
Alarm jam sudah sedari tadi berbunyi,tapi Salwa masih saja terlelap, cuaca yang sejuk membuat betah berlama-lama di dibawah selimut nya.
"Salwa.... bangun lah kau sudah kesiangan".
teriak Fahri dari luar kamar.
Salwa masih mengabaikan Fahri.
tok...tok...
Fahri mengetuk pintu kamar.
"Aduh.....berisik banget sih". Salwa berjalan sambil mengucek mata nya yang masih sangat mengantuk.
"iya,kenapa ?".
Salwa membuka pintu kamar.
"kau sudah kesiangan".
"biar saja lah,Salwa hari ini meliburkan diri sendiri, masih ngantuk".
Salwa berbaring di kasur.
"terserah kau saja".
Fahri beranjak ke sofa yang tidak jauh dari tempat tidur,
Fahri meraih laptopnya, memeriksa beberapa laporan perusahaan.
dret...dret....
Getaran ponsel Fahri.
"Assalamualaikum
kenapa?
nanti aku kesana, sekitar 2 jam lagi".
Fahri menutup ponselnya.
"Siapa yang menelepon mu?".Tanya Salwa.
"Farhan". Jawab Fahri singkat,dia masih fokus pada laptop nya.
"kau mau menemui nya ?".
"emmmt"
"Aku ikut". ucap Salwa
"Aku hanya sebentar".
"aku ikut, pokoknya Salwa ikut....!
Salwa bosan di apartemen terus.sudah lama Salwa nggak jalan-jalan".
"Aku mau ke perusahaan sebentar,perusahaan ada masalah sedikit".
"please...!".
ucap Salwa sambil memohon.
"bersiaplah".
Salwa langsung berlari ke kamar mandi membersihkan diri.tidak berapa lama Salwa sudah selesai memakai baju gamis nya.
"Ayo kita berangkat...".
Fahri menatap Salwa dengan tatapan yang sulit di artikan.
"ganti hijab mu!".
ucap Fahri langsung mengalihkan pandangannya ke laptopnya.
"kenapa dengan hijab ku ??
ini sudah pas, sudah senada,"
"ganti hijab mu". Ucap Fahri mengulang kalimat nya.
"kenapa harus di ganti ?,
apa kau tidak menyukai warna nya ?"
"bukan soal warna nya, pakai lah hijab syar'i yang menutupi dada mu".
"kau sama saja dengan umi".
Salwa membuka hijab nya, mengganti nya dengan hijab syar'i yang warnanya tidak jauh dari warna gamis yang di pakainya.
"sudah ?".ucap Salwa dengan wajah yang ditekuk.
Fahri hanya diam memperhatikan wajah cantik istri nya.
" sudah belum?".
Fahri hanya tersenyum,dan langsung beranjak dari tempat duduk nya.
PERUSAHAAN AD-DHIYA
Di ruangan kerja yang terkesan mewah dan elegan itu,
Sepasang kekasih sedang sibuk memuaskan satu sama lain,
Ahhh...ahhhh...
desah nikmat Farhan, saat kekasih nya menduduki senjata Farhan yang sudah mengeras, memasukkan nya ke lobang surga wanita itu.
"Sayang kau memang sangat nikmat".
wanita itu terus saja mempercepat gerakan pinggulnya,
"terus sayang...terus...."Farhan membuka kemaja wanita itu, memainkan dua bukit kembar wanita itu.Menjilat dan menghisapnya dengan penuh gairah.
Aahhhh...Ahhh....
Farhan langsung menarik senjatanya, melakukan pelepasan di luar,
"terimakasih sayang..Kau memang sangat nikmat".
ucap Farhan sambil berdiri dan menaikkan celana nya.
"Sayang... sepertinya kulit ku terlihat kusam".ucap wanita itu sambil mengancing kemeja,dan memperbaiki rok mini nya yang sudah sangat berantakan.
" kau tetap terlihat sangat cantik di mata ku sayang".
"tapi sayang...-".
ucap wanita itu sambil memanyunkan bibirnya.
"iya sayang aku mengerti,ini(memberikan Black card), pergilah ke salon terbaik".ucap Farhan sambil menciumi leher kekasih nya.
__ADS_1
eHemmmttt......
Fahri berdehem dengan kuat,
Fahri dan Salwa sudah berdiri di depan pintu ruang kerja Farhan, menyaksikan adegan mesra sepasang kekasih itu.
"sayang pergi lah, sepupuku sudah datang". ucap Farhan berbisik di telinga kekasih nya.
Wanita itu meninggal kan tempat itu tanpa memedulikan tatapan Salwa dan juga Fahri.
"brother..... duduk lah!
jangan sungkan-sungkan,ini juga perusahaan mu,
eh kakak ipar juga disini, silahkan duduk kakak ipar".ucap Farhan mencoba mencairkan suasana.
Bught....
satu pukulan mendarat di kepala Farhan.
"Brother...kenapa kau memukul ku,(Farhan meringis kesakitan).kakak ipar tolong selamatkan aku".
Farhan berlari menjauhi Fahri.
"Aku laporkan...-".
Fahri belum menyelesaikan kalimatnya.
"Ampun brother...aku janji tidak akan mengulanginya lagi,. ampun bro !!!
aku janji ini yang terakhir, Sumpah...!!".
"Baiklah.janji ini yang terakhir ???".
"iya brother...aku berani bersumpah".
"baiklah,
naikkan resleting mu".ucap Fahri
"Ahhh.....aku sampai melupakan nya,
kakak ipar tidak melihat nya bukan ?.
bagaimana ?
besaran mana dari senjatanya Fahri ?
Ah ya....aku sampai lupa.kau kan belum pernah melihat senjata Fahri".
bught...
Fahri melemparkan bantal sofa tepat ke wajah Farhan.
"jaga bicaramu !!!".ucap Fahri sambil menatap tajam saudara sepupu nya itu.
''bagaimana mungkin dia tahu kalau aku belum pernah melihatnya,apa Fahri yang memberi tahu nya ???, benar-benar memalukan".gumam Salwa dalam hati.
"iya...iya...
maaf ya kakak ipar,aku hanya bercanda.
peace... kakak ipar ".ucap Farhan sambil mengangkat kedua jarinya berbentuk V.
"iya".jawab Salwa dengan jutek.
"Excuse me sir, the meeting is about to start".
(permisi tuan, rapatnya akan segera dimulai).
"oke I will come soon". jawab Farhan.
"Ayo brother.. meeting nya akan segera dimulai".
Ajak Farhan.
"iya...
Salwa aku pergi sebentar ya".
"apa aku boleh keliling-keliling perusahaan ini?". tanya Salwa
"jangan kan keliling-keliling...!
kau bebas mengobrak-abrik perusahaan ini,saham suami mu 68% di perusahaan ini,kau bebas melakukan apa pun".ucap Farhan
"benarkah aku boleh melakukan apa pun ?".
"tentu saja kakak ipar". Jawab Farhan
"Apa aku boleh memecatmu?".tanya Salwa
."kalau itu di luar kendali mu kakak ipar, hanya Fahri yang bisa memecatku,kenapa kakak ipar ingin memecatku?"
"ayo lah..para kolagen bisnis kita sudah menunggu,ucap Fahri.
Fahri dan Farhan pun berjalan menuju ruang meeting.
Dan Salwa,dia memilih untuk berjalan mengelilingi setiap sudut perusahaan itu.
para karyawan yang dominan perempuan, tersenyum ramah menyapa Salwa.
Is that woman Mr. Fahri's lover?.
(Apa wanita itu kekasih nya tuan Fahri ?)
samar-samar Salwa mendengar bisikan-bisikan para karyawan itu.
Salwa berjalan menuju lantai atas, lantai paling akhir.
Sebuah ruangan terbuka,yang terlihat seperti taman, banyak tanaman hias yang terlihat Indah,dan juga ada kursi panjang,
"sepertinya tempat ini khusus untuk menghilangkan rasa jenuh para karyawan".gumam Salwa dalam hati.
hiks...hiks...hiks...
Salwa mendengar suara tangis seorang wanita,
Salwa mencari sumber suara itu.
dia melihat seorang wanita menangis di sudut ruangan itu,
"hei....what's wrong with you?"
(hei...ada apa dengan mu ?.)
ucap Salwa sambil mengulurkan tissue.
wanita itu langsung berdiri dan berusaha memperbaiki rambut nya yang terlihat sangat berantakan.
"selamat pagi Bu,maaf aku mengusik ketenangan anda,aku tidak tahu kalau ibu ada disini".
ucap wanita itu sambil menunduk.
wanita yang memakai kemeja berlengan panjang dan rok selutut.
__ADS_1
Wajah cantiknya berusaha tersenyum mencoba menyembunyikan kesedihannya.
"Apa aku terlihat sudah setua itu ?"
tanya Salwa sambil memegangi wajah nya.
"bukan...bukan seperti Bu,tadi aku melihat anda bersama dengan tuan Fahri,aku rasa anda kekasih nya tuan Fahri".
"panggil Salwa saja,".
Salwa duduk di sebelah wanita itu.
"kau karyawan disini?".tanya Salwa.
"iya Bu...eh-iya Salwa ".
Jawab wanita itu masih sedikit sungkan.
"kau sudah lama kerja disini?".tanya Salwa
"sudah hampir 3 tahun".
"Apa aku boleh memberitahu kan rahasia ku padamu?"
tanya Salwa pada wanita itu,wanita itu hanya terdiam tidak mempercayai,
bagaimana mungkin orang yang baru mengenal nya bersedia menceritakan rahasia nya sendiri.
"apa kau tahu ustadz Usman?". tanya Salwa,dan wanita itu hanya mengangguk,siapa sih yang tidak mengenal ustadz Usman.
"ustadz Usman itu ayah ku,dan Fahri itu suamiku,kami merahasiakan pernikahan kami karena aku masih sekolah".
"benarkah ?
tadi aku mengira kau kekasih nya tuan Fahri.Maafkan aku,aku tidak tahu".
ucap wanita itu
"tidak apa-apa, karena aku sudah memberi tahu kan rahasia ku,kau juga harus memberi tahu ku,kenapa kau menangis?,
ah ya....nama kakak siapa, kelihatan nya kakak lebih tua dari Salwa".
"nama ku Aira,aku asisten pribadi nya Farhan".
"apa.....kakak asisten pribadi nya Farhan ?".
"iya aku asisten pribadi nya, sudah hampir 3 tahun".
"lalu apa yang membuat kakak menangis?".
tanya Salwa.
"maaf aku tidak bisa memberi tahu mu".
"aku saja sudah memberi tahu rahasia ku pada kakak".
"kau sengaja menjebak ku ya ?".tanya Aira.
"hehehe...,ayo lah kak, setidaknya aku sudah punya jaminannya,kakak menjaga rahasia ku,dan aku akan menjaga rahasia kakak,kita akan menjadi teman,iya kan?".
"ternyata tuan Fahri punya istri yang sangat menggemaskan, baiklah tapi kau harus janji harus merahasiakan nya dari siapapun?".
"iya kak...Salwa janji!
kakak juga harus menjaga rahasia Salwa ya!".
"oke,
aku mulai dari mana dulu ya...?".
"langsung ke intinya saja kak".
"tadi... waktu aku ke ruangan Farhan,aku melihat nya bersama kekasihnya, mereka...!
(Aira tidak sanggup melanjutkan kalimat nya).
hiks...hiks...".
Aira kembali menetes kan air mata nya.
"tadi Salwa dan Fahri juga melihat nya,
dia memang sangat mesum,kenapa kakak menangis melihat lelaki mesum itu?
apa jangan-jangan?
apa kakak mencintai nya?".
"bukan cuma mencintai nya,aku bahkan sudah mengandung anaknya".
"apa ?.kakak mengandung anaknya?
apa Farhan mengetahui nya ?".
tanya Salwa
"Farhan tidak mengetahui nya, Farhan bahkan mulai menjauhi ku setelah malam itu, sepertinya dia menyesal sudah merenggut kesucian ku".
"kak...kakak harus memperjuangkan cinta kakak, bukan cuma untuk kakak, tapi juga untuk bayi yang ada di kandungan kakak, bayi itu juga butuh figur ayah nya".
"tidak Salwa...aku tidak ingin menyulitkan Farhan,aku tahu dia tidak mencintai ku, berjanji lah Salwa ..!
kau harus merahasiakan nya untuk ku,demi bayi yang aku kandung ini".
ucap Aira sambil meletakkan tangan Salwa di perut nya yang masih terlihat rata.
Salwa hanya mengangguk setuju.
"oh ya,ayo kita turun... sepertinya meeting nya sudah selesai".
ucap Aira
Salwa dan Aira berjalan menuju ruang kerja Farhan,
kedua lelaki itu sudah duduk di sofa sambil berbincang.
Salwa duduk di sebelah Fahri,dan Aira berjalan menuju meja kerja Farhan, membersihkan meja Farhan yang terlihat berantakan akibat perbuatan kekasih nya Farhan.
Salwa menatap iba pada Aira.
"Aira... tolong bikin kan teh untuk kami". ucap Farhan tanpa melirik Aira, Farhan masih sibuk dengan ponselnya.
"tidak usah Salwa tidak haus, Fahri ayo kita pulang!".
"kakak ipar... tunggu sebentar lagi,aku masih ingin berbincang dengan Fahri".
"tidak mau !!!
Salwa mau jalan-jalan dulu,ayo....".Rengek Salwa.
Fahri hanya diam mengikuti keinginan salwa.
"hei... brother kau terlihat seperti suami takut istri".
tawa Farhan.
__ADS_1
bagaimana mungkin Fahri bisa menikah dengan gadis kecil itu,batin Farhan.