
Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.
°
°
Chapter 11. Jalur Aman?
____________________________
Previous Chapter
Beberapa kali di pikir membuat gadis itu memutuskan untuk memakai kalung tersebut dan memasukkan liontin yang menggantung di kalung itu kedalam celah kerah bajunya.
Kemudian ia kembali memulai menyisir rambut panjangnya yang masih setengah basah.
💞
"Kau sudah siap, nak?" Pertanyaan itu datang dari sang Mommy.
"Sudah, mom." Jawab Lisa sambil tersenyum.
Keduanya kini sedang berada didepan teras rumah. Anne bermaksud mengantar putrinya itu untuk liburan beserta teman teman anaknya itu.
Kalian bertanya dimana sang daddy dari Lisa. Jawabnya adalah pekerjaan. Tadi pagi tiba tiba Marco harus pergi ke kantor karena ada beberapa urusan yang harus ia tangani.
Anne mengelus rambut setengah basah milik putrinya itu. Kemudian mengecup pipi sang putri begitu melihat sebuah mobil masuk ke halamannya.
"Ya, sudah mom. Lisa pamit, itu teman teman Lisa sudah sampai." Anne mengangguk kemudian mulai menyalimi anaknya itu.
"Lisa pergi dulu, mom." Lisa melambaikan tangannya begitu selesai menyakini ibunya itu.
"Kami pamit, tante." Ucap ketiga teman Lisa dari dalam mobil. Mereka juga ikut melambaikan tangan kearah ibu Lisa.
"Hati - hati. Jaga diri kalian baik baik."
Anne juga ikut melambaikan tangan begitu melihat kepergian mobil yang ditumpangi oleh anaknya itu. Begitu mobil itu tidak lagi terlihat, Anne langsung masuk kedalam rumah.
****
Perjalanan yang memakan waktu cukup lama di manfaatkan dengan bersenang senang. Lisa dan Haeun bernyanyi mengikuti irama musik didalam mobil. Sesekali Jiyoon dan Chaerin ikut menimpali.
Walaupun begitu, fokus Chaerin masih setia dengan jalanan. Karena dia yang menyetir. Tidak asyik kan kalau sampai Chaerin hilang fokus dan malah terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
Entah berapa lama keempat gadis itu tertawa riang, membuat rasa lelah cukup ampuh membuat Lisa, Haeun dan Jiyoon merasa kantuk mulai menyerang mereka.
"Aku tidur duluan, ya." Ucap Haeun yang tak kuat menahan rasa kantuknya.
"Aku juga." Kali ini Jiyoon yang bicara. Ia mulai menyamankan diri di jok samping kemudi.
Chaerin menatap Jiyoon dan Haeun yang sudah terbang kedalam mimpi. Meninggalkan 2 orang yang masih terjaga.
"Kau tidak tidur sekalian, Lis?" Lisa menggeleng pelan. Ia hanya merasa perlu menemani Chaerin agar tidak membuat Chaerin kesepian karena ditinggal tidur oleh mereka.
"Sudah tidak apa-apa. Lagian kau terlihat mengantuk."
Lisa kembali menggelengkan kepalanya. Ia masih menatap kearah depan dan sesekali menoleh kearah sampingnya yang mulai jarang terlihat rumah penduduk. Bisa dipastikan ini sudah dekat dengan tujuan mereka.
__ADS_1
"Kalau aku tidur, kau bagaimana? Kau pasti juga lelah, kan?"
"Aku tidak apa apa, Lis. Lagian pemandangannya disekitar sini sangat indah. Sayang kalau dilewatkan begitu saja."
Lisa membenarkan perkataan Chaerin barusan. Memang pemandangan yang mereka lewati nampak begitu asri dan sangat indah. Sayang sekali kalau harus dilewatkan begitu saja.
"Kau benar, Chae. Kira kira berapa lama lagi kita sampai?"
Chaerin menoleh kearah Lisa melalui kaca spion. Kemudian ia mengalihkan pandangannya kearah ponselnya dimana disana ada petunjuk arah. Istilah kerennya google maps.
"Mungkin sekitar 3 jam lagi. Soalnya kita akan pilih jalur yang memutar dari lokasinya." Perkataan itu membuat Lisa mengernyit bingung.
"Kenapa memutar?"
"Katanya jalur itu lebih aman dari jalur yang satunya. Walaupun harus memakan waktu yang cukup lama."
"Katanya juga, jalur tercepat untuk ke lokasi itu banyak hal aneh yang terjadi disana. Makanya nanti aku akan memilih jalur terlama. Walaupun lama, yang penting selamat. Benar kan?" Lanjut Chaerin.
"Kau benar, Chaerin."
Tak begitu lama, mobil yang dikendarai oleh Chaerin telah tiba di persimpangan jalan. Tanpa menunggu lama, Chaerin memilih jalur lurus karena itu jalur yang aman.
"Kau lihat jalur yang satu itu, Lis." Lisa mengangguk.
"Itulah jalur yang aku maksud tadi. Kau bisa lihat sendiri, kan. Mobil didepan kita saja lebih memilih jalur ini dibandingkan jalur tadi."
Memang faktanya, mobil mobil yang berlalu melewati mobil mereka lebih memilih jalur ini dibandingkan jalur yang satunya.
Padahal kalau di lihat sekilas, jalanan di jalur yang satunya malah terlihat lebih bagus dibandingkan dengan jalan yang saat ini dilewati oleh Lisa cs.
Apa karena tidak ada yang berani melewatinya, makanya jalananya masih tampak bagus dan jarang berlubang. Lisa mengendikan bahunya.
"Kenapa?"
"Sepertinya kita akan terjebak macet." Mendengar hal itu membuat Lisa memajukan posisinya agar bisa menatap kearah depan. Dan benar saja, tampak didepan mereka banyak sekali jejeran mobil yang memadati jalan.
Chaerin menghela napas lelah. Kalau seperti ini, bisa jadi besok mereka semua sampai di lokasi tujuan mereka.
"Lalu bagaimana?"
Sambil menghembuskan napas panjang. Chaerin mengetukkan jarinya di stir mobil.
"Kalau kita menunggu sampai tidak macet lagi, mungkin besok kita akan sampai disana."
Lisa yang mendengarnya membulatkan matanya kaget. 'Selama itukah?' Pikir Lisa.
"Jadi bagaimana? Kita tetap menunggu atau pilih jalur yang lain?" Chaerin tampak menimbang. Kemudian ia menyerukan pikirannya.
"Lebih baik kita pilih jalur yang satunya."
"Kau yakin?" Bisa Lisa lihat raut keraguan diwajah Chaerin.
Hanya gumaman yang diucapkan oleh Chaerin. "Lebih baik daripada kita terjebak entah sampai kapan disini."
Lisa hanya mengangguk. Kemudian Chaerin memutar mobilnya untuk kembali ke rute yang satunya lagi.
Setelah berhasil keluar dari kemacetan, Chaerin menoleh kedepan dan kebelakang untuk memastikan adanya mobil yang juga melalui rute ini.
__ADS_1
Bahkan baru beberapa puluh meter dari jalan pemisah tadi, aura di sekeliling mereka tampak lain dari pada sebelumnya membuat kedua gadis yang masih terjaga itu perlahan mengusap tengkuk mereka yang terasa agak mengigil.
"Kau merasakannya, Lis?" Pertanyaan itu berasal dari Chaerin membuat Lisa mengangguk.
"Ya, sedikit lebih dingin membuat tubuhku meremang." Jawaban dari Lisa juga dirasakan oleh Chaerin.
Mobil mereka masih melaju, karena jalanan sangat lenggang membuat mobil yang dikendarai oleh Chaerin bisa bebas melaju. Suasana di sekeliling mereka hanya ada pohon dan pohon. Benar benar definisi hutan sekali, kan.
Sesekali Lisa menoleh kearah samping kanannya untuk menikmati hijaunya pepohonan. Tapi ia merasa ada yang aneh. Entah hanya pemikirannya saja atau memang begitu adanya. Tapi yang jelas ada perasaan seakan akan dirinya akan bertemu dengan seseorang.
Entahlah, daripada bingung dengan perasaannya sendiri membuat Lisa memutuskan untuk menatap kedepan. Sesekali ia menanggapi ucapan Chaerin.
Semakin jauh menyusuri jalan, semakin resah perasaan kedua gadis ini. Tapi coba keduanya tepis. Karena mereka pikir itu hanya berasal dari imajinasi mereka saja.
Setelah melewati hutan rimbun tadi yang makan waktu cukup lama. Sekarang mobil yang dinaiki Lisa Cs sudah hampir sampai ke lokasi. Dan benar kata Chaerin jalur ini memang lebih cepat sampai ke lokasi.
Mungkin kurang beberapa menit lagi mobil mereka akan sampai dilokasi. Semakin kesini perasaan aneh tadi juga sudah menghilang.
Jiyoon dan Haeun juga sudah bangun dari tidur mereka. Kini keempatnya sedang menikmati suasana angin lewat jendela, karena memang sengaja mereka buka. Udara di puncak gunung seperti ini juga sangat menyegarkan. Sayang banget untuk dilewatkan.
Setibanya dilokasi keempat gadis itu turun dari mobil untuk sampai di lokasi perkemahan. Ternyata disana sudah ada beberapa kelompok seperti mereka. Bahkan ada beberapa tenda yang sudah berdiri.
"Kita turunkan barang barang dulu, ya." Ajak Jiyoon pada ketiga sahabatnya itu.
Mereka mulai mengeluarkan beberapa barang dari bagasi. Setelah memastikan kalau tidak ada barang yang tertinggal. Barulah mereka mulai melangkah menuju perkemahan untuk mencari tempat mendirikan tenda.
Apalagi mereka belum melihat keberadaan Prince. Mungkin saja Prince sedang dalam perjalanan kemari, mengingat betapa macetnya jalur yang tadi. Untung saja mereka lewat jalur yang lain. Jadi tidak perlu waktu lama untuk sampai kemari.
Sembari melihat lihat, Lisa merasa ada sedikit hal aneh dengan hutan yang ada sisi kiri dari area perkemahan ini. Entahlah, ada semacam tarikan untuk mendekat kesana.
"Kau kenapa, Lis?" Haeun menepuk sekilas bahu Lisa karena ia melihat Lisa tengah melamun.
"A..tidak ada. Kemana Jiyoon dan Chaerin?" Lisa mengedarkan pandangannya ke segala arah tapi tidak melihat keberadaan dari 2 sahabatnya yang lain itu.
"Kau sih keasyikan melamun. Jiyoon dan Chaerin sedang kesalah satu tenda yang ada disana untuk bertanya apakah bisa mendirikan tenda disekitar sini."
Lisa hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Ia kemudian meletakkan tas yang dibawanya dibawah kakinya. Kemudian ia duduk di samping tasnya.
Haeun juga melakukan hal serupa. Ia duduk depan Lisa sembari menunggu kehadiran 2 temannya itu.
Tak begitu lama terlihat Jiyoon dan Chaerin yang berjalan menuju kearah mereka. Butuh sekitar 7 menit untuk keduanya sampai didepan Lisa dan Haeun.
"Bagaimana?"
"Kita bisa mendirikan tenda disini. Tapi tidak boleh mengotori area kawasan ini." Lisa dan Haeun hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
"Baiklah, ayo kita dirikan tendanya. Supaya kita bisa istirahat." Ajak Jiyoon sambil meletakkan barang bawaannya di samping tasnya Lisa dan Haeun.
Begitupun dengan Chaerin yang melakukan hal serupa seperti Jiyoon tadi. Kini keempatnya mulai merangka tenda yang ingin mereka dirikan. Karena tenda yang mereka gunakan tidak begitu lebar hanya mampu menampung kapasitas 4 orang saja. Jadinya tidak butuh waktu lama untuk bisa mendirikan tenda tersebut.
Mereka menghapus peluh yang ada di dahi mereka. Walaupun mereka sedang berada di daerah pegunungan, udaranya siang ini cukup panas jadi membuat keempatnya bercucuran keringat.
"Setelah ini kita istirahat sebentar, baru setelahnya kita bisa makan siang. Kalian bawa bekal makan siang, kan?" Ketiganya mengangguk mendengar ucapan dari Chaerin.
"Baiklah, aku ingin istirahat dulu. Lelah juga nyetir sampai sini, ya." Keluh Chaerin sambil meregangkan tangan kemudian mulai masuk kedalam tenda, setelah sebelumnya berpamitan dengan ketiga sahabatnya.
Lisa dan Jiyoon juga ikut masuk kedalam, sedangkan Haeun izin pergi sebentar untuk memotret pemandangan yang ada disekitar sini.
__ADS_1
-------------------
See You Later😍