Bukan Wanita Soleha

Bukan Wanita Soleha
PERNYATAAN CINTA REVAN


__ADS_3

Di dalam mobil Fahri, setelah perdebatan yang cukup panjang,Salwa yang ingin cepat-cepat pulang ke rumah,sementara Fahri ingin singgah di restoran mengisi perut nya yang sudah mulai keroncongan.


"tadi kau ingin jalan-jalan,kenapa sekarang ingin cepat-cepat pulang?".Tanya Fahri.


"entahlah...". jawab Salwa singkat,


Salwa masih kepikiran pada Aira, bagaimana nasib wanita itu nantinya.


"sungguh wanita yang malang".gumam Salwa dalam hati


"tapi aku lapar".ucap Fahri


"Aku sampai lupa kalau kita belum makan apapun dari tadi pagi.


kenapa tidak bilang dari tadi???


kita sudah mau nyampe lagi.ehhhmmttt......stok bahan masakan juga kosong,nanti kita pesan makan saja".


sesampainya di Apartemen,Salwa langsung mengganti baju gamis nya,Salwa memang lebih suka memakai thank top dan celana short di atas lutut.


"mau makan apa ?".


ucap Salwa sambil duduk di sebelah Fahri yang terlihat sibuk dengan laptopnya.


Fahri melirik Salwa sekilas,dan kembali fokus pada laptop nya.


"kenapa harus pakai baju seperti ini sih???".gumam Fahri dalam hati.


"mau makan apa ?, biar Salwa pesan kan".ucap Salwa.


"nasi biryani,ikan bakar sama kopi?".


"kopi?(tanya Salwa kebingungan)


apa stok kopi sudah habis?".tanya Salwa


"Masih ada,


aku lagi banyak kerjaan, nggak sempat mau bikin kan". ucap Fahri menyembunyikan keinginan nya meminta Salwa membuat kan nya kopi.


"iya deh, pesan saja.. biar simpel".


Salwa meraih ponsel nya, mulai memesan makanan dan minuman.


"Salwa makan spaghetti saus bolognese".gumam Salwa dalam hati


sekitar 30 menit pesanan makanan nya sudah sampai.


Fahri dan Salwa menikmati makanan nya dengan suasana sunyi senyap, mereka sama-sama fokus pada makanan nya masing-masing.


Ting...


bunyi ponsel Salwa,pertanda ada pesan masuk,


"Salwa jangan lupa ya, Nanti pulang sekolah aku jemput...".*isi pesan dari Revan.


"aduh.....aku sampai lupa,hari ini kan aku ada janji sama Revan, bagaimana ya ???

__ADS_1


ehmmmmtttt.... sepertinya Revan ingin membicarakan tentang perasaan nya.aku harus gimana ya ???


Apa aku menghindarinya saya ?


ahhhh.....kenapa harus serumit ini sih !


kalau aku tolak dia, nanti pertemanan kami jadi rusak,kalau aku terima dia ????


tidak...tidak itu tidak mungkin.Aku sudah menikah, ".Salwa mendadak kehilangan selera makan nya*,


"hei...kau kenapa".tanya Fahri.


"tidak apa-apa,


ini ada pesan dari teman sekelas ku.aku lupa kalau hari ini aku ada tugas bersama.ehmmmt....salwa nanti sore keluar ya ?,mau ngerjain tugas".ucap Salwa,


"iya".jawab Fahri singkat sambil meminum kopi nya yang sudah tidak hangat lagi.


Pukul 4 sore,Salwa buru-buru keluar apartemen,dia memakai baju gamis hitam polos dan hijab syar'i warna pink,dia berlari menuju sekolah nya yang sudah tampak sepi,di sudut jalan di sebrang sekolah,dia melihat Revan sudah i menunggu nya di dalam mobil.


"hai....apa kau sudah lama menunggu?".tanya Salwa sambil tersenyum.


"kalau untuk menunggu mu satu abad pun tidak apa-apa bagiku".


"owh...so sweet !!!".ucap Salwa


"kau tidak sekolah?


kenapa tidak memberi tahu ku,aku kan bisa menjemput mu di apartemen,Ayo masuk lah!".


Revan membukakan pintu mobil.


"benarkah? (Revan menempel kan tangan nya di dahi Salwa),apa kau sudah minum obat ?".tanya Revan


"sudah". jawab Salwa asal, tidak ingin memperpanjang.


"kita mau kemana?".


"nanti malam kita makan malam di restoran favorit kita".


"nanti malam?.ini kan masih sore?". ucap Salwa


"ehmmmmtttt...kalau sekarang kita ke danau Hoan Kim dulu, sudah lama kita tidak kesana, Nanti kita naik perahu naga ya ?".


"tidak Revan,Salwa kan...".


"iya...iya,


karena aku bukan kekasih mu kan?(Revan menepikan mobilnya)


Salwa sudah beberapa bulan terakhir aku dan kamu selalu bersama,apa sedikit pun kau tidak punya perasaan untuk ku?,


Salwa aku mencin...-"


"Revan...ayo kita turun,kita jalan dari sini saja, danau Hoan Kim kan sudah tidak jauh lagi, lumayan...kita olahraga!!


Ayo....!".

__ADS_1


Salwa berusaha memotong pembicaraan Revan.


Revan hanya bisa pasrah,lagi lagi rencana mengungkapkan perasaan nya gagal.


sekitar 5 menit berjalan kaki,Salwa dan Revan pun sampai di pinggiran danau Hoan Kim.


Mereka memilih duduk di kursi kayu yang memang berbaris rapi di pinggir danau itu.


"kau kelelahan?".tanya Revan


Salwa hanya menggeleng kan kepala.


"tunggu disini ya,aku cari minum dulu,apa kau mau makan sesuatu?".tanya Revan


"tidak".


jawab Salwa singkat.


"dulu saat pertama kali bertemu dengan mu,di pacuan kuda waktu itu,aku sempat menginginkan kau adalah pangeran untuk ku,tapi sekarang kenyataan nya sudah berbeda,


aku sudah milik orang lain".batin Salwa sambil menatap punggung Revan yang berlalu meninggalkan nya.


Tidak berapa lama Revan pun datang sambil membawa 2 botol air mineral,


mereka berdua menikmati pemandangan sore, menyaksikan tenggelam nya matahari.


"ayo....kita ke restoran favorit kita".ajak Revan


dan Salwa hanya menurut.


Di restoran dengan ruangan terbuka,Salwa dan Revan memilih duduk di sudut ruangan.


"tadi nya aku ingin memesan tempat ini, sayang nya... mereka tidak mau, padahal aku ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting, butuh privasi".ucap Revan


Salwa hanya terdiam,dia sudah mengerti tujuan pembicaraan Revan.


"Salwa...aku,


aku mencintaimu".


ucap Revan sambil meraih tangan Salwa, menggenggam nya dengan erat, seperti ia tidak ingin melepaskan nya.


Salwa masih terdiam,


"Aku harus apa ?


aku harus jawab apa?


aku tidak ingin merusak pertemanan kita,tapi kalau aku menerima mu...itu berarti aku menghkianati pernikahan ku".gumam Salwa dalam hati.


"Salwa...aku tidak meminta jawaban mu,aku hanya ingin kau tahu tentang perasaan ku,


oh ya kau mau makan apa biar aku pesan kan".


Revan berdiri memanggil pelayan.


Dari kejauhan seorang pemuda memperhatikan Salwa...

__ADS_1


"lagi-lagi aku melihat mu bersama lelaki itu".


seseorang itu mengambil ponsel nya, sepertinya dia sedang menghubungi seseorang.


__ADS_2