Bucin VS Jomblo

Bucin VS Jomblo
Episode 21 : Setahun Berlalu


__ADS_3

------------------Bucin VS Jomblo S2------------------


Satu tahun setelah lulus sma. Aji, Ica dan teman-temannya, menempuh jalannya masing-masing yang berbeda.


Aji dan Jamal melanjutkan kuliah di kampus yang sama, dan mereka tinggal di dalam satu kost yang sama yang berdekatan dengan kampus mereka. Sedangkan Ica dan Dika memutuskan untuk berkerja, dan mereka berkerja di tempat yang sama.


Sedangkan Via, pacarnya Jamal, ikut orang tuanya untuk pindah keluar kota dan tinggal di sana. Dan Nia, teman dekat Via, berkerja di tempat yang sama dengan Ica dan Dika.


------------------------------------------


Di kost tempat Aji dan Jamal tinggal, juga diisi oleh dua orang lainnya, yaitu Kevin dan Ohang.


Kevin juga kuliah di kampus yang sama dengan Aji dan Jamal. Dia termasuk orang yang mudah bergaul dengan orang lain. Ganteng, tinggi, dan anak orang kaya, membuatnya disukai oleh banyak wanita. Bahkan bisa dibilang, dia adalah seorang playboy yang memiliki banyak simpanan di mana-mana.


“Iya sayang, aku janji gak bakalan selingkuh kok. Kan aku sayang banget sama kamu, dan kamu satu-satunya wanita yang ada di hatiku.” gombal Kevin menelepon pacarnya, membuat pacarnya kesenengan bukan kepalang.


“Ya udah sayang, teleponnya aku matikan dulu ya, ibuku mendadak menelpon katanya ada urusan penting.


Iya sayang, selamat malam beruang manisku…” lanjut Kevin terus menutup teleponnya.


‘Kriiing…’ nada telepon Kevin berbunyi lagi.


“Eh maaf ya sayang, baru ku angkat teleponmu,” ucap Kevin mengangkat telepon dari pacarnya yang lain.


“Biasalah tadi ada tukang servis ac yang menelepon aku, dia nanya-nanya apa aja kerusakan ac di kost yang akan diperbaiki besok,” dalih Kevin kepada pacarnya yang lain itu.


Ohang, mungkin kalian masih ingat dengan orang yang satu ini. Dia satu sekolah sma dengan Aji dan Jamal. Di Bucin VS Jomblo Season 1, dia diceritakan pernah menembak Ica, dan meminta Ica untuk menerima cintanya secara paksa, namun Ica menolak dan kabur lari hingga akhirnya ditolong Dika. Kisah cintanya ketika sma memang sangat memprihatinkan, selalu ditolak wanita yang disukainya, bahkan cenderung wanita menjauhinya, dan membuatnya tak kunjung mempunyai seorang pasangan. Namun sekarang, tetap sama aja sih, terus menerus ditolak wanita, dan ya Ohang tetap menjomblo hingga sekarang. Sedih amat ya.


“Maaf ya Hang, entah kenapa untuk sekarang aku gak ada keinginan untuk berpacaran,” ucap seorang cewek yang ditembak Ohang.


“Ya udah kalo gak mau pacaran, kalo kamu mau serius, aku juga siap kok untuk melamar kamu.” pungkas Ohang dengan penuh keyakinan.


“Tapi Hang, aku kan masih kuliah, aku masih mau menikmati masa mudaku dulu. Aku belum siap untuk dilamar,”


“Lebih baik kita temenan aja ya…” lanjut cewek itu kepada Ohang.


Sekuntum bunga di tangan Ohang pun tak sengaja jatuh. Ohang hanya bisa diam dan menganggukkan kepalanya. Dia mengerti perasaan cewek itu yang saat ini tidak ingin berpacaran. Rintik hujan perlahan turun membasahi bumi, seakan memahami perasaan Ohang.

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian, setelah Ohang berpisah dengan cewek itu. Ohang melihat story instagram cewek itu, bersenang ria sedang berpacaran dengan lelaki lain.


“B*ngsat, katanya tadi gak mau pacaran…” sewot Ohang melihatnya.


Jamal, teman dekat Aji, Ica dan Dika. Mereka satu kelas saat sekolah sma. Ketika di sma, sama seperti Aji, dia sangat bucin terhadap pacarnya, yaitu Via. Kemana-mana selalu berdua, bahkan ketika sudah di rumah masing-masing mereka tetap teleponan, bahkan sampai ketiduran. Seolah-olah di manapun dan kapanpun mereka


selalu bersama. Namun sayang, sekarang hubungan mereka terhalang jarak yang begitu jauh, di karenakan Via yang pindah keluar kota ikut orang tuanya.


‘Kriiing…’ bunyi telepon Jamal berusaha menghubungi Via. Namun, teleponnya tak kunjung diangkat.


Bahkan sudah puluhan panggilan telepon Jamal yang tak diangkat oleh Via.


“Hufff… kenapa sih sayang, beberapa hari ini kamu sulit banget dihubungin. Semenjak kamu pindah keluar kota, kamu kenapa begitu cuek Vi…” tutur dalam hati Jamal, panggilan teleponnya kembali tidak diangkat Via lagi.


“Mungkin kamu lagi banyak kesibukan ya di sana…” lanjut Jamal sambil menatapi langit, dijatuhi gerimis kecil hujan.


Di luar kost Jamal berusaha menelepon Via. Jamal pun kembali masuk ke dalam kost, karena mulai turun hujan.


Aji, sudah setahun dia menjomblo, setelah terakhir kali dia berpacaran dengan Nayla. Padahal, banyak cewek yang suka kepada Aji, bahkan ada yang secara terang-terangan menyatakan cintanya kepada Aji. Namun, semua cewek yang mendekatinya selalu tidak digubrisnya. Dia masih nyaman dalam kesendirian, dan sepertinya Aji masih belum siap tuk kembali membuka hatinya.


“Emangnya kenapa?” balas Aji dingin.


“Kalau kamu besok gak sibuk, kita jalan-jalan yuk Ji,” ajak cewek itu.


“Maaf gak bisa, soalnya aku lagi sibuk banyak tugas kuliah, mana gak ada duit juga buat jalan-jalan,”


“Tenang, tugas kuliah kamu nanti biar aku aja yang kerjakan, dan ongkos jalan-jalan besok aku yang bayarin,”


“Maaf, aku gak bisa.” balas Aji singkat, dan meletakkan hp nya di tempat tidur.


‘Ting… ting… ting…’ bunyi pesan terus masuk di hp Aji, namun Aji tidak mempedulikannya keluar kamar, dan meninggalkan hp nya di tempat tidur.


Aji keluar kamar menuju dapur, dan melihat Kevin sedang tiduran sambil teleponan dengan pacarnya di atas sofa di ruang tamu kost. Kebetulan juga, Jamal masuk ke dalam kost setelah hujan gerimis di luar kost.


“Iya sayangku, cintaku, nanti kita teleponan lagi ya, udah malam kamu tidur dulu, gak baik begadang nanti kamu sakit lho…” ucap Kevin sambil teleponan dengan pacarnya.


“Ciyeee… sayang yang mana lagi tuh Vin, pacar lo yang mana lagi tuh hahaha…” celetuk Jamal begitu masuk ke dalam kost.

__ADS_1


“Weee… berisik aja lo Mal, gak bisa melihat teman senang aja lo. Bilang aja lo juga pengen teleponan sama pacar kan Mal,” balas Kevin mematikan panggilan telepon di hp nya.


“Cih, gue sih setia Vin, gak kayak lo teleponan sama banyak cewek…”


“Yeee… setia sih setia, tapi kalonya gak bisa dihubungi kayak pacar lo gitu, mending cari cewek lain aja Mal. Lagian dia mana tau lo punya cewek lain, kan dia jauh juga disana,”


“Gak ah, gue cukup sama satu cewek aja Vin.” sahut Jamal juga ikut duduk di bangku sofa.


Aji pun lewat ingin menuju dapur.


“Ji, gue dengar-dengar Zahra suka sama lo Ji, terima aja Ji, masa Zahra secantik itu gak lo terima Ji,” celetuk Kevin begitu Aji lewat.


“Tuh Zahranya ngajak gue besok mau jalan-jalan katanya,” sahut Aji berhenti berjalan.


“Terus lo balas apa Ji?” tanya Kevin penasaran.


“Maaf, gak bisa, gue lagi banyak tugas kata gue…” jawab Aji meneruskan jalannya dapur.


“Astaga Ji, cewek secantik itu gak lo terima Ji!? Wahh… lo sih sakit Ji, jangan-jangan lo suka sesama jenis lagi,” ledek Kevin.


“B*ngsat! Gue masih normal woy!” sewot Aji dari arah dapur.


“Jangan bilang, lo masih gak bisa move on dari Ica lagi Ji!..” celetuk Jamal tiba-tiba.


“Gue tuh sama Ica cuma temenan, gak ada hubungan apa-apa!” sahut Aji lagi.


“Emangnya Ica ini secantik apa sih orangnya!? Jadi penasaran deh gue,” pungkas Kevin duduk, bangkit dari rebahan di sofa.


“Akibat gak bisa move on dari dia, sampai bikin Aji menolak semua cewek…” lanjut Kevin.


‘Krieeettt…’ pintu kost terbuka, seseorang masuk di depan pintu. Dan orang itu tidak lain adalah Ohang, basah kuyup setelah kehujanan di luar, sambil memegangi sekuntum bunga di tangannya.


“Ditolak cewek lagi Hang!?” celetuk Jamal.


“Iya…” jawab Ohang raut wajahnya sedih.


“Kalo yang ini sih, kebalikan dari Aji. Kalo Aji, dia yang menolak semua cewek. Kalo ini, dia nya yang ditolak semua cewek. Hadehhh… Hang… Hang…  apes banget sih hidup lo.” tutur Kevin geleng-geleng kepala, melihat nasib temannya itu.

__ADS_1


__ADS_2