Bukan Salahku Menjadi Istri Kalian

Bukan Salahku Menjadi Istri Kalian
Chapter 4


__ADS_3

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.


°


°


Chapter 4. Izin


____________________________


Previous Chapter


"Sebentar lagi kau akan tahu semuanya. Dan sepertinya cukup sampai disini pertemuan kita". Sosok yang mengaku sebagai dewi bulan itupun perlahan hilang tersapu derisan angin yng berhembus, mengisakan Lisa yang hanya mematung menatap apa yang ada di genggamnya saat ini.


🍁Our Mate Lily🍁


Lisa yang tadinya ingin mengejarnya tak sanggup mengimbangi langkah sosok tadi yang mulai menghilang. Apalagi perlahan rasa kantuk mulai menyerang Lisa yang akhirnya ia jatuh tertidur.


Namun begitu ia membuka matanya, ia menyadari kalau sekarang ini ada di kamarnya. Bukan di tempatnya yang tadi.


"Apa tadi itu mimpi? Tapi kenapa terasa nyata sekali," gumam Lisa begitu bangkit dari posisi yang semula terbaring diranjangnya itu.


Tapi perlahan ia merasa ada sesuatu yang aneh di di genggamannya. Dan ternyata apa yang dilihatnya membuktikan kalau tadi itu bukan hanya sekedar mimpi belaka.


Buktinya pemberian sosok tadi sekarang ada di tangannya.


"Jadi itu nyata? Tapi apa maksud dari perkataannya tadi? Memangnya aku akan menemui siapa?".


Lisa masih memikirkan perkataan sosok tadi. Bagaikan tak ada jawaban berarti dari sosok tadi yang bisa membuat Lisa berspekulasi tentang makna dibalik perkataannya itu.


Pusing memikirkannya membuat Lisa memilih berjalan ke kamar mandi untuk mendinginkan pikirannya. Apalagi saat menatap jam di kamarnya ternyata sudah pukul 18.20.


Hampir 30 menit Lisa baru keluar dari kamar mandi dan mulai berjalan menuju lemari pakaiannya. Diambilnya acak kaos dan celana beserta pakaian dalamnya kemudian memakainya.


Mungkin jika dihitung tak lebih dari 5 menit Lisa telah selesai dengan urusannya. Dan ia mulai melangkah menuju ke lantai bawah untuk mencari keberadaan mommynya.


Dan ia menemukan ibunya ada di ruang keluarga sedang menonton TV.


"Hi Mom." Sapa Lisa pada sang ibu.


"Hai, kau dari mana Lisa?" Sang ibu menanggapi sapaan sang anak dengan sebuah pertanyaan.


"Dari kamar, mom. Lisa baru saja bangun tidur dan langsung mandi."


"Tadi Lisa cari mom, tapi mom tidak di rumah. Memangnya mom kemana?" Sekarang giliran Lisa yang bertanya pada ibunya itu.


"Oh tadi mom pergi keluar sebentar menemui teman mom. Memangnya kau tidak buka HPmu, mom sudah mengirimkan pesan padamu kalau mom pergi sebentar." Jawab sang ibu panjang lebar.


Lisa mengerjapkan matanya begitu mendengar ucapan sang ibu "Benarkah? Lisa tidak tahu dan juga belum sempat buka HP tadi".


Sang ibu hanya terkikik pelan sambil mengusap surai anaknya itu.


"Oh iya mom, dad belum pulang ya? Pertanyaan itu mendapat gelengan dari sang ibu.


"Daddymu itu entah kenapa betah sekali kalau sudah ada di kantornya. Memangnya apa sih yang dilakukannya disana". Sang ibu mengatakannya sambil mengerucutkan bibirnya membuat Lisa tertawa pelan.

__ADS_1


"Mom masih cemburu dengan berkas dad, ya?" Lisa mencoba menggoda sang ibu yang dibalas dengusan dari sang ibu.


"Ya, tidaklah untuk apa mom cemburu. Tidak penting sama sekali".


"Hahaha, mom bisa aja. Bilang saja cemburu, apa susahnya sih" Lisa masih kekeh menggoda ibunya itu membuat ibunya menatap ke arahnya kemudian melayangkan gelitikan keperut Lisa.


Hahaha


Tawa Lisa begitu menggema di penjuru rumah. Tentu saja itu terdengar oleh para pelayan yang ada disana.


Memang pada dasarnya Lisa itu sangat sensitif, kala digelitikin sedikit saja pasti ia akan kegelian seperti ini.


"Su...dah...mom...Li...sa tid...ak ku..at la...gi" Lisa mulai kehabisan tenaga bahkan ia sudah mengeluarkan airmata dari sudut matanya karena kebanyakan ketawa menahan sensasi geli yang diperbuat ibunya itu.


Melihat putrinya kelelahan membuat sang ibu menghentikan gelitikannya dipinggang sang putri.


"Makanya jangan menggoda mommy mu ini."


"Iya, iya. Lisa tidak akan mengulanginya lagi." Lisa mengatakannya dengan nafas terengah engah.


"Kau sudah makan? Tanyanya begitu melihat Lisa sudah mulai bernafas lega.


Lisa menggelengkan kepalanya "Lisa belum sempat makan, mom."


"Ya sudah. Makan dulu sana." Suruh sang ibu yang diangguki semangat oleh Lisa.


"Temenin ya, mom." Lisa memasang wajah memelas agar sang ibu menuruti kemauannya itu."


Sang menghela nafas, Anne nama mommynya Lisa itupun mulai beranjak dari duduknya.


"Ayo, mom juga belum makan." Lisa bersorak senang kemudian bangkit dari duduknya. Perempuan beda usia itu kini melangkah menuju kearah meja makan.


"Ayo makan, mau mom ambilin apa?"


"Ayam mom!" Seru Lisa sambil menyodorkan piringnya kearah mommynya itu.


Menuruti permintaan sang anak, Anne sang ibu dari Lisa mulai mengambil ayam kesukaan Lisa dan memberikan padanya.


Wajah Lisa berbinar melihat ayam kesukaannya kini beralih ke piringnya tak lupa setumpuk nasi sebagai pelengkapnya.


Dengan tak sabar, Lisa langsung memakan makannya begitu juga dengan Anne yang kini mulai makan dengan tenang.


Namun di tengah acara makan, Lisa menghentikan kunyahannya dan mulai menelan makannya. Kemudian ia mengambil air minumnya untuk ia minum.


Kini dirinya menatap kearah mommynya. Awalnya ia ragu untuk bertanya pada ibunya. Sampai akhirnya Anne menyadari bahwa sang putri tidak kunjung menghabiskan makannya.


"Ada apa? Kenapa tidak dimakan? Apa tidak enak atau mau ganti menu lain?" Tanyanya beruntun membuat Lisa menggelengkan kepalanya pelan.


"Bukan mom, makannya enak seperti biasanya mom."


"Lalu kenapa tidak dimakan?" Lisa benar benar ragu untuk bertanya. Bahkan ia merasa gelisah sendiri. Melihat gelagat aneh sang putri membuat Anne bertanya lagi.


"Ada yang ingin kamu tanyakan sama mommy?" Pertanyaan itu tepat sasaran. Membuat Lisa menatap kearah Anne.


"Mom, Lisa bolehkah ikut liburan bersama teman-teman Lisa?" Tanyanya walau masih di lingkupi keraguan. Karena ia jelas tahu apa jawaban yang akan dikatakan oleh ibunya ini.

__ADS_1


Anne sempat terkejut dibuatnya, "Memangnya kamu mau liburan kemana bersama sahabat kamu, Lis?"


Lisa tak berani menatap ibunya, ia kini hanya menunduk namun masih menjawab pertanyaan itu, "Sahabat Lisa ngajakin travelling mom."


Anne membuang nafasnya pelan


"Iya, tapi mau travelling kemana?"


"Kalau soal tempat Lisa kurang tahu, cuman katanya akan ke gunung." Mendengar jawaban itu tentu membuat Anne tambah terkejut, apalagi wajahnya kini mulai was - was. Sayangnya Lisa tidak menangkap ekspresi itu, karena ia belum juga mengangkat kepalanya.


Ada guratan kekhawatiran yang melingkupi perasaan Anne saat ini. Tapi ia coba tutupi dengan bersikap tenang. Sekali lagi ia menatap kearah Lisa yang sejak tadi menundukkan kepalanya.


"Memangnya kamu beneran pengen berlibur bareng temen temen kamu itu?"


Lisa mendongak begitu mendengar pertanyaan itu. Tanpa ia sadari kepalanya sudah beberapa kali mengangguk seolah mengiyakan perkataan mommynya itu.


"Baiklah nanti kamu bisa minta izin ke daddy. Kalau daddy izinin kamu pergi, Mommy tidak akan melarang."


Sontak saja Lisa berseru bahagia, ia tidak menyangka kalau mommynya memberikan izin kepadanya.


"Terimakasih Mommy, Lisa sayang banget sama Mommy" Lisa langsung berlari menuju Anne dan tanpa aba aba langsung mendaratkan pelukannya itu ditubuh sang Mommy.


"Sudah Li..Sa Mom..my tid..ak bis..a berna..fas" mendengarnya membuat Lisa melepaskan pelukannya.


Lisa cuma menyengir saja.


"Ya sudah, lanjutkan saja makanmu. Pasti kamu belum kenyang kan?" Hal itu diangguki oleh Lisa.


Lisa duduk ditempat semula dan kembali menyantap makanannya. Begitu pun dengan Anne. Sesekali mereka bertukar cerita membuat suasana meja makan terasa lebih ramai daripada biasanya.


Sudah hampir sekitar 10 menitan, akhirnya keduanya selesai makan dan kini mereka tengah berada di ruang keluarga sambil menonton TV sembari menunggu kepulangan sang daddy.


Lisa yang tadinya fokus nonton tv kini mulai menatap sang Mommy "Mom, kira-kira daddy ngizinin nggak ya?" tanyanya ragu.


"Tunggu saja daddy pulang, nanti kau tanyakan sendiri padanya. Kalau mom sendiri ngijinin, tapi  semua itu terserah daddy. Mommy ikut-ikut aja."


Mendengarnya malah membuat Lisa makin gugup. Dipikirannya kini mulai bermunculan asumsi kalau daddy itu bakalan tidak ngizinin. Belum lagi muka kecewa para sahabatnya yang kini mulai membayanginya.


"Kamu kenapa lagi?" Anne menatap sang putri dengan dahi mengerut.


"Lisa takut tidak diizinin, sama seperti tahun lalu" ada nada sedih dalam ucapannya dan hal itu disadari oleh Anne.


"Berdoa saja, semoga daddy memberi izin. Jangan lemes gitu dong, ayo semangat." Anne mengusap surai putrinya itu.


Lisa mengangguk kepalanya sambil tersenyum. Walaupun begitu perasaan gelisah tak bisa ditepis begitu saja dari benak Lisa.


🔜🔜🔜🔜


Kira kira diizinin gk genk? Tunggu aja ya kelanjutannya😊


See You Next Time😍💞


🌻O.M.L🌻


💞Terimakasih💞

__ADS_1


Salam, sapa hangat dari


Vii


__ADS_2