
Matahari pagi mengusik lelapnya tidur ku,perlahan aku membuka mataku, melihat jam pukul 8:30,aku bangun kesiangan lagi.
Aku langsung ke kamar mandi membersihkan wajah dan mengganti pakaian ku
Aku memakai gamis warna pink polos dan memakai hijab warna peach.
Aku langsung berjalan ke dapur,aku melihat umi sedang menyiapkan makanan.
"Selamat pagi umi ku sayang". Ucapku sambil mengecup pipi umi.
"Selamat pagi juga putri Solehah umi".
"Ayah sama Fahri dimana umi ?". Tanya ku
"Itu di dekat danau, katanya sih mau lari pagi,sana ikutan olahraga nak!".
"nggak lah umi,aku lagi mager," Ucapku sambil duduk di meja makan dan mulai menikmati sarapan ku.
"Iiiihhh.. anak umi main makan-makan aja, nggak nungguin ayah sama nak Fahri."cerewet umi
"Salwa udah lapar umi,"
beberapa menit kemudian ayah sama Fahri datang ke meja makan.
"selamat pagi ayah".Sapa ku
"Selamat pagi juga nak,
Oh ya Salwa, nanti siang kita balik ya nak.Maaf ayah ada urusan mendadak soalnya, nggak apa-apa kan nak?"
Aku melihat ada perasaan bersalah di mata ayah, sebenarnya aku sedikit kecewa tapi biarlah toh disini pun kerjaan ku cuma nonton Drakor saja.
"Nggak apa-apa kok yah, lain kali kan kita bisa pergi lagi". Ucapku
"Lain kali ?,emang kamu nya masih lama disini ya nak?". Tanya umi.
"Ehhhmmm... kayak nya Minggu depan aku balik umi,kan udah mau masuk sekolah". ucapku
"Yah....umi kesepian lagi".
"Udah yang sabar dong umi, paling satu tahun lagi Salwa juga bakal balik lagi kesini".Bujuk ayah
"Satu tahun itu sangat lama yah, umi masih pengen dekat sama putri Solehah umi,gimana kalo umi ikut ke sana yah".
__ADS_1
"nggak nggak umi....Salwa kan di sana sekolah mau mandiri,Salwa nggak mau umi ikut, nanti bisa-bisa semuanya umi yang ngerjain,kan aku keluar negeri itu mau mandiri,iya kan ayah ?''.
(tidak boleh dibiarkan umi ikut nanti kedok ku bisa ketahuan,aduh bisa gawat nih).
"Nanti kalo umi pergi siapa yang ngurusin ayah?,umi mau kalau ayah nikah lagi ?''.Canda ayah
"Ayah ma cari kesempatan itu namanya"jawab umi
Setelah selesai makan aku dan umi kembali ke kamar masing-masing untuk berkemas barang.Sedangkan ayah dan Fahri duduk di kursi panjang di taman,aku memperhatikan ayah dan Fahri dari jendela kaca kamar, seperti nya mereka sedang membicarakan hal serius, tapi apa ya ?.Kok akhir-akhir ini aku jadi orang kepo sih.Aku pun melanjutkan kerjaan ku, memasukkan baju kedalam koper.
Setelah selesai aku pun berbaring dan melanjutkan Drakor ku lagi.
"Salwa ayo nak kita berangkat" panggil ayah.
Aku melihat jam 11:30,ya ampun nggak terasa sudah dua jam aku nonton nya,aku pun keluar kamar sambil menyeret koper ku,Aku tetap memakai baju yang tadi pagi (tidak mandi)hehehe... betapa joroknya aku,untung cantik (kepedean). Seperti biasa umi memakai gamis hitam dan tidak lupa umi selalu memakai cadar hitam nya.
Selama perjalanan pulang aku tertidur di mobil, maklum lah tadi malam aku begadang.
Setelah sampai di rumah umi pun membangun kan aku,aku membuka mataku aku melihat cuma kami bertiga yang ada di mobil itu, "perasaan pas berangkat kita berempat,kok nyampe cuma bertiga".Tanya ku
"Itu tadi Fahri turun di depan perusahaan nya,kamu sih ngorok tadi".jawab umi sambil membuka pintu mobil.
Aku pun keluar dari mobil dan berjalan ke rumah sambil menyeret koper ku.
"oh ya mbok sekalian masuk kan ke lemari bajunya ya mbok". Ucapku
"ok non" ucap mbok Yuni sambil berjalan menuju kamar ku.
Aku pun berjalan menuju ruang belakang rumah,aku memperhatikan banyak sayuran dan buah-buahan yang tumbuh subur di belakang rumah, Rasanya bosan sekali hari-hari nonton Drakor,aku pun memutuskan untuk belajar berkebun dulu.
"sini pak biar saya bantu " ucapku pada tukang kebun kami.Aku mengambil cangkul dan mulai mengikuti cara pak tukang kebun.
"Putri Solehah umi lagi ngapain ?" teriak umi dari jendela kamar nya.
Aku tahu umi pasti heran melihat ku ikut bergabung dengan para tukang kebun kami, entah kenapa aku ingin sekali melakukan nya, mungkin karena aku merasa bosan.
"Ayo sini umi,kita berkebun dulu,Salwa mau nanam pohon duit umi," teriak ku
"Sekalian tanam pohon emas ya nak !
umi mau istirahat dulu".ucap umi
Baru 15 menit aku mencangkul tiba-tiba turun hujan,para tukang kebun pun menghentikan kegiatan mereka,
__ADS_1
"Ayo non, nanti sakit loh hujan nya deras sekali". teriak salah satu tukang kebun itu.
Aku sama sekali tidak menghiraukan ucapan nya.Aku justru lari sana sini menikmati guyuran hujan.. Kebetulan aku belum mandi.
Aku berlari di kebun itu sambil melompat kegirangan, mengingat masa kecil ku dulu,kalau hujan seperti ini aku pasti nangis kalau tidak diizinkan umi mandi hujan.
Aku berlari ke teras rumah, tempat favorit ku dulu waktu kecil,aku selalu berdiri di bawah guyuran air dari talang air hujan.Aku melihat Fahri turun dari mobil nya,dia berlari ke teras rumah,aku melirik nya..dia mengibaskan rambutnya yang basah.Sungguh sangat menambah aura kegantengan nya.
Saat dia melihat ku,aku pun menjauh kan pandangan ku,aku fokus ke air hujan yang mengguyur tubuh ku.
Fahri melihat ku dari kejauhan,aku melihat dia sedang memperhatikan tubuh ku,baju gamis yang basah ini memperlihatkan lekukan tubuh ku,
"Katanya ustadz,liat pemandangan gini aja iman nya langsung goyah" ucapku sambil berjalan masuk ke rumah.
Aku melihat Fahri hanya tersenyum mendengar ucapan ku.
#
Saat kumandang adzan Maghrib terdengar,aku terbangun dari tidur ku, badan ku terasa remuk,aku mulai bersin-bersin, sepertinya benar kata tukang kebun tadi, seharusnya aku tidak mandi hujan, seperti nya aku flu.Bahkan untuk shalat pun rasanya sulit sekali untuk berdiri.
Beberapa menit kemudian aku mendengar umi memanggil ku.
"Salwa ayo makan malam dulu nak".Ucap umi sambil mengetuk pintu kamar ku.
"Iya umi sebentar lagi aku datang".
Aku pun berdiri dan mengganti baju,aku memakai baju gamis dan jilbab.
Aku berjalan menuju meja makan,aku melihat ayah,umi dan juga Fahri sudah menikmati makanan nya.
Aku pun duduk di sebelah umi,
"kamu sakit ya nak,kok pucat?" ucap umi sambil menempelkan tangannya di kening ku.
"cuma pusing sedikit kok umi'". ucapku
"ya udah nanti selesai makan kita pergi berobat ya!".ucap umi
"Nggak usah umi cuma pusing sedikit aja kok, nanti juga hilang!" Rengekku, dari dulu aku memang paling malas kalau di suruh bertobat.
"beneran nggak apa-apa?" Tanya ayah
"iya ayah cuma pusing sedikit aja".
__ADS_1
Setelah selesai makan aku diantar umi ke kamar,umi menemani ku sampai aku benar-benar terlelap.