Bukan Wanita Soleha

Bukan Wanita Soleha
TEMAN


__ADS_3

Hari Minggu pagi, ayah dan umi sudah mengantarkan aku ke bandara,aku melihat tatapan sedih umi.


"Umi jangan sedih dong,nanti Salwa jadi ikutan sedih". sambil memeluk umi.


"Setelah lulus putri Solehah umi nggak boleh kuliah di universitas luar negeri lagi,umi nggak mau Salwa jauh dari umi lagi".


"oke umi ku yang cantik".


"Baik-baik di sana ya nak, jangan tinggalkan sholat". nasihat ayah sambil mencium keningku.


"iya ayah,Salwa pamit ya".


Aku pun meninggalkan kedua orang tua ku,aku melangkah kan kaki menuju pesawat yang tidak lama lagi akan take off.


Tepat pukul 12 siang pesawat yang aku tumpangi mendarat dengan selamat tanpa kendala apapun.


Setelah keluar dari bandara aku langsung menaiki taksi menuju apartemen ku.


Hari-hari ku kembali seperti biasanya,


pagi aku ke sekolah, pulang sekolah aku akan mengunjungi berbagai tempat wisata.Tidak ada yang istimewa...Tapi ini sangat membuatku nyaman.


"Ya ampun aku telat bangun lagi !".Aku Langsung berlari ke kamar mandi mencuci muka, buru-buru memakai baju seragam sekolah ku,baju kemeja putih berlengan pendek dan rok pendek selutut berwarna hitam.


Aku berlari ke sekolah,(sekolah ku tidak begitu jauh dari apartemen ).


Sesampainya di sekolah, penjaga gerbang sudah mengunci gerbang sekolah,aku sudah berusaha membujuk nya agar membukakan aku pintu, tapi tetap saja penjaga gerbang itu menolak ku, sungguh benar-benar tidak bisa di ajak kompromi.


Aku berjalan menuju apartemen ku dengan wajah kesal ku,


"benar-benar hari yang sial untuk ku". teriak ku.


"Bisakah untuk tidak berteriak nona?. ucap seseorang di belakang ku.


"baru pertama kali ini aku mendengar seseorang menggunakan bahasa yang sama dengan ku di negara ini". Gumam ku dalam hati,aku pun menoleh.


"Hay... sepertinya aku mengenal mu,tapi dimana ya?, bukan kah kau Salwa ?. masih ingat aku tidak ?.Aku pemuda tampan yang di arena pacuan kuda itu.


"Hay.."ucapku singkat, Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan Revan,aku memperhatikan penampilan Revan,dia memakai baju polo shirt berlengan pendek warna navy dan juga memakai celana jins warna coklat.Kelihatanyya dia sedang berlibur ke negara ini.


"Kamu cabut sekolah ya ?". Tanya Revan sambil mendekati ku.


"Aku telat,," jawab ku singkat.


"Bagus dong, kebetulan aku ingin jalan-jalan,temani aku ya". Sambil menarik tangan ku menuju ke mobil nya.


"Apaan sih... lepaskan". jawab ku saat Revan menarik tangan ku.


" Tenang saja aku hanya ingin mengajak mu jalan-jalan, kelihatan nya kau sudah lama menetap di sini.Anggap saja tanda terima kasih mu karena aku sudah menolong mu kemarin".


Revan membukakan pintu mobil dan aku mengikutinya dengan pasrah.Sepertinya Revan bukan orang yang jahat.


Revan pun mengemudi kan mobil nya dengan kecepatan sedang, sepanjang perjalanan dia terus saja berbicara.


"Sepertinya waktu pertama bertemu dengan Nya,dia terlihat sangat dingin dan penuh wibawa, kenapa sekarang jadi sangat bawel ya ?"(gumam ku dalam hati sambil tersenyum mendengar kan dia yang terus mengoceh).


"Apa kau tahu tempat wisata terbaik di sini?". tanya Revan.


"tentu saja aku tahu hampir setiap hari aku mengunjungi nya .


"what...? setiap hari?,apa kau tidak bosan mengunjungi tempat yang sama setiap hari ".


"Aku sangat menyukai tempat nya, bagaimana mungkin aku bisa merasa bosan". ucapku

__ADS_1


"Baiklah, kita harus kesana,Oh ya tempat nya dimana ?"


"tidak jauh dari sini,".


Setelah sampai di tempat wisata favorit ku,Danau hoan kim .Aku dan Revan menyelusuri setiap tempat yang paling wajib di kunjungi,


kami berjalan santai di jembatan merah (jembatan the huc),Para wisatawan lansia banyak yang melakukan jogging di jembatan ini,dan ada yang memilih duduk santai di tepi danau.


tidak lupa akau memperlihatkan menara kura-kura dan menara pena,


grup wisatawan pasangan lebih memilih mencoba perahu naga, menikmati panorama danau hoan kim.


Sungguh sangat indah, sepanjang danau selalu di kunjungi banyak wisatawan dari berbagai negara.


"bagaimana kalau kita naik perahu naga itu ?".Ajak Revan


"Ah... tidak mau".Tolak ku dengan jutek


"kenapa tidak ?, ayo lah aku ingin mencobanya."memasang wajah kasian


"tidak,aku sedang tidak ingin,". ucapku memalingkan muka


"kenapa tidak ingin ?.kau tidak iri melihat pasangan itu? . Mereka terlihat sangat romantis".


"Biarkan saja, mereka kan pasangan kekasih wajar saja mereka romantis".


jujur saja aku belum pernah mencoba perahu naga itu, karena aku ingin suatu saat, aku naik perahu naga bersama kekasih ku.


"Ayo lah...aku ingin-"belum menyelesaikan kalimatnya.


"kamu kan bisa mencoba nya sendiri,aku hanya ingin suatu saat bersama kekasih ku-.."Ucapku keceplosan


Revan pun menertawai aku...


Aku berjalan meninggalkan Revan, menghiraukan perkataan nya,"bagaimana mungkin aku berpacaran dengan orang yang belum aku kenal".gumam ku dalam hati.


"hei... kenapa kau malah meninggalkan aku( teriak Revan sambil berjalan menyusul ku). Bagaimana nanti kalau aku nyasar?". teriak Revan menggoda ku.


Setelah lelah berjalan kaki aku dan Revan pun memilih duduk di tepi danau,


"Kenapa kau memilih sekolah disini".Tanya Revan.


"Aku hanya ingin mandiri,"Jawabku singkat,


aku menutupi identitas ku, seperti nya Revan tidak mengenal ku, bagaimana ya kalau dia tahu kalau aku putri nya ustadz Usman ???./gumam ku dalam hati.


"Dan kau kenapa memilih wisata di negara ini?".tanya ku


"Siapa bilang aku sedang wisata ?".


"terus apa kau nyasar ke negara ini".tanya ku balik


"Perusahaan ku membuka cabang baru di negara ini, kebetulan saja tadi aku melihat mu, tidak mungkin aku mengajak mu ke perusahaan ku..."


"Jadi kau bolos kerja ?"


"bagaimana mungkin aku bolos kerja,kan aku sendiri bos nya",


"oh iya ya...".


"Ayo kita makan dulu,"ajak Revan


Sejak saat itu aku dan Revan semakin akrab,

__ADS_1


kebetulan apartemen kami berada dalam satu gedung,aku di lantai atas dan Revan di lantai dasar, setiap pagi berangkat sekolah Revan selalu mengantar ku.


Sesekali dia menjemput ku pulang sekolah dan mengajak ku wisata,


kami mempunyai banyak kesamaan, bahkan makanan favorit kami pun sama.


Untuk pertama kalinya dalam hidup ku,aku mempunyai seorang teman,


hidup ku tidak lagi kesepian, Revan selalu menyempatkan waktu nya untuk menemani ku, bahkan hari libur sekolah, Revan selalu mengajak ku ke perusahaan nya.


Aku hanya berdiam malas-malasan duduk di sofa, menunggu Revan mengerjakan pekerjaan nya,


Para karyawan wanita selalu menatap ku dengan tatapan membunuh,aku tahu mereka tidak menyukai ku,mereka mengira aku ini kekasih Revan.


"Salwa bisakah aku minta tolong?". ucap Revan masih fokus ke layar monitor.


"Apa..". tanya ku


"bisakah kau minta sekretaris ku membuat kan aku kopi?"


"biar aku saja yang membuat kan kopi untuk mu". sambil berjalan menuju pantry.


"apa kau yakin?".Tanya Revan penuh keheranan.


Saat aku menyajikan kopi untuk Revan, sekretaris Revan kebetulan sekretaris Revan datang menghampiri ku.


"sepertinya sebentar lagi akan ada yang mengambil posisi ku,sekarang saja dia sudah mulai mengambil tugas ku, bahkan sampai kau menggoda nya.segitunya kau ingin kan posisi ku ya ". ucap nya,


Aku berlalu meninggalkan nya,aku memilih mengabaikan sindiran nya.


Aku meletakkan kopi Revan sambil memperhatikan wajah kesal ku.


"Ini kopi nya".( dengan jutek)


"hei.. kenapa?,apa ada yang mengganggu mu?".


tanya Revan


"mereka tidak menyukai ku, mereka pikir aku ini saingan mereka, mereka mengira aku menggoda mu".


"benarkah ?(menertawai ku),Aku bahkan tergoda tanpa perlu kau menggoda ku".


" Revan...aku sedang tidak bercanda",aku memalingkan wajah,


Revan mendekati ku, duduk di sebelah ku.


"Apa kau ingin kita jalan-jalan", tanya Revan sambil mencubit pipi cemberut ku.


"tidak,kau kan sedang banyak kerjaan,"


"aku bisa mengerjakan nya nanti, ayolah...aku benar-benar tersiksa melihat wajah cemberut mu".


"Sudah lah,aku hanya kesal pada mereka..."


"Apa perlu aku memecatnya ?, katakan siapa yang membuat mu kesal". ucap Revan


"bukan seperti itu,aku hanya sedikit kesal saja,


sana lanjutkan kerjaan mu".Aku mau istirahat dulu.


Aku menarik tangan Revan agar dia kembali bekerja,


Aku memilih duduk bersandar di sofa sambil menonton drama Korea.

__ADS_1


__ADS_2