Bukan Salahku Menjadi Istri Kalian

Bukan Salahku Menjadi Istri Kalian
Chapter 9


__ADS_3

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.


°


°


Chapter 9. Sang Penolong


____________________________


Previous Chapter


Tapi 2 pria disamping Lisa sudah menahan kepalanya agar si bos mereka bisa mencium bibir milik Lisa sepuasnya.


Jarakpun semakin dekat membuat Lisa memejamkan kedua matanya sambil berdoa agar setidaknya ada satu orang yang mau menolongnya saat ini.


••Our Mate Lily••


Pluk


"Aduh," ringis pria pertama sambil mengusap kepalanya yang baru saja ditimpuk entah oleh siapa.


Tapi coba pria itu tidak hiraukan, karena fokusnya masih pada Lisa yang nampak sangat ketakutan itu.


Baru juga ia ingin mendekatkan wajahnya dengan wajah Lisa, kembali kepalanya rasanya seperti ditimpuk dan kali ini lebih kerasa daripada yang tadi. 


"Siapa sih, mau mati ya!" Si pria tadi mengeram menatap kanan dan kirinya. Tapi tidak ada tanda tanda orang lain selain 2 anak buahnya itu.


"Kenapa bos?" Si anak buah menatap aneh kearah bosnya.


Sambil menatap tajam, "Ada yang nimpuk gue."


Kedua anak buah tadi mengedarkan pandangan mereka ke kanan dan kiri tanpa melepaskan genggaman tangan mereka pada Lisa.


Lisa tentu saja bernafas lega, ya walaupun sedikit. Ia hanya berharap ada orang yang mau menolongnya.


"Udahlah bos, mungkin kena angin doang." Salah satu dari kedua anak buah itu membuka suaranya karena memang tidak menemukan orang lain selain mereka berempat.


Si bos tadi hanya bergumam 'mungkin juga' sebelum kembali menatap kearah Lisa.


Lagi dan lagi si pria itu kena timpukan diatas kepalanya. "Sial, siapa sih yang iseng." Habis sudah kesabaran si pria itu karena merasa kesal ditimpuk terus terusan.


Baru juga mau marah, deheman tak jauh dari mereka membuat mereka berempat menoleh.


Diatas mereka berempat lebih tepatnya diatas tembok pagar disamping mereka. Memang tempat mereka saat ini ada di sudut jalan. Di tambah lagi jalanan yang mereka tempati itu buntu.

__ADS_1


Mereka bisa melihat sosok yang terhalang sinar bulan, apalagi penerangan disana tidak terlalu terang membuat mereka semua tidak bisa melihat wajah sosok itu.


"Siapa kau!" Si bos tadi mengarahkan pandangannya kearah sosok itu.


Tak ada balasan dari sosok itu, membuat si pria tadi mengeram marah.


"Sini lu. Lo kira gue takut sama lo."  Geram si bos itu sambil menatap nyalang kearah sosok itu.


Hap


Sosok tadi turun kebawah dengan posisi sempurna. Kini sosok tadi sudah berada di depan keempat orang itu.


Keempatnya masih terkejut, karena jarak pagar dengan jalanan itu cukup tinggi. Tapi hal itu sepertinya bukan masalah bagi sosok itu.


"Siapa kau?" Tanyanya karena tak begitu jelas melihat wajah si sosok tadi karena terhalang oleh tudung yang di kenakan oleh si sosok tadi.


Sosok tadi mendongak selidiki kearah keempatnya, tapi fokusnya hanya terarah pada satu-satunya gadis yang ada disana.


"Lepaskan gadis itu."


Si bos tadi tertawa remeh. "Melepaskan dia? Memang kau siapa?"


Kembali tak ada jawaban membuat si bos tadi mengeram marah.


"Beraninya kau tidak menjawab ucapanku. Kau pikir siapa dirimu? Anak presiden, huh!"


"Sialan, beraninya kau." Kembali si bos itu melayangkan pukulan bertubi-tubi kearah sosok tadi. Jangankan melukai, menyentuh saja tidak.


Sosok tadi hanya membalasnya sekali tapi ambuh membuat si bos preman tadi terpental jauh hingga menabrak tembok.


Kedua anak buahnya segera menghampiri bos mereka yang tengah memuntahkan darah segar dari mulutnya itu.


Keduanya membantu sang bos berdiri tapi langsung di tipis kasar oleh bosnya itu.


"Lawan dia!" Suruhnya pada keduanya membuat mereka segera melayangkan pukulan kearah sosok tadi yang dengan mudah ditangkis mudah oleh sosok itu.


Lisa yang sudah merasa lega karena di lepaskan oleh kedua anak buah preman tadi yang hampir menciumnya. Tapi ia menatap khawatir kearah sosok yang mau menolongnya itu.


Ia sendiri bingung ingin membantu dengan apa? Ia tidak bisa bela diri. Walaupun sepertinya orang yang menolongnya itu tidak perlu bantuan. Tapi tetap saja ia tidak bisa diam begini. Ia melirik kanan dan kirinya, siapa tahu ada benda yang bisa ia gunakan untuk menolong.


Dan. Gotcha!


Lisa langsung mengambil sebongkah kayu yang tergeletak tak jauh dari posisinya itu. Tanpa membuang waktu segera saja ia memukul punggung salah satu preman itu.


Buk

__ADS_1


Buk


Buk


Tangan Lisa gemetaran karena baru saja memukul seseorang. Ia belum pernah memukul seseorang jangankan memukul, berinteraksi dengan banyak orangpun ia sangat jarang.


Orang yang di pukul oleh Lisa membalikkan badan sambil meringis merasakan sakit pada punggungnya.


"Kau," geram orang itu sambil menatap nyalang kearah Lisa. Tubuh Lisa gemetaran bahkan untuk melangkah saja rasanya Lisa tidak sanggup. Ia hanya memejamkan matanya dan menutup mukanya dengan kedua tangannya itu, tak berani melihat dan merasakan sakit akibat balasan orang yang sudah ia pukul itu.


1 detik


3 detik


5 detik


7 detik


9 detik


Tak ada rasa sakit yang ia rasakan. Tapi ia masih tak berani membuka matanya. Takut kalau seandainya ia membuka mata hal pertama yang dirasakannya adalah rasa sakit.


1 menit sudah terlewati tapi Lisa masih tak merasakan sakit. Bukan ia berharap untuk merasakan sakit, tapi ia hanya bingung kenapa sudah tidak ada suara pukulan lagi.


Bahkan ia bisa mendengar suara deru nafasnya sendiri.


"Buka matamu," Ucapan itu membuat Lisa perlahan membuka matanya dan menurunkan tangannya dari mukanya itu.


Bisa ia lihat sosok sang penolongnya yang kini ada di depannya itu. Tapi ia tak bisa melihat dengan jelas wajah sosok di depannya itu.


Tapi begitu sosok tadi mengangkat tudung kepalanya membuat Lisa bisa melihat jelas sosok di depannya. Baru sedetik ia bertatapan dengan sosok itu ia sudah lebih dulu masuk kedalam alam bawah sadarnya.


Untung dengan sigap sosok tadi menopang tubuh Lisa sebelum terjatuh ke jalan.


"Selamat tidur, Mate." Gumam sosok itu sambil menghilang begitu dengan Lisa yang ikut menghilang didalam gendongannya itu. Meninggalkan 3 orang preman tadi dengan luka bakar di sekujur tubuh mereka.


🍁Our Mate Lily🍁


OoOoOoOoOo


Lisa, Where are You?


Mau dibawa kemana tuh si Lisa? Dan siapa pria tadi?


Up💞

__ADS_1


Untuk hari ini. Tolong tinggalkan jejak👣 supaya aku tahu siapa kalian yang sudah bertahan sampai sini😊.


See You Later😍


__ADS_2