Bukan Wanita Soleha

Bukan Wanita Soleha
MENGGODA NYA


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan jam 2 dini hari,aku masih belum bisa memejamkan mata ku,aku merasa gerah,


aku masih memakai baju gamis dan jilbab ku,aku tidak biasa seperti ini.Rasa nya aku ingin segera membuka baju ku mengganti nya dengan thank top dan celana short ku.Tapi mengingat Fahri disini,aku takut dia marah kalau aku memakai baju yang terbuka.


Aku bolak-balik memutar badan ku mencoba memejamkan mata tapi tetap saja tak kunjung terlelap,aku melirik Fahri, sepertinya dia sudah tidur.


Aku mengambil hp ku,aku beranjak ke sofa yang di sebelah kasur ku,aku tidak ingin mengganggu tidurnya Fahri,


aku memilih berbaring di sofa sambil menonton drama Korea.


Aku sengaja memilih menonton drama romantis,aku ingin melihat adegan-adegan orang dewasa,


jujur aku mulai penasaran bagaimana rasanya ciuman itu, Ahhhh.... pikiran ku mendadak mesum.Apa mungkin karena aku sudah menikah ya??


Aku fokus memperhatikan saat adegan ciuman,aku refleks memegang bibir ku,


"bagaimana ya rasanya?".


"rasa apa ?".tanya Fahri yang tiba-tiba saja sudah duduk di kasur menghadap ku.


Fahri meraih hp ku,dia mengernyitkan kedua alisnya saat melihat aku menonton yang tidak-tidak.Benar-benar sangat memalukan.Wajah ku sudah memerah.


Fahri meletakkan hp ku,


Aku pun duduk menundukkan pandangan ku,aku benar-benar sangat malu.


"kenapa belum tidur jam segini?".Tanya Fahri


"Aku tidak bisa tidur".


"Apa kau tidak nyaman karena aku tidur disini".


"bukan... bukan seperti itu,aku hanya tidak nyaman tidur memakai hijab".ucap ku jujur


"hemmmp...siapa yang menyuruh mu tidur memakai hijab?",tanya Fahri kebingungan.


"ehhhmmm boleh kah aku mengganti baju ku?".tanya ku polos


"Ehmmm...-". Fahri hanya mengangguk setuju.


Aku langsung berlari ke kamar mandi, membuka baju ku.Aku keluar dari kamar mandi hanya memakai tank top dan celana short ku. Fahri masih duduk di ujung kasur,aku melihat Fahri menelan ludah nya saat melihat ku.


Aku pun duduk di sebelah Fahri,


Aku merasa tidak nyaman karena dia terus saja memandangi ku,aku mengambil selimut, mencoba menutupi seluruh tubuhku.


Fahri menarik selimut ku,


"tidur lah... ini sudah larut malam".ucap Fahri sambil mematikan lampu


"aaaahh...-".


teriak ku refleks memeluk Fahri,aku sangat takut kegelapan,


"hei..kau kenapa?"


"nyalakan lampu nya...aku takut".


Fahri hanya menurut, Fahri menyalakan lampu.


"kenapa kau mati kan lampu nya".


"Aku hanya tidak tahan melihat mu seperti itu,


kau benar-benar menggoyahkan iman".ucap Fahri lirih sambil tersenyum....


Aku memukul lengan Fahri,


"Jangan macam-macam ya,Salwa masih sekolah,Salwa masih belum mau hamil"ucapku mengancam.


"iya...iya tidur lah,ini sudah larut".


Fahri melepaskan tangan ku yang masih merangkul nya.fahri membaringkan tubuhnya.


aku pun ikut berbaring.

__ADS_1


"Fahri..."


"ehhhmmm..."Jawab Fahri singkat sambil memejamkan mata.


"Fahri..."


"iya... bicara lah, aku mendengar mu".


"buka mata dulu"rengekku


"iya...ada apa?".kali ini Fahri sudah membuka mata nya.


Aku mendekati wajah Fahri,


"boleh kah aku mencium mu?".tanya ku menggoda Fahri.


Bukan nya mencium ku, Fahri malah mencubit hidung ku.


"auuuhhhh... sakit,aku kan minta di cium bukan di cubit". ucapku sambil memanyunkan bibir ku dan mengelus hidung ku yang terasa sakit.


"ini efek kebanyakan nonton drama,iya kan ??


tidur lah,ini sudah larut, jangan mikir yang aneh-aneh".


"kan aku cuma penasaran rasanya bagaimana...,apa itu salah?.kan kita sudah suami istri, ."


Fahri hanya mengabaikan celotehan ku,


Aku pun mulai memejamkan mata ku, mencoba merangkai mimpi indah ku.


Rasanya aku baru saja memejamkan mata ku, Fahri sudah membangun kan aku.


"Salwa, bangun lah... sholat dulu,"


aku masih saja mengabaikan Fahri.


"Salwa... nanti kau bisa lanjutkan tidur mu, sholat lah dulu".


Aku mencoba membuka mata ku yang masih terasa enggan untuk terbuka, samar-samar aku melihat Fahri berdiri sudah rapi, memakai baju Koko berlengan pendek warna putih.


Sepertinya Fahri sudah selesai mengerjakan ibadah sholat subuh.


Kali ini Fahri sudah Manarik tangan ku,


aku meregang kan tubuh ku dan mulai berjalan menuju kamar mandi mengambil air wudhu, kemudian aku melaksanakan ibadah sholat subuh, selesai sholat , aku melihat Fahri sudah tidak ada lagi di kamar,aku kembali melanjutkan tidur ku.


🍀🍀🍀


Aku pun keluar kamar,


berjalan menuruni anak tangga,


Aku melihat ayah dan ustadz Usman duduk santai sambil minum kopi di ruang tamu.


Aku pun duduk bergabung bersama ayah dan juga ustadz Usman (ayah mertua ku).


"Mbok Yuni... tolong bikin kan kopi untuk Fahri". teriak ustadz Usman.


Kami membicarakan tentang keberangkatan ku besok bersama Salwa ke negara xxxx.


"Kalau begitu nanti Fahri pulang ke rumah dulu ayah, Fahri mau menjemput beberapa barang keperluan Fahri".


"Iya nak, sekalian ajak Salwa... biar dia saja yang mengemasi barang-barang mu".ucap ustadz Usman.


"Ini kopi nya den Fahri".ucap mbok Yuni sambil meletakkan secangkir kopi hangat di depan ku.


"Makasih ya mbok".


"Sama-sama den"


"kapan ayah dan ibu pindah ke kota?"tanya ku pada ayah.


"Kalau itu ayah dan ibu mikir-mikir dulu".


"Ayah,kalau ayah dan ibu masih di desa, bagaimana dengan perusahaan Fahri ayah?,"

__ADS_1


"Baiklah... baiklah,ayah dan ibu mu akan segera pindah ke rumah mu".


"Ayah...itu juga rumah ayah dan ibu".


"Iya...iya,


ngomong-ngomong bagaimana dengan malam pertama mu nak?,apa kau sudah mencetak gol?",tanya ayah menggoda ku,


Aku hanya diam tidak menjawab pertanyaan ayah,aku melirik ayah mertua ku hanya tersenyum mendengar ayah menggoda ku.


Ayah dan ibu ku sama saja,Sama sama ngeres nya.


Tidak berapa lama umi Khanza datang,


"Ayo... sarapan nya sudah siap".


Kami pun berjalan ke meja makan.


"Ayah mau makan yang mana ? nasi goreng atau mie goreng?".Tanya umi Khanza pada ustadz Usman.


Ibu ku pun tidak kalah romantis melayani ayah.


"Ayah makan nasi lemak ini ya,ini sengaja ibu masakin untuk ayah". ucap ibu yang sengaja meninggikan suaranya,aku tahu ibu sedang mengejek ku.


"Oh ya,Salwa dimana ?".Tanya ustadz Usman yang mulai menyadari kalau aku terlihat sangat miris menyaksikan adegan Romantis kedua pasangan ini.


"Biar umi panggil dulu".umi Khanza hendak beranjak dari tempat duduk nya.


"Tidak usah umi, biarkan saja Salwa istirahat sebentar lagi".


Selesai sarapan ayah dan ustadz Usman kembali ke ruang tamu berbincang-bincang.Aku memilih menyusul Salwa ke kamar.


"Sudah jam 8 Salwa belum juga bangun".gumam ku dalam hati.Aku membuka pintu kamar Salwa yang ternyata tidak di kunci,Salwa sudah tidak ada di ranjang,aku mendengar suara gemericik air di kamar mandi, sepertinya dia sedang mandi.


Aku pun duduk di ujung kasur memainkan ponsel ku,aku melihat Salwa keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk ,Salwa mengibaskan rambutnya yang basah,


Aku hanya melirik nya, pura-pura fokus pada ponsel ku, sesuatu di bawah sana sudah menegang,aku mulai gelisah tak menentu.


"Fahri...-"


"Ehmmmmt..-jawab ku masih fokus ke ponsel ku, aku tidak berani menatap Salwa.


"Aku mau pakai baju, bisa keluar sebentar tidak".


"Pakailah, aku tidak memperhatikan mu". ucapku masih pura-pura fokus dengan ponsel,


"Yakin tidak mau keluar ?"


"Ehmmmtt..."jawab ku singkat.


Bukan nya memakai baju,Salwa malah mengambil hair dryer, sepertinya dia sengaja menggoda ku.


Salwa menyalakan hair dryer nya tepat di depan ku,


Salwa mulai mengibas-ibas kan rambutnya di depan ku.


Aku sudah tidak tahan lagi,aku meletakkan ponsel ku.


"Baiklah aku keluar". ucapku menyerah,


Sejak pertama kali bertemu Salwa,dia selalu berhasil menggoyahkan iman ku.


aku melihat Salwa tersenyum puas karena berhasil menggodaku.


"Oh ya cepat lah turun, sebentar lagi kita akan pergi ke rumah". ucapku


"Ke rumah siapa ?" Tanya Salwa kebingungan.


"Ke rumah kita".


Aku keluar dari kamar Salwa.


Aku kembali bergabung dengan ayah dan juga ustadz Usman, mereka kedengarannya sedang membahas bisnis.


Aku mengabaikan pembicaraan mereka,aku masih terus memikirkan Salwa,

__ADS_1


"Kenapa dia selalu menggoda ku". gumam ku dalam hati.


Aku sampai meninggal kan ponsel ku di kamar Salwa, Biarkan saja lah,toh tidak ada yang begitu penting di ponsel ku.


__ADS_2