Bukan Salahku Menjadi Istri Kalian

Bukan Salahku Menjadi Istri Kalian
Chapter 15


__ADS_3

...Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini....


...°...


...°...


...Chapter 15. Stalker...


...____________________________...


Previous Chapter


Entah kenapa dirinya merasa ada hal besar yang akan terjadi, selain itu juga perasaannya mulai tidak enak. Dirinya masih kepikiran dengan dua pemuda tadi yang sekarang entah pergi kemana.


...🍁Our Mate Lily🍁...


Selesai makan semuanya mulai membereskan bekal mereka dan mulai mencucinya di dekat pancuran air. Untuk kali ini yang mencuci bekas wadah makan hanya Lisa dan Jiyoon. Untuk Chaerin dan Haeun membersihkan sekitaran area mereka makan tadi.


"Kau kenapa sejak tadi kuperhatikan melamun terus? Apa ada masalah?" Lisa menoleh saat Jiyoon bertanya padanya itu.


"Tidak ada, hanya kepikiran sesuatu." Jawaban itu malah mengundang rasa penasaran Jiyoon kepada Lisa.


"Kepikiran apa?" Lisa mengulas senyumannya. "Bukan masalah yang serius kok, Jiyoon." jawab Lisa yang membuat Jiyoon mengangguk paham.


"Kalau ada masalah, ceritakan saja pada kita bertiga. Siapa tahu kita bertiga bisa bantu." Lisa masih mempertahankan senyumannya ketika mendengar balasan yang diucapkan oleh Jiyoon barusan.


"Iya. Kalian bertiga adalah sahabat terbaik yang aku punya." Lisa memeluk sang sahabat yang dibalas oleh Jiyoon.


Setelah pelukannya usia, keduanya langsung melanjutkan acara cuci - cuci mereka yang tadi sempat terhenti sejenak.

__ADS_1


Entah sudah berapa lama, kini keempatnya mulai melancarkan aksinya untuk memata matai pujaan hati mereka. Ya, minus di Lisa, ya.


Bisa keempatnya lihat bahwa ketiga prince sedang membereskan peralatan mereka dan memasukannya kedalam tas.


Jiyoon, Chaerin dan Haeun memgernyit begitu melihat kegiatan ketiga orang yang tak lain adalah si prince.


"Kenapa mereka memasukan barang barang kedalam tas? Bukannya mereka baru sampai?" Pertanyaan itu mendapat gelengan dari ketiganya.


"Mungkin mereka sudah mau pulang?"


"Masa cepat sekali? Ini bahkan belum sampai 4 jam mereka disini."


"Lalu mau kemana dong? Masa mau mendaki?" Reflek semuanya berseru begitu mendengar celutukan Haeun.


"Bisa jadi. Mungkin mereka mau buat tenda diatas." Keempat gadis tadi masih asyik menatap ketiga pemuda yang masih sibuk mengemasi barang barang mereka. Tanpa menyadari kalau mereka sedang diawasi oleh keempat gadis cantik ini.


Perkataan itu mendapat anggukan dan gelengan dari ketiganya. Anggukan yang berasal dari Jiyoon sedangkan gelengan yang berasal dari Lisa dan Haeun.


"Kau yakin, Chae?" Lisa menatap tak yakin kearah Chaerin begitupun dengan Haeun. Dirinya masih mengingat dengan jelas bagaimana tatapan yang dilayangkan oleh nenek tua tadi. Makanya dirinya tidak setuju kalau harus ikutan mendaki gunung.


"Ayolah, lagian kemarin kita sudah sepakat untuk mengikuti kemana Prince pergi. Dan ini Prince ada didepan mata kita, tapi kenapa malah tidak ingin mengikuti kegiatan mereka."


"Terlalu berbahaya, Chaerin."


"Tidak akan, coba kalian lihat hutan disana tidak seseram hutan itu." Tunjuk Chaerin kearah jalan yang memang sengaja dibuat untuk pendakian. Lalu telunjuknya beralih ada hutan belantara yang terlihat tak pernah terjamah oleh manusia.


"Jadi jangan takut. Lagian kalian lihat disana, disana dan itu disana." Telunjuk Chaerin bergantian menunjuk pada tenda yang tak begitu jauh dari posisi mereka saat ini.


Dan apa yang mereka lihat, bisa disimpulkan bahwa tidak hanya mereka saja yang akan ikut mendaki. Karena tepat di tenda itu ada beberapa gerombolan gadis gadis tengah memperhatikan Prince, sama seperti apa yang mereka berempat lakukan saat ini.

__ADS_1


"Kalian bisa lihat sendiri, akan ada banyak gadis yang akan ikut mendaki dan tentu saja mereka ingin mendekati prince kita. Apa kalian mau meraka semua merebut prince kita, tidak, kan?" Jiyoon dan Haeun menyetujui perkataan Chaerin. Mereka berdua tidak rela membiarkan gadis gadis disana mendekati prince mereka.


"Baiklah, kita akan ikut mendaki." Putus keduanya membuat senyum Chaerin melebar. Sedangkan Lisa hanya menghela napas pasrah.


Percuma juga menolak kalau ketiganya juga akan tetap memaksanya ikut dengan mereka. Lisa hanya merasa sedikit khawatir, mengingat ini kali pertama dirinya mendaki gunung.


Setahunya mendaki gunung itu tidaklah mudah. Orang yang ingin mendaki gunung harus tahu betul seperti apa medan yang harus mereka lalui nanti. Selain itu juga kondisi fisik juga harus mumpuni untuk bisa mendaki gunung agar tetap berstamina saat turun kebawah nanti.


Semuanya juga butuh rencana dan persiapan yang matang, tidak langsung asal saja ingin mendaki. Apalagi kalau untuk kebutuhan standar belum mereka penuhi.


Ternyata si prince tadi tidak langsung mendaki, karena mereka bertiga sempet hunting foto dan mandi. Keempatnya juga terus mengikuti Prince, ya kecuali acara mandi para prince. Keempatnya tidak mengikuti. Lantaran toilet yang di sediakan untuk laki laki berbeda dengan jarak dengan toilet perempuan.


Setelah usai mandi, barulah para prince bersiap untuk melakukan pendakian. Para stalker mulai melancarkan aksinya termasuk keempat gadis cantik yang kini mulai mengangkat ransel mereka dan mulai mengikuti jejak para prince.


Tak hanya keempat gadis tadi tapi beberapa gerombolan gadis gadis mulai ikut berpartisipasi dalam mengikuti langkah ketiga prince kampus itu. Suasana yang tercipta pun terasa menegangkan begitu aura yang dipancarkan oleh para gadis itu pada yang lainnya.


Seolah mereka tidak menyukai keberadaan gadis gadis lain yang mengikuti jejak prince mereka. Sungguh ya mereka terlihat sepertinya memperebutkan sesuatu yang bukan milik mereka.


Jika dihitung mungkin ada sekitar 18 orang gadis yang kini mulai mengikuti ketiga pemuda tampan tadi. Dan itupun terbagi menjadi beberapa grup.


Sejujurnya para prince tahu kalau mereka diikuti, tapi ketiganya hanya mengacuhkan dan mengabaikan saja. Karena mereka yakin, semua gadis yang tadi mengikuti mereka tidak akan bisa menyusul mereka.


Karena mereka tahu sebagian besar gadis gadis itu tidak akan mampu mendaki gunung dan pada akhirnya akan kelelahan sendiri. Dengan begitu mereka pasti lebih memilih turun kebawah daripada melanjutkan pendakian.


.....................


...Untuk Part ini. Tolong tinggalkan jejak👣 supaya aku tahu siapa kalian yang sudah membaca sampai sini😊....


...See You Later and Thanks😍...

__ADS_1


__ADS_2