Bukan Wanita Soleha

Bukan Wanita Soleha
MOGOK BICARA


__ADS_3

🍀🍀🍀


POV AUTHOR


Salwa dan Fahri masih duduk di sofa, Fahri memilih memainkan ponselnya, sedari tadi kepalanya sudah pusing mendengarkan Salwa


Suasana di ruang tamu masih penuh dengan ocehan Salwa, Fahri hanya diam dan sesekali tersenyum mendengar ocehan istri cerewet nya itu.


"Fahri....apa kau mendengarkan aku?".tanya Salwa,dia terlihat sangat kesal melihat Fahri hanya tersenyum mendengar ocehan nya.


"Hemmmpt...aku mendengar mu".


"Ahhhhh.... sudah lah,


Susah punya suami yang nggak peka.


Lebih baik aku pesan makanan saja,aku butuh tambahan energi".


Salwa mengambil ponsel dan mulai mencari menu makanan yang memang sudah sangat dirindukan nya.


"Oke sudah selesai pesan makanan nya, tinggal nunggu sampai...!


Beruntung nya aku yang tinggal di jaman modern ini, pengen apa saja tinggal di klik...klik... sampai deh " .


ting tong...Ting tong


Bunyi bel


"Loh....perasaan aku baru selesai pesan makanan nya,kok udah sampai aja".gumam Salwa dan hendak beranjak membuka pintu.


"Tunggu....biar aku saja yang melihatnya,kau pakai lah baju mu dulu" .ucap Fahri dan berlalu membuka pintu.


"Terus yang aku pakai ini apa ?, karung beras!".Salwa masih saja berbaring di sofa.


Ceklek.....


Pintu terbuka


"Salwa....Salwa....kau dimana ?,aku setiap hari mencari mu, keluar lah Salwa,


Salwa aku sangat merindukan mu".Ucap seorang pemuda yang terlihat sangat berantakan.


"Maaf ....siapa ya ".ucap Fahri yang hanya membuka setengah pintu.


Dari dalam Salwa mendengar suara yang memang tidak asing untuk nya,Salwa berlari ke depan pintu... mencari sosok pria yang beberapa bulan ini sudah menghiasi hari-hari nya.


"Revan...."lirih Salwa.


Fahri yang melihat Salwa berlari menghampiri mereka langsung menutup pintu, membiarkan pemuda itu masih berdiri di luar.


"Salwa....pakai lah baju mu dulu,baru temui dia".ucap Fahri memerintah.


"terus yang aku pakai ini apa?".


"pakailah baju syar'i mu, jangan memperlihatkan aurat mu pada seseorang yang bukan mahram mu".


"iya....iya... baiklah tapi buka pintu nya dulu,biarkan dia masuk,dia itu teman ku". Salwa langsung masuk ke kamar mengganti baju nya.


Salwa memilih memakai baju gamis hitam polos dan juga hijab warna pink.


Ceklek......


Fahri membuka pintu dan membiarkan pemuda itu masuk, mereka berdua sudah sama-sama duduk di sofa dan sama-sama sibuk dengan pemikiran nya masing-masing.


" siapa pemuda ini ? sepertinya aku pernah melihatnya bersama Salwa,apa jangan-jangan dia ini kekasih Salwa ya?". Gumam Fahri dalam hati.siapa


"Laki-laki ini....aku pernah melihatnya di televisi...aku juga pernah melihatnya bersama ustadz Usman,apa dia saudara nya Salwa ya?.Ahhhh.....bodohnya aku,aku terlihat sangat berantakan".Gumam pemuda itu dalam hati.


Salwa sudah keluar dari kamar, kedua lelaki itu sudah memandangi nya, pemuda itu berdiri dari tempat duduk nya.


"Salwa.....apa itu kau ?


kau kemana saja


Salwa kau kemana saja, sudah beberapa hari ini aku mencari mu". pemuda itu menghampiri Salwa dan memegang tangan Salwa.


"ehmmmmtttt......".


Fahri berdehem dengan kuat dan menatap tajam pada pemuda itu,dia benar-benar tidak rela melihat pria lain menyentuh istri nya.


Salwa langsung melepaskan tangan nya dari genggaman pemuda itu.


"maaf kan aku ya Revan...aku tidak sempat pamit waktu itu,ayah ku datang menjemput ku...ayah mengajak ku pulang".Ucap Salwa


kali ini mereka sudah sama-sama duduk,Salwa duduk di sebelah Revan, Fahri hanya diam memperhatikan dua manusia yang duduk di hadapannya....sepertinya sedang sama-sama melepaskan rindu, Fahri hanya diam menatap Salwa dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Salwa Revan".ucap Salwa dan Revan bersamaan.


"kau saja duluan".ucap Salwa


"Salwa,apa ustadz Usman itu ayah mu?, kenapa kau tidak pernah memberi tahu ku".Ucap Revan.


"iya... ustadz Usman itu ayah ku,aku sengaja menyembunyikan nya,aku tidak ingin orang lain mengetahui identitas ku".


"apa aku juga orang lain untuk mu ?".Tanya Revan


"tidak seperti itu Revan.... lagian kan kau tidak pernah menanyakan siapa orang tua ku?". Salwa balik bertanya.


"iya juga sih....dan dia itu siapa?".ucap Revan sambil melirik Fahri,dan yang dilirik hanya diam dan menatap tajam.


"dia...? dia itu..oh dia sepupuku". ucap Salwa gugup.


"dugaan ku benar". Gumam Revan dalam hati.


" oh ya Salwa...kau terlihat semakin cantik memakai hijab itu". ucap Revan


"benarkah...kau terlihat sedang berbohong".

__ADS_1


Ting tong...


bunyi bel


Salwa berdiri dari duduknya, meninggalkan Fahri dan Revan.


tidak berapa lama Salwa sudah kembali sambil membawa banyak makanan pesanan nya.


"ini dia makanan nya,ayo kita makan bersama". ucap Salwa.


Fahri berdiri dari duduknya, meninggalkan Salwa dan Revan,


dia memilih duduk di depan televisi,


dia mengawasi mereka dari kejauhan.


"Salwa... sepupu mu itu seperti nya dia tidak menyukai ku, dari tadi dia menatapku dengan tatapan tajam". ucap Revan berbisik.


"itu perasaan mu saja... makan lah!,kau terlihat sangat kurus".


ucap Salwa yang masih fokus pada makanan nya.


"aku memang semakin kurus...itu karena kau yang meninggalkan aku diam-diam".ucap Revan sambil mencubit pipi Salwa.


Salwa melirik ke arah Fahri, Fahri menatap mereka dengan tatapan tajam.


Fahri berdiri dari tempat duduk nya.Dia duduk di hadapan Salwa dan juga Revan.


"Salwa aku balik sekarang ya !, sepupu mu kelihatan nya mau membunuh ku".


ucap Revan berbisik


"kamu sih....pake cubit-cubit pipi ku segala !".


berbisik


"eHemmmttt....". Fahri hanya berdehem


"santai bro,aku pamit pulang (Revan memukul bahu Fahri sok akrab)


nanti kapan-kapan kita jalan bareng ya bro!".


"sudah... sudah sana pulang". ucap Salwa sambil mengibaskan tangannya.


Salwa berdiri dari duduknya mengantarkan Revan ke pintu.


"besok aku antar kamu ke sekolah ya!"


Salwa hanya mengangguk setuju.


Sepeninggalan Revan,


Salwa kembali ke sofa,dia melihat Fahri sudah tidak ada di sana.


tidak berapa lama Fahri keluar dari kamar,dia sudah memakai baju Koko berlengan pendek dan juga sarung,dia baru saja menyelesaikan sholat ashar.


"Fahri...."


ucap Salwa sedikit berteriak, karena memang jarak mereka lumayan jauh.


"hemmmpt...".


"Fahri...".


"iya,". jawab Fahri singkat.


Salwa beranjak mendekati Fahri,Salwa duduk tepat di sebelah Fahri.


"Fahri.. maaf ya tadi Salwa bilang kalo Fahri itu sepupuku,kan kita sudah sepakat menyembunyikan pernikahan ini sampai aku tamat sekolah,".


Fahri hanya diam, masih fokus menatap layar televisi.


"Fahri...apa kau mendengarkan aku".tanya Salwa


"aku mendengar mu".


"terus kenapa nggak di respon?".


"terserah kau saja". Fahri kembali fokus pada layar televisi.


"sudah pendiam,cuek, dingin.... lengkap lah sudah !". Gumam Salwa dalam hati


Malam sudah semakin larut,Salwa sudah berbaring di kasur sambil menonton drama Korea.


Fahri masih di ruang tamu, menikmati secangkir kopi hangat buatannya sendiri.


Sudah hampir 2 jam Salwa asyik menikmati drama Korea favorit nya,dia mulai menyadari kalau Fahri belum juga masuk kamar.


"Udah jam segini kok masih belum masuk kamar??".gumam Salwa,dia beranjak dari kasur.


"Loh kok tidur disini sih...?".


Fahri terlihat nyenyak tidur di atas sofa,


"Fahri...Fahri... bangun lah!


Nanti badan mu sakit semua kalau tidur di sofa !".


Fahri masih belum membuka matanya.


"Fahri.... bangun lah !


Ayo pindah ke kamar, nanti badan mu sakit semua kalau tidur di sofa semalaman".


Fahri langsung terduduk,


Masih sibuk mengucek matanya yang masih enggan untuk terbuka.

__ADS_1


"Ayo kita ke kamar".Ajak Salwa sambil menusuk-nusuk pundak Fahri dengan jari telunjuk nya.


"Fahri...". ucap Salwa dengan nada manja nya.


Fahri masih terdiam, dia memilih mengabaikan Salwa.


Fahri kembali berbaring di sofa.


"Andai kau tahu Salwa...aku Sangat terluka saat kau mengatakan kalau aku itu sepupu mu".gumam Fahri dalam hati nya.


"Ya sudah kalau kau tidak mau tidur di kamar juga tidak apa-apa...tapi ingat ya, besok-besok kamu tidur di sofa aja terus...".


Ucap Salwa dengan kesal sambil berlalu menuju kamar nya.


Salwa menghempaskan pintu kamar nya dengan kuat.


"Dia kenapa sih ?


diperhatikan bukan nya senang malah mengabaikan ku, di ajak bicara malah diam,


Baiklah.... besok Salwa juga mogok bicara".


Salwa ngomel sendiri di kamar nya .


Keesokan paginya,


matahari pagi sudah mengusik lelapnya tidur Salwa,


"Ya ampun aku telat..."


Salwa langsung berlari ke kamar mencuci wajahnya


Dia mulai memakai baju seragam sekolah nya.


"Sepertinya hari ini aku akan jadi pusat perhatian orang-orang di sekolah".gumam Salwa.


Hari ini untuk pertama kalinya Salwa memakai baju kemeja berlengan panjang dan juga rok panjang, tidak lupa juga memakai hijab.


Salwa langsung berlari ke luar kamar, dia melihat Fahri duduk di sofa,sibuk dengan ponselnya.


"Bahkan dia tidak membangun kan aku, padahal kan dia tahu,kalau hari ini aku harus sekolah,dasar menyebalkan !!!".


Gumam Salwa sambil berjalan keluar apartemen nya dengan wajah yang masih di tekuk.


"Hei kenapa wajah mu terlihat sangat kesal".


Ucap Revan yang tiba-tiba saja sudah berdiri di depan pintu apartemen Salwa.


"Hei...apa kau menungguku?".Tanya Salwa


"Tentu saja aku menunggumu, semalam kan aku sudah berjanji mengantar mu sekolah".


"Oh iya...ayo cepetan, nanti Salwa telat".


Salwa dan Revan langsung berlari menuju parkiran mobil.


Di dalam mobil,


"Salwa... hari ini kau terlihat cantik". ucap Revan


"Berhentilah menggoda ku,aku bahkan terlihat sangat aneh dengan baju ini". ucap Salwa sambil cemberut.


"Hahaha.....


Apa sepupu mu itu yang menyuruh mu memakai hijab ?".tanya Revan


"Jangan membicarakan nya,aku sangat kesal padanya".


"Baiklah....aku tidak akan mengacaukan suasana hati mu,


Nanti pulang sekolah aku jemput ya!". ucap Revan.


Salwa hanya mengangguk setuju.


"Nanti kita jalan-jalan ya,aku kangen makan di Tempat biasa". ucap Salwa


"Ok". jawab Revan singkat.


🍀🍀🍀🍀


Setelah bel pulang sekolah berbunyi,Salwa Sangat antusias berlari menghampiri Revan.


"ayo kita ke restoran itu, aku sudah sangat lapar". ucap Salwa.


hanya butuh waktu 20 menit dari sekolah Salwa mereka sudah sampai di restoran favorit mereka.


Salwa dan Revan memilih duduk di ruang terbuka,


"Makanannya tetap senikmat saat pertama kali kita kesini".ucap Salwa sambil menikmati makanan pho.... makanan sejenis mie yang disiram dengan kuah kaldu sapi bening.


"bagaimana pengalaman pertama mu ke sekolah memakai hijab ".tanya Revan


"Apa kau tahu teman sekelas ku mengira aku ini ibu guru baru".


"hahahaha......


kau memang terlihat seperti ibu-ibu".ucap Revan


"tu kan kau juga Sama dengan mereka,


tadi pagi kau bilang aku keliatan cantik ?".


"iya...iya kau memang yang paling cantik".


"gitu dong...". ucap Salwa tersenyum puas.


Salwa dan Revan menikmati makanan nya sambil berbincang-bincang, sesekali mereka berdua tertawa terbahak-bahak.Tidak peduli dengan orang yang di sekitar mereka.Bahkan dari kejauhan ada 2 pasang mata yang memperhatikan mereka dengan tatapan mata yang sulit di artikan.

__ADS_1


__ADS_2