
🍀🍀🍀🍀
POV SALWA
Selesai memakai baju,aku merapikan tempat tidur,Aku menemukan ponsel Fahri, sepertinya dia melupakan ponselnya.
"berdosa nggak ya kalau aku memeriksa ponselnya ??.
Dia kan suami ku,semua milik nya kan milik ku juga,".aku bicara pada diri ku sendiri.
Aku mulai memeriksa ponsel Fahri,
Aku melihat kontak di ponsel nya, sepertinya tidak ada nama yang mencurigakan di kontak ponsel nya.Kemudian aku memeriksa galeri foto di ponselnya,sama sekali tidak ada foto, hanya video dokumentasi.
Aku mulai menyalakan kamera ponsel Fahri,aku berpose seimut mungkin,
Aku mengambil beberapa foto,ada yang mengedipkan sebelah mata,ada foto kepala miring sebelah, tidak lupa aku berpose bibir yang di manyun-manyun kan.
Setelah puas memainkan ponsel Fahri,aku pun turun ke bawah,aku melihat semua nya sedang asyik berbincang-bincang di ruang tamu,aku berjalan ke meja makan.
Ada banyak makanan yang tersaji, tapi entah kenapa aku sama sekali tidak selera.Aku hanya mengambil roti tawar yang diolesi dengan selai strawberry.
Aku berjalan ke ruang tamu sambil membawa secangkir teh dan sepotong roti tawar ku.
Aku duduk di sebelah umi ku,
"Salwa...kok cuma makan roti tawar nak,".tanya umi
"Salwa lagi nggak selera makan umi".
Aku melirik ke arah Fahri, Fahri menatap ku dengan tatapan yang sulit di artikan.
Fahri beranjak dari tempat duduk nya.
"Ayah,umi... Fahri pamit pulang ke rumah sebentar,".
"Oh iya silahkan nak,Salwa ikut lah bersama Fahri". jawab ustadz Usman
Aku hanya mengangguk setuju.
"Ayo ibu, ayah...".
"Pergi lah bersama istri mu,ayah dan ibu masih betah disini". jawab ibu Soraya.
Sepertinya ibu Soraya memberi ruang untuk kami berduaan.
Fahri berjalan menuju mobil,aku pun mengekor di belakang nya.
Sepanjang perjalanan kami hanya terdiam, tidak ada yang bersuara.
Kira-kira 45 menit kami pun sampai di rumah Fahri, bukan rumah... tepat nya lebih mirip seperti istana.
Aku melihat para asisten rumah tangga menunduk ramah menyapa kami.Aku benar-benar kagum melihat kemegahan rumah ini.Ruang tamu yang di desain klasik dan elegan yang di lengkapi dengan furnitur yang dominan berwarna putih dan gold menambah kesan mewah,
"Selamat datang nyonya,apa nyonya butuh sesuatu ".Ucap salah satu asisten rumah tangga, seorang wanita paruh baya.
"Panggil Salwa saja Bu,"ucapku risih, karena baru kali ini aku di panggil dengan sebutan nyonya.
"Tapi kan nyo-...
"tidak apa-apa Bu, panggil Salwa saja,
Salwa tidak nyaman di panggil nyonya berasa seperti sudah emak-emak". ucapku sambil tersenyum.
"baiklah, bagaimana kalau aku panggil nak saja,"
"oke deh Bu..?"
" panggil bu Ratna saja , nanti kalau nak Salwa butuh sesuatu panggil saya saja,oh ya selamat menempuh hidup baru ya nak, semoga jadi keluarga yang harmonis".
"iya makasih ya Bu".
Aku melihat Fahri sudah tidak ada lagi di ruang tamu,Bu Ratna mengantarkan aku ke kamar Fahri.
Bahkan untuk ke kamar Fahri kami menggunakan lift, benar-benar the real Sultan.
Sesampainya di kamar Fahri...aku masih saja kagum memperhatikan setiap desain kamar Fahri..
"Fahri..."
"Ehmmmmtttt-".
ucap Fahri menyahut ku dari ruangan walk in closet.
Aku menghampiri nya aku melihat Fahri sedang sibuk memilih baju yang akan di bawa.
Aku memperhatikan Fahri lebih banyak mengambil baju jubah putih dan juga beberapa baju Koko yang kemudian dia masukkan ke dalam koper.
"Apa dia pikir kalau dia sedang tour dakwah ??"
gumam ku dalam hati.
Aku mengeluarkan baju jubah yang di masukkan Fahri ke dalam koper,aku hanya menyisakan satu.
Aku mengambil beberapa baju kemeja casual dan juga beberapa baju kaos.Untuk celana nya,aku lebih memilih celana jins panjang.
Aku menyusun baju dan celana Fahri ke dalam koper,
Fahri hanya diam memperhatikan ku,
"Apa masih ada lagi?".tanya ku pada Fahri.
"iya-".
"Apa ?".
"itu..ada di rak atas"ucap Fahri sambil menunjuk ke arah rak yang tepat di atas ku.Aku sedikit berjinjit untuk mengambil nya.
"Apa yang ini?" tanya ku sambil mengambil sesuatu yang di tunjuk Fahri.
__ADS_1
"iiiiihhh... apaan ini".
ucapku yang refleks melemparkan nya ke arah Fahri.
Fahri hanya tersenyum sambil memunguti yang ku lempar kan.
Aku berlalu meninggalkan Fahri,
kali ini dia yang ngerjain aku,aku merasa geli sendiri, bisa-bisanya Fahri menyuruhku mengambil ****** ***** nya.Aku duduk cemberut di balkon kamar Fahri,aku masih merasa kesal padanya.
Tiba-tiba suara dering ponsel terdengar,aku mengambil ponsel Fahri,aku melihat panggilan dari seseorang bernama Humaira.
"bukan kah Humaira itu panggilan sayang untuk seorang kekasih ? apa Fahri memiliki seorang kekasih ?".gumam ku dalam hati.
Aku masuk ke kamar Fahri,aku melihat Fahri masih sibuk dengan kopernya.
"ini ada panggilan untuk mu".
Fahri meraih ponselnya,
"Assalamualaikum...".ucap Fahri
Aku sengaja duduk di sebelah Fahri, berusaha mendengarkan pembicaraan mereka,aku memperhatikan kelihatan nya Fahri sangat bersemangat.
"Baiklah, nanti saya sempatkan untuk singgah, titip salam sama ibu ya... waalaikumsalam".
ucap Fahri sambil menutup telpon nya.
"owh...jadi Fahri mau singgah ke rumah perempuan itu...?.Aku akan mengacaukan nya".gumam ku dalam hati.
Aku melirik ke arah Fahri,dia sudah kembali ke walk in closet, tidak berapa lama dia kembali dan sudah berganti pakaian.
Dia memakai baju kaos hitam polos dan juga celana pendek,
baru kali ini aku melihat Fahri memakai celana pendek, terlihat sangat tampan...
"Salwa,aku keluar seben..-"
Fahri belum menyelesaikan kalimatnya.
"Aku ikut". Jawab ku singkat
"Aku hanya sebentar"
"Aku ikut". ucapku sedikit manja
"Baiklah,.."
Fahri berjalan keluar dari kamar,aku hanya mengekor di belakang nya.
Bukan nya ke ke parkiran mobil,tapi Fahri malah menuju meja makan,aku melihat sudah ada berbagai menu makanan.
"makan lah dulu,"
"Salwa nanti saja makan nya,Salwa belum lapar".
Aku langsung duduk dan mengambil seporsi nasi biryani.
Fahri juga duduk di sebelah ku, tapi dia hanya sibuk dengan ponselnya,
"Salwa sudah kenyang.."ucapku.
Fahri melihat piring ku yang masih penuh,aku hanya memakan beberapa suap saja.
Fahri hanya menatap ku dengan tatapan yang sulit di artikan..
Dia beranjak dari duduknya,aku pun mengikuti nya.
kami menuju mobil yang terparkir di depan rumah.
Fahri melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,hanya butuh waktu 10 menit,kami pun sampai di depan rumah yang tidak kalah mewahnya dengan rumah Fahri.
"Apa wanita bernama Humaira itu tinggal disini?".Gumam ku dalam hati.
Seorang wanita yang kira-kira berumur 40an datang menghampiri.
"nak Fahri... akhirnya kau datang juga, sudah lama ibu menunggu mu,". wanita itu memeluk Fahri.
Aku mengernyitkan kedua alis ku,"Aku saja istri nya belum pernah memeluk nya".gumam ku dalam hati.
wanita itu menatap ku dengan tatapan kelembutan,
"Apa ini Salwa?".
"Iya Bu,saya Salwa". ucapku gugup.bagaimana mungkin wanita ini tahu nama ku.
Wanita itu menggenggam tangan ku.
"Ayo masuk lah nak,
istrimu sangat cantik Fahri,kau beruntung mendapatkan nya"
Wajah ku berubah merona mendengar pujian wanita itu.
Kami bertiga duduk di sofa di ruang tamu
"Maaf kan ibu tidak bisa hadir di pernikahan kalian."
"iya tidak apa-apa Bu"jawab Fahri.
"kak Fahri....-''.teriak seorang perempuan yang kira-kira berumur 12 tahun.Perempuan itu menyalami Fahri dan juga aku.
"kau terlihat semakin cantik Humaira".
ucap Fahri sambil mencubit pipi perempuan itu.
Aku membulatkan mata ku ,"jadi ini Humaira...aduh kok aku mikirnya udah kemana-mana".gumam ku dalam hati.
"Istri kakak juga sangat cantik,hai kak nama ku Shaffa Humaira".ucap nya dengan ramah.
__ADS_1
"hai..-"
Jawab ku singkat
"kapan ibu mu akan pindah ke rumah mu?''
"belum tau Bu, seperti nya sebentar lagi.oh ya Bu, untuk sementara waktu Fahri mau menetap di negara xxxx,Salwa masih harus menyelesaikan sekolah nya di sana .
"tadi ibu mu sudah memberi tahu ku di telpon",
"maaf ya Bu, Fahri cuma sebentar,kami masih mempersiapkan untuk keberangkatan kami besok". ucap Fahri sambil beranjak dari duduknya.
"iya tidak apa-apa nak,ibu menyuruh mu kesini karena ibu ingin mengenal istri mu, tunggu sebentar ya, Humaira tolong ambilkan kotak pink yang di kamar ibu".
Humaira langsung berlari dan tidak berapa lama dia sudah kembali sambil membawa kotak.
"ini untuk mu nak Salwa".
"terimakasih Bu". ucapku
Aku dan Fahri meninggalkan rumah itu di dalam mobil Fahri hanya diam dan hanya fokus pada jalan.
"tadi itu siapa ?.tanya ku pada Fahri
"itu ibu Sarah, adik kandung nya ibu".
🍀🍀🍀
Suara adzan Maghrib membangun kan ku dari lelapnya tidur ku,
Aku melihat Fahri tidak ada di kamar.
Aku memutuskan untuk beranjak ke kamar mandi.
Aku membuka baju gamis dan juga hijab ku,aku mulai membersihkan tubuh ku.
selesai mandi aku keluar dari kamar mandi hanya memakai jubah mandi yang tergantung di dinding kamar mandi.
Aku meminta mukena pada salah satu asisten rumah tangga yang kebetulan sedang lewat di depan kamar.
Setelah melaksanakan sholat Maghrib,aku berjalan mondar mandir di kamar Fahri,
"terus aku mau pakai apa ?,baju gamis yang tadi pagi sudah kotor".Aku berbicara pada diri ku sendiri.
Aku teringat dengan kotak pink yang di berikan ibu Sarah tadi,kotak pink yang berisi baju lingerie dan juga beberapa setelan baju tidur yang seksi.
Daripada tidak pakai baju aku memilih memakai baju tidur setelan warna pink polos,yang terbuat dari bahan satin.Baju dengan model v-neck memperlihatkan belahan dada ku, celana pendek di atas lutut mengekspos paha mulus ku.
Aku kembali ke kasur menutupi seluruh tubuhku dengan selimut, sampai batas leher ku.
"Apa kau sudah sholat?".tanya Fahri yang tiba-tiba muncul
"sudah". jawab ku singkat.
"malam ini kita menginap disini dulu,besok pagi-pagi kita langsung ke bandara, orang tua kita menunggu kita di bandara".
"iya"
Fahri duduk di ujung kasur,dia memperhatikan aku yang terlihat aneh menutupi seluruh tubuhku hanya menyisakan kepala ku.
Fahri meletakkan tangan di dahi ku.
"Apa kau sakit?"
Aku hanya menggeleng kan kepalaku.
"ayo kita turun...makan malam dulu".Ajak Fahri
"Salwa tidak lapar". ucapku menyembunyikan kenyataan kalau sebenarnya aku memang sudah kelaparan,aku merasa risih karena sama sekali tidak memakai dalaman.
"Apa kau yakin tidak lapar ?,tadi Bu Ratna masak spaghetti saus bolognese".
Aku memang sangat menyukai spaghetti...
Aku langsung berdiri..
"Ayo...".
Fahri menatap ku dengan tatapan yang sulit di artikan.
Fahri mengambil ponselnya,
"Bu.. makanannya antar ke kamar ya".
ucap Fahri, sepertinya dia menelpon Bu Ratna.
"Apa Fahri marah melihat ku memakai baju ini".gumam ku dalam hati,aku kembali ke atas kasur, mengambil selimut menutupi seluruh tubuhku.
Aku melihat Fahri keluar kamar, tidak berapa lama dia kembali sambil membawa 2 piring spaghetti,
"Kemari lah...". ucap Fahri yang sudah duduk di sofa.
Aku menghampiri Fahri dengan ragu-ragu.
Aku duduk di sebelah Fahri.
"Makan lah.".
Aku melihat Fahri hanya fokus pada makanan nya,dia sama sekali tidak melirik ku.
"Apa kau marah"tanya ku dengan suara lirih, yang nyaris tak terdengar.
"kenapa aku marah?"
"Sudah lah..".
Aku mulai menikmati spaghetti buatan Bu Ratna,
Malam sudah semakin larut,aku sudah berbaring di kasur,aku melirik Fahri masih fokus dengan ponselnya,aku memperhatikan Fahri yang senyum-senyum menatap layar ponselnya.
__ADS_1