
Di sudut ruangan restoran dengan desain terbuka itu, tempat biasanya Salwa dan Revan betah berlama-lama...tapi kali ini semenjak Revan mengungkapkan perasaan nya pada Salwa tiba-tiba saja rasa canggung itu muncul di antara kedua nya,
mereka hanya terdiam, sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Salwa terlihat hanya mengaduk-aduk makanan nya,
"Apa makanan nya tidak seenak biasanya?".tanya Revan
"tidak....aku hanya tidak selera". Jawab Salwa
"Apa kau masih sakit".tanya revan
Salwa menggeleng kan kepala nya,
"Aku hanya sedikit pusing". jawab Salwa berbohong,Salwa sudah mulai gelisah mengingat jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, mereka berdua sudah cukup lama di restoran ini.
"apa Fahri menunggu ku ya ?".batin Salwa,
"ayo...kita berobat dulu". ucap Revan
"tidak, tidak perlu...Salwa hanya butuh istirahat".
"ya sudah, kalau begitu kita pulang saja".
Salwa hanya mengangguk setuju.
Di dalam mobil, perjalanan pulang...Salwa hanya terdiam sambil menatap jalanan dari jendela kaca mobil, lampu jalan yang indah dan berwarna warni membuat nya tidak bosan memperhatikan nya sepanjang jalan.
Mobil Revan sudah berhenti di depan lobi gedung apartemen.
"Salwa..".ucap Revan meraih tangan Salwa menghentikan langkah Salwa yang hendak beranjak dari duduknya.
"Salwa...aku tahu kamu tidak Nyaman karena perasaan ku kepada mu,
Aku mohon Salwa...jangan pernah berubah, sekalipun kau tidak bisa membalas rasa cinta ku,itu tidak mengapa...kita masih bersahabat!
maafkan aku karena rasa cinta ku membuat mu merasa canggung, maafkan aku...aku hanya tidak ingin menyesali nya kalau aku terus memendam nya".ucap Revan
"kau tidak perlu meminta maaf Revan,
aku yang seharusnya minta maaf karena aku..."
"Sudah lah salwa,
masih ada banyak waktu,aku yakin cepat atau lambat kau juga akan mencintai ku,kau saja yang belum menyadari nya,(Revan keluar mobil, membuka kan pintu Salwa).
Aku antar sampai apartemen mu ya!"
"tidak,tidak perlu...di sana ada Fahri".
"baiklah... istirahat yang banyak ya, semoga lekas pulih.
Salwa langsung berjalan menuju apartemen nya, meninggalkan Revan yang masih menatap punggung Salwa.
ceklek...
Salwa membuka pintu apartemen nya,dia melihat Fahri masih duduk di sofa ruang tamu,Fahri masih sibuk dengan laptopnya.
Salwa beranjak ke kamar mandi membersihkan diri mengganti baju nya dengan baju tidur berlengan pendek dan celana di atas lutut, tidak berapa lama dia sudah menghampiri Fahri, duduk di sebelah Fahri,
"bahkan dia tidak bertanya kenapa aku pulang selarut ini...
benar-benar suami yang tidak perhatian,cuek, dingin dan....??
dan tidak romantis!".gumam Salwa dalam hati sambil memandangi Fahri.
"kenapa kau terus memandangi ku ?".tanya Fahri,
"tidak,aku tidak memandangi mu.aku...aku hanya memperhatikan ini". ucap Salwa sambil menunjuk berkas yang di tangan Fahri.
"benarkah ?". tanya Fahri,
__ADS_1
Salwa hanya menganggukkan kepalanya.
"tidur lah,besok kau sekolah".
"iya, sebentar lagi...Salwa belum ngantuk, masih banyak ya kerjaan nya ?".
"masih,
masih banyak laporan yang harus diperiksa,kenapa ?". tanya Fahri
"tidak ada".
Salwa pindah ke sofa yang di depan Fahri,dia berbaring di sofa sambil memainkan ponselnya.
"kenapa kau selalu saja menggoyahkan iman ku" .gumam Fahri dalam hati,
Fahri bersusah payah menelan Saliva nya, baju tidur transparan itu memperlihatkan lekuk tubuh Salwa, celana pendek di atas lutut mengekspos paha mulus nya.
"Fahri...".
"ehmmmmtttt...". Jawab Fahri singkat,masih berusaha fokus pada laptop nya.
"apa Farhan itu sepupu kandung mu".tanya Salwa
"iya, kenapa kau bertanya seperti itu?".
"kalian sangat berbeda, Farhan itu....?
dia pria mesum!
aku tidak menyukai nya,masa di tempat kerja saja dia berani berbuat mesum".
"Farhan memang sudah seperti itu sejak masih SMP".
"sejak masih SMP ?
woooow...... beruntung sekali dia,aku saja sudah umur segini belum pernah merasakan nya".
"beruntung??".tanya Fahri lirih
"iya beruntung....dia sudah merasa kan bahkan sebelum dia menikah,kita saja sudah menikah belum pernah..".
"belum pernah apa ?".tanya Fahri,kali ini dia sudah menatap Salwa,
"belum pernah itu...,anu...
apa ya ?
Salwa nggak tahu namanya apa?". Salwa terlihat gugup, wajahnya juga terlihat merona,
"bodoh.... bodoh, bisa-bisanya aku berkata seperti itu".Salwa merutuki dirinya sendiri.
Fahri menutup laptopnya, dia berjalan ke kamar mandi,Fahri memilih berendam sebentar, menenangkan sesuatu yang sudah Sangat gelisah.
"Aku sudah berusaha menahan diri,tapi dia selalu saja menggoda ku,aaaahhhh.... teriak Fahri frustasi.
bisa-bisanya dia membuat ku harus berendam di tengah malam seperti ini".
sekitar 15 menit Fahri keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang melilit di pinggang nya,dia melihat Salwa sudah berbaring di kasur.
Fahri hanya memakai celana boxer, Fahri beranjak ke kasur, duduk di sebelah Salwa yang sudah terpejam.
Dia menatap lekat-lekat wajah cantik istri nya
"CK, tidur saja kau mampu menggoda ku",ucap Fahri,dia menutup tubuh istri nya dengan selimut,
"baju transparan mu membuat imanku goyah".
ucap Fahri kali ini dia sudah menyentuh wajah istrinya dengan lembut,
jari-jari Fahri beralih menyentuh bibir tipis istrinya, Fahri mengecup bibir Salwa, kecupan yang awalnya hanya sekedar menempel,berubah menjadi kecupan yang menggairahkan, Fahri dengan lembut menghisap dan mengecup bibir istrinya.
__ADS_1
Salwa membalas kecupan Fahri,dia membuka bibirnya... membiarkan lidah Fahri memasuki rongga mulut nya, sedari tadi Salwa hanya berpura-pura tertidur.
Fahri menghentikan ciuman nya, memberikan ruang untuk Salwa mengambil nafas.
"kau tidak perlu menunggu ku tertidur...kau bisa melakukan nya kapan saja.ucap Salwa sambil tersenyum....
Ternyata kau sama mesum nya dengan Farhan".tawa Salwa menggoda Fahri yang diam-diam mencuri ciuman nya.
Fahri hanya tersenyum mendengar Salwa,
"kemari lah ". ucap Salwa meminta Fahri mendekati wajah nya.
Cup
kecupan menempel di bibir Fahri.
"kau bebas melakukan nya,kapan saja". ucap Salwa,
Fahri menarik tengkuk leher Salwa, membawa Salwa ke pelukannya.
"tidur lah...! besok kau sekolah".
"Salwa belum mengantuk,"
"ya sudah kalau begitu aku tidur duluan, Fahri melepaskan pelukannya,
Fahri menarik selimut nya.
"tu kan.....!
padahal Salwa masih pengen ngobrol, ayolah Fahri ..kita cerita-cerita dulu".ucap Salwa sambil menggoyang-goyangkan lengan Fahri.
"tidak Salwa besok kita harus bangun pagi, tidur lah".
"ayolah...besok kalau kesiangan,Salwa libur lagi aja".
Fahri mencubit hidung Salwa.
"keenakan ya libur nya !
besok aku harus ke perusahaan, Farhan meminta ku datang pagi-pagi, sepertinya perusahaan ada masalah sedikit".
"Salwa ikut".
"kau kan harus sekolah".
"kan Salwa bisa meliburkan diri sendiri".
"tidak Salwa..."
"kita kesana nya sore-sore saja,gimana ?".ucap Salwa
"tidak Salwa, Farhan meminta ku datang pagi-pagi".
"please.....!"
Salwa sedikit mengiba,dia memasang wajah kasihan.
"baiklah.... pulang sekolah aku menjemputmu".
"iya aja lah,yang penting besok Salwa jalan-jalan,
jalan-jalan di perusahaan aja Salwa sudah bahagia! ".
ucap Salwa.
"tidur lah". ucap Fahri
Salwa hanya mengangguk kan kepala nya, perlahan lahan mencoba memejamkan matanya, memasuki alam bawah sadarnya,
mencoba merangkai mimpi yang indah.
__ADS_1