Bukan Salahku Menjadi Istri Kalian

Bukan Salahku Menjadi Istri Kalian
Chapter 3


__ADS_3

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.


°


°


Chapter 3. PRINCE


__________________________________


Previous Chapter


Sontak saja mereka kaget saat tahu kalau Jinaen ssem ada didepan mereka sambil memasang muka marah. Membuat keempatnya meneguk ludahnya susah payah.


🍁Lily🍁


"Ti..dak ssaem." Jawab keempatnya kompak.


"Kalau masih ribut, silahkan kalian keluar dan tidak perlu mengikuti kelas saya." Perkataan itu di jawab gelengan dari keempat gadis itu yang kini tengah dilanda ketakutan.


"Bagus kalau tidak ingin keluar. Kita lanjutkkan materi kemarin. Silahkan buka buku kalian dan perhatikan pelajaran saya."


Semua mahasiswa ataupun mahasiswi tidak ada yang berani membantah, karena pernah ada kasus yang membantah perkataan Jinaen ssem langsung mengulang semester depan. Padahal itu saja belum diadakan ujian. Benar benar sesuatu dosen ini ya.


2.5 jam telah berlalu tapi bagai 2,5 tahun bagi murid yang diajar oleh Jinaen ssaem.


Bagaimana tidak, kalau selama pembelajaran berlangsung tidak ada yang berani berkata apapun, bahkan mereka harus menahan diri untuk ke kamar mandi karena takut kena hukuman dosen killer itu.


Tapi begitu jam berakhir, hal itu bagai angin segar di teriknya gurun pasir bagi seluruh murid di kelas 3-B fakultas managemen itu.


Saat ini sebagian besar sudah berlalu kearah kantin begitu Jinaen ssem keluar dari kelas. Begitupun dengan keempat gadis yang tadi sempat kena omel Jinaen ssem itu.


Setelah memasuki kantin yang sedang ramai, keempatnya duduk di sebuah bangku dan meja yang telah disediakan.


"Kalian ingin pesan apa?" Tanya Jiyoon pada ketiganya.


"Nasi goreng dan es teh manis." Jawab Haeun.


"Kalian berdua?" Tawarnya pada Lisa dan Chaerin.


"Aku samain saja." Sahut Lisa dan Chaerin.


"Oke, kalian tunggu disini. Aku pesankan dulu." Selesai mengatakan hal itu Jiyoon berlalu menuju kearah penjual yang menjual pesanan ketiga sahabatnya itu.


Tak begitu lama pesanan yang dipesan oleh keempat gadis tadi telah diantar oleh pelayan kantin beserta Jiyoon dibelakangnya.


"Ini silahkan." Sang pelayan tadi memberikan pesanan kepada keempat gadis yang dibalas terimakasih oleh keempatnya.

__ADS_1


Keempatnya berniat makan sebelum sebuah suara menggema di area kantin ini, membuat keempatnya menoleh kearah sumber suara yang ada di belakang mereka.


Dan ternyata sumber keberisikan itu terjadi karena kedatangan 3 pemuda yang sering dipangil Prince.


"Wah itu prince." Sekarang di meja milik keempat gadis tadi juga mulai heboh kecuali Lisa yang tak ikutan heboh seperti ketiga sahabatnya itu.


"Mereka makin tampan." Seru Chaerin dengan mata berbinar binar.


"Kau benar, apalagi beberapa hari ini aku tidak melihat mereka karena sibuk ujian." Sekarang giliran Haeun yang berlovely dovely.


"Makin cinta deh," Jiyoon mengatakannya sambil menangkup kedua pipinya, berakting imut didepan sang pujaan hati. Lisa menatap keempatnya biasa, karena hal itu sering terjadi akibat kedatangan Prince.


Yap ketiga pemuda yang begitu popular dan sangat tampan menurut para penggemarnya.


Jangan lupakan kalau mereka anak orang kaya, tentu saja banyak yang suka. Begitupun dengan ketiga sahabat dari Lisa ini.


Ketiga pemuda dengan nama...


Brian Macalisto


Ryujin Anjasmara


Justin Richardo


Tapi ada satu sifat dari mereka yang diabaikan oleh para fans setianya yaitu sifat playboy yang dimiliki semua member prince.


🍁Our Mate Lily🍁


Apalagi sepanjang perjalanan pulang, Lisa sama sekali tidak bisa duduk. Awalnya ia kebagian kursi namun melihat nenek nenek yang berdiri membuat Lisa menyerahkan kursi itu ke nenek nenek tadi.


Sungguh baik bukan😍.


Tapi sekarang malah ia yang kelelahan. Tapi tidak apalah, tujuannyakan membantu nenek tadi, begitulah pikirnya. Tapi ia agak mengernyit begitu menyadari kalau rumahnya sangat sepi.


"Mom," panggilnya berusaha mencari keberadaan sang ibu. Karena tidak biasanya ibunya pergi tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


"Mom," panggilnya lagi, namun kali ini Lisa berjalan menuju kearah kamar orangtuanya. Siapa tahu ibunya sedang istirahat didalam kamar makanya tidak menyahuti panggilannya.


Namun tidak ada tanda tanda ibunya ada di dalam kamarnya. Karena tak kunjung bertemu ibunya, Lisa berjalan menuju kearah kamarnya.


Entah kenapa Lisa sangat kelelahan sekali. Mungkin karena belum terbiasa dengan baik bus membuat Lisa kelelahan.


Setelah membuka pintu kamarnya, Lisa segera masuk dan menjatuhkan dirinya diatas ranjangnya setelah menutup pintu kamar.


Matanya kian memberat, sepertinya ia benar benar sangat mengantuk. Ia bahkan tak memiliki tenaga untuk mengganti dan membersihkan dirinya.


Tak menunggu lama, ia akhirnya tertidur dengan pulas.

__ADS_1


Didalam mimpi😴.


Lisa perlahan membuka matanya dan hal pertama yang dilihatnya adalah ia sedang berada ditengah padang bunga. Ia mengerjabkan matanya berusaha fokus dengan apa yang dilihatnya.


Ia hanya merasa tidak yakin berada di padang ini, padahal ia yakin tadi ia masih tidur didalam kamarnya. Tanpa sadar ia tersenyum melihat keindahan padang bunga ini.


Seumur hidupnya ia belum pernah ketempat seperti ini. Ia berlari mengelilingi padang bunga dengan gembira. Ia bahkan mencium wangi bunga bunga disekitar.


Warna bunga disana juga beragam. Selain itu juga ada aliran air selebar 1.5 meter membentang sepanjang padang bunga ini. Airnya terlihat jernih dan menyegarkan.


Namun ada sesuatu yang membuatnya berusaha kembali memfokuskan pandangannya. Ia bisa melihat seseorang berjalan menuju kearahnya. Hingga akhirnya seseorang itu berada tepat di hadapannya.


"Lalisa Lilyane." Panggilnya pada Lisa yang kini berhadapan dengan dengan seseorang itu.


"Kau siapa?" Tanya Lisa yang merasa tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya.


"Kau boleh memanggilku dewi bulan. Aku hanya ingin mengatakan kalau sebentar lagi kau akan menemui seseorang yang nantinya akan hidup bersamamu."


Perkataan itu membuat Lisa sangat bingung. Ia tidak paham apa maksud dari perkataan dari yang mengaku dewi bulan itu.


"Apa maksudmu?"


"Kau akan mengetahuinya sebentar lagi. Jadi persiapkan dirimu. Aku akan menemuimu lagi suatu saat nanti. Untuk menjelaskan semuanya padamu."


"Kenapa tidak langsung saja." Sosok dewi bulan itu tersenyum membuat Lisa menatapnya bingung.


"Belum saatnya, Lisa sayang." Ujarnya dengan tetap mempertahankan senyuman manisnya.


"Sebenarnya apa maksud perkataanmu?" Lisa benar benar bingung dengan maksud di balik kata kata sosok di depannya itu.


"Tunggu hingga waktunya tiba, dear. Pakailah benda ini. Ini akan memberikan tanda begitu saatnya tiba." Sosok tadi menyerahkan sebuah benda diatas telapak tangan Lisa yang masih terdiam karena merasa bingung dengan apa yang sedang terjadi. 


"Kapan aku bisa menemuinya?"


"Kau akan segera bertemu dengannya." Sang dewi bulan pun tersenyum begitu mengatakannya.


"Sekarang pulanglah. Kau kembali ke asalmu, karena ini bukanlah tempatmu. Kita pasti akan bertemu lagi suatu saat nanti." Lisa masih belum sempurna mencerna maksud dari sosok ini.


Belum sempat Lisa bicara, sosok di depannya sudah lebih dulu mengeluarkan suaranya.


"Sebentar lagi kau akan tahu semuanya. Dan sepertinya cukup sampai disini pertemuan kita." Sosok yang mengaku sebagai dewi bulan itupun perlahan hilang tersapu derisan angin yng berhembus, mengisakan Lisa yang hanya mematung menatap apa yang ada di genggamnya saat ini.


____________________________________


Kalian suka? Penasaran? Atau ingin balik arah? Kalau suka dan penasaran silahkan lanjut😍. Kalau ingin putar arah silahkan😉.


Yang mau Copas dimohon menyingkir ya. Karena nulis ini gak segampang yang dikira. Jadi tolong hargai dengan tidak copas ya😄.

__ADS_1


Thanks buat kalian sudah menyempatkan waktu untuk baca cerita ini ya😍.


🍁Our Mate Lily🍁


__ADS_2