Bukan Wanita Soleha

Bukan Wanita Soleha
BERPACU KUDA


__ADS_3

Suara adzan subuh membangun kan tidurku,saat hendak beranjak dari tempat tidur aku merasa badan ku masih terasa remuk.


"Harus nya ku tidak mandi hujan..."


kesalku.Aku berjalan ke kamar mandi mengambil air wudhu.Aku melaksanakan ibadah sholat subuh, sudah lama sekali aku melewatkan ibadah subuh... Apalagi saat aku di luar negeri,aku sudah terbiasa bangun kesiangan,ya Allah...aku benar-benar sangat lalai dalam melaksanakan kewajiban ku.


Setelah selesai sholat.aku bergegas ke kamar ku, melanjutkan mimpi indah ku.


#POV FAHRI


"Ustadz,tante aku pamit dulu ya," ucap Fahri sambil menyalami ustadz Usman dan Tante Khanza.


"Sampaikan titip salam sama Ayah dan ibu mu ya nak !".ucap Tante Khanza


"Insyaallah saya sampaikan tante".


ucapku sambil melirik ke arah kamar Salwa, tapi aku tidak menemukan gadis berparas cantik itu.


Aku pun meninggalkan kediaman ustadz Usman dengan perasaan sedikit kecewa karena aku tidak melihat wajah Salwa. Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam aku sudah sampai di rumah sederhana ayah dan ibu ku.


Ayah dan ibu ku lebih memilih hidup sederhana di daerah pedesaan ini, sudah beribu kali aku mengajak mereka ke kota.Tetap saja mereka tidak setuju, katanya kedua orang tua ku ingin tetap bertani,biar ada kesibukan.


"Anak lajang ibu udah pulang..."ucap ibu sambil memeluk ku.


"bagaimana ?,apa kau sudah bertemu dengan putri nya ustadz Usman ?.Apa kau tertarik padanya?.Apa dia cantik ?


"ibu tanya satu-satu dong, Fahri bingung mau jawab yang mana dulu".sambil duduk di sofa.


"Apa kau tertarik dengan putri nya ustadz Usman ?"tanya ibu


"Bukan nya jawab malah senyum-senyum,hei....Apa kau mendengarkan ibu mu yang sudah menua ini,tapi belum juga punya menantu?.Apa kau tahu kawan-kawan ibu setiap berjumpa mereka, mereka selalu membicarakan menantunya.Kau tidak kasihan pada ibu mu yang tidak punya bahan untuk dibicarakan ?"Celoteh ibu


"ibu kan bisa membicarakan anak ibu yang ganteng ini ". candaku


"Iya ibu akan menceritakan pada teman-teman ibu kalau ibu punya anak ganteng yang sudah berumur 31 tahun tapi belum juga mau menikah".


"ya nggak apa-apa dong ibu,kan memang belum bertemu jodohnya,siapa tau nanti teman ibu mau menjodohkan aku dengan salah satu putri mereka". Jawab ku sambil tersenyum


"Apa kau tidak tertarik dengan putri nya ustadz Usman?"Tanya ibu lagi


"Ibu,putri nya ustadz Usman masih sekolah,dia terlalu muda untuk Fahri". jawab ku asal


"Bukan dia yang terlalu muda, tapi kau lah yang sudah terlalu tua untuk menikah di usia mu yang sekarang". Ucap ibu sambil membuang muka.


Aku pun mendekati ibu,berusaha membujuk nya.


"Ibu... putri nya ustadz Usman itu sangat cantik dan dia juga masih sangat muda, Fahri takut dia yang tidak mau sama anak ibu yang ganteng ini".


"belum di coba sudah mundur". Jawab ibu

__ADS_1


"Siapa yang sudah mundur Bu?".Tanya ayah yang tiba-tiba saja muncul dari kamar.


"Anak mu ini ayah.Masa dia takut kalau putri nya ustadz Usman itu tidak mau padanya, katanya putri nya ustadz Usman itu terlalu muda untuknya ."


"Bukan nya takut tidak mau,dia hanya takut terlihat seperti pedofil".Tawa ayah mengejek ku


"Ayah...kau malah membuat nya semakin takut,dengar ya ayah, kalau sampai Fahri tidak mau mendekati putrinya ustadz Usman, itu semua salah ayah.ayah harus bertanggung jawab". cerewet ibu


"kenapa jadi ayah yang bertanggung jawab?".Tanya ayah


"siapa suruh ayah bilang seperti pedofil,coba lihat Fahri, dia jadi semakin tidak percaya diri".


Aku pun beranjak ke kamar.Meninggalkan perdebatan ayah dan ibu.


#POV SALWA


Ketukan pintu kamar membangun kan tidur ku,


Aku pun berdiri membukakan pintu,aku melihat umi datang sambil membawa bubur ayam.


"Makan dulu ya nak,biar umi suapi".


"Salwa bisa sendiri umi". ucapku sambil meraih mangkok yang berisi bubur ayam.


"habiskan ya nak".


"iya umi ku yang cantik". ucapku sambil mulai menikmati bubur ayam buatan umi.


Aku pun memilih mengendarai mobil Brio warna pink,mobil milik umi ku.


"Setidaknya aku harus menikmati sisa liburan ku sebelum aku kembali ke negara xxxx"


Aku pun melajukan mobil dengan kecepatan sedang,aku memutuskan untuk pergi ke tempat wisata pacu kuda


Setelah sampai di tempat wisata pacu kuda itu,aku terlebih dahulu mengganti baju,


Rasanya benar-benar tidak nyaman jika aku menunggangi kuda dengan baju ini.Aku pun memakai celana jins panjang dan baju kaos hitam polos berlengan panjang,aku membiarkan rambut tergerai,


Setelah selesai memakai semua perlengkapan berpacu kuda,aku menunggangi kuda berwarna coklat,Aku menunggangi kuda dengan kecepatan tinggi, sejak aku di luar negeri ini sudah jadi olahraga kesukaan ku, baru 20 menit aku menunggangi kuda tapi konsentrasi ku sudah tidak fokus lagi, mungkin karena badan ku belum pulih,aku melepaskan tali kekang kuda hingga aku terjatuh dan kuda itu pun berlalu meninggalkan ku.


"Aaaaahhhhh... seperti nya kaki terkilir".


"Butuh bantuan nona ?".tanya seorang pemuda tampan yang sedang duduk menunggangi kuda


dia terlihat seperti pangeran.


Lama aku terdiam melihat kegantengan yang sempurna ini.


"Hello...apa anda butuh bantuan?''.Tanya nya lagi,tapi kali ini dia sudah turun dari kudanya,

__ADS_1


"Kaki seperti nya terkilir". ucapku sambil menunduk kan pandangan ku.


"Boleh aku periksa?"


"Silahkan". jawab ku


Pemuda itu pun mulai memijat kaki ku yang terkilir seperti nya dia sangat berpengalaman,aku sama sekali tidak merasakan sakit lagi.


"Bagaimana ?,apa sudah mendingan ?".tanya pemuda itu


Aku pun berdiri dan memeriksa kondisi kaki ku.


"Sudah mendingan, terimakasih ya."ucapku


"sama-sama,apa nona masih butuh bantuan ?".


Tanya pemuda itu


"Tidak , terimakasih". ucapku


"yakin ?" . Tanya nya lagi


Aku hanya terdiam berpikir sejenak, tidak mungkin aku berjalan sejauh ini, kuda sialan itu sudah meninggalkan ku.


"Boleh kah-..


"Silahkan dengan senang hati," ucap nya sambil mengulurkan tangannya.


Aku pun menaiki kuda pemuda itu,Aku duduk di depan nya, rasanya jantungku seperti berhenti berdetak.


"Nama ku Revan " ucap nya


"Salwa". jawab ku singkat.


Revan pun memacu kudanya dengan kecepatan tinggi.


"Sudah sampai nona Salwa''.


"terimakasih banyak". ucapku sambil turun dari kudanya.


"Semoga suatu saat kita berjumpa lagi".


diapun berlalu meninggalkan ku.


Rasanya seperti aku baru saja bertemu dengan seorang pangeran,


Aku pun bergegas ke toilet mengganti baju,aku kembali memakai baju gamis ku.


Sebelum pulang ke rumah aku terlebih dahulu singgah di mall yang tidak jauh dari rumah,Aku berjalan menyusuri setiap toko, mencari entah apa yang aku cari, pokoknya aku benar-benar harus menikmati liburan ku.

__ADS_1


Rasanya aku seperti makhluk introvert, kemanapun lebih nyaman sendirian.


Setelah lelah berjalan mengelilingi mall itu,dan parahnya aku tidak membeli satu barang pun, benar-benar aku orang yang aneh bukan.


__ADS_2