
Di sebuah restoran mewah, restoran yang di desain dengan ruangan terbuka.
Suasana dan pemandangan nya membuat setiap pengunjung betah berlama-lama di tempat ini.
Salwa dan Revan masih terlihat asyik berbincang, mereka tidak menyadari sedari tadi ada dua pasang mata yang memperhatikan mereka dari kejauhan.
"Bukan kah itu kakak ipar?
siapa pria yang bersamanya?".Tanya Farhan pada Fahri.
"itu Revan".ucap Fahri sambil mengaduk-aduk makanan nya, Fahri sudah kehilangan selera makan nya.
"brother... kenapa kau membiarkan istri mu berduaan dengan pria lain,ayo kita temui mereka". ucap Farhan.
"biarkan saja".
"hei...ayo lah,aku sudah tidak sabar ingin menghajar pria itu". ucap Farhan menggebu gebu, Farhan sudah berdiri,
Fahri menarik tangan Farhan.
"duduklah !!!
biarkan saja".
"ada apa dengan mu bro???
kenapa kau membiarkan mereka ?
bahkan aku tidak Sudi melihat kekasih ku menyapa pria lain!
kenapa dengan mu ???
kau bahkan diam saja memperhatikan istri mu tertawa bahagia bersama dengan pria lain".Ucap Farhan dan kembali duduk di sebelah Fahri.
"Aku bisa apa ?
pria itu tidak tahu kalau Salwa sudah menikah".
"Apa ?
kenapa pria itu tidak tahu".Tanya Farhan
"Salwa meminta ku merahasiakan pernikahan kami, karena dia masih sekolah".
"iya...di rahasiakan sih di rahasiakan, tapi bukan berarti dia bebas jalan bersama pria lain". ucap Farhan.
"Sudah lah biar kan saja,ayo...antar kan aku ke showroom". Fahri sudah berdiri dari duduknya meninggalkan Farhan yang masih sibuk mengawasi Salwa dan Revan dari kejauhan.
"hei brother...kenapa kau meninggalkanku".
Farhan berlari menyusul Fahri.
Disepanjang perjalanan menuju showroom.
"Apa pernikahan mu baik-baik saja ?".
tanya Farhan,
"aku rasa iya". Jawa Fahri singkat.
"Apa kau mencintai istri mu?".Tanya Farhan manyelidiki.
"Aku bahkan sudah mencintai nya sejak pertama bertemu dengan nya".
"Apa istri mu mencintaimu?".
"Aku tidak yakin". jawab Fahri singkat
"apa kau sudah menyentuh istri mu?".Tanya Farhan,
Fahri hanya diam dan menggelengkan kepalanya.
"Kau benar-benar payah.... bagaimana mungkin istri mu tahu kalau kau mencintai nya,kalau kau tidak menyentuh nya".
PLAK....
Fahri memukul kepala Farhan,
"bagaimana mungkin aku menyentuh nya,dia masih sekolah,aku sudah berjanji tidak akan menghamilinya".
"ya Ampun....kau benar-benar sangat payah!!!.
kau kan bisa memakai pelindung atau kau juga bisa membuangnya di luar...
makanya sebelum menikah itu kau harus banyak belajar dari ku,aku memang sangat ahli".
"iya kau ahli...
Ahli neraka! iya kan?". ucap Fahri
"sepertinya iya....tapi tidak apa-apa, setidaknya aku sudah terbiasa dengan surga dunia".
__ADS_1
PLAK....
lagi-lagi Fahri memukul kepala Farhan.
"hei...kenapa kau terus memukul kepala ku,".
Farhan sudah meninggikan suaranya.
"pilih mana?
aku memukul kepala mu atau kau aku laporkan Bu Sarah". Ancam Fahri
"jangan jangan brother, jangan laporkan Bu Sarah, pukul saja kepala ku..bila perlu kau boleh memotong nya".
Hahahaha...
tawa Fahri,dia sangat senang melihat Farhan yang langsung ketakutan kalau sudah di ancam.
Sesampainya di showroom mobil,
Fahri lebih memilih membeli mobil jaguar yang terlihat sederhana,tidak terlalu menunjukkan pamor atau kekayaan nya.
"Sepertinya kau akan terlihat keren dengan mobil Ferrari warna merah ini". ucap Farhan.
"ambil saja untuk mu,aku mau mobil jaguar ini".
"Benarkah ??,kau akan membeli kan Ferrari ini untuk ku". Farhan terlihat sangat bahagia.
"siapa bilang aku akan membelikan nya untuk mu,aku kan hanya bilang ambil saja!".
Fahri berjalan meninggalkan Farhan yang masih terlihat kesal.
Setelah menyelesaikan transaksi jual beli, Fahri dan Farhan duduk di cafe yang tidak jauh dari showroom mobil itu, mereka memilih berlama-lama di cafe ini, mencoba menyegarkan pikiran dengan aroma kopi khas dari negara ini.
Saat matahari sudah terbenam, Fahri kembali ke apartemen dengan mengendarai mobil jaguar yang baru saja ia beli.
sementara Farhan,dia sudah kembali ke perusahaan nya.
Ceklek....
Fahri masuk ke apartemen,dia melihat Salwa sedang berbaring di sofa sambil memainkan ponselnya.Fahri hanya berlalu...
Fahri langsung ke kamar mandi membersihkan diri.
selesai membersihkan diri, setelah menyelesaikan ibadah sholat Maghrib,Fahri berbaring di kasur, mencoba memejamkan mata.
Salwa melirik ke arah kamar,dia melihat Fahri sudah berbaring di kasur.
"Fahri bahkan tidak menyuruh ku untuk sholat".gumam Salwa dalam hati.
"Rasanya mulut ku sudah gatal,aku sudah tidak tahan lagi !.
Aku harus tahu, tadi dia pergi kemana ?,aku bahkan sudah 2 jam sampai di rumah, tapi dia tidak ada, tapi kan aku lagi mogok bicara....
Aaaaahhhhh... persetan dengan mogok bicara".gumam Salwa dalam hati.
"Fahri...."
Fahri masih diam dan masih memejamkan mata nya.
"Fahri....".ucap Salwa,kali ini dia sudah menusuk-nusuk pipi Fahri.
"iya,ada apa ?".
"dari mana kau seharian ini?".
"Aku keluar bersama Farhan".
"Farhan ????.
apa Farhan sepupu mu itu ?,kalian pergi kemana ?
apa Farhan membawa mu ke tempat yang aneh-aneh?".
Fahri hanya diam,dia bingung harus jawab yang mana dulu.
"Fahri..."
"iya" jawab Fahri singkat
"Apa suara mu itu di harus di isi ulang setiap hari?
kenapa kau hemat sekali berbicara ?
kenapa setiap di ajak bicara kau malah diam".
ucap Salwa dengan cerewet.
Fahri hanya tersenyum mendengar ocehan istri nya,
"dia terlihat sangat menggemaskan kalau sudah mengoceh". gumam Fahri dalam hati
"tadi diam, sekarang malah senyum-senyum sendiri...!,
__ADS_1
tadi pagi juga...kenapa kau tidak membangun kan aku ?
aku hampir saja terlambat ke sekolah!
kau juga tidak menyapa ku tadi pagi....!
kau terlihat sibuk dengan ponsel mu".
Fahri masih tersenyum mendengar ocehan istri cerewet nya itu.
"aaaahhhh sudah lah".
Salwa sudah membelakangi Fahri,
"kok ada ya manusia seperti Fahri,aku sudah berbicara panjang kali lebar di tambah tinggi,tapi respon nya cuma diam syukur-syukur kalau dia tersenyum, kadang dia malah menatapku dengan tatapan mata yang tidak bisa di artikan".gumam Salwa dalam hati
"Salwa...-".ucap Fahri
"iya...ada apa ?",ucap Salwa langsung membalikkan badannya ke arah Fahri,
memperhatikan wajah Fahri dengan serius.
hahahaha....
tawa Fahri pecah,
Fahri benar-benar merasa lucu dengan tatapan serius Salwa.
"kau bisa tertawa juga ternyata".gumam Salwa dalam hati.
"Fahri..."
ucap Salwa
"iya"
"tadi kau mau bicara apa?".tanya Salwa
"bicara apa ??
aku tidak merasa ingin membicarakan sesuatu". ucap Fahri.
"tadi kau kan memanggil ku".
ucap Salwa, kali ini dia sudah mulai cemberut.
"Aku hanya memanggil nama mu, bukan berarti aku ingin membicarakan sesuatu".
"Fahri berhentilah menggoda ku,aku serius!!!.
tadi kau pergi kemana?".tanya Salwa.
"Tadi siang aku kelaparan...aku meminta Farhan membawa ku ke restoran terbaik di kota ini,
tapi Farhan malah membawa ku ke restoran dengan ruangan terbuka,
Aku sangat tidak menyukai tempat itu.Aku bahkan tidak memakan makanan nya,selera makan ku langsung hilang saat aku melihat pemandangan yang benar-benar sangat tidak aku sukai".
Salwa langsung terdiam,
Salwa tahu restoran yang di maksud Fahri itu adalah restoran yang tadi siang dia kunjungi bersama Revan.
Salwa mengerti... pemandangan yang di maksud Fahri itu melihat dia bersama Revan.
Salwa sudah tahu sejak Revan datang menemui nya,dia melihat Fahri tidak menyukai Revan.
"Fahri...."
"ehmmmmtttt...".
jawab Fahri singkat,
"apa kau marah padaku?".
tanya Salwa
"marah..?
kenapa aku harus marah?".tanya Fahri.
"aku tahu kamu marah melihat ku bersama Revan".
"Aku tidak marah Salwa,aku hanya tidak menyukai kalau milik ku, sedang bersama orang lain".
Fahri memiringkan tubuhnya menghadap Salwa,
dia menyentuh pipi Salwa dengan lembut.
"Aku tidak suka kalau ada orang lain yang menyentuh ini, jangan kan menyentuh nya,
aku bahkan tidak rela melihat orang lain menatap nya,
Salwa Soleha,kau adalah istri ku,
__ADS_1
kamu adalah milik ku".