
Fahri masih menyentuh pipi Salwa dengan lembut,
jari jemari Fahri beralih menyentuh bibir tipis Salwa, Fahri mendarat kan kecupan kecil di bibir tipis istrinya.
Tangan kanan Fahri menarik tubuh Salwa ke dekapannya.
Salwa terlihat sangat merona, kecupan kecil itu membuat nya malu-malu, Salwa menyembunyikan wajah nya di dada bidang Fahri.
Aroma maskulin tubuh Fahri membuatnya merasa nyaman.
"Salwa..". ucap Fahri
"iya".
Salwa mendongak kan wajahnya, menatap wajah suaminya.
"aku lapar.... ayo kita keluar,cari makan dulu !"
"ayo....!".Salwa terlihat sangat antusias.
"bersiaplah, aku menunggu mu di bawah".
ucap Fahri sambil berjalan keluar kamar.
Salwa memakai baju gamis pink dan juga hijab yang senada dengan gamis nya.
Salwa menyusul Fahri keluar apartemen.
Salwa melihat Fahri sudah menunggu di dalam mobil jaguar hitam.
"ini mobil siapa?". tanya Salwa sambil membuka pintu mobil.
"tadi siang aku membelinya".
"owh...
kau mau makan apa ?.tanya salwa
"Aku mau makan nasi,kita ke restoran di sekitar danau hoan kim saja"
Salwa terlihat kaget
"kau pernah ke danau hoan kim"?.
"iya aku sering kesana.Aku sudah beberapa kali ke negara ini, keluarga kami punya perusahaan di kota ini, Farhan yang menangani nya".
"owh.".
Tidak butuh waktu lama, Fahri sudah memarkir kan mobil nya di depan sebuah restoran yang sangat mewah.
Fahri memilih duduk di ruangan VIP,
ruangan khusus untuk mereka berdua.
"pesankan makanan untuk ku,aku tidak mengerti bahasa negara ini". ucap Fahri
Anh có muốn ăn chút gì không??
(apakah kau mau pesan makan?). tanya seorang pelayan wanita yang menghampiri kami.
Vui lòng cho xin thực đơn ?
(boleh kah saya meminta menu nya ?).
pelayan wanita itu memberikan daftar menu makanan nya.
Anh sẽ ăn món cá,Kèm cơm,rau,Tráng miệng
Hoa quả,Bánh mỳ,Sô-cô-la,Cà phê.
(saya pesan ikan,pakai nasi,sayur, pencuci mulut dan buah-buahan, Roti, coklat, dan kopi).
Pelayan itu meninggal kan mereka setelah mencatat pesanan.
dret...dret...
suara getaran ponsel Salwa,
Salwa mengabaikan panggilan telepon itu.
"siapa ?".tanya Fahri menyelidiki.
"Revan".
mendengar nama nya saja, wajah Fahri sudah berubah.
tok....tok....
Pelayan wanita sudah memasuki ruangan sambil membawa pesanan,
Cám ơn.
(terimakasih). ucap Salwa pada pelayan wanita itu.
Fahri mulai menikmati makanan nya dengan lahap,
Sementara Salwa...dia hanya mengaduk-aduk minuman cokelat yang ia pesan,
"kau tidak makan ?".tanya Fahri
"aku tidak selera". jawab Salwa dengan jutek.
"owh".
Dret...dret..
getaran ponsel Salwa, lagi lagi Revan menelpon Salwa.
Salwa melirik Fahri yang terlihat masih fokus dengan makanan nya,
"halo. Assalamu..-
Belom sempat Salwa menyelesaikan ucapannya, Fahri sudah mengambil ponselnya.
__ADS_1
Tut...Tut...tut...
Fahri memutuskan panggilan telepon Revan.
Fahri kembali melanjutkan makannya.
"Fahri kembali kan ponsel ku, sepertinya Revan ingin membicarakan sesuatu".bujuk Salwa,
Fahri mengabaikan Salwa..dia masih fokus pada makanan nya.
"Fahri... please...!!!!
kembalikan ponsel ku". Ucap Salwa memohon.
Fahri masih menikmati makanan nya,dia mengabaikan Salwa yang terus memohon.
"Ayo kita pulang!,
aku sudah selesai".
ucap Fahri langsung berjalan menuju kasir.
Salwa mengekor di belakang.
sepanjang perjalanan Salwa dan Fahri sama-sama terdiam, mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.
sesampainya di depan apartemen, Revan sudah berdiri mondar mandir di depan pintu.
"hei...kau dari mana saja ?
aku menunggu mu dari tadi". Revan mencubit pipi Salwa,
Revan melirik ke arah Fahri yang sudah menatap nya dengan tatapan membunuh.
"eh...ada Fahri juga".
ucap Revan yang langsung menurunkan tangannya dari pipi Salwa.Tatapan mata Fahri membuat nyalinya menciut.
"kenapa kau kemari, ini kan sudah larut...".ucap Salwa.
"hei.... buka pintu nya dulu, kau tidak mempersilahkan aku masuk".
"pulang lah !
ini sudah larut".ucap Salwa sambil mengibaskan kedua tangan nya.
Ceklek.....
Fahri masuk ke dalam, meninggalkan Salwa dan Revan yang masih berdiri di depan pintu.
"Aku mau membicarakan sesuatu,".
"besok saja ya Revan, please.....!
ini sudah jam 10,Salwa sudah mengantuk".
"tapi ini sangat penting Salwa".
"kan masih bisa besok,
"baiklah... baiklah,
besok ya, pulang sekolah aku jemput kamu.Maaf besok aku nggak bisa mengantar mu sekolah".
"iya...iya..".
"selamat malam Salwa".ucap Revan langsung berlalu meninggalkan Salwa.
Di ruang kamar, Fahri masih duduk di sofa... masih sibuk dengan laptopnya, dan Salwa sudah berbaring di kasur mencoba memejamkan mata yang masih enggan untuk terpejam.
Ting.....
suara nada pesan ponsel Salwa berbunyi,
Fahri merogoh kantong celana nya, mengambil ponsel Salwa yang masih tersimpan di saku celana nya.
Fahri membuka pesan dari Revan dan sengaja membacanya dengan kuat, Fahri tahu kalau Salwa hanya pura-pura tidur.
''Salwa.... sudah beberapa hari, semenjak kau pergi meninggalkan aku...aku benar-benar merasa kehilangan...aku mulai menyadari kalau.-"
Fahri belum selesai membaca pesan itu Salwa sudah mengambil ponsel nya.
"iiiicccchh....pesan dari siapa sih ???
kok sok akrab...,"
'Deg'
Salwa langsung terdiam membaca kelanjutan dari pesan itu,
Salwa duduk di sebelah Fahri.
''aku mulai menyadari kalau aku mencintaimu,
apa kalimatnya tertulis seperti itu?".
tanya Fahri sambil menatap mata Salwa.
Salwa masih terdiam,
Selama ini Salwa hanya menganggap Revan hanya sebatas teman,Salwa tidak menyangka kalau Revan justru memendam rasa cinta untuk nya.
"Fahri....-".
"tidur lah,besok kau sekolah".
Fahri beranjak ke ruang tamu meninggalkan Salwa.
"accchhhh..... bagaimana kalau Salwa juga mencintai Revan?".batin Fahri sambil mengacak-acak rambut nya dengan frustasi.
"Fahri..."
teriak Salwa dari dalam kamar.
__ADS_1
"ehhhmmm..."
yang di teriaki hanya menjawab singkat.
"Fahri...kau tidak boleh seperti itu!!!
tadi kita baik-baik saja,kau juga sudah memeluk dan mengecup bibir ku,masa cuma gara-gara Revan menelpon ku....kau jadi mencueki ku?".
Salwa sudah berdiri di depan pintu kamar sambil melipat kedua tangannya di dada.
"sudah kumat cerewet nya".gumam Fahri dalam hati.
Salwa duduk di sebelah Fahri,
"Fahri... maaf kan aku,aku tidak tahu kalau Revan mencintai ku".ucap Salwa
"Apa kau juga mencintai nya?".tanya Fahri
"hei... kenapa kau bertanya seperti itu???
kau menuduh ku mencintai pria lain....!
bagaimana mungkin aku mencintai pria lain saat aku sudah menikah, itu terlihat seperti sedang berselingkuh!
Eh...kau menuduh ku selingkuh ?".
"aku tidak menuduh mu selingkuh,aku hanya bertanya apa kau mencintai nya ?".
"itu sama saja kau menuduh ku selingkuh".
Huaaaa...Huaaaaa......
tangis Salwa
"Umi.....Salwa kangen!!!
Fahri jahat umi!
Fahri menuduh Salwa selingkuh,
Salwa nggak kuat lagi umi!".
tangis Salwa dengan suara melengking Nya.
"sudah lah, maaf kan aku...aku tidak bermaksud menuduh mu,
sudah lah....ayo kita ke kamar, besok kau sekolah". ucap Fahri sambil menepuk-nepuk punggung Salwa dengan lembut.
"bisa-bisanya kau menuduh ku selingkuh,aku kan sudah bilang kalau aku dan Revan itu hanya berteman !"
"iya...
tapi dia mencintai mu".
lirih Fahri.
"aku....,aku kan nggak tahu kalau dia mencintai ku,itu kan bukan salahku!!"
"kenapa kau terlihat gugup?".
"Aku tidak gugup !!
ahhhh.....kalau kau tidak mempercayai ku,ya sudah ".
Salwa hendak beranjak dari duduknya.Fahri menarik tangan Salwa, membuat Salwa terjatuh di pangkuan Fahri.
"lalu kenapa kau mengatakan kalau aku itu sepupu mu ?"
'deg'
"jantung ku serasa mau copot....
jantung... jantung mohon di kondisikan".gumam Salwa dalam hati.
salwa masih terdiam mematung di pangkuan Fahri.
"hei...kau hampir lupa untuk bernapas".
Fahri tersenyum sambil mencubit hidung Salwa.
"wajah mu terlihat memerah".
ucap Fahri menggoda Salwa.
"apaan sih...!!"
Salwa malu-malu melekatkan kepala nya di dada bidang Fahri.
"berapa berat badan mu ?". tanya Fahri.
"apa aku terasa berat ?
apa aku keliatan gendut ??".
Salwa sudah berdiri sambil memanyunkan bibirnya.
hahahaha...
tawa Fahri
"aku kan hanya bertanya,
kemari lah".ucap Fahri sambil menepuk-nepuk kaki nya.
"tidak mau...,tadi kau menuduh ku selingkuh sekarang malah kau bilang aku gendut".
Salwa berjalan menuju kamar.
"kau tidur di ruang tamu saja!".
brakk....
Salwa menghempaskan pintu kamar.
__ADS_1
bisa-bisanya dia menanyakan berapa berat badan ku, aku sudah bersusah payah mengatur pola makan ku.batin Salwa