Bukan Salahku Menjadi Istri Kalian

Bukan Salahku Menjadi Istri Kalian
Chapter 7


__ADS_3

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.


°


°


Chapter 7. Berkumpul


____________________________


Previous Chapter


Sedangkan sang pemuda tadi tersenyum tipis kemudian mulai menghilang tanpa disadari oleh orang lain. Atau mungkin sejak tadi tidak ada yang menyadari kehadirannya kecuali Lisa saja.


Who knows?


•Our Mate Lily•


Lisa telah berada didalam kelas. Dan tak begitu lama kedua sahabatnya datang menghampiri dirinya.


"Kalian hanya berdua? Dimana Jiyoon?" Lisa menyadari kalau ada yang kurang makanya bertanya hal tersebut.


"Ooh itu, dia katanya mau nganter mamanya ke bandara." Jelas Chaerin membuat Lisa mengangguk.


"Ooh begitu." Sahut Haeun yang baru tahu kalau Jiyoon tidak masuk hari ini karena mengantar mamanya ke bandara.


Seakan baru sadar, Chaerin segera bertanya soal hal yang ingin disampaikan oleh Lisa tadi malam.


"Semalam kau bilang ingin memberitahu sesuatu, apa itu?" Chaerin tampak penasaran begitu juga dengan Haeun.


Lisa menatap kedua sahabatnya dengan wajah berbinar, tapi belum sempat bicara suara dari beberapa anak dari luar yang masuk kedalam kelas membuat Chaerin dan Harun segera duduk di posisinya karena sang dosen telah tiba.


"Selamat pagi anak-anak." sapanya membuat para mahasiswa menjawabnya kompak.


"Pagi, bu." Jawaban itu membuat sang dosen menebar senyum miliknya.


"Kita lanjut pembahasan yang kemarin belum selesai itu, ya." Lagi lagi ucapan itu diiyakan oleh para mahasiswa.

__ADS_1


Sebelum itu Chaerin berbisik pada Lisa yang berada di sebelahnya. "Jangan lupa nanti ceritakan pada kami. Kau sudah janji semalam," Lisa menampilkan gummy smile miliknya kemudian mengangguk.


Setelah pembicaraan itu selesai, keduanya duduk dengan tenang sembari mendengarkan penjelasan dari dosen yang tengah memberikan materi itu.


Waktu sudah berjalan hampir 2 jam setengah. Kelas Lisa, Chaerin dan Haeun juga sudah selesai. Kini ketiganya berjalan menuju mobil Haeun setelah mendapat pesan dari Jiyoon kalau dirinya ingin bertemu.


Dan disinilah ketiga gadis itu, berada di parkiran restoran yang terkenal menjual es krim terenak sekota.


Ketiganya mulai melangkah masuk kedalam restoran kemudian mulai mencari keberadaan Jiyoon yang katanya sudah menunggu didalam restoran tersebut.


Akhirnya Haeun melihat keberadaan Jiyoon disalah satu meja dekat jendela.


"Itu, Jiyoon." tunjuk Harun membuat Lisa dan Chaerin mengikuti arah telunjuk Haeun.


Akhirnya ketiganya mendekati Jiyoon yang nampaknya masih fokus dengan ponsel di gengamannya itu.


"Jiyoon." Sapa ketiga membuat sang pemilik nama terkejut.


Ketiganya tertawa pelan begitu melihat reaksi dari Jiyoon barusan. "Kalian membuatku kaget saja. Darimana saja, sudah setengah jam aku menunggu kalian disini." Jiyoon tampak mengerucutkan bibirnya membuat ketiganya mengernyitkan malas.


Jiyoon menghela nafas kasar, selalu saja usahanya gagal membuat ketiga sahabatnya itu merasa bersalah padanya. Tapi tetap saja kadang realita tidak sesuai dengan ekspektasi kita.


Kini keempatnya sudah duduk sembari makan makanan yang sudah dipesan oleh Jiyoon.


Tapi ditengah acara makan, Haeun teringat tujuannya berkumpul disini.


"Kau belum menceritakan apapun yang ingin kau sampaikan semalam, Lis." Sejenak Lisa menghentikan makannya kemudian menelan sisa makanan yang ada mulutnya sebelum membuka suaranya.


"Aku hanya ingin menyampaikan kalau..." Lisa memperhatikan ketiga sahabatnya itu yang kini memfokuskan pandangannya ke arahnya membuat Lisa tertawa dalam hati melihat muka penasaran diwajah ketiganya itu.


"Apa?" Jiyoon nampak tak sabar bahkan ia kini mengigit garpu yang dipegangnya dengan gemas itu.


"Aku..." Lagi lagi Lisa menghentikan ucapannya membuat ketiganya mengernyit kesal.


"Apaan sih Lis, yang jelas dong." Ini adalah suara Chaerin.


Lisa yang merasa sudah cukup mengerjai sahabatnya itu kemudian menatap lurus kearah mereka bertiga.

__ADS_1


"Aku diizini ikut liburan bareng kalian!" Lisa berseru dengan semangat membuat ketiganya sejenak terdiam.


1 detik


2 detik


3 detik


4 de...


"Apa kau bilang?!" Ketiganya berseru bersamaan membuat Lisa segera menutup telinganya agar tidak tuli mendadak.


"Itu bener?"


"Kau tidak bercanda, kan?


"Kau beneran diizinin? Kau serius?"


Ketiga pertanyaan yang berbeda dari orang yang berbeda itupun membuat Lisa mengangguk. Ia kaget juga dengan respon ketiga sahabatnya itu.


Ia kira, ketiganya akan senang. Tapi ini malah terkejut begitu.


"Kalian bertiga kenapa, sih?" Tak menjawab, ketigannya malah berseru senang membuat beberapa pengunjung menatap kearah meja mereka.


Lisa yang menyadari tatapan dari para pengunjung yang nampak penasaran itupun segera meminta maaf karena kegaduhan yang mereka buat.


"Kalian kenapa berteriak, dilihatin orang orang tuh." Ketiganya mengedarkan pandangannya dan benar saja sebagian besar para pengunjung menatap kearah mereka aneh.


Ketiganya tersenyum malu membuat Lisa tertawa begitu melihat wajah para sahabatnya itu.


OoOoOoOoOo


Up💞


Untuk hari ini. Tolong tinggalkan jejak👣 supaya aku tahu siapa kalian yang sudah membaca ini😊.


See You Later😍

__ADS_1


__ADS_2