
Sudah hampir 2 jam MUA yang merias ku belum juga menyelesaikan pekerjaan nya.
"Mba masih lama nggak... ?
Salwa udah pegel nih,, dari tadi duduk terus!".
"Sabar ya neng , sebentar lagi juga selesai,biar terlihat perfect neng, biar suami mu klepek-klepek ". Sambil menambahkan lip tint di bibir ku.
"di bawah sudah ramai ya mbok?".tanya ku kepada mbok Yuni yang sedang menghiasi tempat tidur ku
"Sudah non,den Fahri dan keluarga nya sudah di bawah non,bapak penghulu nya juga dari tadi sudah standby non".
"kok Salwa belum di panggil ya mbok?".
"cie ..non Salwa sudah nggak sabar,mau bertemu den Fahri ya?".
"Apaan sih mbok, nggak gitu mbok,
Salwa sudah bosan dari tadi duduk terus".
"sudah neng, coba berdiri di depan cermin itu".MUA itu meminta ku berdiri di depan cermin pintu lemari ku.
Aku beranjak dari tempat duduk ku,aku berdiri di depan cermin.
"Putri umi cantik sekali". Ucap umi yang tiba-tiba saja muncul.
"Ayo nak, kita turun ke bawah".Ajak umi,umi menggandeng tangan ku berjalan menuruni anak tangga,
Aku memperhatikan,di sana yang hadir hanya keluarga inti saja dan juga para asisten rumah tangga kami.
Umi menyuruhku duduk di sebelah Fahri,
Ayah sudah menjabat tangan Fahri,ijab Kabul pun sudah di ikrar kan.
Saat para saksi menyatakan SAH,air mata ku tiba-tiba saja bercucuran.Aku tidak pernah menyangka di umur ku yang masih sangat muda,aku sudah resmi menjadi seorang istri.
Fahri meletakkan tangan nya di ubun-ubun ku sambil membacakan doa, setelah itu Fahri mengulurkan tangannya, mengisyaratkan agar aku mencium punggung tangannya.Aku pun mengikuti isyarat nya.
"Alhamdulillah... sekarang kalian sudah SAH sebagai suami istri".Ucap bapak penghulu dan mulai membacakan doa.
Setelah selesai membaca doa,aku dan Fahri menandatangani buku pernikahan,serah terima mahar dan juga bertukar cincin.
Aku dan Fahri bersimpuh di depan orang tua kami.
"Salwa, sekarang kamu sepenuhnya tanggung jawab Fahri, jadi lah istri yang Soleha".Ayah mencium pucuk kepala ku.Aku memeluk ayah,
lama aku menangis di pelukan ayah.
"Ayah... maafkan Salwa".
"Sudah lah nak, jangan menangis lagi, nanti riasan wajah mu luntur".ucap ayah menggoda ku.
"jangan menangis lagi nak,ibu janji Fahri akan memperlakukan kamu dengan baik, kalau dia menyakitimu,kamu harus lapor sama ibu,biar ibu yang menghajar nya". ucap ibu Soraya,
Aku hanya mengangguk setuju saja,
"Ayo kita makan dulu...",umi mengajak semuanya menuju meja makan.
"umi...Salwa masih belum lapar,Salwa mau ke kamar dulu ya". sambil berbisik-bisik ke telinga umi.
"nggak boleh dong nak,nggak enak sama orang tua nya Fahri.kamu kan udah menikah,kamu harus melayani suami mu".
"tapi umi, gaun pengantin nya nggak nyaman,Salwa ganti baju ya umi, please umi !
"Ya udah sana, tapi kamu pakai baju gamis ya nak,"perintah umi
__ADS_1
"iya umi".
Umi pun menyusul ke meja makan,
"loh...Salwa nya kemana Khanza?".tanya ibu Soraya.
"itu Salwa ke kamar mba,mau ganti baju".
"oh..-". Jawab ibu Soraya singkat.
Tidak berapa lama Salwa sudah tiba di meja makan,Salwa duduk di sebelah Fahri,
Semua keluarga menikmati makanan sambil berbincang-bincang.
Aku mengambil nasi dan potongan ayam goreng,aku memang kurang menyukai sayuran. hanya sedikit nasi dan sepotong ayam goreng.
"kapan Salwa kembali ke negara xxxx?".tanya ayah Fahri.
"mungkin secepatnya,kalau bisa lusa Salwa sudah bisa berangkat, takut ketinggalan pelajaran nya". jawab ustadz Usman.
"hahahaha....jadi Fahri LDR an sama Salwa???.
kasian sekali kamu nak, pengantin baru berjauhan, nggak bisa enak-enak dong".Tawa ibu Soraya mengejek Fahri.
Ustadz Usman dan umi Khanza tersedak mendengar candaan ibu Soraya,
Fahri hanya geleng-geleng kepala,ibu Soraya memang tidak tahu tempat.
"Kalau bisa sih nak Fahri ikut menemani Salwa ke sana, kalau nak Fahri bersedia"ucap ustadz Usman.
"bagaimana ya ayah... sebenarnya Fahri bersedia, tapi perusahaan tidak ada yang menghendel".
"kalau soal perusahaan serahkan sama ayah mu, biar ayah mu yang menangani.kamu ikut lah bersama Salwa,kasihan istri mu,masa baru menikah sudah kesepian", ucap ibu Soraya.
"iya nak..temani lah istri mu, perusahaan biar ayah yang urus". ucap ayah Fahri
Selesai makan,semua keluarga kembali ke ruang tamu, berbincang-bincang santai.
Aku memilih duduk di sebelah umi dan ibu Soraya.Aku hanya mendengar kan umi dan ibu Soraya yang sedang bergosip ria.
Ayah,dan ayah mertua ku juga terlihat sangat akrab,
"Salwa, Fahri dimana ?".tanya umi
"Nggak tahu umi, tadi bukan nya sama Ayah?".
"coba cari nak,siapa tahu Fahri butuh sesuatu".
Aku bergegas mencari Fahri.
"Mba liat Fahri nggak ?".Tanya ku pada salah satu asisten rumah tangga kami.
"tadi den Fahri di mushola non".
Aku langsung berjalan menaiki tangga, kebetulan mushola ada di lantai atas, tidak jauh dari kamar ku.
Aku berdiri di depan pintu mushola,aku memperhatikan Fahri yang sedang khusyuk berzikir.
"Masuk lah,kita sholat berjamaah".
ternyata Fahri menyadari kehadiran ku.
"itu,umi dan ibu meminta ku mencari mu".
"iya... sebentar lagi aku datang,Salwa ambil lah wudhu,kita sholat bersama".
__ADS_1
"Salwa sholat nya nanti saja".Aku langsung beranjak dari mushola,aku masuk ke kamar ku.
berbicara dengannya saja membuat jantung ku terasa copot,Aku memperhatikan kasur ku yang sudah di sulap jadi kamar pengantin,
Apa nanti malam aku dan Fahri akan tidur bersama ?. Bagaimana ini ya ?. nanti malam aku harus bagaimana ya ?.Gumam ku dalam hati.
"Salwa...ada apa nak ?. kenapa kau terlihat sangat panik ?" ibu Soraya tiba-tiba saja masuk ke kamar ku yang memang tidak aku tutup.
"tidak apa-apa Bu,Salwa hanya sedikit gugup". ucapku malu-malu sambil melirik tempat tidur ku, sepertinya ibu mertuaku paham dengan apa yang aku pikirkan.
"Apa kau memikirkan tentang malam pertama mu?".
Ibu mertua ku sukses membuat ku merona, wajah ku sudah memerah.
"bukan begitu Bu..-".
"nggak usah segan-segan sama ibu,anggap ibu sendiri,(ibu Soraya menarik tangan ku,kami berdua sudah duduk bersebelahan di kasur ku)
Salwa...ibu tahu kamu masih muda,kamu belum tahu apa-apa,ibu harap kamu bisa mengerti, Fahri itu orang nya pendiam dan pemalu, kalau seandainya Fahri tidak berani bertindak,ibu sarankan kamu lah yang harus beraksi".
"beraksi bagaimana Bu ?, terus Fahri bertindak apa bu?.tanya ku kebingungan.
Aku benar-benar tidak paham arah dan tujuan pembicaraan ibu mertua ku.
"Ahhh.... sudahlah kau tidak akan mengerti,ayo kita turun ke bawah".
ibu Soraya menggandeng tangan ku,kami berjalan bersama ke ruang tamu.
"beruntung nya aku punya ibu mertua yang baik".gumam ku dalam hati.
#
POV FAHRI
Malam sudah mulai larut,semua keluarga sudah masuk ke kamar masing-masing.
Dan aku...? aku masih berjalan bolak-balik di depan pintu kamar Salwa.
ketuk dulu atau aku langsung masuk saja,
aku pun mengetuk pintu kamar Salwa,dia langsung membuka pintu kamarnya.
Salwa masih memakai baju gamis dan juga hijab nya.
Aku duduk di ujung kasur,aku melihat Salwa masih di depan cermin lemari nya, seperti nya Salwa sedang mengoles skin care ke wajah mulus nya.
Kami berdua sama-sama terdiam.Aku mengambil hp ku, untuk menghilangkan rasa gugup ku.
Salwa pun menaiki kasur yang sudah di hiasi,dia langsung berbaring di sebelahku, membelakangi ku.
Aku pun mulai membaringkan tubuh ku.
"Fahri...''.
"Ehmmm". jawab ku singkat.
Salwa memutar badan nya ke arah ku.
Aku memejamkan mata ku,aku tidak berani menatap wajah cantiknya.
"Fahri..."
,"Apa ?, bicara lah,aku mendengar mu"
"Sudah lah, besok saja bicara nya".
__ADS_1
Salwa merasa kesal karena Fahri memejamkan mata,
Salwa kembali membelakangi ku.Aku tahu Salwa merasa kesal karena aku memejamkan mata ku,dia mengira kalau aku mengabaikan nya, Maaf kan aku yang belum terbiasa dengan situasi seperti ini.