Bukan Wanita Soleha

Bukan Wanita Soleha
COUVADE SYNDROME FARHAN


__ADS_3

Fahri masih duduk di sofa yang tidak jauh dari tempat tidur,dia memandangi Salwa yang sedang melaksanakan ibadah subuh.


dret ..dret ..


getaran ponsel Fahri,


Fahri langsung ke luar kamar,dia tidak ingin mengganggu Salwa,


"iya ada apa ?


kenapa kau menelepon pagi-pagi sekali,


iya aku di rumah,


oke, nanti bawakan makanan ya .".


Fahri menutup panggilan telepon Farhan.


tidak berapa lama Farhan sudah sampai di apartemen,


Ting..tong


Fahri membukakan pintu,


"ini makanannya..".


Farhan memberikan satu kardus mie instan.


"apa ini ?


aku kan minta kau bawakan makanan !


kenapa kau malah memberi ku satu kardus mie instan?".


"minggir lah dulu !


biarkan aku masuk,(Farhan masuk ke apartemen)


kau kan memintaku membawakan makanan,ya....di apartemen ku cuma ada ini !".


"kan kau bisa membelinya !".


"kau tidak bilang tadi....


itu salah mu,"


Fahri hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah sepupu nya itu,


"apa disini tidak ada pelayan ?".


"tidak ada,"


"dimana kakak ipar ?".


"dia di kamar,dia tidak enak badan".


"oh,"


"ada perlu apa kau datang sepagi ini,kau tidak kerja ?".tanya Fahri


"entahlah, tidak tahu kenapa akhir-akhir ini aku tidak suka sendirian... hari ini Aira minta cuti,nanti kalau aku kerja pasti aku merasa sedih sendirian di ruang kerja ku,di apartemen juga rasanya sepi sekali.


oh ya Fahri... bagaimana kalau untuk sementara aku tinggal di sini saja?".


tanya Farhan


"tidak...tidak.


ini bukan tempat penampungan,makanya cepetan nikah !


biar kau tidak kesepian lagi".


"berhentilah membicarakan pernikahan padaku bro...aku belum memikirkan nya,ayolah brother... izinkan aku tinggal disini sementara!".


"hei....kenapa dengan mu ?


bukankah selama ini kau tinggal sendirian ??


kenapa tiba-tiba saja kau tidak ingin sendiri.


apa kau lupa ini apartemen siapa ?


ini kan apartemen nya salwa.aku saja menumpang disini,kau tanya saja pada Salwa".


"oh iya....


panggil kan kakak ipar dulu !


eh tunggu !


nanti saja ...aku akan memasak mie instan spesial buat kakak ipar.. tunggu lah sebentar.


Farhan membawa satu kardus mie instan itu ke dapur,


Farhan mulai bergulat dengan peralatan dapur itu,


"Aku mulai dari mana dulu ya, masukkan mie nya dulu atau Air nya dulu?".

__ADS_1


gumam Farhan dalam hati,


sementara Fahri memilih masuk ke kamar menghampiri Salwa.


Salwa duduk bersandar di ujung kasur.


"Salwa ganti lah baju mu,di luar ada Farhan,dia bilang ingin membicarakan sesuatu pada mu".


"membicarakan sesuatu ?


padaku ?, membicarakan apa ?"


"nanti saja,biar Farhan sendiri yang membicarakan padamu, ganti lah baju mu!"


Salwa beranjak dari duduknya,


Salwa berusaha menahan rasa perih di bagian inti nya,Salwa berjalan seperti biasa nya.


"apa sudah tidak sakit lagi?".tanya Fahri yang memperhatikan Salwa sudah berjalan seperti biasa.


"sudah mendingan".


"syukur lah, nanti malam boleh lagi dong ".


Salwa membulatkan matanya menatap Fahri yang senyum-senyum menatap nya.


"ternyata suamiku Sangat mesum".


gumam Salwa dalam hati.


Salwa mengambil baju gamis hitam polos dan juga hijab warna peach, Salwa berjalan ke kamar mandi memilih berganti baju di sana.


"hei... kenapa kau tidak mengganti baju mu disini ?". teriak Fahri,Salwa malah mengabaikan nya,


tidak berapa lama Salwa keluar dari kamar mandi.


"ayo..."ajak Salwa.


"Farhan...


apa sudah selesai ?".tanya Fahri berteriak.


Fahri dan Salwa sudah duduk di sofa ruang tamu, menunggu Farhan yang masih sibuk dengan peralatan dapur.


"5 menit lagi..."Farhan berteriak dari dapur.


"Farhan ngapain di dapur ?".Salwa hendak berdiri ingin menyusul ke dapur.


Fahri menarik tangan Salwa,"duduk lah... Farhan sebentar lagi datang".


30 menit kemudian, Farhan datang sambil membawa semangkok mie instan.


"kakak ipar... makanlah !


aku sengaja membuat kan nya spesial untuk kakak ipar".


Salwa menatap curiga pada Farhan.


"kenapa dengan mu?


kenapa tiba-tiba kau memasak untuk ku ".


"makan lah kakak ipar, nanti saja aku bicarakan maksud dan tujuan ku".


Salwa memasukkan satu suapan ke mulutnya


"lumayan..".ucap Salwa


"dimana untuk ku". tanya Fahri


"bikin saja sendiri". jawab Farhan


"ini saja untuk mu,aku sudah selesai."


Salwa memberi kan mangkok nya pada Fahri.


"apa ini layak dimakan?''.


tanya Fahri pada Salwa.


"makan lah, kasihan Farhan sudah bersusah payah membuat kan nya".ucap Salwa


"iya aku sudah bersusah payah membuat nya,ini masakan ku yang ke tujuh, percobaan pertama air nya kebanyakan, percobaan kedua air nya kekeringan dan percobaan seterusnya gagal terus,inilah yang terlihat layak untuk dimakan" .jawab Farhan


"kau bilang layak di makan,


rasanya saja tidak ada,


Salwa kenapa kau bilang masakannya lumayan ?


aku menyesal sudah mencicipi nya !" .


hahahaha...


tawa Salwa


"paling tidak Farhan sudah berusaha, katakan kenapa kau tiba-tiba memasak untuk ku?".tanya Salwa pada Farhan.

__ADS_1


"begini kakak ipar, belakangan ini aku merasa kesepian kalau sendirian, entah kenapa aku merasa sedih kalau aku sendiri...".


"terus ???".tanya Salwa


"bolehkah untuk sementara aku tinggal disini ?".


"tidak".jawab Salwa singkat


''kakak ipar izinkan aku tinggal disini sementara, kasihanilah aku kakak ipar" . tiba-tiba saja Farhan menitikkan air mata.


"hei... Farhan kau menangis?


hahahaha....


seorang Casanova sejati,yang punya banyak pujaan hati mendadak melow seperti ini !!


kau kan punya banyak kekasih, nikahilah salah satu diantaranya,kau tidak akan sendirian lagi, bereskan ??".


"aku kan sudah bilang,aku belum memikirkan pernikahan,


kakak ipar izinkan aku tinggal disini, sementara saja.sampai suasana hati ku yang buruk ini menghilang". Farhan masih terus mengemis pada Salwa.


"sejak kapan kau merasakan seperti ini ?".tanya Salwa


"sepertinya 2 Minggu belakangan ini, kenapa dengan ku ya ?


aku bahkan sudah bertemu dengan dokter psikologi, tapi hasilnya nihil".


"sepertinya Farhan mengalami couvade syndrome ,aku pernah mendengarnya...


bisa saja lelaki mengalami ngidam seperti itu kalau istrinya sedang hamil,Aira kan sedang mengandung anaknya!


pasti Farhan sedang mengalami couvade syndrome".gumam Salwa dalam hati.


"Apartemen ku kan hanya punya satu kamar".


"tidak apa-apa kakak ipar,aku bisa tidur di sofa,aku tidak akan menyusahkan kakak ipar,".


"kenapa kau tiba-tiba seperti ini ?".tanya Fahri,dia begitu heran melihat Farhan yang tidak seperti biasanya.


"Aku juga tidak tahu....seingat ku sejak 2 Minggu ini,sejak Aira sering sakit-sakitan,dia sudah tidak pernah mengurus ku lagi,dia tidak pernah membereskan apartemen ku lagi".


"Aira ?


Aira asisten pribadi mu itu?". tanya Fahri


"iya,


belakangan ini dia sering cuti".


"Apa hari ini Aira juga cuti ?".


"iya katanya dia masuk angin,masa masuk angin nya sampai berminggu-minggu".


"bodoh.....!


dia itu sedang mengandung anak mu".gumam Salwa dalam hati.


"apa kau tahu dimana apartemen Aira ?"


tanya Salwa.


"apartemen nya di sebelah apartemen ku,aku yang membelikannya".


"apa sekarang dia di apartemen nya ?".


tanya Salwa.


"Aku tidak tahu,aku tidak melihat nya dari semalam,dia juga tidak mengangkat telepon ku".


"oke,kalau begitu kita temui Aira dulu". ucap Salwa.


"kenapa kita harus menemuinya ?".


"dia kan karyawan mu,


karyawan mu kan karyawan nya suami ku juga,


dia sudah beberapa hari ini sakit masa kita tidak menjenguk nya,ayo....!".


Salwa sudah berdiri dari duduknya, Fahri dengan pasrah mengikuti Salwa.


"Fahri....kenapa kau selalu mengikuti perkataan istri mu".bisik Farhan pada Fahri.


"ikuti saja... dari pada harus mendengarkan dia mengoceh,


dia itu sangat cerewet".bisik Fahri di telinga Farhan.


"hei....aku mendengar nya


Fahri...apa aku secerewet itu ?". teriak Salwa


"tidak...tidak Salwa,kau salah dengar,kami tidak membicarakan mu".bujuk Fahri


"*bisa-bisa gagal rencana ku nanti malam".gumam Fahri dalam hati


"CK, dasar suami takut istri".gumam Farhan dalam hati*.

__ADS_1


__ADS_2