
APARTEMEN FARHAN
"masuk lah dulu ke apartemen ku,aku coba telpon Aira dulu".
Farhan membukakan pintu apartemen nya,
"astaghfirullah....ini Apartemen atau apa sih?,pantas saja dia ingin menumpang di apartemen ku, apartemen nya sangat berantakan, sampah di mana-mana,baju dan celana nya saja berserakan dimana-mana, Fahri... tolong singkirkan dalaman Farhan itu !
mataku bisa sepet melihat nya".
Fahri hanya diam mendengarkan ocehan istri cerewet nya itu.
tok...tok...
tik....tong....
Farhan sudah beberapa kali mengetuk dan menekan bel apartemen Aira.
"aku kan punya kunci duplikat nya, kenapa aku baru kepikiran sekarang ya ?". Farhan langsung berlari ke kamar nya.
"bagaimana...apa Aira ada di dalam ?".tanya Salwa.
"tunggu dulu,aku coba buka apartemen nya Aira". menunjukkan duplikat kunci yang sudah di tangan nya.
"kenapa tidak dari tadi sih?".
Salwa dan Fahri mengikuti Farhan.
ceklek,
"Akhirnya... pintu nya terbuka juga".
mereka bertiga masuk ke apartemen Aira.
"Aira ...apa kau di dalam ?
Aira...". Farhan langsung berlari ke kamar Aira.
"Aira....". teriak Farhan membuat Salwa dan Fahri berlari ke kamar.
"Aira kenapa ?".tanya Salwa,sambil memeriksa suhu tubuh Aira yang tidak sadarkan diri.
Tanpa pikir panjang Farhan langsung menggendong tubuh Aira- ala bridal style,dia membawa Aira dengan tergesa-gesa, mencari rumah sakit terdekat,
"Fahri cepat lajukan mobil nya,(teriak Farhan)
Aira bangun lah !.kenapa tubuh mu dingin sekali".Farhan terlihat sangat cemas.
"Fahri belok kanan...di sana ada rumah sakit".Ucap Salwa,
Tidak butuh waktu lama, mereka pun sampai di rumah sakit besar,
"Please help! Somebody!".teriak Farhan,dia masih menggendong Aira mencari ruang gawat darurat.
dua orang perawat laki-laki berlari Sambil mendorong brankar , Farhan membaringkan tubuh Aira di brankar, perawat itu langsung mendorong brankar ke ruangan gawat darurat.
"wait here...!
the doctor will examine this woman". ucap salah satu perawat itu.
Fahri dan Salwa duduk di kursi yang tersedia tidak jauh dari ruang gawat darurat itu, sedangkan Farhan masih berjalan bolak-balik di depan pintu ruang gawat darurat.
"shit...!, harus nya aku menjaganya. bodoh... bodoh!!!".umpat Farhan dalam hati,dia terus memukul-mukul kepalanya.
"kenapa dia terlihat sangat cemas?".tanya Fahri pada Salwa,
"iya lah dia cemas, Aira itu kan sedang...".Salwa langsung menutup mulutnya yang hampir saja keceplosan.
"Aira sedang apa ?".tanya Fahri semakin penasaran melihat Salwa yang langsung menutup mulutnya.
"sedang.....?
kan Aira sedang gawat darurat,wajar saja Farhan cemas".
ucap Salwa
20 menit kemudian seorang dokter kira-kira seumuran dengan Fahri, keluar dari ruang gawat darurat.
"where is the patient's family ?".tanya dokter Josh sambil menatap ketiga orang yang langsung menghampiri nya.
"I'm the patient's family,
how is the condition...?".ucap Farhan.
"Đi với tôi, tôi sẽ giải thích nó trong phòng của tôi".
(ikutlah denganku,aku akan menjelaskan nya di ruangan ku)".ucap dokter itu,
"talk here, I want to meet that woman soon".
ucap Farhan menekan kan kalimat nya,dia sudah tidak sabar ingin melihat keadaan Aira.
"bagaimana ya cara menjelaskan nya, penerjemah ku belum datang lagi...". dokter itu terlihat kebingungan untuk menjelaskan nya, pasalnya dia hanya fasih berbicara bahasa Indonesia dan juga bahasa Vietnam.
"kau bisa bahasa Indonesia ?, kenapa tidak dari tadi sih".
"aku kan tidak tahu kalau kau orang Indonesia,"
__ADS_1
"sudah lah,
langsung saja, katakan bagaimana keadaan nya ?".tanya Farhan.
"Aira itu pasien ku,sudah beberapa hari ini aku memaksanya untuk rawat inap...dia selalu menolak.
aku sudah bilang padanya kalau kandungan nya sangat lemah".
"what Aira mengandung ?(ucap Farhan dan Fahri bersamaan).
sudah berapa Minggu dokter?".tanya Farhan dengan suasana hati yang campur aduk.
"sudah jalan tiga Minggu".ucap dokter
"3 Minggu ???
oh God....kenapa aku melupakan nya !
waktu itu kan aku melakukan pelepasan di dalam,ternyata bibit ku tokcer juga".gumam Farhan dalam hati,
"Aku sudah berulang kali memaksa dia agar di rawat inap,Aira ngotot ingin kerja,boss nya memang sangat keterlaluan,dia tidak membiarkan Aira terus-terusan meminta cuti".
Farhan menatap tajam pada dokter itu,
"dokter aku ini boss nya Aira ".ucap Farhan.
"kamu boss nya Aira?
hehehe... maksud ku bukan seperti itu, maksudku ayah dari bayi itu juga sangat keterlaluan kenapa dia membiarkan Aira tetap bekerja ,CK... benar-benar pria yang tidak bertanggung jawab".
"dokter....!!!(Farhan sudah menarik kerah baju dokter itu).
dokter aku ayah dari bayi itu!!!".
"kau ayah dari bayi itu?,
maafkan aku...maaf".ucap dokter itu dengan gugup.
"Farhan.... benarkah itu?".tanya Fahri yang terlihat sangat shock mendengarnya.
Farhan melepaskan tangan nya dari kerah baju dokter itu,
"iya...Aku ayah dari bayi yang di kandung Aira,
biar kan aku melihat nya ". Farhan hendak masuk ke ruang gawat darurat itu.
''hei, tunggu lah dulu...!
biarkan perawat itu memindahkan nya ke ruangan inap.ucap dokter Josh.
tanya Farhan,
"iya, dia sudah siuman,
jaga lah dia dengan baik, jangan biarkan dia terlalu lelah...dan satu lagi,jangan membuat nya stres.
aku permisi dulu". dokter itu berlalu meninggalkan mereka bertiga.
"Farhan.... jelas kan padaku kenapa bisa Aira mengandung anak mu ?
kau pasti memperkosa Aira kan ?".tanya Fahri
"hei brother....kenapa kau menuduhku seperti itu?,aku tidak se bajingan itu,".ucap Farhan.
"Aku mengenal Aira,dia itu berbeda dengan para kekasih-kekasih mu itu,aku yakin kau yang memaksa nya,
dengar Farhan...kau harus bertanggung jawab !
aku akan menelpon ibu Sarah,agar dia segera menikah kan mu !".Fahri mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi ibu Sarah.
Farhan langsung berlari mengikuti perawat yang mendorong brankar,Aira masih terbaring lemah di atas brankar,tangan nya sudah di pasang berbagai selang infus.
Aira di tempat kan di ruang inap VIP.
"Aira kenapa kau tidak memberi tahu ku?".
tanya Farhan.
Farhan sudah berdiri di sebelah kanan Aira,
"memberi tahu apa ?".tanya Aira.
"kenapa kau tidak memberi tahu ku kalau kau sedang hamil ?".
deg
"kenapa dia tahu tentang kehamilan ku",gumam Aira dalam hati.
"Aira....kenapa kau merahasiakan nya?".tanya Fahri.
" Sudah lah,
aku tidak ingin menyusahkan mu,
aku tidak akan meminta apa pun dari mu,anggap saja kau tidak tahu apapun".
"menyusahkan ku?,
__ADS_1
Aira,bayi itu anak ku, bagaimana mungkin aku merasa di susah kan oleh bayi ku sendiri".
"Farhan...malam itu, benar-benar kesalahan ku, harus nya aku tidak memaksa mu,
jadi biarkan lah,bayi ini, biar aku saja yang mengurus nya ".Aira tidak berani menatap mata Farhan,dia tidak ingin Farhan melihat betapa lemah nya dia.
"Aira, bayi ini milik ku juga!
aku akan bertanggung jawab".
"tidak perlu !
aku tidak akan merepotkan mu,
anggap saja kau tidak mengetahui keberadaan bayi ku ini".
"CK,aku bilang aku akan bertanggung jawab.
kenapa kau keras kepala sekali ?
biasa nya kau selalu menuruti ku !".
Farhan sudah mulai kesal karena Aira membantah nya.
Aira mencoba berdiri, dia ingin mencabut selang infus yang terpasang di tangannya.
"hei....kau mau kemana ?,
berbaring lah dulu, kau masih butuh istirahat".
Farhan mencoba menahan tubuh Aira yang mencoba untuk berdiri.
"aku mau pulang!
aku tidak betah disini.lepaskan aku!".
"Aira... berbaring lah,kau masih sangat lemah".
"tidak Farhan,aku mau pulang !
aku tidak betah disini, rasanya kepalaku pusing mencium aroma obat-obatan ini".
"oke...oke...kita akan pulang, tapi nanti !
tunggu sampai dokter Josh datang,biar dia memeriksa kondisi mu lagi".
"tidak Farhan,aku mau pulang sekarang !".rengek Aira
"Aira..kenapa kau keras kepala sekali !,aku kan sudah bilang tunggu sampai dokter Josh datang,kau kan sudah tahu kalau kandungan mu itu Sangat lemah,apa kau tidak kasihan pada bayi yang di perut mu itu?,apa kau sengaja ingin menyakiti bayi ku ?".Farhan sudah menekan kan kalimat nya, membuat Aira terdiam dan meneteskan air mata.
hiks...hiks...hiks
"sudah diam lah, maafkan aku,aku tidak bermaksud membentak mu".
plak...
tiba-tiba Fahri memukul kepala Farhan dari belakang,
"hei... kenapa kau memukul ku?".tanya Farhan
"kenapa kau membuat nya menangis ?,
Aira apa dia mencoba mengancam mu ?".tanya Fahri pada Aira.
Hiks...hiks
Aira semakin mengencang kan tangisan nya
"kakak,sudah lah kak jangan menangis lagi, kasihan bayi yang ada di kandungan kakak,sudah...sudah,
tenang kan diri kakak".Salwa mendekati Aira dan menepuk-nepuk pundak Aira, seperti mencoba menenangkan bayi yang sedang
menangis.
"kakak ?
sejak kapan Aira jadi kakak mu?
jangan bilang kalau kalian berdua itu saudara Yang terpisah ?".tanya Farhan.
"diamlah !".
Salwa menatap tajam pada Farhan,
"Farhan,aku sudah memberi tahu ibu Sarah, sepertinya besok mereka akan sampai disini".
"apa brother...kenapa kau melaporkan ku ?
bisa-bisa ibu akan mencincang ku besok,
oh God...bantu aku, Fahri aku harus bagaimana ?.
tolong bantu aku,achhh.... bagaimana ini".
"itu sih urusan mu,
berani berbuat,berani bertanggung jawab".ucap Fahri.
__ADS_1