Bukan Wanita Soleha

Bukan Wanita Soleha
KECEMBURUAN FAHRI


__ADS_3

Tin...tin....


suara klakson mobil Revan,


Salwa yang sudah lama menunggu di depan pintu gerbang sekolah sudah mulai merasa kesal, pasalnya dia sudah berdiri lebih dari setengah jam,


"masuklah... maafkan aku membuat mu menunggu!".ucap Revan.


Salwa langsung masuk ke mobil.


"kenapa lama sekali ?".


"maaf nona Salwa,tadi aku harus menyiapkan file meeting,


kita ke perusahaan ku sebentar ya !


kolega ku tiba-tiba minta revisi surat perjanjian kerjasama.


"ehmmmmtttt.... tapi Salwa masih pakai baju sekolah?",


"nanti kita singgah di boutique sebentar".


"ok deh".


PERUSAHAAN TEXTILE INDUSTRY


Selesai mengganti baju sekolah nya dengan baju gamis hitam polos dan hijab style kekinian,hijab yang tidak sepenuhnya menutup dada nya, memperlihatkan lekuk tubuh nya.


Salwa dan Revan sudah sampai di perusahaan milik Revan,


"kau ikut lah ke ruangan meeting ku, nanti aku perkenalkan kau sebagai asisten pribadi ku saja, sekalian kau belajar tentang bisnis".ucap Revan.


"benarkah ?


apa aku boleh ikut ke dalam !".Salwa terlihat sangat antusias.


"iya tidak apa-apa, sepertinya kali ini juga bukan pemimpin nya yang hadir,hanya perwakilan saja".


Revan dan Salwa sudah duduk di kursi ruang meeting.


"nanti aku harus ngapain ?".tanya Salwa yang terlihat gugup.


"hahaha... kau duduk saja, tidak perlu melakukan apa pun".


ceklek...


pintu ruangan meeting terbuka dan betapa kagetnya Salwa, orang yang memasuki ruangan meeting itu justru Fahri dan seorang lelaki, tangan kanan Farhan.


"Salwa bukan kah itu sepupu mu?".bisik Revan pada Salwa.


"Salwa ?,kenapa dia berada di sini ?.


bersama pria itu ?".gumam Fahri dalam hati.


"silahkan duduk pak".ucap Revan sambil menarik kursi yang di hadapan nya.


Salwa hanya menunduk, tidak berani menatap Fahri yang sudah menatap nya dengan tatapan tajam.


"kebetulan sekali, ternyata pemimpin perusahaan AD-DHIYA itu anda,tapi disini tertulis nama nya Farhan Ahmad ?. Kalau dari awal saya tahu,saya tidak akan menunda-nunda kerja sama ini,


hehehe... mungkin karyawan ku yang salah memberikan informasi".ucap Revan.


Fahri masih diam tidak fokus pada isi penyampaian revisi surat perjanjian kerjasama,


Fahri masih memandangi Salwa dengan tatapan tajam.


Setelah selesai menyepakati perjanjian kerjasama,


Fahri langsung berdiri,dia menarik Salwa ikut bersama nya,


semua karyawan textile melihat adegan itu penuh dengan tanda tanya.


''ada hubungan apa Salwa dengan pemilik perusahaan AD-DHIYA itu".Gumam sekretaris Revan.


Didalam mobil Fahri, tepatnya masih di parkiran, Fahri belum menyalakan mobil nya.


Fahri menatap tajam pada Salwa,


"bukankah aku sudah pernah mengatakan pada mu?, pakai lah hijab yang menutupi dada mu?,


kenapa kau tidak mendengar ku?".


Fahri menekan kan kalimat nya.


Salwa masih terdiam,dia memilih tidak menjawab nya, karena Salwa tahu memang dia lah yang bersalah.

__ADS_1


Fahri melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, menuju apartemen farhan.karena para orang tua mereka sudah sampai di apartemen Farhan.


"Salwa....".umi Khanza langsung memeluk Salwa, melepaskan kerinduan nya,


Salwa terlihat kaget dengan kehadiran kedua orangtuanya.


"umi...kenapa tidak mengabari Salwa ?",Salwa langsung menyalami kedua orangtuanya dan juga kedua mertuanya.


"Dimana ibu Sarah ?".tanya Salwa.


"di kamar Farhan,dia sudah tidak sabar menghajar anak nya yang brengsek itu".jawab ibu Soraya.


"benarkah Bu?,aku tidak sabar ingin menyaksikan nya".Salwa langsung menuju kamar Farhan,dia tidak ingin melewatkan tontonan seru itu.


"ibu,aku sudah katakan kalau aku tidak memperkosa nya".teriak Farhan,ibu Sarah tidak henti-hentinya memukul Farhan dengan sapu.


hahahaha....


tawa Salwa, sedangkan Aira sudah berusaha menenangkan ibu Sarah,


"Tante.... tolong hentikan, Farhan tidak memperkosa ku Tante !


dengarkan penjelasan ku dulu".Aira mencoba mengambil sapu yang di gunakan ibu Sarah untuk menghajar Farhan.


"nak,kau tidak perlu mengasihani nya,dia sudah sangat kurang ajar padamu !".


Bugh...bught


kali ini ibu Sarah sudah memukul Farhan dengan tangan nya.


"Tante...dengarkan aku,


Farhan tidak memperkosa ku !


Malam itu akulah yang memaksa nya, maafkan aku Tante,


Salwa dan ibu Sarah membulatkan matanya mendengar ucapan Aira.


"Malam itu, seperti biasa pulang kerja aku selalu datang membersihkan apartemen Farhan,malam itu...".


Farhan langsung menutup mulut Aira.


"ibu, semuanya sudah terjadi..


tidak perlu ibu tahu bagaimana proses pembuatan nya !


bught...


satu pukulan mendarat di kepala Farhan.


"bodoh,siapa juga yang ingin tahu bagaimana proses pembuatan nya?


kau harus menikahinya sekarang juga !".


ucap ibu Sarah.


"tidak mungkin sekarang ibu,aku ingin mempersiapkan pernikahan yang mewah untuk kami". ucap Farhan.


"lakukan persiapan nya secepat mungkin,ibu memberikan waktu 3 hari, kalau dalam waktu 3 hari kau belum juga menyiapkan nya,kau harus menikah seadanya saja ".


"tapi aku tidak mau menikah dengan Farhan". ucap Aira.


Salwa, Farhan dan juga ibu Sarah menatap Aira dengan penuh tanda tanya.


"kakak kenapa kau tidak mau menikah dengan Farhan?". ucap Salwa.


"Aku tidak yakin bisa bertahan lama,kalau aku menikah dengan Farhan,kami tidak saling mencintai". ucap Aira.


"nak, Kau tidak perlu takut ibu akan menghajar Farhan kalau dia menyakitimu,kau tidak perlu khawatir dulu ibu juga menikah tanpa dasar cinta tapi seiring berjalannya waktu cinta itu tumbuh dengan sendirinya".ibu Sarah mencoba meyakinkan Aira.


"aku tidak yakin Tante...".


"panggil aku ibu nak,aku kan calon mertua mu,


katakan kenapa kau tidak yakin?".ibu Sarah membawa Aira duduk di kasur,


"ibu Farhan punya banyak kekasih,aku tidak yakin kalau dia akan mencintai ku".


"oh God... Farhan !!!(ibu Sarah baru menyadari di kamar Farhan begitu banyak fhoto vulgar Farhan dan juga Monika)


Farhan cepat buang semua fhoto itu!


dasar anak kurang ajar!".ibu Sarah kembali menghajar Farhan.


"iya.. ibu, jangan menghajar ku lagi,aku akan membuangnya,lepaskan ibu,kau bisa merusak wajah tampan ku".ucap Farhan

__ADS_1


Setelah perdebatan yang cukup panjang, akhirnya ibu Sarah berhasil membujuk Aira,ibu Sarah memberikan perjanjian.


"jika Farhan menghkianati pernikahan kalian,maka saham perusahaan akan jatuh ke tangan Aira, Farhan tidak akan mendapatkan apa-apa,ibu yakin dengan cara seperti itu Farhan tidak akan berani berbuat apa-apa".


Salwa beranjak ke ruang tamu di sana para orang tua dan Fahri sedang berbincang,Salwa memilih duduk di sebelah umi Khanza,


"umi, bagaimana keadaan umi?".


"umi baik sayang,


nak, kau terlihat semakin cantik,oh ya... kenapa kau memakai jilbab seperti ini ?,apa Fahri tidak masalah dengan hijab mu ini ?".


Salwa melirik ke arah Fahri, Fahri terlihat fokus pada laptop nya,


"umi apa hijab seperti ini tidak boleh ?".tanya Salwa


"nak, hijab ini tidak sepenuhnya menutup dada mu,baju mu juga terlalu ngepas,umi kan sudah mengatakan padamu jagalah aurat mu, jangan mempertontonkan aurat mu pada seseorang yang bukan mahram mu". bisik umi Khanza.


"maaf umi,Salwa tidak akan mengulanginya".


"Salwa, kemari lah nak"ibu Soraya meminta Salwa duduk di sebelah nya.


Salwa langsung beranjak,


"bagaimana kabar mu nak ?"


"Salwa baik-baik saja Bu,ibu bagaimana ?"


''ibu baik-baik saja, bagaimana nak ?


apa Fahri sudah bertindak ?" tanya ibu Soraya berbisik di telinga Salwa,


Salwa langsung merona, mengingat momen pertama kali bersama Fahri.


"mengingat nya saja sudah membuat pipiku memerah".gumam Salwa dalam hati


"hei...kenapa kau malah senyum-senyum sendiri,apa jangan-jangan ?


apa kau dan Fahri sudah ?".


Salwa malu-malu mengangguk kan kepala nya.


"Alhamdulillah..". teriak ibu Soraya


"ibu .. ada apa,kenapa kau terlihat sangat bahagia".tanya ayah Fahri.


"eh tidak ada ayah,


maaf...maaf lanjutkan lah obrolan kalian!".


ibu Soraya menggenggam tangan Salwa dengan lembut,


"Salwa,apa Fahri melakukan nya dengan malu-malu?".tanya ibu Soraya sambil berbisik.


"tidak bu,dia sangat agresif". ucap Salwa malu-malu.


hahahaha....


tawa ibu Soraya,semua mata menatap ibu Soraya,tidak terkecuali Fahri.


"apa yang membuat ibu sebahagia itu ?".gumam Fahri dalam hati


🍀🍀🍀🍀


APARTEMEN SALWA


Salwa dan Fahri memilih pulang ke apartemen mereka, orang tua mereka tidak mau di ajak ke apartemen Salwa alasannya karena apartemen Salwa yang terlalu sempit padahal itu akal-akalan nya ibu Soraya,dia tidak membiarkan anak dan menantunya terganggu.


Salwa sudah mengganti baju nya dengan thank top dan celana short,dia menghampiri Fahri yang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


"Fahri..."


"ehmmmmtttt". jawab Fahri singkat


"Fahri,kau marah padaku?".tanya Salwa


"tidak". jawab Fahri singkat


"lalu kenapa kau mendiamkan ku ?. maafkan aku,lain kali aku akan memperbaiki cara berpakaian ku,aku janji tidak akan memakai hijab yang terlalu pendek".


"ehhhmmm ttt". jawab Fahri singkat


"Fahri,bisa tidak jangan menjawab ku dengan ' ehhhmmhtt' saja ?,aku tidak tau 'ehmmmtt' itu artinya apa ?".salwa sudah cemberut melihat Fahri yang sudah mengabaikan nya.


Salwa beranjak ke kamar, menghempaskan tubuhnya ke kasur,

__ADS_1


"Fahri aku menemui Revan itu karena aku ingin memberi tahu dia kalau aku sudah menikah,aku tidak ingin kau terus-terusan salah paham padaku".gumam Salwa dalam hati


__ADS_2