu malam besok sibuk gak? Kalo gak sibuk, aku mau bertemu kamu, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu. PENTING! " bunyi chat Nayla.


__ADS_2