
Hufff...." Aji menarik nafas panjang.
"Ngapa sih lo Ji, kayak banyak pikiran gitu... Oh gue tau, pasti lo lagi ada masalah kan sama Nayla!?" celetuk Ica begitu melihat keadaan Aji.
"Ehh sotoy lo mblo, gue lagi gak ada masalah kok!" sahut Aji sewot.
"Ahh... jangan sok ngeles gitu deh Ji, lo pasti lagi ada masalah kan!?" tanya Ica lagi.
"Hmmm... iya deh Ca, gue lagi ada masalah. Ehh tapi kok lo tau sih Ca, gue lagi ada masalah sama Nayla!?" sambut Aji bingung.
"Ya elah Ji, gue tuh tau, kalo lo lagi murung gitu, penyebabnya kalo bukan karena gak punya duit pasti ya karena Nayla..." pungkas Ica mukanya belagu.
"Iya nih Ca, dari kemaren chat gue gak di bales cuma di read doang oleh Nayla, kayaknya dia lagi marah deh sama gue," tutur Aji menarik nafas panjang lagi.
"Marah kenapa!?" tanya Ica bingung.
"Gak tau sih gue Ca, mendadak dia jadi cuek begitu," kata Aji mukanya sendu.
"Lo selingkuh kali hahaha..." timpal Ica sambil cengengesan.
"Ehh enak aja, mana ada gue selingkuh, kan gue setia Ca," sahut Aji langsung, "lagipula jomblo kayak lo mana ngerti sih masalah orang pacaran hahaha..." ejek Aji sambil cengengesan.
"Ehh enak aja, gue jomblo gini enak tau, daripada lo tuh bucin, banyak banget masalah hidup lo hahaha..." balas Ica tertawa puas.
"Ji, kita ke lapangan main bola yok, daripada merenung di kelas mulu, kayak hantu penunggu kelas aja," lanjut Ica sembari bangkit dari tempat duduknya.
"Ahh nggak ah, lagi nggak mood nih gue main bola!" jawab Aji sambil merebahkan kepalanya ke meja.
__ADS_1
"Ahh lo sok nggak mood segala, kayak cewek datang bulan aja, cepetan ah!" seru Ica langsung menarik kerah baju Aji.
"Iya deh Ca, iya... jangan di tarik dong Ca, aduhh kecekek nih gue!" teriak Aji karena kerah bajunya di tarik Ica.
Mereka berdua pun keluar kelas dan menuju ke lapangan sekolah. Namun ketika di tengah perjalanan menuju lapangan, jauh di depan terlihat Nayla sedang berjalan cepat bersama teman-temannya.
"Ehh ratu lo tuh Ji kayaknya yang ada di depan itu," seru Ica menunjuk Nayla.
"Hah, mana Ca, mana!?" sahut Aji eksaitid begitu mendengar ada Nayla.
Tanpa pikir panjang Aji pun langsung berlari mendatangi Nayla dan teman-temannya.
"Ya elah dasar lo bucin... bucin... kayak kucing melihat ikan aja sih lo, begitu melihat ada Nayla hahaha..." ejek Ica cengengesan.
"Sayang!.." seru Aji berlari mendatangi Nayla yang ada di depan.
"Kalian kenapa sih, kok kayak membuang muka gitu sih dari gue. Sayang, kamu juga kok chat aku gak kamu bales sih, cuma diread doang gitu, kamu marah ya sama aku?" pinta Aji kepada Nayla, sedangkan Nayla nya terus berjalan tidak mempedulikan Aji.
"Kalau pun kamu marah sama aku, setidaknya kasih tau aku dong kenapa, jangan diam terus begitu!?" pinta Aji berjalan di samping Nayla yang seolah tidak mendengarkan permohonan Aji.
"Ehh fuckboy... dasar lo ya, udah selingkuh, mana pura-pura kayak gak tau kesalahan lo gitu lagi!" sewot Via, salah satu teman Nayla, langsung menghentikan jalan Aji.
"Hah selingkuh, ma... mana ada gue selingkuh!?" tukas Aji terkejut mendengarnya.
"Owh gak selingkuh ya, terus kalian kemarin waktu pulang sekolah, apa maksudnya!?" pungkas Via langsung memperlihatkan foto Aji dan Ica lagi pelukan di pinggir jalan (baca di bab 4).
"I... itu!?.." sambut begitu Aji terkejut melihat foto itu.
__ADS_1
Tidak berapa lama kemudian, dari belakang datang Ica yang kebetulan berjalan lewat ingin ke lapangan.
"Nah kebetulan nih ada si pho (pengrusak hubungan orang) nya datang!.." celetuk Via begitu melihat Ica datang.
"Eh woy... lo ngatain gue ya, maksud lo apa ngatain gue gitu!" sahut Ica sewot mendengarnya.
"Dihh... dia pura-pura gak tau lagi," balas Via sembari memperlihatkan foto tadi kepada Ica.
"A... apa!? ehh dari mana lo dapat foto itu!?" sambut Ica langsung terkejut begitu melihat foto itu.
"Foto ini gue ambil ketika gue sama Nia kemaren lagi di perjalanan pulang sekolah, dan dari seberang jalan kami lihat kalian lagi pelukan dengan mesra nya..." jelas Via wajahnya sedikit belagu.
"Ehh kalian jangan salah paham ya, gue sama bucin ini, itu gak ada hubungan apa-apa, cuma temenan biasa!" jelas Ica sambil menunjuk muka Aji, sedangkan Aji sedikit terkejut ketika dirinya dikatain bucin.
"Ehh bilang aja ya, pasti kalian menyimpan perasaan kan! Kemana-mana selalu berdua, apa-apa berdua mulu, gak mungkin lah kalian itu cuma temenan biasa!" sahut Nayla terlihat begitu emosi langsung mendatangi mereka, "lagian lo tuh ya Ca, gak ada laki-laki lain apa, yang bisa lo deketin selain Aji, kan lo tau sendiri Aji itu udah punya pacar!" sambung Nayla.
"Idihh... apaan, gue gak suka kok sama ni bucin, gue cuma temenan doang kok, ngapain juga gue suka sama nih bucin, ogah gue, mana gak punya duit lagi!" tukas Ica berapi-api.
"Eh, eh, kok lo malah ngatain gue sih jomblo!.." protes Aji dirinya dikatain Ica.
"Nih ya, kalo lo gak suka gue temenan sama dia. Ya udah, nih gue ngejauh dari kalian, gitu aja kok repot!" pungkas Ica sembari meninggalkan mereka semua.
"Eh, eh, Caa!..." ucap Aji yang gak bisa berbuat apa-apa.
Sedangkan dari kejauhan, terlihat menatap tajam seorang cowok yang wajahnya tidak begitu asing.
-----------------------------------
__ADS_1