Bucin VS Jomblo

Bucin VS Jomblo
Episode 25 : Kita Putus!


__ADS_3

----------------Bucin VS Jomblo S2------------------


"Ji, kamu malam besok sibuk gak? Kalo gak sibuk, aku mau bertemu kamu, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu. PENTING! " bunyi chat dari seseorang.


Aji pun sontak langsung membuka chat tersebut.


"Hah, siapa nih yang mengirim chat, tiba-tiba ngajak ketemuan malam besok!?" pungkas Aji mengejutkan teman-temannya.


Dan setelah Aji melihat foto profilnya, chat itu ternyata dari mantan Aji, yaitu Nayla. Menggunakan nomor baru.


"Siapa Ji!?" tanya Ohang penasaran.


"Nayla ternyata..." jawab Aji melihat foto profilnya.


"Hah Nayla!? ngapain Nayla ngajakin lo ketemuan malam besok Ji, emang lo masih berhubungan ya sama Nayla?" celetuk Jamal.


"Nggak sih, udah lama kontak dia di ponsel gue gak aktif lagi. Ini dia menchat gue pakai nomor baru," ungkap Aji.


"Emang Nayla ini siapa!?" tanya Kevin masih bingung.


"Mantan Aji, waktu sma Aji pacaran sama dia kurang lebih dua tahun lamanya." sahut Ohang menjelaskan.


"O gitu, cantik gak orangnya, biasanya kalo mantan udah lama gak ketemu, pasti akan jadi lebih cantik dari sebelumnya Ji..." jelas Kevin si pakar cinta.


"Lagipula ada apa Nayla sampai ngajak lo ketemuan besok malam Ji, apa dia mau ngajak lo balikan?" ucap Jamal menduga-duga.


Aji hanya terdiam, dia sebenarnya tidak ingin kembali ke masa lalunya. Namun, karena merasa sungkan tidak enak, dia pun mengiyakan chat Nayla untuk bertemu besok malam.


 


Besok malamnya...


Jamal termenung. Dia hanya memandangi ponselnya yang berisikan chatnya kepada Via yang tak kunjung dibalas, dia juga sudah beberapa kali menelepon Via namun selalu ditolak.


"Kenapa Mal?" tanya Ohang menghampiri Jamal.


"Yah, begitulah Hang. Cuma lagi galau aja."


"Masih belum ada kabar dari Via?"


"Belum Hang, sepertinya betul deh kata Kevin, kayaknya Via lagi sibuk dengan cowok lain di luar sana." tutur Jamal kepalanya menunduk.


"Sabar Mal, jangan putus asa duluan begitu, lebih baik lo masih ada harapan ada cewek yang lo tunggu, lah gue, siapa, gak ada cewek yang mau sama gue haha..." ucap Ohang mencoba menguatkan Jamal.


"Coba telepon lagi dia malam ini. Siapa tau dia nggak sibuk, jadi bisa angkat telepon dari lo kan?" lanjut Ohang menyarankan.


Mendengar perkataan Ohang, Jamal merasa ada juga benarnya. Dia pun kembali mencoba menelepon pacarnya, Via, walau Jamal sendiripun sebenarnya sudah merasa jera meneleponnya, karena selalu tak diangkat.

__ADS_1


'Kring... kring... kring...' bunyi ponsel Jamal berusaha melakukan panggilan kepada Via.


Terlihat di ponsel Jamal, tulisannya memanggil berubah menjadi bergetar, pertanda ponsel Via di sana sebenarnya aktif namun tak kunjung diangkat.


Sudah hampir semenit tapi masih belum ada respon.


"Tuh kan, dia emang sibuk Hang, gak mau angkat panggilan telepon dari gue, padahal ponselnya tuh aktif..." keluh Jamal.


"Ya udah, gue matikan aja deh teleponnya!" pungkas Jamal ingin menutup teleponnya, padahal ponselnya masih melakukan panggilan.


"Tunggu dulu Mal, belum juga selesai ponsel lo melakukan panggilan, udah mau lo tutup aja, siapa tau sebentar lagi diangkat." sahut Ohang.


"Gak mungkin diangkat Hang, gue tuh udah feeling pasti gak diangkat lagi seperti biasanya..." tutur Jamal pasrah.


Dengan menarik nafas panjang, Jamal mengambil ponselnya, dan ingin menutup teleponnya. Tiba-tiba...


"Halo?" jawab seseorang mengangkat teleponnya.


Suara yang tidak asing bagi Jamal, suara yang udah lama ingin dia dengar, yang mengangkat teleponnya tidak lain adalah suara Via, pacarnya sendiri.


"Sayang!?." pungkas Jamal langsung mengangkat ponselnya.


"Iya..." sahut Via diteleponnya.


"Tuh kan, siapa tau sebentar lagi diangkat, bener kan kata gue!" celetuk Ohang, emang seorang peramal hebat.


"Iya maaf, aku udah beberapa hari ini sibuk, makanya chat kamu gak bisa aku balas, dan panggilan telepon dari kamu beberapa kali selalu gak sempat aku angkat." jelas Via mencoba menenangkan Jamal.


"Teman aku malah ngomporin sayang, katanya kamu gak angkat telepon dari aku, itu karena kamu selingkuh sama cowok lain di luar sana, untung aku gak percaya huwaaa..." lanjut Jamal terus menangis.


("Sepertinya betul deh kata Kevin, kayaknya Via lagi sibuk dengan cowok lain di luar sana." ucap Jamal beberapa saat yang lalu.)


'-_-' ekspresi Ohang mendengar perkataan Jamal yang tak sesuai dengan kenyataannya.


"Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan sama kamu." ucap Via dingin ditelepon.


"Iya, kamu mau ngomongin apa sayang?" sahut Jamal penasaran.


"Sepertinya hubungan kita cukup sampai disini aja ya, untuk sekarang dan seterusnya kamu jangan panggil aku sayang, dan kita tidak perlu bertemu lagi..." ungkap Via dengan serius.


"Hah!? maksudnya sayang?"


Jamal seakan tak percaya apa yang barusan didengarnya.


"KITA PUTUS!.."


Dua kata saja dari Via, namun terasa begitu menyakitkan bagi Jamal.

__ADS_1


Air mata Jamal seketika berhenti, ucapan Via seolah membuatnya tak sanggup menangis lagi.


"Maaf ya Mal, ini mungkin yang terbaik untuk hubungan kita..." tutur Via pelan.


'Tut...' panggilan telepon Jamal ditutup Via.


Ohang yang juga ada di samping Jamal, merasa prihatin dengan keadaan yang menimpa Jamal. Setelah berhari-hari menunggu sang pacar yang tak kunjung ada kabar, setelah ada kabar, malah memutuskan untuk berpisah.


Sangat sakit memang. Jamal hanya terdiam, tatapan matanya kosong, dan meletakkan ponselnya ke lantai.


"Mal?" tanya Ohang kasihan dengan Jamal.


'Gubrakkk...' tiba-tiba Jamal jatuh pingsan.


"MAAAL!!!" teriak Ohang panik.


 


Di sisi lain, Aji mendatangi tempatnya berjanji bertemu dengan Nayla. Sebuah cafe tempatnya biasa ngedate dengan Nayla dulu, sewaktu dia masih berpacaran.


Aji masuk kedalam cafe, terlihat suasana cafe tidak banyak berubah seperti dia biasa datangi dulu.


Aji berjalan, terlihat dari kejauhan seorang perempuan cantik, sedang duduk menunggunya ditemani segelas minuman.


"Nay?" sapa Aji begitu tiba.


"Eh Ji..." sahut Nayla langsung berdiri menyambut kedatangan Aji.


Sudah lama Aji tidak bertemu Nayla, terakhir kali mereka bertemu, adalah waktu perpisahan kelulusan mereka sma, itupun sudah setahun yang lalu.


"Boleh duduk?" tanya Aji.


"Boleh, boleh, silahkan aja duduk Ji..." sahut Nayla mempersilahkan Aji duduk.


Mereka pun duduk bersama. Suasana sedikit canggung. Dulu, mereka berdua biasanya bermesraan tertawa bersama di tempat ini.


"Udah pesan minum Ji?" tanya Nayla.


"Udah, udah, tadi di depan," jawab Aji.


Suasana jadi senyap lagi. Suara musik di cafe terdengar begitu romantis. Sedangkan Nayla hanya memainkan sedotan di gelas minumannya, seakan sungkan untuk membuka pembicaraan.


"Jadi, ada apa Nay, lo ngajak gue ketemuan di sini?" pungkas Aji langsung memulai obrolan.


"Jiii..." Nayla tiba-tiba menangis.


"Eh kenapa Nay, ada apa masalah apa!?" ucap Aji berusaha menenangkan Nayla.

__ADS_1


"JI, AKU HAMIL!" ungkap Nayla terus menangis.


__ADS_2