
Setelah sampai di rumah aku langsung berjalan memasuki rumah,aku melihat umi sedang asyik berbincang dengan ayah di ruang tamu.Aku hanya berlalu begitu saja menuju kamar,aku tidak ingin mengganggu momen romantis kedua orang tua ku.
Aku pun masuk ke kamar,aku pun berbaring di kasur kesayangan ku, mencoba menghilangkan penat.tiba-tiba saja aku teringat wajah pemuda ganteng yang menolong ku tadi,apa mungkin dia jodohku?. Memikirkan nya saja membuat jantung ku berdetak kencang,
Aku mengambil hp ku, kembali melanjutkan drama Korea ku, sudah berapa hari aku melewatkan nya.
Satu Jam kemudian,umi mengetuk pintu kamar ku.
"Ayo makan malam nak...". teriak umi
"iya umi".
Aku pun segera membuka pintu kamar ku.
"kamu tadi pergi kemana saja nak?".
"Tadi aku jalan-jalan ke mall dekat rumah kita umi,aku bosan di kamar terus".
Aku menyembunyikan kalau aku pergi ke tempat pacu kuda, bisa-bisa umi marah kalau tahu aku pergi berpacu kuda.
"nggak ngajak-ngajak umi ya !!".ucap sambil menjewer telinga ku,
"sakit umi.."ucapku sambil memanyunkan bibir ku.
Ayah,umi dan aku pun mulai menikmati makan malam,
"Fahri dimana ya, tumben nggak ikut makan bersama ".Aku bertanya dalam hati nggak enak mau tanya sama umi nanti umi mikir yang macem-macem.
Setelah selesai makan aku pergi ke dapur mencari mbok Yuni, tapi aku tidak menemukan nya,Aku mencari nya ke setiap sudut rumah.
"Kamu cari siapa nak ?".Tanya umi yang tiba-tiba saja muncul di depan ku.
"Mbok Yuni dimana umi ?"
"mbok Yuni paling di kamar nya, inikan udah malam, waktunya istirahat,tumben cari mbok Yuni ?,mau ngapain nak?".
"Ihhhh....umi kepo deh". ucapku sambil berjalan menuju kamar mbok Yuni, kamar mbok Yuni itu letaknya di lantai atas (lantai 3), lantai atas itu khusus untuk ruangan para pekerja.
"Mbok Yuni...". mengetuk pintu kamar
"eh non Salwa,ada apa ya non?".
Aku pun berfikir sejenak, nggak mungkin aku bilang mau cari informasi tentang Fahri bisa-bisa mbok Yuni curiga,
"Oh ini mbok, badan Salwa sakit semua,boleh nggak mbok Yuni pijitin bentar".
"Boleh dong non, kalau urusan pijat memijat mbok Yuni ahlinya,ayo non kita ke kamar non Salwa aja".
__ADS_1
"Nggak apa-apa mbok,kita disini aja".sambil masuk ke kamar mbok Yuni
"Jangan disini dong non, tempat saya nggak layak non,".
"udah santai aja mbok,sama saja kok ". ucapku
"Ya udah deh, silahkan non Salwa baring di kasur busuk mbok,mbok mau cari minyak urut nya dulu".
Mbok Yuni pun mulai memijit punggung saya,Aku mencari cara untuk bertanya tentang Fahri, sudah seharian ini aku tidak melihat nya.Tapi bagaimana ya cara bertanya, nggak mungkin aku bertanya langsung,duh kenapa ya aku sampai segitunya mencari tahu tentang Fahri,
"Mbok biasanya jam segini sudah tidur ya?" tanya ku memulai aksi
"Belum sih non,paling masih sibuk main handphone".
"Teleponan ya sama pacar mbok?".Godaku,oh ya mbok Yuni itu janda, umur nya kira-kira sekitar 40an.
"hus.... nggak lah non, siapa juga yang mau sama lansia ini". jawab mbok Yuni
"Terus mbok Yuni ngapain ?,apa jangan-jangan mbok Yuni main tik tok ya ?".
"hahaha...main tik tok?, udah kadaluarsa non,
paling mbok cuma nonton ceramah".
"ceramah nya ayah ya mbok?".tanya ku
"Oh mas Fahri,,,mbok Yuni berarti sering dong ngeliatin mas Fahri, curi-curi pandang ya kan mbok?".
"hehehe...non Salwa tau aja".
"berarti tadi siang juga mbok Yuni curi-curi pandang sama mas Fahri?".
"tadi siang...?,kan den Fahri sudah nggak disini lagi non bagaimana mau curi-curi pandang orang nya sudah menghilang". jawab mbok Yuni.
"menghilang ?, menghilang kemana mbok?".tanya ku
"den Fahri sudah pulang ke desa, mengunjungi orang tua nya".jawab mbok Yuni
"pantesan seharian ini aku tidak melihat nya".gumam ku dalam hati.
"Udah mbok, makasih banyak ya mbok,mbok memang paling jago urut nya". ucapku sambil duduk dan membetulkan baju ku.
"Tangan sama kaki nya belum non?".
"nggak usah mbok, yang sakit cuma punggung Salwa aja mbok,aku pamit mau ke kemar ku dulu ya mbok".
"ok non''.jawab mbok Yuni
__ADS_1
Di kamar,aku uring-uringan nggak jelas,aku terus mengingat Fahri,aku terus memikirkan nya,Aku terus saja mengingat senyum mesum nya.3 hari lagi aku akan pulang ke negara xxxx, setidaknya aku harus melihat Fahri sekali lagi.Entah kenapa rasanya aku merindukan dia,Aku harus mencari cara agar bertemu dengan Nya lagi.
Sudah 3 jam lebih aku mencoba memejamkan mata tapi tak kunjung terlelap.
Otak ku terus saja mencari cara agar bertemu dengan Nya,oh Tuhan....aku tidak menyangka,Salwa Soleha...bisa-bisanya aku melewatkan momen tidur lelap ku hanya untuk memikirkan nya, padahal dia saja tidak pernah mengajakku mengobrol.
Aku baru saja masuk ke alam mimpi indah ku, aku mendengar suara umi membangun kan aku, seperti nya umi menyuruhku melaksanakan sholat subuh.Aku mengabaikan teriakan umi.Aku tetap melanjutkan mimpi indah ku.
Suara jam alarm membangun kan aku,aku sengaja membuat alarm jam 7:30,Aku langsung berlari ke kamar mandi.
selesai mandi aku memakai baju gamis mustard dan juga hijab syar'i warna yang senada dengan gamis ku.Aku pun menuju meja makan,aku melihat umi sedang menikmati sarapan,
"Selamat pagi umi ku yang cantik". ucapku sambil mencium pipi umi.
"Selamat pagi juga putri Solehah umi, sarapan dulu nak".
Aku pun duduk di sebelah umi sambil menikmati sarapan roti tawar yang diolesi selai strawberry,
"Umi.. 3 hari lagi Salwa balik ke negara xxxx, nggak ada gitu rencana umi mau ngajak Salwa jalan-jalan?". tanya ku
"Mau jalan-jalan kemana nak ?, Ayah lagi banyak kerjaan nak, kayaknya nggak bisa deh nak". jawab umi
"Kan kita bisa pergi berdua umi".
" Berdua ?, boleh deh...nanti siang kita jalan-jalan ke mall ya.
"nggak mau umi, semalam Salwa sudah ke mall".
"Terus mau kemana nak ?".
"Salwa pengen ke tempat ala ala pedesaan gitu umi,ayo ya umi".Rangel ku
"Tempat ala ala pedesaan ??dimana ya ?.Oh umi tahu,kita pergi ke danau tempat kita piknik kemarin ya nak".
"Kan kita sudah pergi ke sana umi, ketempat yang lain dong umi,masa umi nggak tahu tempat pedesaan".aku pun mulai cemberut
"kemana ya nak?,apa kita tanya ayah mu dulu ya, tempat ala ala pedesaan itu dimana ?.
"Umi mah nggak asyik.. memang nya teman umi nggak ada yang tinggal di pedesaan ?".
" Oh iya... kalau teman umi sih ada yang tinggal di desa,itu loh nak.. orang tua nya Fahri, kebetulan Fahri juga lagi di sana.Apa kita kesana saja ya!".
Akhirnya rencana ku berhasil,
"ya udah deh kita kesana saja umi". Jawab ku mencoba menyembunyikan kebahagiaan ku.
"Ya udah.. nanti selesai makan kita langsung berangkat soalnya kesana itu butuh waktu sekitar dua jam lebih".
__ADS_1
"oke umi ku sayang.."