Bucin VS Jomblo

Bucin VS Jomblo
Episode 2


__ADS_3

'Tik..'


'Tik..'


'Tik..'


Bunyi hujan di atas genteng sekolah. Hari itu memang cuacanya kurang mendukung, karena dari pagi hujan terus mengguyur sekolah dengan lebatnya.


"Ji, main bola yok," ajak Ica.


"Astaga Ca, pas hujan lebat gini lo mau main bola!?" sahut Aji.


"O iya ya, gak jadi deh, hujan, hehe..." jawab Ica cengengesan.


"Hmmmm..." gumam Aji geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya itu.


Tidak berapa lama kemudian...


'Grokkkkk....' suara perut Ica.


"Duh hujan gini, bikin gue laper nih..." gumam Ica sambil mengusap perutnya, "O iya kalau gitu, kita ke kantin aja yok Ji, hujan-hujan begini enaknya makan bakso nih!"


"Ya elah Ca, lo kan tau sendiri gue tadi lupa bawa uang jajan dari rumah..." gerutu Aji sambil merenung merebahkan kepalanya di meja.


"Ya udah, gue yang traktir deh," seru Ica mendekati bangku Aji.


"Hah... yang bener Ca!?" tukas Aji langsung mengangkat kepalanya.


"Iya." kata Ica menganggukkan kepalanya.


"Weeee... Makasih jomblo..." rayu Aji sambil tersenyum kepada Ica.


"Eh... malah ngatain lo, dasar Bucin!!!" jawab Ica langsung sewot.


----------------------------------


Memang kantin merupakan tempat kedua berkumpulnya para siswa ketika istirahat setelah lapangan. Apalagi baksonya yang terkenal dengan rasa sedapnya, membuat para siswa berbondong-bondong memenuhi tempat ini.


"Eemmm... Enaakkk..." seru Ica ketika bakso yang dipesannya sudah tiba di mejanya.


"Ya elah Ca, baru juga sampe baksonya, udah keenakan aja lo," gerutu Aji ketika melihat kelakuan Ica, "Santai aja kali, belum juga dicoba, alay banget sih lo!"


Tidak berapa lama kemudian, bakso yang dipesan Aji pun tiba...


"Eemmm... Enaakkk..." seru Aji juga keenakan.


Baru juga kedua sahabat itu ingin menyantap baksonya, tiba-tiba seseorang mendekat ke meja mereka...


"Eh, sayang..." sapa Nayla, pacarnya Aji, berdiri di samping meja mereka sambil juga membawa semangkok bakso di tangannya.

__ADS_1


"Sayang!?" sambut Aji melihat ada pacarnya di sampingnya.


"Kok kamu gak bilang sih, kalo kamu juga makan bakso di sini!?.." tanya Nayla mukanya cemberut.


"Eh, anu, aku tadi pengennya juga ngajakin kamu kok, tapi aku mendadak juga tadi..." rayu Aji berusaha membujuk pacarnya.


Nayla hanya diam dan muka imutnya tetap cemberut.


"Eh iya iya deh, sini makan di sebelahku sayang, kita makan berdua," pinta Aji sambil sedikit menggeser tempat duduknya.


Nayla pun duduk dan ikut makan bakso di sebelah Aji. Dan jadilah mereka makan bertiga, Aji dan Nayla makan bersebelahan, sedangkan Ica duduk sendiri di sisi seberang mejanya.


"Hhmmm..." endus Ica mengerucutkan dahinya.


-----------------------------------


'Tik'


'Tik'


'Tik'


(bunyi rintik hujan)


Aji dan pacarnya menikmati semangkuk bakso dengan romantisnya, bersenda gurau, ketawa-ketiwi, suap-suapan. Sedangkan di sisi seberang meja, Ica tak kunjung dapat makan baksonya, karena dia pengen pake saos tomat tapi saos nya gak kunjung keluar-keluar dari botolnya.


"Ah susah amat sih, nih saos!" seru Ica terus berusaha mengeluarkan saos tomat dari botolnya.


"Eh, apa nih kotor sayang, sini aku bersihin," ucap Aji mengusap pipi Nayla sambil menatap matanya. Nayla pun juga menatap mata Aji.


"Ya elah!" gerutu Ica memutar mata melihatnya.


Belum juga Ica berhasil mengeluarkan saos tomatnya, tiba-tiba dari belakang terdengar suara...


"Ehem,"


"Eh, bunyi apaan tuh? Setan ya!?" seru Ica sedikit terkejut.


"Ehem, ehem, ini aku disini..." sahut seorang cowok yang ternyata ada di samping Ica.


"Eh, siapa lo!!?" tanya Ica kepada cowok yang tidak dikenal nya itu.


"Eh iya, kenalin, nama aku Ohang..." kata cowok itu sedikit kikuk, sambil menjulurkan tangan ingin kenalan dengan Ica.


Berbeda dengan Kafka (baca di episode sebelumnya), yang cakep, tajir dan disukai banyak cewek. Ohang ini orangnya sedikit berantakan, kudel, dan cenderung dijauhi para cewek karena sikap anehnya.


"Hah!?" pungkas Ica bingung, "Oh ya udah, nih, buat kamu!" ucap Ica malah memberikan uang lima ribu ke tangan cowok tadi.


"Eh, eh, tapi, tapi!?.." kata cowok itu terkejut, "Aku tuh mau kenalan sama kamu, bukannya mau ngemis!?"

__ADS_1


Ica hanya diam, dan dia pun langsung pergi membayar baksonya.


"Apaan sih tuh cowok, geli banget deh gue!" gerutu Ica pergi.


Setelah membayar baksonya, Ica pun langsung pergi keluar kantin, meninggalkan cowok aneh tadi, juga semangkok baksonya yang belum kemakan, dan juga Aji sama pacarnya.


Cowok itu pun hanya terdiam dan dia pun juga pergi karena merasa malu. Sedangkan disisi lain, Aji tidak menyadari bahwa sahabatnya itu telah pergi meninggalkan kantin.


"Eh, iya sayang, untuk baksonya biar aku aja yang traktir ya," ucap Aji ke pacarnya.


"Beneran nih sayang, kamu mau bayarin!?" tanya Nayla mempertegas.


"Iya sayaaang... Biar aku yang bayarin..." ucap Aji memanjangkan suaranya di akhir kalimat sambil menatap mata Nayla.


"Makasih banget sayang..." ucap Nayla dengan senyum imutnya sambil memegang tangan Aji.


"Ya udah aku duluan ya sayang, soalnya teman-teman aku udah pada nungguin tuh," kata Nayla bangkit dari tempat duduknya.


"Iya, aku juga mau bayar baksonya dulu nih, kamu duluan aja.."


"Kalo gitu aku duluan ya sayang, dahh..."


"Dahhh..." senyum Aji sambil menoleh ke pacarnya. Dan setelah Nayla keluar dari kantin, Aji pun mengalihkan pandangannya ke tempat Ica makan, dan baru dia sadari, ternyata, Ica nya udah gak ada!


"Waduh! Ica nya hilang kemana nih!.." seru Aji panik dan langsung menelpon Ica.


"Ca, lo kemana!? Kok tiba-tiba hilang aja sih lo!?" seru Aji menelpon Ica.


"Maaf ji, gue tadi diculik alien, makanya gue hilang hahaha..." ledek Ica sambil cengengesan di telpon.


"Ah lo Ca, gak asik banget ninggalin gue, katanya lo janji tadi mau menraktir gue,"


"Lagian gue tadi gak mau ganggu kalian pacaran, mesra banget kayaknya. Mana tadi ada orang aneh lagi, hilang nafsu makan gue jadinya, makanya ya udah mending gue duluan aja hehehe..."


"Ah, ayo lah Ca, kan lo tau sendiri gue pagi tadi lupa bawa uang jajan, gimana gue mau bayar baksonya nih,"


"Ya udah gue bayarin deh, gue ada di luar kantin, ambil duitnya sini!"


"Dan juga anu... ehh... bayarin bakso pacar gue juga ya Ca, soalnya tadi gue bilang mau bayarin dia soalnya hehe..." pinta Aji sambil cengengesan.


"Eh enak aja lo, lo yang mau nraktir dia, kok malah gue yang bayarin sih! halahh... bucin.. bucin.." seru Ica sewot.


"Yee terserah gue lah, Jo.." sahut Aji kalimatnya terpotong.


"Ets, lo mau ngomong apa tadi? Mau gak jadi di traktir ya?" ancam Ica.


"E gak, gak, gak... bayarin gue dong Ca!.." pinta Aji memohon.


"Makanya Ji, jangan ngebucin hahahaha....." sahut Ica tertawa puas.

__ADS_1


"Hmmmm..." gumam Aji pasrah mendengar Ica di telpon, gak bisa ngomong apa-apa.


------------------------------------


__ADS_2