
Setahun yang lalu...
Para siswa sedang bermain sepak bola di lapangan sekolah untuk mengisi waktu istirahat. Sedangkan beberapa siswa lainnya menonton mereka dari pinggir lapangan.
"Ayo... ayo... ayo..." sorak para pendukung memberi semangat.
Sama seperti hari biasanya, tidak ada yang berbeda dengan hari itu. Kecuali terlihat seorang siswi baru, juga ikut menonton pertandingan.
"Eh siapa tuh cewek, cantik bet, kok gue baru pernah lihat." tutur Aji, siswa kelas 11 IPS, salah satu siswa yang sedang bermain bola saat itu, terpesona melihat kecantikan murid baru itu.
"Woy Ji, ya elah bengong mulu, lihatin bola noh, nanti kalau kalah baru tau rasa lo!" tegur Ica, siswi (lebih tepatnya preman) yang juga sekelas dengan Aji, satu-satunya perempuan yang juga ikut main bola.
Aji tetap bengong.
"Emangnya ada apa sih!?" Ica jadi penasaran.
"Tuh cewek cantik bet, siapa ya!?"
"Ah, yang mana sih!?"
"Tuh..." Aji dengan isyarat mulut menunjuk cewek itu.
Ica melihat cewek itu.
"Owh... itu sih murid baru, siswi pindahan dari luar kota, dia masuk kelas IPA, katanya sih dia baru pindah ke sekolah sini hari ini," jelas Ica.
"Ooh, pantes gue baru kali ini lihat tuh cewek,"
"Emangnya kenapa, lo suka ya sama dia, ciyee... ciyee..." goda Ica.
"Eh nggak kok, biasa aja!" tukas Aji tapi matanya terus melirik murid baru itu.
"Ya elah Ji, katanya biasa aja, tapi matanya gak berhenti-henti melirik tuh cewek hahaha..." celetuk Ica ketawa melihat kelakuan sahabatnya itu.
"Eh iya, lo tau gak namanya siapa Ca!?"
"Kalo kata Jamal sih, namanya Nayla..."
"Owh, namanya Nayla... bagus juga ya namanya," tutur Aji.
__ADS_1
.
------------- BUCIN VS JOMBLO -------------
Di kelas Aji, saat itu sedang jam kosong, sementara para murid sudah menunggu dengan tas di pundaknya, karena sebentar lagi waktu pulang sekolah akan tiba.
"Eh kenapa tuh Aji, senyam-senyum sendiri," celetuk Dika heran melihat Aji, yang terlihat begitu happy.
"Hmm... jangan-jangan, Aji lagi kesurupan!" sahut Jamal asal.
"Ya elah kesurupan apanya, dia tuh lagi jatuh cinta tau!.." sahut Ica menyaringkan suaranya.
"Hah asal aja lo bilang gue jatuh cinta, jatuh cinta sama siapa gue!?" balas Aji begitu mendengar perkataan Ica.
"Yee... pura-pura nggak tau segala," celoteh Ica.
"Eh Mal, lo tolong datengin murid baru itu dong, bilangin temen gue, Aji, suka sama lo, gitu." pungkas Ica berusaha meledek Aji.
"Eh, eh, kok tiba-tiba gitu, jangan Mal, jangan, nggak mau gue," sahut Aji protes.
"Weee... bilang aja lo mau..." ledek Ica lagi.
'Ting, Ting, Ting' Bel pulang sekolah berbunyi.
"Eh jangan Ca, jangan!..." seru Aji panik berlari menyusul Ica.
-------------------------------
Sementara itu...
Di lorong sekolah, banyak siswa akan pulang menuju parkiran sekolah, sedangkan Nayla, si murid baru, terlihat berjalan sendiri karena masih belum mempunyai teman.
"Eh itu kan si Nayla tuh, pulang sendirian dia, kesihan ya belum punya teman dia," celetuk Via, siswi sekelas Nayla, tapi dia belum terlalu dekat dengan Nayla.
"Kalo gitu, kita pulang bareng dia aja yok, biar dia ada teman," jawab Nia, siswi sekelas Nayla juga.
"Ah nggak ah, belum terlalu kenal gue sama dia, nggak enak gue..." tukas Via.
"Ya udah, kalo gitu, gue aja duluan pulang sama dia..." pungkas Nia, jalan duluan menghampiri Nayla.
__ADS_1
"Eh Nia, tunggu Nia, gue ikut juga!" seru Via ikutan mendatangi Nayla.
Nia pun menghampiri Nayla, disusul Via di belakang.
"Eh Nay, kamu pulang sendirian aja?" sapa Nia.
"Eh iya nih," jawab Nayla ramah.
"Oh ya udah, kalo gitu kita pulang bareng aja yok!.." ajak Nia.
"Hayuk!" jawab Nayla.
Dan hari itu, Nayla pun punya teman di sekolah barunya, dan mereka pulang bersama. Sementara itu...
"Eh Ca, jangan Ca!.."
Terdengar ada teriak seseorang dari arah belakang.
Ketika Nayla, Via dan Nia menoleh ke belakang, terlihat seorang siswi tidak di kenal berlari dengan cepat, disusul seorang cowok di belakangnya.
"Eh itu kenapa tuh, ada yang berlari kesini!?" pungkas Nayla heran.
"Eh itu bukannya Ica si tomboi, dari kelas ips itu kan, ngapain dia lari-lari gitu," celetuk Via.
"Iya, itu si Ica tuh kayaknya, dan di belakang yang menyusul itu kayaknya si Aji," sahut Nia.
Ica berhasil mendatangi murid baru itu, dan ia seperti ingin menyampaikan sesuatu. Namun, belum sempat ia ngomong, tiba-tiba dari belakang Aji langsung menutup mulutnya.
"Mohon maaf ya, temen aku emang sering kelepasan orangnya hehe..." ucap Aji kepada murid baru dan teman-temannya itu.
'Buk' Ica menyikut perut Aji.
"Aduh!" Aji melepaskan tangannya dari mulut Ica, dan langsung memegangi perutnya kesakitan.
"Eh Nayla, ini teman gue namanya Aji, dia katanya suka sama lo, lo mau gak jadi pacar dia," pungkas Ica dan langsung kabur begitu saja.
"Eh Ca, Ca!" Aji gak bisa lari, dan masih memegangi perutnya.
Dan ketika Aji kembali menoleh kepada murid baru itu. Dia menatap mata Aji, dan Aji juga menatap matanya.
__ADS_1
Seketika suasana menjadi canggung...
---------------------------------