
...Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini....
...°...
...°...
...Chapter 18. Meet a Vampire...
...____________________________...
Previous Chapter
Dirinya semakin dibuat bertambah panik saat merasakan udara dingin yang begitu terasa di kulitnya. Ia merasa kalau udara dingin ini berbeda dengan udara dingin yang sebelumnya. Membuat tumbuhnya merinding seketika.
..................
Lisa berusaha untuk tidak panik. Walaupun dalam hatinya dia sangat sangat ketakutan. Coba bayangkan, kalian ketinggalan rombongan saat di hutan. Belum lagi ditambah gelap yang tak terbatas begini, sungguh definisi menyeramkan yang sesungguhnya.
Lisa mencoba berjalan lurus ke depan sambil melihat ke sekeliling, mencoba untuk mencari keberadaan teman-temannya. Tapi ia sama sekali tak berani menoleh ke belakang karena takut sesuatu yang membuatnya takut ada dibelakangnya.
Tepat di depannya terdapat dua jalur arah yang berbeda. Dirinya kembali dihadapkan pada kebingungan ingin mengambil jalan yang mana. Dia takut kalau ia mengambil jalan yang salah, maka akan membuat dirinya semakin masuk ke dalam hutan.
Diperhatikan kedua jalan itu untuk mencari jejak kaki dari sahabat-sahabatnya dan anehnya di masing-masing jalan ada jejak kaki yang mana menandakan dua jalur ini pernah dilewati oleh orang.
Dirinya semakin panik begitu mendengar suara yang yang membuat bulu kuduknya merinding. Akhirnya dia memilih jalur kiri dari posisinya saat ini. Dan berjalan cepat untuk menemukan para sahabatnya itu.
Lisa sudah semakin Jauh dari posisinya tadi dan semakin masuk kedalam hutan. Tapi dia tidak kunjung menemukan keberadaan sahabat-sahabatnya
"Chaerin, Jiyoon kalian dimana?!" Teriak Lisa sambil menyebut nama sahabatnya. Tapi sudah berapa detik setelahnya namun masih tak ada jawaban membuat Lisa semakin panik.
"Jiyoon, Haeun, Chaerin kalian dima.." Belum sempat Lisa selesai bicara sebuah suara pergerakan dibelakangnya mengagetkan dirinya.
Sreett
Lisa langsung menoleh ke belakangnya untuk mengetahui apa yang ada di belakang itu. Tapi Lisa sama sekali tidak menemukan apa - apa. Dia kembali memfokuskan pandangannya ke segala arah, takut jika bukan para sahabatnya lah yang datang melainkan hal-hal yang lebih berbahaya yang sama sekali tak pernah ia pikirkan sebelumnya.
Sudah hampir 3 menit dan Lisa hanya diam dari posisinya tapi pergerakan semak-semak yang berada tak jauh dari posisinya saat ini membuat tubuh Lisa menegang seketika.
"Apa itu?" Badan Lisa yang kini sudah gemeteran.
"Jiyoon, Chaerin itu kalian, kan?" Walupun Lisa memanggil nama sahabatnya yang ia kira ada dibalik semak - semak. Tapi dirinya tidak berani mendekat melainkan mulai melangkah mundur dari posisinya saat ini.
Dirinya tidak yakin kalau yang ada dibalik semak semak itu adalah para sahabatnya. Jika itu memang sahabatnya, tidak mungkin mereka berdiam diri dibalik semak semak selama lebih dari 3 menit. Ditambah lagi dia tadi juga sudah memanggil nama mereka.
__ADS_1
Sungguh saat ini tubuh Lisa sangat gemetaran, belum lagi pergerakan di balik semak semak semakin terlihat tidak beraturan. Melihat hal itu membuat Lisa memutuskan untuk lari.
Dia yakin kalau yang ada dibalik semak semak tadi ada hal yang mengerikan. Jadi lebih baik ia lari agar dirinya tidak tertangkap. Selama berlari ia selalu berdoa agar diberikan keselamatan. Entah kenapa ia yakin setelah ini hidupnya akan jauh lebih terasa berat.
Karena penasaran Lisa mencoba menoleh kebelakang. Dan apa yang ia lihat membuat mata Lisa membulat tak percaya. Ia melihat ada 5 orang laki laki berjubah panjang sedang mengarah padanya.
Ia semakin ketakutan saat tak sengaja melihat gigi taring panjang yang ternodai oleh darah. Entah darah apa itu, yang pasti Lisa tidak akan memikirkannya lebih lanjut.
Lisa menambah laju larinya untuk menghindari kelima pemuda itu, yang menurutnya memiliki niat buruk padanya. Mungkin karena terlalu panik. Lisa sampai tersandung akar pohon yang melintang di depannya.
Brukk
Bunyi benturan yang tak bisa dianggap pelan itu membunuh kesunyian yang ada didalam hutan ini. Ringisan pelan keluar dari mulut Lisa begitu merasakan kakinya yang terluka akibat bergesekan dengan tanah yang ia pijak itu.
"Mau kemana, gadis manis?" Pertanyaan itu menyentak Lisa yang saat ini dalam posisi terduduk di tanah.
Saat mendongak keatas, ternyata sudah ada 5 orang didepannya membuat tubuh Lisa kembali gemetaran. "Si..sia..pa ka..lian?" Ujar Lisa terbata bata.
Bukannya menjawab, kelima orang tadi malah tertawa membuat kadar ketakutan Lisa semakin bertambah. Dia mencoba memundurkan tubuhnya kebelakang.
Salah satu dari mereka kembali menatap kearah Lisa, ia menunjukan senyum yang entah kenapa terlihat begitu menakutkan bagi Lisa.
Bagaimana tidak? Kalau orang yang tersenyum kearah kalian itu menunjukan taring panjangnya ditambah ada begitu banyak darah diarea mulutnya. Sungguh itu sebuah pemandangan yang menakutkan bagi Lisa.
Seakan ada sinyal bahaya yang mulai mendekat padanya, Lisa kembali bergerak mundur tanpa menghiraukan pertanyaan orang tadi. Dirinya saat ini sudah bener benar ketakutan setengah mati. Dan orang di depannya itu masih bertanya kenapa ia melangkah mundur.
"Sepertinya gadis manis ini mengajak kita untuk bermain. Benar tidak, Fred." Perkataan itu muncul dari bibir salah seorang dari 4 orang dibelakang laki laki yang masih ada di hadapan Lisa itu.
Seseorang yang dipanggil Fred itu kembali menyeringai kearah Lisa. Dan Lisa baru tahu kalau Fred - Fred itu adalah nama laki laki yang berada di hadapannya itu.
"Kalian mau apa?" Mendengar pertanyaan itu membuat keempat pemuda disana tertawa. Sedangkan si Fred - Fred tadi hanya menyunggikan senyum misterius kearah Lisa.
"Kalau sampai kalian macam - macam padaku. Aku akan berteriak sekarang juga." Kembali perkataan dari Lisa itu menyulut tawa yang tadinya bahkan belum usai.
Hahaha😂
Suara tawa itu terdengar begitu keras di telinga Lisa. Entah apa yang mereka tertawakan hingga sampai sekeras itu. Bahkan menurutnya perkataannya tadi tidak lucu sama sekali.
"Ternyata bukan hanya darahmu saja yang manis, tapi tingkahmu juga manis." Ucapan itu membuat Lisa tersentak dari pikirannya saat ini.
Darah?
Dia bilang darahku manis?
__ADS_1
Jangan bilang kalau mereka itu...
Belum juga selesai bermonolog, suara laki laki di hadapannya membuat Lisa kembali ketakutan.
"Iya, Kami ini Vampir." Ucapannya itu kembali membuat tubuh Lisa gemetaran. Rasa tidak percaya seketika menghampiri diri Lisa. Dia tahu kalau bukan hanya manusia saja yang menghuni bumi ini. Tapi pikirannya seolah menolak asumsi bahwa kelima orang di hadapannya itu bukan manusia.
Sebab ia pikir akan sangat sulit menemukan keberadaan makhluk yang berbeda darinya di zaman yang sudah modern ini. Tapi apa nyatanya? Dia tidak hanya melihat satu vampir saja melainkan 5 sekaligus. Entah itu sebuah keberuntungan atau malah kesialan bagi Lisa.
"Kalian jangan bercanda. Mana mungkin Vampir itu ada?" Lisa kembali menolak perkataan orang di hadapannya yang mengatakan kalau mereka ini adalah seorang Vampir.
"Kau tidak percaya?" Lisa menganggukkan kepalanya. Laki laki di hadapannya kembali tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai.
"Baiklah, kalau kau tidak percaya. Mari kita buktikan." Lisa semakin mundur kalau laki laki di depannya itu semakin mengikis jarak diantara mereka.
"Jangan mendekat. Atau aku akan teriak?!" Teriak Lisa yang saat ini merasakan hawa dingin yang begitu terasa di sekujur tubuhnya itu.
"Cobalah teriak. Tidak akan ada yang menolongmu dari kami semua." Kalimat itu datang dari bibir pemuda yang berada dibelakang fred tadi.
Merasakan dirinya mulai terpojok ditambah lagi posisinya yang sudah berhimpitan dengan pohon besar membuat Lisa segera meminta tolong.
"Tolong, tolong aku!. Siapapun tolong aku!! Tolo..." Belum sempat Lisa menyelesaikan kalimatnya, sebuah tangan dingin sudah berada di lehernya.
Bahkan dirinya sampai kesulitan bernapas saat fred tadi melayangkan sebuah cekikan di lehernya itu.
"To..lo..ng..le..pas..kan.A..ku. Sa..kiit." erang Lisa terbata bata akibat cekikan yang dilakukan pria itu padanya.
Laki laki itu tak menggubris apa yang dikatakan oleh Lisa. Dirinya perlahan mendekatkan wajahnya kearah telinga Lisa. "Semakin kau berontak, aku kan semakin berbuat kasar padamu."
Napas Lisa semakin tidak beraturan kala, si Fred tadi perlahan mengencangkan cekikannya. Tapi perlahan cekikan yang menjeratnya terlepas saat sebuah bayangan melesat cepat kearah fred tadi.
Terlepasnya cekikan itu seakan membawa angin segar bagi Lisa. Karena dengan begitu dirinya bisa kembali menghirup udara yang beberapa menit tak tertangkap oleh indera penciuman itu.
Dirinya masih menunduk untuk mengambil napas. Saat dirasa napasnya mulai beraturan kembali, Lisa mendongak menatap apa yang sedang terjadi didepannya.
Dan apa yang ia lihat membuat kedua mata Lisa terbelalak lebar. Ia bahkan mengerjapkan matanya beberapa kali seolah memastikan kalau apa yang ia lihat itu nyata, bukan hanya ilusi semata.
Sungguh rasanya Lisa tidak bisa mempercayai apa yang barusan ia lihat. Belum cukup fakta bahwa tadi dirinya berinteraksi dengan 5 orang yang mengaku sebagai vampir. Kini di tambah 2 makhluk lagi yang ia rasa berasal dari kaum immortal.
Sungguh hari ini merupakan hari yang tak pernah ia duga selama hampir 20 tahun hidupnya itu. Ia berdoa semoga saja dirinya selamat dari pertarungan yang terjadi tepat didepan matanya itu.
...°Our Mate Lily°...
...Untuk Part ini. Tolong tinggalkan jejak👣 supaya aku tahu siapa kalian yang sudah membaca sampai sini😊....
__ADS_1