
...Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini....
...°...
...°...
...Chapter 19. 2 Sosok Misterius...
...____________________________...
Previous Chapter
Sungguh hari ini merupakan hari yang tak pernah ia duga selama hampir 20 tahun hidupnya itu. Ia berdoa semoga saja dirinya selamat dari pertarungan yang terjadi tepat didepan matanya itu.
°Our Mate Lily°
Rasanya Lisa ingin sekali menangis saat ini. Bagaimana tidak, ia bisa melihat jelas bagaimana 2 jenis makhluk immortal itu bertarung dengan sengitnya di depan matanya.
Bahkan tak jarang bunyi patahan tulang terdengar begitu jelas di telinga Lisa. Sungguh dirinya ingin segera lari menjauh. Tapi kakinya mendadak kaku. Lisa berdoa semoga saja dirinya selamat dari pertarungan hebat itu.
Seorang vampir terlempar tepat disisinya membuat Lisa menjerit takut. Vampir itu mendadak berubah menjadi abu, entah karena apa yang pasti Lisa tidak bisa memikirkannya saat ini.
Brakk
Bruk
Brakk
Suara tendangan, pukulan bahkan cabikan semakin terdengar begitu jelas. Padahal Lisa sudah menutup kedua telinganya. Dirinya merasa ngeri sendiri dengan apa yang ia dengar.
Tapi tepat didepan matanya, sosok hewan berbulu lebat tampak terluka di bagian tangannya karena gigitan vampir tadi. Di tambah lagi, keberadaan vampir lain yang berusaha menyakiti hewan tadi.
Sejujurnya Lisa tidak tega melihatnya, tapi ia bingung ingin membantu dengan cara apa. Jika dia langsung melawan vampir tadi, yang ada dia cari mati namanya.
Tapi kalau tidak dibantu, Lisa sendiri yang merasa bersalah nantinya. Ia melihat tas miliknya dan tas milik Haeun yang tadi sempat ia bawa.
Ia menimbang ingin melempar tas yang mana lebih dulu. Tapi mendengar teriakan yang ada di depannya, membuat Lisa reflek melempar tas miliknya kearah vampir tadi.
Vampir tadi mundur beberapa langkah dari hewan besar itu. Kini ia menatap nyalang kearah Lisa yang kini mulai bergetar ketakutan.
Pancaran kemarahan dilayangkan oleh vampir tadi. Kini dia menatap Lisa sambil mengeluarkan smirk miliknya. Vampir itu melesat begitu cepat kearah Lisa. Hal itu semakin menambah kadar ketakutan yang dirasakan oleh Lisa.
Lisa memejamkan matanya cepat dan juga menundukkan kepalanya. Tapi belum sempat vampir itu menyentuh Lisa. Sosok hewan berbulu emas melesat cepat menghalau gerakan vampir tadi.
__ADS_1
Dan terdengar suara yang semakin kencang. Lisa semakin merapatkan tubuhnya pada pohon besar yang ada dibelakangnya. Dia semakin memejamkan matanya sambil memeluk erat kedua kakinya.
Beberapa menit keadaan mendadak hening. Padahal tadi suara di sekitarnya itu sangat berisik akibat pertarungan tadi. Tapi sekarang hanya terdengar suara desiran angin.
Tapi Lisa masih ragu untuk membuka matanya. Walaupun begitu, rasa takutnya kalah dengan rasa penasarannya akan apa yang tengah terjadi.
Begitu membuka matanya, Lisa sangat dibuat terkejut dengan kehadiran sosok besar berbulu di depan matanya itu membuat Lisa berteriak ketakutan.
Kyaaaaaaaa
Setelahnya tubuh Lisa mendadak begitu lemas dan akhirnya jatuh pingsan. Sedangkan sosok yang berada didepan Lisa mendengus begitu melihat kalau makhluk yang ia tolong malah pingsan karena melihat dirinya itu.
"Kau membuatnya takut, Leo." ucap sosok yang lain membuat sosok tadi menatap tajam kearah saudaranya itu.
"Aku bahkan tidak menyentuhnya sama sekali." Sosok yang tadi di ajak ngomong lantas memalingkan wajahnya karena merasakan bau yang sangat menyengat di hidung sensitifnya itu.
"Kau angkat gadis itu dan bawa dia ke mansion." Ucapan itu berasal dari sosok berbulu emas yang kini mulai beranjak meninggalkan saudaranya bersama manusia yang tengah tenggelam dalam alam bawah sadarnya itu.
"Kenapa aku? Kau sajalah."
Sosok yang sebelumnya berniat pergi itupun menoleh menatap sang adik. "Memang siapa yang membuat gadis itu pingsan? Kau atau aku?" Sebelum mendengar jawaban adiknya itu, lebih dulu sosok tadi melesat dengan cepat meninggalkan sang adik yang kini menggeram marah.
"Awas kau Luca!!" Setelah itu sosok yang tadi dipanggil Leo itu mulai membawa Lisa di punggungnya kemudian keduanya pergi meninggalkan area yang terlihat sangat berantakan ini.
Saat ini terlihat seorang gadis yang tengah tertidur diatas ranjang yang entah milik siapa. Yang pasti secara perlahan gadis itu mulai membuka matanya karena dirinya merasa agak terganggu dengan suara disekitarnya.
Dibukanya matanya perlahan, kemudian setelah memfokuskan pandangannya. Ia bisa melihat kalau sekarang ini dirinya berada disebuah kamar. Kamar yang dihuninya itu terlihat sangat rapi dan Lisa mulai bertanya dalam hati dimana dia sekarang dan kamar siapa yang ia tempati ini.
Karena penasaran Lisa akhirnya bangkit dari posisinya untuk menuju pintu keluar sebab suara yang tadi sempat ia dengar muncul kembali.
Setelah dibuka yang ia temukan adalah sebuah lorong panjang. Untungnya penerangan di lorong itu tidak begitu gelap. Jadi Lisa masih berani untuk melangkah menyusuri lorong tersebut.
Sayup sayup ia dengar sebuah suara yang jaraknya tak begitu jauh dari posisinya saat ini. Namun ia tidak begitu jelas mendengar perkataan yang terlontar dari suara itu.
Dan dari posisinya saat ini, Lisa tahu kalau ada 2 suara yang saling bersahutan membuat Lisa ragu untuk melangkah kesana. Semakin jauh Lisa melangkah maka semakin dekat Lisa dengan suara itu.
Saat ini dia berada dibalik tembok yang berdiri kokoh di depannya. Dan dia sedikit melongokkan kepalanya untuk mengetahui siapa yang tengah berbicara itu.
Bisa Lisa lihat di depan sana ada 2 orang pemuda yang tengah terlibat dalam sebuah obrolan. Lisa ragu untuk tetap diposisinya atau harus melangkah kearah 2 orang tadi. Ditambah lagi kalau 2 orang yang tengah berbicara itu menyadari keberadaannya dan menuduhnya menguping bagaimana?
Apa sebaiknya Lisa kembali ke kamar tadi saja. Tapi belum juga berbalik arah, sebuah suara mengagetkan Lisa.
"Mau kemana kau?" Dan ternyata keberadaan Lisa disana sudah diketahui bahkan sebelum dia sampai disini.
__ADS_1
Lisa mulai melangkah dengan langkah ragu mendekati kedua orang disana. "I..itu, a..aku.." Lisa bingung mau berkata apa, karena 2 orang di depannya itu memancarkan aura yang membuat nyali Lisa ciut seketika.
"Itu apa?" Lagi lagi pertanyaan itu terlontar dari bibir orang yang sama.
Sembari mencari jawaban yang tepat, Lisa menundukkan kepalanya karna aura dari 2 orang disana itu amat sangat membuatnya ketakutan. Entahlah, Lisa hanya merasa perlu sedikit mewaspadai mereka terlebih pada sosok yang lebih tinggi daripada sosok yang satunya itu.
Belum sempat Lisa menjawab, suara seseorang sudah lebih dulu terdengar. "Lebih baik kau makan. Dan setelahnya ada yang ingin kami tanyakan." Ucap sosok itu membuat Lisa mendongak dan menganggukan kepalanya.
Saat ini Lisa memilih diam dan hanya mengikuti 2 orang tadi tanpa banyak berkomentar. Kini ketiganya sudah ada di depan ruang makan. Dan Lisa kembali terpesona dengan apa yang saat ini ia lihat.
Sungguh dekorasi dan arsitektur dari ruang makan ini membuat Lisa takjub. Dirinya belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya. Disaat ingin lebih dalam mengagumi arsitektur dari ruangan yang saat ini ia tempati ini, sebuah suara bernada dingin membuat Lisa menatap kearah orang itu.
Tapi baru beberapa detik setelah kedua pasang mata itu bertemu, Lisa lebih dulu menurunkan pandangannya. Sungguh aura yang terpancar dari orang itu membuat Lisa takut sendiri.
"Cepat makan." Hanya 2 kata yang ia keluarkan tapi kenapa rasanya begitu banyak penekanan di kata tersebut.
Lisa langsung menambah laju kakinya dan setelah disuruh duduk barulah dia duduk. Sungguh bisakah ini disebut sarapan bersama. Kalau hanya dirinya yang makan di meja makan yang panjang ini.
Sedangkan kedua orang tadi hanya minum, entah minuman apa yang keduanya minum, karena gelas yang digunakan oleh mereka bukan gelas tembus pandang. Jadi Lisa tidak tahu apa yang sedang mereka minum.
Lisa merasa ini adalah sarapan paling kaku dan paling membuatnya kurang nyaman. Sebab, pertama hanya dia yang makan. Kedua, tidak ada obrolan sedikitpun jangankan obrolan panjang lebar, sekedar basa basipun tidak ada. Ketiga, aura dari keduanya entah kenapa membuat Lisa sedikit kurang nyaman. Padahal biasanya Lisa tidak pernah seperti ini sebelumnya.
Canggung
Hanya itu yang Lisa rasakan, bahkan setelah ia menyelesaikan sarapannya. Melihat kalau Lisa sudah selesai makan. Salah satu dari keduanya kembali buka suara.
"Sebenarnya apa yang terjadi sampai kau bisa ada didalam hutan itu?" Sebuah pertanyaan yang terlontar untuknya itu membuat Lisa membuang napasnya panjang.
"Sebelumnya apa aku boleh bertanya?" Kali ini Lisa tidak langsung menjawab tapi dia memberikan pertanyaan pada 2 orang tersebut.
Salah satu dari mereka mengangguk, seolah membiarkan Lisa untuk kembali bertanya.
"Kalau boleh tahu, kalian ini siapa? Apa kalian yang menolongku? Seingatku aku masih melihat sosok hewan berbulu lebat sebelum aku pingsan."
Kali ini kedua orang tadi saling pandang sebelum menjawab pertanyaan dari Lisa tadi. Entah apa yang tengah mereka telepatikan yang pasti Lisa tidak bisa menebaknya.
"Kami ini adalah ..."
...°Our Mate Lily°...
...Untuk Part ini. Tolong tinggalkan jejak👣 supaya aku tahu siapa kalian yang sudah membaca sampai sini😊....
...Thank You Guys😍...
__ADS_1