Bucin VS Jomblo

Bucin VS Jomblo
Episode 24 : Bertemu Kembali


__ADS_3

----------------Bucin VS Jomblo S2------------------


Beberapa waktu setelah lulus sma, Ica memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah seperti sahabatnya, Aji, dikarenakan Ica tidak mempunyai biaya untuk kuliah. Dan Ica pun memutuskan untuk langsung bekerja saja, dia melamar bekerja ke berbagai macam tempat.


"Yang, aku tuh sebenarnya juga ingin melanjutkan kuliah seperti teman-teman yang lain, tapi kan kamu tau sendiri aku gak punya biaya untuk kuliah, makanya sekarang aku melamar kerja ke sana kemari." ungkap Ica kepada pacarnya, Dika.


"Yah, sama yang, aku juga melamar kerja gak melanjutkan kuliah, kan aku juga gak punya biaya buat kuliah," sahut Dika duduk di sebelah Ica.


'Kring... kring... kring...' bunyi notifikasi pesan di ponsel mereka bersamaan.


"Alhamdulillah, lamaran kerja aku diterima yang!" seru Ica senang bukan kepalang.


"Sama yang, lamaran kerja aku juga diterima!" sahut Dika juga ikut senang.


"Tapi, emang kamu melamar kerja dimana yang?"


"Rahasia, kamu kepo deh hahaha..." ledek Ica berusaha menyembunyikan pesan di ponselnya.


"Yee... ya udah kalau begitu, aku gak bakalan kasih tau kamu juga dimana aku kerja," balas Dika juga menyembunyikan pesan di ponselnya.


Keesokan harinya...


"Jadi kamu juga melamar kerja di tempat ini!?" pungkas Ica dan Dika, melihat satu sama lain, ternyata bekerja di tempat yang sama.


"Lah, jadi kalian saling kenal!?" seru Ka Bayu yang saat itu ingin memperkenalkan sesama karyawan baru.


"Iya Ka, i... ini pacar saya, ternyata dia juga kerja disini hehe..." jawab Ica dan Dika cengengesan.


"Ya udah kalau begitu, ini gue perkenalkan karyawan baru satu lagi namanya..." ucap Ka Bayu belum selesai.


"Nia!? Jadi lo juga melamar kerja disini!?" seru Ica dan Dika serentak.


"Berarti kalian semua sudah saling kenal!? Kalau tau begitu, ngapain gue kenalin!?" pungkas Ka Bayu sewot.


 


Setahun berlalu, tak terasa Ica dan Dika sudah kurang lebih satu tahun bekerja di tempat yang sama.


"Gak kerasa ya, udah mau setahun aja kita kerja bareng disini ya yang..." tutur Dika sambil beristirahat di bangku dapur.


"Iya yang, udah banyak susah senang kita hadapi, banyak cobaan kita lewati bersama..." ucap Ica duduk di samping Dika.


Banyak cobaan dilewati bersama, lebih tepatnya banyak rintangan Dika akibat ulah Ica. Sudah berapa banyak masakan yang gosong, pesanan salah antar pelanggan, dan piring yang pecah ketika dicuci sebab kecerobohan Ica, sehingga Dika harus bersusah payah meng-handle nya.

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian, datang Nia juga ikut beristirahat setelah selesai urusan di dapur.


"Eh, kalian tau gak, bos pemilik rumah makan tempat kita bekerja ini katanya datang kesini, hari ini!" kabar Nia setiba datang.


"Hah, yang bener Nia? Perasaan udah setahun kita bekerja di tempat ini, belum pernah tuh gue bertemu langsung sama pemiliknya..." sahut Ica.


"Iya, kan biasanya kalau ada perintah dari bosnya untuk kita, selalu yang disuruh menyampaikan kalau gak Ka Bayu atau Ka Wulan, bosnya gak pernah menyampaikan langsung ke kita, makanya kita gak pernah ketemu dengan bosnya." jelas Dika.


"Iya ya, kenapa bos kita gak pernah langsung menemui kita?" tanya Ica juga membuat Dika dan Nia penasaran.


Tidak berapa lama kemudian, Wulan juga datang ke sana...


'Krieeett...' suara pintu dibuka, Wulan masuk ke dapur.


"Eh Ka Wulan..." seru mereka bertiga berdiri, begitu melihat Wulan masuk.


"Ini, gue diminta bos menyampaikan kepada kalian, katanya untuk para karyawan baru disuruh untuk langsung menemuinya, beliau ingin berjumpa langsung dengan kalian." ucap Wulan mendatangi mereka.


Mereka bertiga pun keluar dapur, untuk bertemu langsung dengan bos mereka.


"Gue jadi penasaran, gimana sih gaya bos kita ini, kira-kira baik atau galak gak ya orangnya?" tanya Ica keluar dapur.


"Iya, siapa tau bos kita ganteng kan orangnya, kaya Oppa korea gitu..." celetuk Nia disamping Ica.


"Yeee... lo berharap bosnya tampan, terus lo jatuh cinta, dan jadi cerita Bos Tampan dan Karyawan Cantik gitu," balas Ica tertawa.


Mereka pun tiba di depan ruangan bos mereka, suasana sedikit menegangkan, ditambah aroma minyak kayu putih yang begitu menyengat dari arah dalam ruangan.


'Tuk, tuk, tuk...' Ica mengetuk pintu ruangan bosnya.


"Ya silahkan masuk..." seru bos mereka dari dalam ruangan.


"Kok gue sepertinya gak asing ya sama suaranya?" celetuk Ica begitu akan membuka pintu.


"Iya sayang, aku juga serasa kenal dengan suara ini..." jawab Dika di sebelah Ica.


"Iya sama, gue juga. Tapi siapa ya?" ucap Nia ikut penasaran.


Pintu pun dibuka. Dan benar saja, bos mereka dalam ruangan tersebut, tidak lain tidak bukan ialah...


"BAPAK NURANI!?..." seru mereka bertiga begitu terkejut, ketika melihat bosnya adalah guru mereka sendiri ketika sma.


"Eh kalian!? Kalian siapa ya?" balas Bapak Nurani malah bingung.

__ADS_1


"Eh ini kami pak, murid sma bapak, yang lulus setahun yang lalu!" jawab Dika berusaha mengingatkan.


"Oh iya, bapak ingat dengan kalian, kalian siswa didik bapak lulusan tahun kemarin kan?" tanya Bapak Nurani.


"Iya Pak..." jawab mereka bersamaan.


"Iya, iya, bapak ingat sekarang... nama kamu Dodi kan?" tanya Bapak Nurani kepada Dika.


"Bukan pak, bukan... nama saya Dika pak, bukan Dodi." jawab Dika.


"Oh iya Dika, astaga bapak salah. Kalau kamu namanya Nurul kan?" tanya Bapak Nurani kepada Nia.


"Bukan pak, bukan... nama saya Nia pak, bukan Nurul." jelas Nia.


"Oh iya Nia, aduh bapak lupa. Kalau kamu... pasti namanya Maemunah kan?" tanya Bapak Nurani kepada Ica.


"Ica pak! Icaaa... jauh amat, malah jadi Maemunah!" jawab Ica geram.


"Oh iya Irma, baru ingat bapak." sahut Bapak Nurani dengan santainya.


"ICA PAK! NAMA SAYA ICAAA!!!.." balas Ica begitu emosi.


"Sabar Ca, sabar... kita baru bertemu atasan kerja kita, gak boleh emosi." Dika dan Nia berusaha menenangkan.


"Astaga ini orang, gak cuma pikun, ternyata budek juga..." gerutu Ica dalam hati, sepertinya dia kena mental.


"O iya, jadi alasan kalian bapak panggil kesini, sehubungan dengan karena kalian sudah hampir setahun bekerja di tempat ini, maka bapak akan memberikan kalian tambahan..." ucap Bapak Nurani belum selesai.


Ica, Dika dan Nia sudah senang bukan kepalang dalam hati, karena sepertinya mereka akan menerima kenaikan gaji.


"tambahan tugas..." lanjut Bapak Nurani.


"A... APA!!?" spontan mereka bertiga terkejut mendengarnya.


"Iya, jadi kan sebentar lagi rumah makan ini juga melayani mengantarkan makanan langsung ke rumah pelanggan. Jadi kalian akan mendapat tugas tambahan mengantarkannya." jelas Bapak Nurani sembari mencium minyak kayu putihnya.


"TI... TIDAKKK..." seru Ica, Dika dan Nia bersamaan.


 


Ketika Ica, Dika dan Nia sudah di luar ruangan Bapak Nurani...


"Apes banget sih, kita lulus sma, eh malah ketemu lagi sama tuh guru! Mana jadi bos kita lagi!" gerutu Ica geram.

__ADS_1


"Gue kira tadi karena sudah setahun bekerja, kita bakalan dapat tambahan gaji, eh gak taunya, malah dapat tambahan tugas..." celetuk Nia juga.


"Emang sih, namanya Bapak Nurani, tapi kalo memberi tugas gak pernah pakai hati nurani..." tambah Dika.


__ADS_2