Bukan Wanita Soleha

Bukan Wanita Soleha
MALAM PANAS SALWA DAN FAHRI


__ADS_3

DI PERUSAHAAN AD-DHIYA,


"kemana Aira ya ?


ini sudah jam 3 sore,dia belum datang juga?


apa dia sengaja membuat ku mati kelaparan".ucap Farhan.


dia berbicara pada diri nya sendiri.dia terlihat berjalan mondar mandir di ruang kerja nya.


tok ..tok..tok


"masuklah pintu nya tidak di kunci".


Farhan langsung berlari ke meja kerja nya,dia berpura-pura fokus pada layar monitor.


"pak maaf kan aku,tadi...-"


"tadi apa ?


kau sengaja ya membuat ku mati kelaparan ?


kenapa kau lama sekali ?


kemari lah...(Farhan menunjukkan kursi yang di hadapan nya),dimana makanan ku?". tanya Farhan.


"ini pak".Aira duduk di kursi yang di tunjuk Farhan.


"kenapa kau hanya membawa kan 1 kotak,dimana untuk mu ?".


"saya sudah makan pak ".ucap Aira berbohong,


seharian ini hanya air putih yang berhasil di telan nya,makanan apa pun yang di coba nya selalu di muntah kan nya.


Farhan membuka kotak makanan itu,


ada nasi goreng ayam kesukaan nya.Aira sudah hapal menu favorit Farhan,menu yang hanya tersedia di restoran yang tidak jauh dari perusahaan.


"makan lah...!"


Farhan menyuapkan makanan pada Aira.


"tidak pak,Aira sudah makan".


"buka lah mulut mu !


kau terlihat sangat pucat ?


apa kau punya penyakit yang serius ?


kenapa kau bolak balik berobat ?".


"tidak pak,aku hanya masuk angin saja ".


Salwa sudah menerima suapan dari Farhan.


"lalu kenapa kau datang nya lama ?".


"itu...tadi aku bertemu dengan teman ku di restoran itu,dia mengajak ku mengobrol, maafkan aku membuat mu menunggu".ucap Aira berbohong,dia bahkan bersusah payah membujuk dokter yang menginfus nya agar mengizinkan nya pulang,


"apa teman mu itu lebih penting dari perut ku yang kelaparan ini?". Farhan masih terus menyuapi Aira.


"bukan pak,bukan seperti itu,


maafkan aku pak..."


"CK,kenapa dari tadi kau terus meminta maaf".


"lalu aku harus berkata apa pak selain kata maaf?". tanya Aira


"baiklah aku memaafkan mu, karena kau sudah menghabiskan makanan ku ,


kata mu kau sudah makan ???


tapi kau bahkan tidak menyisakan makanan nya untuk ku!".ucap Farhan.


Aira melihat kotak makanan itu sudah kosong


"maaf kan aku pak,

__ADS_1


aku...aku, kenapa bapak terus menyuapi ku?


itu kan bukan salahku "jawab Aira sambil memanyunkan bibirnya.


"baiklah,kau tunggu disini,aku belikan makanan untuk ku di kantin ".


Farhan berlalu meninggalkan Aira.


"nak...apa kau senang,ayah mu menyuapi kita ?


kau bahkan tidak menolak makanan yang disuapi ayahmu, kau benar-benar keterlaluan !


padahal ibu sudah berulang kali memberikan kau makan,kau malah memuntahkan nya !


nak...kau harus mengerti,ayah mu tidak mengetahui keberadaan mu,jadi lah anak yang mandiri,kau hanya punya ibu, menurut lah pada ibu... Ayah mu tidak akan pernah tahu keberadaan mu". batin Aira,dia terus mengelus perut nya yang masih rata.


Sementara di Apartemen Salwa,


Salwa sudah meratapi kesalahan nya, tidak seharusnya dia membohongi Fahri.


"Fahri maafkan aku...aku tidak bermaksud membohongi mu,".


Salwa terus saja menatap pintu, berharap Fahri segera datang.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, tapi Fahri belum juga pulang,


"kemana dia ya ?,apa aku menelepon nya saja ?(Salwa meraih ponselnya)


oh God...aku bahkan tidak punya nomor ponsel nya".


Salwa terlihat semakin frustasi.


ceklek...


tiba-tiba pintu terbuka, Fahri memasuki apartemen,dia langsung menuju kamar, mengabaikan Salwa yang duduk di sofa ruang tamu.


"Fahri...".


Salwa menyusul Fahri ke kamar.


Fahri menjatuhkan diri nya di kasur,dia memejamkan mata nya, mengabaikan Salwa yang memanggil nya.


"Fahri maafkan aku,


aku berani bersumpah,aku hanya menganggap Revan itu hanya sekedar sahabat, tidak lebih,


maafkan aku Fahri,aku berjanji besok aku akan mengatakan pada Revan kalau aku sudah menikah,".


Fahri masih mengabaikan Salwa yang sudah duduk di sudut kasur.


"Fahri...


hiks...hiks....".


Salwa sudah tidak mampu menahan air matanya.


"hei...(Fahri duduk di sebelah Salwa, menghapus air mata Salwa).


sudah lah jangan menangis lagi,aku sudah memaafkan mu,aku hanya menenangkan diri ku saja.sudahlah...". Fahri membawa Salwa ke pelukannya.


"maaf kan aku...". ucap Salwa sambil mengencangkan tangisannya.


"iya...iya...


aku juga minta maaf,maaf tadi aku sudah membentak mu!".


"Fahri...".


"ehmmmmtttt...". Jawab Fahri singkat.


Salwa meraih kedua tangan Fahri,Salwa meletakkan nya di pinggang nya,


Cup


Salwa mengecup bibir Fahri dengan lembut,


Fahri memejamkan matanya, menikmati kecupan manis Salwa, kecupan itu berubah menjadi ******n yang menggairahkan.


tangan Fahri sudah meraba-raba kedua bukit kembar Salwa.

__ADS_1


ahhh.... ahhhh...


desah Salwa saat merasakan Fahri sudah memasukkan tangannya ke dalam baju tidur Salwa.


Fahri menghentikan ciuman panas itu.


"boleh kah malam ini,aku memiliki mu seutuhnya ?".bisik Fahri di telinga Salwa.


Salwa malu-malu mengangguk setuju.


Malam itu Fahri dan Salwa menikmati malam panas mereka untuk pertama kalinya,


kring...kring....


bunyi alarm jam membangun kan Fahri dari tidur nya,dia melihat jam sudah menunjukkan jam 5 pagi,


"Salwa bangun lah !


sudah waktunya subuh,".


Fahri meraih handuk, melilit kan di pinggang nya,


Fahri langsung beranjak ke kamar mandi membersihkan diri,


tidak berapa lama dia sudah kembali,dia sudah memakai baju Koko dan juga sarungnya.


Auuuhhhh.....


rintih Salwa kesakitan saat hendak melangkah kan kaki nya,


Fahri langsung berlari mendekati Salwa.


"tunggu lah,kau berbaring dulu...aku sholat subuh dulu, nanti biar aku yang membawa mu ke kamar mandi.


Fahri melaksanakan sholat subuh dengan khusyuk,Salwa terus saja memandangi Fahri.


tidak berapa lama Fahri sudah menyelesaikan sholat nya.


"Ayo... biar aku menggendong mu ke kamar mandi". ucap Fahri


"tunggu... tunggu dulu, ambilkan handuk ku dulu".ucap Salwa malu-malu.


"aku bahkan sudah melihat semua nya,kenapa kau masih malu".


"Fahri, please... ambilkan handuk ku dulu".


"iya... baiklah baiklah".


setelah Salwa melilit kan handuk di tubuh nya, Fahri menggendong nya ke kamar mandi,


"duduk di sini dulu".


Fahri mendudukkan Salwa di depan lemari kaca di kamar mandi.


Fahri mengisi bathtub dengan air hangat,


mencampur kan nya dengan sabun yang beraroma lavender.


Fahri kembali menggendong Salwa kemudian meletakkan nya di bathtub.


Auuh....rintih Salwa yang merasa perih di bagian inti nya.


"apa terasa sakit?".tanya Fahri


Salwa hanya mengangguk,


"Nanti aku cari kan obat,tahan lah dulu".


"hari ini Salwa libur saja ya ?


"iya, nanti biar aku minta izin ke sekolah mu".


"aku bisa mandi sendiri,".ucap Salwa.


"baiklah kalau begitu aku menunggu mu di kamar, nanti panggil aku kalau sudah selesai,


Fahri meninggalkan Salwa yang masih berendam di bathtub.


Hai para readers,

__ADS_1


jangan lupa dukungan nya ya.


love you full buat kalian yang sudah mampir.


__ADS_2