Bucin VS Jomblo

Bucin VS Jomblo
Episode 18


__ADS_3

"Maafkan aku ya Nay, gak bisa melindungi kamu di saat kamu disakiti seperti itu," tutur Aji menarik nafas panjang.


"Iya gapapa, ini kan memang kesalahan aku kok Ji, salah aku juga yang meninggalkan kamu dan malah memilih bersama cowok kurang ajar itu," sesal Nayla.


"Maafkan aku ya Ji..."


"Maafkan aku juga ya, Nay..."


"Emmm... hubungan kita, akan terus berlanjut kan Ji?" tanya Nayla tiba-tiba.


Seketika suasana menjadi hening beberapa saat,


"Maafkan aku ya Nay, sepertinya... untuk hubungan kita, tidak bisa berlanjut lagi..." jawab Aji menatap mata Nayla.


----------------Bucin VS Jomblo----------------

__ADS_1


Hari itu mulai menjelang sore, cuacanya terlihat mendung tidak seperti biasanya, perlahan rintik-rintik hujan kecil terdengar berguguran jatuh di atas atap rumah Nayla.


"Kamu gapapa kan Nay? " tanya Aji melihat ekspresi Nayla yang mendadak berubah.


"Eh gapapa kok, gapapa... " Nayla mengalihkan mukanya sembari mengusap air mata yang tidak sengaja mengalir membasahi pipinya, "itu kan keputusan kamu, aku ikhlas kok, kalau memang itu pilihan kamu... " lanjutnya.


"Ya udah kalau begitu, kami pamit pulang ya Nay, hari sudah mulai gelap, mana sebentar lagi sepertinya akan turun hujan lebat, " tukas Aji melihat ke arah luar rumah lewat kaca jendela Nayla.


"Iya hati-hati ya Ji, makasih ya atas kebersamaan yang kamu berikan selama ini," tutur Nayla sembari tersenyum, walau air mata masih terus mengalir di pipinya.


"Iya makasih juga ya Nay, ya sudah kami pamit pulang, semoga lekas sembuh ya Nay... " ucap Aji perlahan berdiri mengambil tasnya.


Aji memang sering pamitan ke Nayla, ketika dia harus berpisah dengan Nayla, dan kembali lagi ke sekolah untuk menjemput Ica dan pulang bersama. Tapi pamit kali ini berbeda, karena Aji setelah ini akan pulang bersama Ica, dan berpisah dengan Nayla, berpisah untuk seterusnya dan tak lagi bersama.


------------------------------------

__ADS_1


Di luar rumah Nayla, Aji bersama Ica, Dika dan Jamal mengeluarkan motor untuk bersiap pulang ke rumah.


"Lo serius Ji, mutusin Nayla, emangnya lo gak sayang lagi sama dia!?" celetuk Dika di motor sebelah.


"Iya Ji, gue lihat-lihat Nayla nya masih sayang banget sama lo, sampai nangis-nangis gitu," timpal Ica yang duduk boncengan di belakang motor Aji.


"Huhuhu... lo tega banget sih Ji... mutusin Nayla yang masih sayang sama lo, mana lo lihat sendiri kan keadaan Nayla nya lagi terbaring sakit seperti itu... " sahut Jamal di motor sebelah juga menangis berderai air mata.


"Ya mau gimana ya, entah kenapa gue merasa, saat ini gue lebih baik menyendiri dulu... " jelas Aji menarik nafas panjang.


"Terus kalo lo udah bosan menyendiri, lo bakal kembali ke Nayla atau mencari perempuan yang lain aja, eh atau jangan-jangan lo udah punya rasa ke perempuan lain lagi, " tanya Dika lagi.


"Emmm... Sebenarnya sih, gue udah punya rencana untuk menembak seseorang," jawab Aji sembari tersenyum.


"Hah, yang bener Ji, siapa tuh!?" celetuk Ica duduk di belakang motor Aji.

__ADS_1


"Emmm... Rahasia deh, nanti kalau udah waktunya, kalian juga bakal tau..." tutur Aji tersenyum melirik seseorang di kaca spionnya.


---------------------------------


__ADS_2