Bukan Wanita Soleha

Bukan Wanita Soleha
FARHAN DAN AIRA


__ADS_3

Setelah mendengar kabar kalau Farhan menghamili anak orang,ibu Sarah langsung mengemasi barang-barang nya,dia sudah tidak sabar ingin menghajar anak nya itu.


"Sarah,kau dimana?".


teriak ibu Soraya,


"Bu,kita duduk disini saja,tunggu Sarah disini saja".


"aduh ayah...ayah duduk disini saja,ibu Sudah tidak sabar ingin mendengarkan cerita detail nya".


ibu Soraya langsung berjalan ke kamar Sarah.


"Sarah.. kau sudah mengemasi barang-barang mu?".


"sudah kak,aku dan Humaira berangkat nanti sore".


"kau menangis ya ?".tanya ibu Soraya


"kakak... bagaimana mungkin aku tidak menangis,


si Farhan menghamili anak gadis orang,dia memperkosa nya kak!!


ya Tuhan...kenapa aku bisa punya anak seberengsek itu kak ?.


"Sudah lah, jangan menangis lagi, harus nya kau bersyukur, mungkin beginilah cara nya agar Farhan mau menikah,kau kan sudah lama menginginkan Farhan menikah,harusnya kau senang... sebentar lagi kau akan punya cucu ".


"kak tapi ini keadaannya berbeda, Farhan benar-benar sangat keterlaluan,


Dia itu juga punya adik perempuan, bagaimana nanti kalau adiknya diperlukan seperti itu".ucap ibu Sarah yang masih sibuk mengemasi barang-barang nya.


''sudah lah, jangan menangis lagi,jaga kesehatan mu, belakang an ini diabetes mu sering naik,sudah.. sudah!".


"kakak, ikut lah dengan ku ke negara xxxx...


aku mohon,aku tidak sanggup menghadapi kenyataan ini sendirian, kasihanilah janda ini kak, bagaimana nanti kalau Farhan tidak menuruti ku? ,aku mohon kakak !".


"sebelum kau meminta nya,aku juga sudah memikirkan nya,aku dan ayah Fahri akan ikut bersama mu,Oh ya...besan ku Khanza dan suaminya juga ikut, sekalian kita berlibur ke negara xxxx".


"Besan kakak ?, ustadz Usman ?,


ya Tuhan betapa malunya aku kak,mau di taro dimana muka ku ini kak ?".


"sudah lah, hentikan drama mu, cepat lah berkemas,kita akan segera berangkat".


APARTEMEN FARHAN


Selesai sholat Maghrib di rumah sakit,Aira sudah di perbolehkan pulang,itu pun karena Aira yang terus-menerus merengek minta pulang,


Entah kenapa Aroma obat-obatan itu membuat nya semakin pusing.


Setelah sampai di apartemen Farhan,para pekerja pelayanan kebersihan itu sudah menyelesaikan pekerjaan nya.


"thank you,


(terimakasih)


ucap Farhan sambil memberikan beberapa lembar uang, pada seorang wanita yang bersihkan apartemen nya,


"Farhan turun kan aku!". Rengek Aira,dia sangat kesal melihat tingkah Farhan yang menggendong nya sejak turun dari mobil,


"sudah diam lah !


sebentar lagi juga sampai".


Farhan membawa Aira ke kamar nya,

__ADS_1


Salwa dan Fahri hanya mengekor di belakang menyaksikan Aira dan Farhan yang terus saja berdebat.


"kenapa kau membawa ku kesini ?


aku tidak mau !


Aku mau ke apartemen ku".Aira hendak melangkah.


"Aira... sekali kau langkah kan kaki mu,aku akan mematahkan nya !,aku tidak mengijinkan mu menginjak lantai,


sudah ku bilang,kau tidak boleh kelelahan,kau tidak mendengar nya,tadi dokter Josh bilang kandungan mu sangat lemah, berbaring lah, istirahat lah dulu".


"Farhan aku mau ke apartemen ku". rengek Aira


"bagaimana bisa aku beristirahat di ruangan ini, ruangan ini membuat nafas ku terasa sesak!".


gumam Aira dalam hati,dia mencoba mengalihkan pandangannya dari berbagai photo Farhan yang sedang bermesraan dengan Monika, kekasih Farhan.


"kakak,ini demi kebaikan kakak dan juga bayi yang di kandungan kakak,


kakak istirahat disini saja dulu,aku dan Fahri juga disini, Farhan tidak akan berbuat macam-macam,kakak tidur lah sebentar,aku akan memasak makanan spesial untuk kakak,ayo Farhan tinggalkan kak Aira ".


"kau keluar saja,aku akan menemaninya".


"ayo lah... biarkan kak Aira beristirahat dengan tenang".


Salwa menarik tangan Farhan ke ruang tamu.


"Farhan... lepaskan tangan Salwa ". Fahri berteriak, tatapan matanya sangat tajam,dia benar-benar tidak terima kalau lelaki lain menyentuh istri nya.


"hei....kau buta ya ?


jelas-jelas kakak ipar yang menarik tangan ku,


"Salwa,kenapa kau memegang tangan nya ?".


"Fahri,aku hanya menarik nya keluar dari kamar, tolong jangan berlebihan".


Salwa berlalu meninggalkan Fahri yang masih menatap nya dengan tatapan mata yang sulit di artikan.


"Farhan,dimana kau menyimpan bahan-bahan masakan?". Teriak Salwa dari dapur.


"CK, bagaimana mungkin aku punya stok bahan masakan ?


istri mu itu ada-ada saja!".


"ya sudah lah kalau begitu,kita pesan makan saja malam ini".ucap Salwa


.


"tidak usah biar aku dan Fahri keluar beli makanan ".


"kau saja sendiri" . Fahri masih fokus pada ponsel nya.


"Ayolah brother...aku kan sudah bilang kalau aku itu paling benci sendirian".Farhan menarik paksa Fahri.


Ting...


bunyi tanda pesan di ponsel Salwa,


"Salwa kau dimana ?". pesan dari Revan.


"aku di tempat saudara,kenapa?".


"bisakah kita bertemu sekarang?".

__ADS_1


"sudah malam,besok saja, pulang sekolah jemput aku ya!".


"baiklah, selamat malam Salwa".


Salwa meletakkan ponsel nya,


"besok aku harus memberi tahu Revan kalau aku sudah menikah, aku tidak ingin dia terus menerus berharap pada ku".gumam Salwa dalam hati.


"kau sedang memikirkan apa Salwa ?".tanya Aira yang tiba-tiba saja sudah duduk di sebelah Salwa.


"kakak,sejak kapan kakak duduk di samping ku?"


"baru saja".


"kakak berbaring lah, tubuh mu masih lemah".


"Salwa,aku tidak apa-apa,


aku capek seharian berbaring".


ceklek...


Fahri dan Farhan datang,membawa banyak makanan.


Farhan duduk di sebelah Aira,


"ini aku bawakan pho, makan lah".


Farhan menuangkan pho ke dalam mangkok dan memberikan nya pada Aira,


baru satu suap saja Aira sudah merasakan mual,dia hendak beranjak ke kamar mandi.


"kau mau kemana?".


Aira mengabaikan Farhan,


Hoek... Hoek....


Aira memuntahkan isi perutnya,


Farhan mengikuti Aira ke kamar mandi,


setelah melihat Aira tidak muntah lagi, Farhan langsung menggendong nya ala bridal style ke ruang tamu.


"Farhan aku bisa jalan sendiri !".


"sudah kubilang, untuk sementara waktu kau tidak boleh banyak gerak, tunggu sampai kandungan mu membaik".


Farhan meletakkan Aira di sofa panjang,


"berbaring lah, biar aku yang menyuapi mu!".


"tidak Farhan,aku tidak mau makan lagi,"


"ini bukan untuk mu,ini untuk bayi ku,buka lah mulut mu!".


Satu suapan sudah lolos ke mulut Aira.


"enak kan ?".tanya Farhan pada Aira,


Aira hanya mengangguk saja,


Selesai makan Aira dan Salwa langsung masuk kamar ruang tamu, dan Fahri tidur di kamar Farhan,malam ini mereka tidur di apartemen Farhan. Awalnya Fahri menolak, tapi Salwa ngotot tidak mau pulang.


"gagal sudah rencana ku malam ini".gumam Fahri dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2