Bucin VS Jomblo

Bucin VS Jomblo
Episode 22 : Romansa di Tempat Kerja


__ADS_3

------------------Bucin VS Jomblo S2------------------


Ica dan Dika berkerja di sebuah rumah makan. Sudah kurang lebih setahun mereka berkerja di tempat ini. Mereka berkerja sesuai keadaan, kadang sebagai pelayan, kadang sebagai koki, kadang cuci piring dan kadang gabut karena gak ada pelanggan.


Selain mereka, di rumah makan ini pekerjanya juga ada Nia, Wulan, dan Bayu.


Bayu, atau biasa dipanggil Ka Bay, adalah salah seorang senior Ica dan Dika di rumah makan ini. Dia setahun lebih dulu berkerja di tempat ini daripada Ica dan Dika. Sebagai senior, dia biasa mendapat tugas yang lebih sulit atau diminta bosnya untuk menyampaikan pesan kepada junior-juniornya. Di tempat kerja, dia jatuh cinta dan berusaha PDKT kepada Wulan, teman kerjanya.


“Ka Bay, itu cucian piring udah menumpuk banyak banget, gak mau dibersihkan aja?” tanya Ica melihat cucian piring yang begitu banyak menumpuk.


“Udah biarin aja gapapa…” jawab Bayu seolah tidak peduli.


“Tapi Ka Bay, kalo nanti sampai kelihatan Ka Wulan cucian piring banyak menumpuk. Bisa dimarahin lho.” celetuk Dika juga di samping Ica.


“Bawa santai aja. Ingat, hidup itu bukan selamanya tentang kerja, kerja, dan kerja, ada waktunya juga kita untuk bersantai…” sahut Bayu santai sambil main hp.


‘Krieeettt…’ pintu dapur terbuka.  Pandangan mata Ica dan Dika tertuju ke arah seseorang yang masuk ke dapur, dan itu adalah Wulan.


Ketika mata Ica dan Dika kembali melihat ke depan, dan betapa terkejutnya mereka melihat Bayu sudah tidak ada di hadapan mereka.


‘Crasss…’ bunyi air keran dapur mengalir deras, dan di sana sudah ada Bayu mencuci piring dengan sigapnya.


“Tumben Bay, rajin banget nyuci piring,”  tegur Wulan melihat Bayu begitu giat mencuci piring.


“Biasalah Lan, kita itu harus kerja, kerja dan kerja, gak ada waktu untuk bersantai.” pungkas Bayu berlagak cekatan mencuci piring.


‘-_-‘ ekspresi Ica dan Dika melihat kelakuan Bayu yang seketika berubah kalau di hadapan Wulan.


Wulan, atau biasa dipanggil Ka Lan, adalah salah seorang senior Ica dan DIka juga di rumah makan itu, selain Bayu. Dia mulai masuk berkerja di tempat ini berbarengan sama Bayu. Sama seperti Bayu, dia biasa mendapat


tugas yang lebih sulit atau diminta bosnya untuk menyampaikan pesan kepada junior-juniornya. Dia sudah lama disukai teman kerjanya, Bayu. Namun, Wulan selalu bersikap acuh dan tidak menggubrisnya.


“Ini Bay, antarkan pesanan ke meja nomor 16!” suruh Wulan sambil menyerahkan makanannya ke tangan Bayu.


“Oke Lan, ada lagi yang bisa aku bantu,” tanya Bayu ketika ingin mengantarkan makanannya.


“O iya Bay, lo bisa gak sekalian antar ini ke meja nomor 15?”


“Bisa dong. Apasih yang gak bisa buat kamu Lan haha…” canda Bayu sambil mengambil makanannya.


“Ya udah, kalo begitu ini antar sekaligus ke meja nomor 1, 9, dan 20!” timpal Wulan malah menambah makanannya di tangan Bayu.

__ADS_1


“Eh… eh…” Bayu panik keberatan mengangkatnya, namun dia berusaha tetap mengantarkannya meskipun kakinya gemeteran.


Nia, teman dekat Nayla dan Via. Di Bucin VS Jomblo Season 1, dia sering membantu hubungan Aji dan Nayla, termasuk ketika dia memberitahu Aji saat Nayla sedang sakit. Sudah sejak sma, dia anak yang baik-baik, suka


mendengarkan curhatan temannya yaitu Nayla dan Via tentang hubungan asmaranya dan Nia berusaha membantu memberikan solusi. Sampai sekarang pun, dia suka membantu rekan kerjanya maupun seniornya dalam berkerja, entah itu memasak, mengantarkan makanan, mencuci piring, sampai mendengarkan curhatan mereka. Walaupun begitu, hingga sekarang dia masih belum memiliki seorang pasangan.


“Ka Lan, kelihatan capek banget, sini ka biar aku bantuin masak,” pinta Nia berusaha membantu Wulan yang terlihat kelelahan.


“Eh gapapa Nia, biar aku aja yang masak.” tukas Wulan sungkan ketika dibantu Nia.


“Udah gapapa ka, aku bantuin potong sayurnya ya…” pungkas Nia tetap membantu.


Kemudian…


“Antarkan pesanan ke meja nomor 17!” seru Bayu menyiapkan makanan.


“Sini Ka Bay, biar aku aja yang mengantar,” pinta Nia.


“Eh jangan, ini giliran Dika yang mengantar, kan lo udah tadi Nia,” tukas Bayu sungkan ketika dibantu Nia.


“Udah ka gapapa, mungkin Dika nya lagi sibuk banyak pesanan di luar jadi belum bisa kesini…” pungkas Nia tetap membantu.


Lalu…


“Hah beneran Ca!? Terus… terus…” respon Nia begitu mendengarkan cerita Ica.


“Ya gue gebukin lah, untung aja gapapa. Malah begal nya yang menyerahkan uang ke gue…” lanjut Ica.


Dika, sahabat dekat Aji, Ica dan Jamal. Mereka satu kelas saat sekolah sma. Namun ketika akan lulus, dia menembak menyatakan perasaannya ke Ica, dan diterima baik oleh Ica. Dika dan Ica sudah berpacaran kurang lebih setahun lamanya. Dan ketika melamar berkerja di tempat ini pun, mereka melamar dan diterima kerja bersama-sama. Dika cukup telaten dalam berkerja, baik itu memasak, mengantarkan makanan, maupun mencuci piring. Namun kadang dia kewalahan, ketika harus menolong pacarnya, Ica, yang selalu gak karuan pekerjaannya.


“Sayang sini biar aku aja yang memasaknya.” pinta Dika ketika melihat Ica memasak.


“Udah gapapa, biar aku aja…” sahut Ica santai sambil memasak.


‘Wushhh…’ tiba-tiba masakan Ica gosong terbakar.


Kemudian…


“Sayang sini biar aku aja yang mengantarkannya.” pinta Dika ketika melihat Ica mengantarkan makanan.


“Udah gapapa, biar aku aja…” sahut Ica santai sambil mengantarkan makanan.

__ADS_1


“Ini pak, makanannya…” tutur Ica ketika tiba di meja pelanggan.


“Loh, kok sop buntut!? Perasaan saya gak pesan sop buntut!” protes pelanggan bingung.


Lalu…


“Sayang sini biar aku aja yang mencucinya.” pinta Dika ketika melihat Ica mencuci piring.


“Udah gapapa, biar aku aja…” sahut Ica santai sambil mencuci piring.


Tiba-tiba piring di tangan Ica kelepasan.


“Ets!.. untung aja piringnya gak pecah,” seru Ica tangannya sigap mengambil kembali piring tersebut.


“Kalo urusan memasak sama mengantarkan makanan gue mungkin salah, tapi kalo urusan cuci piring gue ahlinya…” lanjut Ica dengan penuh kesombongan.


‘Byurrr…’ tiba-tiba keran air nya terlepas.


Ica, sudah setahun dia berpacaran dengan teman dekatnya, yaitu Dika. Setelah sebelumnya, dia menjomblo mulai dari lahir, akibat trauma yang diterimanya waktu kecil. Walau kadang perasaan trauma di masa lalunya terus menghantuinya, namun dengan Dika, dia tetap terus berjuang dan menjalani lika-liku kehidupan bersama. Di tempat kerja, Ica selalu berkerja dengan tidak semestinya, selalu saja ada kecerobohan yang dilakukannya.


“Kenapa ya, semua perkerjaan yang gue lakukan, entah itu memasak, melayani pelanggan, membersihkan peralatan masak, selalu aja berantakan. Gue merasa, cuma gue karyawan di tempat ini yang gak berguna…” keluh Ica kecewa terhadap dirinya sendiri.


“Gapapa kok sayang, kan kita baru berkerja sambil belajar, namanya kesalahan itu wajar kok. Aku juga biasanya salah juga dalam berkerja, entah itu masak keasinan, dimarahi pelanggan atau cucian piring kurang bersih.” ucap Dika sambil memegang tangan Ica, untuk menguatkannya.


“Iya Ca, baru juga kita setahun berkerja disini, kita masih pemula dan belum berpengalaman Ca. Nanti, lama kelamaan kita pasti bisa berkerja dengan lebih baik lagi kok.” sahut Nia juga menguatkan Ica.


“Ca, walaupun perkerjaan lo dalam hal melayani pelanggan kurang maksimal. Tapi dengan adanya lo, suasana dapur jadi lebih rame Ca. Cerita lo, tingkah laku lo, dengan adanya lo berkerja di rumah makan ini, membuat kita jadi lebih semangat dalam berkerja Ca.” pungkas Wulan juga menguatkan Ica.


“Betul Ca, sama seperti Kaka Wulan, yang membuat Ka Bay jadi lebih semangat dalam berkerja. Demi masa depan kami nanti Ca.” celetuk Bayu ikut-ikutan.


"Iya kan, Lan?." lanjut Bayu mengalihkan pandangannya ke Wulan.


Wulan hanya menatap sinis ke Bayu.


“Makasih ya, kalian udah baik banget mendukung gue berkerja di sini…” ucap Ica penuh haru.


"Iya sama-sama Ca..." jawab mereka berbarengan.


“Woy, saya gak terima ini, kok bisa-bisanya ayam goreng pesanan saya jadi gosong gini!” protes pelanggan tiba-tiba masuk ke dalam dapur.


“ICAAA!!!...” seru mereka semua, bersamaan mengalihkan pandangan ke Ica.

__ADS_1


“Hehe…” ucap Ica cengengesan.


__ADS_2