Bukan Salahku Menjadi Istri Kalian

Bukan Salahku Menjadi Istri Kalian
Chapter 10


__ADS_3

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.


°


°


Chapter 10. Grup Chat


____________________________


Previous Chapter


"Selamat tidur, Mate." Gumam sosok itu sambil menghilang begitu dengan Lisa yang ikut menghilang didalam gendongannya itu. Meninggalkan 3 orang preman tadi dengan luka bakar di sekujur tubuh mereka.


**Our Mate Lily**


Lisa baru saja terbangun dari mimpinya. Entah yang dirasakannya itu mimpi atau bukan, yang pasti terasa sangat nyata menurutnya.


Tapi ia masih bingung kenapa saat ini dia sudah ada didalam kamarnya. Bukankah seingatnya ia masih ada di gang kecil bersama 3 preman yang hendak berbuat tidak - tidak dengannya. Namun kenapa sekarang dia ada disini. Dan kemana orang yang menolongnya itu.


Ia bahkan belum mengucapkan terimakasih pada orang itu. Yang ia ingat dari sosok tadi hanya matanya yang berwarna biru menyala tapi entah kenapa sangat indah menurutnya.


Lisa menoleh kearah jam dinding dan ternyata sekarang sudah pukul 9 pagi. Untung saja hari ini ia tidak ada mata kuliah, jadi dia tidak perlu ke kampus.


Suara perutnya berbunyi membuat Lisa segera bangkit dari posisinya dan berjalan menuju kamar mandi.


15 menit terlewat dan kini Lisa sudah rapi dengan pakaiannya. Tanpa ingin membuang waktu, Lisa segera menuju ke ruang makan.


Namun disana hanya ada para pelayannya. Ia bertanya kepada salah satu pelayannya tentang keberadaan sang Mommy. Tapi ternyata Mommynya itu sedang ikut ke kantor bersama daddynya.


Lisa mengucapkan terimakasih pada pelayan itu dan segera duduk di ruang makan untuk menyantap sarapannya.


Proses makan tak begitu membutuhkan waktu lama bagi Lisa yang tengah kelaparan. Jadi cukup 6 menit dirinya sudah selesai makan.


Setelah selesai makan, Lisa awalnya ingin mencuci bekas wadah makannya tapi dilarang oleh para pelayannya. Para pelayannya beralaskan kalau mereka tidak ingin di gaji buta kalau sampai Lisa melakukan pekerjaan mereka.


Dan jadilah Lisa disini, duduk di ruang santai sambil memainkan ponsel pintar miliknya itu. Saat ini ia tengah membalas chatting dari para sahabatnya itu di grup chat pribadi mereka.


Hal yang dibahas adalah berkaitan dengan rencana camping mereka.


Grup gadis manis (4)


Ji.Yoon


Hai👋


Hai👋


Hai👋


Hai👋


Chae_Rin


Spam woii


Spam woii


Spam woii


Spam woii


Spam woii


Haeun_


Tak sadar diri😑


Chae_Rin


Hehehe😂, kan ngikut si Jiyoon.


Haeun_


Ada apa sih, Yoon?


Ji.Yoon


Sukanya ngikut-ngikut. Fans aku, ya😎 @Chae_Rin


Chae_Rin


Situ halu ya mba😲


Haeun_


Udah jangan berdamai, aku suka keributan😎🙊.


Chae_Rin


Ini anak @Haeun_


Ji.Yoon


(2)


La.Lisa


Ada apa sih? Rame banget?


Haeun_


Nggak tahu tuh, 2 anak itu ribut mulu..Kagak ada faedahnya.


Chae_Rin

__ADS_1


Elu yang mulai duluan @Haeun_


Ji.Yoon


Betul apa kata @Chae_Rin


Haeun_


Serah kalian berdua, apalah salah daku yang polos ini.


Chae_Rin


Yee pendek tak sadar diri😤


Ji.Yoon


Sok polos padahal hobinya liat cowok topless😑


La.Lisa


Udah, berantem mulu. Kasihan si Haeun. Jadi tadi @Ji.Yoon mau ngomong apa?


Haeun_


Uwoo😍 hanya Lisa seorang yang mengerti aku😘. Nggak kayak @Chae_Rin sama @Ji.Yoon😝


Chae_Rin


Ini anak, 😤


Ji.Yoon


Enaknya diapain, ya😏.


La.Lisa


Jadi tadi mau bahas apa? Kok malah melenceng gini😯.


Ji.Yoon


Ooh iya, aku sampai lupa. Aku kan mau ngasih tahu.


Ada kabar gembira😍..


Haeun_


Untuk kita semua😆...


Chae_Rin


Kulit manggis kini ada ekstraknya😋


Ji.Yoon


Malah nyanyi, harusnya goyang dong💃.


La.Lisa


Chae_Rin


Sebenarnya mau ngomong apaan sih. Daritadi nggak jelas buanget..


Ji.Yoon


Serius ya, pada diem dulu


Jangan ada yang ngomong


Kalau ngomong aku nggak jadi cerita..


Chae_Rin


Cepetan Ahh !


Haeun_


Nggak usah pakai ngedesah bisa kan😑


Chae_Rin


Siapa juga yang ngedesah. Pikirannya, ngaku polos tapi tahu cara ngedesah


Ji.Yoon


Lu berdua bosen hidup😡


Mau tiket ekspres ke alam kubur😤..


Dibilang jangan motong malah bahas gituan disini..


Maunya apaan lu pada😑😠..


Haeun_


Kagak mak, janji nggak motong lagi😖✌.


Chae_Rin


Iya, mak. Lanjut ada ceritanya mak✌🙊..


Ji.Yoon


Dengerin baik baik, aku ngomong sekali.


Kalau sampai nggak dengar aku nggak bakal ulangi lagi

__ADS_1


Dalam hati Chaerin dan Haeun "Lah ini kan Chat. Kalau ke kirim mah mau dibaca ribuan kali juga bisa asal nggak di hapus."


Tapi keduanya memang diam, daripada kena semprot.


Ji.Yoon


Kabarnya Prince akan liburan itu bertepatan kita liburan bareng. Jadi kita bisa memantau pangeran kita sambil liburan Genk😍😘😘😘🎊🎉


Tambah seru pokoknya😍💕💝💞 


Reaksi Lisa begitu melihat isi chat dari Jiyoon itu terkesan biasa. Beda dengan Chaerin dan Haeun, mungkin keduanya sedang lompat lompat saat ini. Membayangkannya saja bisa membuatnya tersenyum.


🍁💞🍁


Pembicaraan seputar rencana liburan telah berlalu hampir 2 minggu yang lalu, begitupun dengan ujian semester baru saja seles beberapa hari yang lalu. Dan besok rencananya keempatnya ingin langsung liburan.


Bahkan selama seminggu, keempatnya sudah mulai mempersiapkan segala kebutuhan yang harus mereka bawa selama liburan, mengingat liburan kali ini merupakan liburan pertama untuk keempatnya.


Sungguh mereka begitu antusias untuk liburan esok hari.


Tok tok tok


Suara pintu diketuk membuat seorang gadis yang tengah mengepak pakaian langsung menghentikan kegiatannya.


"Masuk aja, pintunya nggak aku kunci." Ucapnya kembali meneruskan kegiatannya yang sempat terhenti.


Ceklek


Pintu perlahan terbuka dan muncullah sosok yang membuat gadis itu tersenyum menyambutnya.


"Ooh ternyata Mommy."


"Anak Mommy sibuk banget kayaknya, sampai lupa makan segala."


Gadis tadi langsung menoleh kearah samping kirinya, dimana jam wakernya berada.


19'19


"Lisa sampai tidak sadar loh mom kalau sudah jam segini."


Anne menghampiri sang putri yang tengah melipat beberapa baju dan memasukkannya kedalam tas.


"Putri mom, kayaknya seneng banget bisa liburan sama temennya." Goda Anne sambil membantu putrinya mengepak barang barangnya.


"Lisa sangat senang, mom. Makasih ya mam udah ngizinin Lisa liburan sama teman teman Lisa." Lisa langsung memeluk Mommynya karena perasaan senangnya itu.


Anne mengelus pelan punggung sang putri sambil sesekali mengelus surat coklat milik putrinya semata wayangnya itu.


"Iya, mom juga bahagia kalau anak mom ini bahagia. Tapi ingat ya, kamu harus hati hati. Ingat juga pesan daddy waktu itu."


Lisa mengurai pelukannya sambil mengangguk beberapa kali. "Iya, Lisa nggak bakalan lupa. Lisa usahain buat jaga diri. Mom sama daddy juga, ya. Harus jaga diri selama Lisa pergi."


"Iya, putri Mommy yang paling cantik dan cerewet ini." Anne tertawa begitu melihat Lisa mengerucutkan bibirnya ke arahnya.


"Mommy," Lisa menatap sebal begitu mendengar ucapan dari Mommynya itu.


"Iya, ya. Anak Mommy nggak cerewet cuma banyak bicara aja kok."


Anne tertawa saat putrinya itu menggelitik pinggangnya sebagai bentuk protes padanya.


"Su..sud..dah Lisa..mommy ngg..ak..kuat." ucap Anne disela sela tawanya itu.


Lisa menghentikan gelitikannya sambil tertawa.


"Makanya Mommy jangan ngomong gitu dong."


"Iya, sweetie. Ya udah kamu makan gih, jangan sampai kamu nggak makan malam. Nanti kalau sakit gimana? Siapa yang repot."


"Iya, Mommyku sayang. Pasti Mommy yang repot deh." Lisa terkekeh membuat Anne tersenyum.


"Ya, udah. Makan, ya. Mommy temenin, yuk."


"Ayuk," respon Lisa sambil menutup tasnya, karena dirinya sudah selesai berkemas.


Kedua wanita beda usia itupun keluar dari kamar Lisa sambil mengobrol tanpa menyadari ada cahaya asing yang berasal dari laci meja rias milik Lisa.


🍁💞🍁


Matahari mulai menampakkan sinar kemilau miliknya dengan malu malu, ditambah dengan suhu udara yang terasa dingin di permukaan kulit, menjadi perpaduan yang begitu pas untuk tidak beranjak dari selimut tebal yang membungkus diri.


Namun itu tak berarti bagi seorang gadis yang baru saja keluar dari pintu kamar mandinya. Yap, orang itu baru saja mandi ditengah suhu dingin yang masih menyelimuti.


Gadis itu perlahan mulai melangkah menuju kearah meja tugasnya untuk merias diri. Mungkin lebih tepatnya untuk mengambil sisir.


Dipandanginya wajah dan sebagian tubuhnya yang terpantul dari cermin rias miliknya itu. Bisa terlihat kalau habis keramas karena rambut coklat miliknya masih setengah basah.


Ia membuka laci meja riasnya untuk mengambil sisir miliknya. Namun pandangannya terhenti begitu melihat sebuah benda yang memang ia letakkan disana.


Diambil benda itu dan mulai mengangkatnya di depannya. Sejenak ia memandang benda yang ada di tangannya sambil sesekali memainkan liontin yang mengantung pada seutas tali emas putih itu.


Yap, sebuah kalung yang ia sendiri tidak tahu darimana. Ia ingin mempercayai mimpi itu, tapi rasanya logikanya menolak hal itu.


Ia sempat ingin membuangnya, tapi saat akan membuangnya kalung ini mengeluarkan sebuah kemilau yang entah kenapa membuat gadis ini tidak jadi membuangnya.


Baru saja ia ingin meletakkan kembali kalung itu kedalam lacinya, tapi sesuatu dalam hatinya menyuruh dirinya untuk memakai kalung tersebut.


Beberapa kali di pikir membuat gadis itu memutuskan untuk memakai kalung tersebut dan memasukkan liontin yang menggantung di kalung itu kedalam celah kerah bajunya.


Kemudian ia kembali memulai menyisir rambut panjangnya yang masih setengah basah. 


**🍁💞🍁**


Who is that?


Up💞

__ADS_1


Untuk hari ini. Tolong tinggalkan jejak👣 supaya aku tahu siapa kalian yang sudah bertahan sampai sini😊.


See You Later, Guys😍


__ADS_2