
PERUSAHAAN AD-DHIYA
Setiap karyawan menunduk ramah menyapa Fahri, Fahri berjalan menuju ruang kerja Farhan,
"apa Farhan nya sudah ada di dalam ?".tanya Fahri pada Aira, asisten pribadi Farhan.
"iya pak,
pak Farhan sudah dari tadi menunggu bapak". jawab Aira.
ceklek...
Fahri memasuki ruang kerja Farhan.
"kenapa pagi-pagi sekali kau meminta ku datang?,ada masalah apa ?
apa perusahaan textile industry itu membatalkan kerja sama nya ?".tanya Fahri
"tidak...ini bukan tentang masalah perusahaan,
ini tentang kakak ipar". jawab Farhan.
"kakak ipar?
maksud mu Salwa ?".
Fahri duduk di depan meja kerja Farhan.
"iya,
ini tentang Salwa, semalam aku melihat nya di restoran bersama pria yang waktu itu".
"pria yang waktu itu?
pria yang mana ?". Fahri mencoba mengingat.
"pria yang bersama kakak ipar di restoran waktu itu,kalau nggak salah namanya Revan ya ?,
apa Salwa memberi tahu mu kalau dia menemui pria itu?".
"iya, aku tahu kalau Salwa menemui Revan.
memang nya kenapa ?
aku kan sudah bilang kalau Revan itu sahabat nya Salwa,sejak kapan kau begitu tertarik ikut campur urusan rumah tangga orang".
Fahri berusaha menutupi rasa kekecewaan nya,
jujur... Fahri benar-benar tidak menyangka kenapa Salwa sampai membohongi nya hanya untuk menemui pria itu.
"kenapa kau tidak ikut bersama mereka ?
kenapa kau membiarkan Salwa menemui pria lain?".tanya Farhan
"hei.... sudah ku bilang, sejak kapan kau begitu tertarik ikut campur rumah tangga orang?
aku kan sudah bilang kalau Revan itu sahabat nya Salwa,
Aku tidak mungkin melarang Salwa menemui sahabatnya".
"brother.... berhentilah membohongi ku,aku melihat kekecewaan terpancar dari tatapan mu,
aku tahu kalau Salwa diam-diam menemui pria itu.apa kau tahu Fahri?
semalam aku melihat mereka berpegangan tangan,apa seperti itu yang dikatakan bersahabat?".
"kenapa kau terus memojokkan Salwa ?".
tanya Fahri.
"brother....aku hanya,".
Farhan belum menyelesaikan kalimatnya
"sudah lah,kalau kau cuma ingin membahas tentang Salwa...aku pulang saja!". Fahri hendak beranjak dari duduknya,
"tunggu bro...oke oke...
aku tidak akan membahas tentang kakak ipar,
maafkan aku,aku hanya tidak rela kalau sepupu ku ini dikhianati".
"CK,kau berbicara tentang pengkhianatan seolah kau orang yang paling setia".
"sekarang kan aku belum punya istri, lihat saja nanti kalau aku sudah punya istri,aku pasti jadi suami yang setia".
tok...tok...
seseorang mengetuk pintu,
__ADS_1
"masuk lah". teriak Farhan
"maaf pak,saya mengganggu...
saya minta izin permisi ke rumah sakit sebentar pak".ucap Aira,
"izin ke rumah sakit?
semalam kan kau sudah cuti berobat, kenapa sekarang minta izin ke rumah sakit lagi ?
kenapa akhir-akhir ini kau tidak profesional?.
"maaf pak,aku...."
Hoek...Hoek...
Aira berlari ke toilet yang ada di ruang kerja Farhan.
"hei....jangan mengotori toilet ku !!!". teriak Farhan.
plak
Fahri memukul kepala Farhan
"kau tidak lihat dia sedang mual...apa kau ingin dia memuntahkan isi perutnya di depan mu".ucap Fahri
"kan dia bisa berlari ke toilet umum".
"kelamaan...". jawab Fahri
"maafkan aku pak,aku tidak tahan lagi.. perutku mual terus dari tadi pagi".
"ya sudah pergi lah,
tapi jangan lama-lama ya !
kau harus datang sebelum jam makan siang, bawakan aku makan siang!
jangan sampai terlambat,jangan membuat ku kelaparan". ucap Farhan
"iya pak,saya permisi dulu".
Aira berjalan meninggalkan ruang kerja Farhan.
"hei...kenapa kau kejam sekali pada nya,kau tidak lihat mukanya sudah pucat...kau masih meminta nya membawakan mu makan siang?".
semalam dia membuat ku kerepotan,siapa suruh dia minta cuti mendadak".
"kau tidak boleh seperti itu pada perempuan,coba bayangkan kalau Humaira yang di perlakukan seperti itu?".
"Humaira adik kecil ku tidak akan pernah mengalami seperti itu,aku tidak akan membiarkan nya bekerja di perusahaan,
aaaaahhhhh.....adik kecil ku itu,aku Sangat merindukan nya". ucap Farhan,dia mengingat-ingat wajah adik perempuan nya yang sudah hampir 3 tahun lebih tidak pernah bertemu dengan Nya.
"Humaira bukan adik kecil mu lagi,dia sudah tumbuh dewasa,dia sangat cantik dan Solehah, jauh berbeda dengan mu,dia sangat taat beragama".
"benarkah ?, mengingat Humaira aku jadi ingin cepat pulang,tapi kalau ingat ibu Sarah....oh No !!!
nanti ibu Sarah memaksaku menikah !
tidak... tidak...aku belum ingin menikah".
"kau kan bisa membawa kekasih mu itu,kau nikah i saja dia ".
"menikah i Monika ?, tidak brother... Monika itu hanya sekedar jalang untuk ku,"
Fahri hendak memukul kepala Farhan, Farhan berhasil menghindari nya.
hahahaha...
tawa Farhan
"kali ini aku berhasil menghindari pukulan mu".
"ingat ya Farhan...kau sudah berjanji tidak akan-''
"iya...iya aku akan berusaha menepati janjiku,
kakak ipar dimana ?".
"dia sekolah,oh iya....aku hampir lupa,aku harus menjemput nya,aku pergi dulu ya, nanti aku kembali lagi...!". Fahri beranjak dari duduknya.
"hei... masih lama jam pulang sekolah!!!
kau membodohi ku ya ?, teriak Farhan.
"kenapa semua orang meninggal kan ku ?
CK,kenapa tiba-tiba aku merasa sedih kalau sedang sendirian".
__ADS_1
Farhan berjalan ke ruangan para produksi itu,dia memilih duduk di sana, memperhatikan para karyawan nya yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.
Di depan gerbang sekolah Salwa
Salwa sudah berjalan mondar mandir,dia berulang kali melirik jam di pergelangan tangan nya,
"duh.... Fahri dimana sih ?
semalam kan aku sudah bilang menjemput ku jam 2 siang,ini sudah hampir jam 3,kenapa dia belum datang juga, ponsel ku lowbat lagi,".gumam Salwa dalam hati
Tit..tit...
mobil Fahri sudah berhenti di depan Salwa,
Salwa langsung membuka pintu mobil,
Salwa duduk di sebelah Fahri,
"kenapa dengan nya ?
kenapa dia terlihat sangat kesal ?".gumam Salwa dalam hati.
Tidak berapa lama Fahri menghentikan mobil nya di parkiran apartemen,
"bukankah semalam dia berjanji membawaku ke perusahaan ?",batin Salwa.
Fahri dan Salwa berjalan menuju apartemen,
sesampainya di apartemen Salwa langsung masuk ke kamar, menghempaskan tubuhnya di kasur,
"di yang telat menjemput ku,dia pula yang terlihat yang kesal !!!
harusnya kan aku yang marah". gerutu Salwa dalam hati.
"Salwa kemari lah!". teriak Fahri dari ruang tamu.
"iya tunggu sebentar,Salwa ganti baju dulu".
Salwa beranjak ke kamar mandi, membersihkan diri dan mengganti baju nya,kali ini dia memakai baju kaos kebesaran berwarna putih dan celana di atas lutut.
"iya,kenapa kau memanggilku?".Salwa sudah duduk di sebelah Fahri.
"lihat lah ini".
Fahri memberi kan laptopnya pada Salwa.
Fahri memperlihatkan rekaman cctv,di dalamnya terlihat Revan memegang erat tangan Salwa,
Fahri sengaja membeli rekaman cctv itu dari pemilik restoran tempat biasa Salwa dan Revan.
Salwa terlihat kaget,dia hanya terdiam...
tidak berani menatap wajah Fahri.
"katakan Salwa, kenapa kau membohongi ku"?.
Salwa masih terdiam,dia tidak berani menatap mata Fahri.
"Salwa...apa kau tidak mendengar ku?".
"maaf...".ucap Salwa lirih, nyaris tak terdengar.
"katakan Salwa kenapa kau membohongi ku ?,"
kali ini Fahri sudah menekan kan ucapannya.
"maaf kan aku,aku tidak bermaksud membohongi mu,aku hanya...
aku hanya takut untuk mengatakan nya padamu,aku tahu kau tidak menyukai nya.
maafkan aku...aku tidak bermaksud membohongi mu,aku tidak enak menolak ajakan Revan".
"Apa kau tidak enak menolak pernyataan cinta Revan ?,
apa kau juga tidak enak menolak saat dia menggenggam tangan mu ?,
bukankah sudah pernah aku katakan pada mu ?
kau istri ku,kau milikku.
Aku tidak menyukai seseorang menyentuh milik ku!".
"Fahri... maafkan aku,".Salwa sudah mulai berkaca-kaca...
Fahri menatap wajah istrinya yang terlihat sudah berkaca-kaca,
Fahri memilih beranjak keluar apartemen, Fahri tidak sanggup menatap mata Salwa.
"maafkan aku Salwa,maaf aku sudah membentak mu....aku hanya ingin kau tahu,aku sungguh sangat kecewa!".gumam Fahri dalam hati nya
__ADS_1