Bukan Wanita Soleha

Bukan Wanita Soleha
BAJU KEBESARAN


__ADS_3

Aku masih memperhatikan Fahri yang terlihat asyik dengan ponselnya,Aku merasa kesal sendiri.


Aku pun membelakangi nya.


"punya istri cantik kok di anggurin ".gumam ku dalam hati.


Aku mengambil ponsel ku,


Aku melihat panggilan dan beberapa pesan dari umi.


"Halo umi...".Aku beranjak ke balkon kamar.


"halo nak,ini...umi mau kasih tau, barang bawaan mu sudah ibu kemas, besok kita jumpa di bandara saja ya nak".


"iya umi,"


"bagaimana Salwa,apa si Fahri sudah bertindak?".


ibu Soraya meraih ponsel umi .


"bertindak apa bu?" tanya ku masih kebingungan, Perasaan dari kemarin ibu mertua ku, selalu membicarakan tentang bertindak


"itu...apa kau sudah enak-enak dengan Fahri? ".


Aku sudah mengerti dengan arah pembicaraan ibu mertua ku,


"Halo Bu...halo...kok suaranya nggak kedengaran ya ?".


Aku langsung menutup telpon.


"Jangan kan mau enak-enak,minta di cium saja, Fahri malah mencubit hidung ku".gumam ku dalam hati.


Aku kembali masuk ke kamar dengan wajah yang masih ditekuk.


Aku melihat Fahri masih duduk di ujung kasur,kali ini dia fokus pada laptop nya.


Aku membelakangi Fahri,


"Apa Fahri hanya terpaksa menikah dengan ku ?,apa mungkin dia hanya merasa tidak enak menolak permintaan ayah untuk menikah dengan ku?,".


Tanpa terasa buliran air mata membasahi pipi ku,aku merasa bersalah, karena kesalahan ku, Fahri harus terlibat dalam pernikahan yang tidak diinginkan ini.


Aku menghapus air mata ku.


"Fahri...''


"ehhhhmmt"


Aku masih membelakangi Fahri,


"Maaf kan aku,".


"Maaf untuk apa?".


"Maaf karena kesalahan ku,kau harus terlibat dengan pernikahan ini,aku tahu kalau kau tidak menginginkan pernikahan ini..-". Air mata ku kembali membasahi pipi ku.


Fahri menarik tangan ku dengan lembut, hingga aku sudah berbaring menghadap Fahri,


Fahri mengelus wajah ku dengan lembut,


Fahri juga menghapus air mata ku.


"Salwa Soleha,apa kau tahu...?Aku sudah melamar mu,jauh sebelum ustadz Usman meminta ku menikah dengan mu.Apa kau tahu... waktu kita piknik di danau itu,aku sudah melamar mu, tapi karena kau masih sekolah, ustadz Usman meminta ku menunggu 1 tahun lagi,"


Aku membulatkan mata ku,aku benar-benar tidak menyangka kalau ternyata Fahri sudah melamar ku.


Fahri meletakkan laptop nya, Fahri berbaring menghadap ku.


"kenapa kau berfikir kalau aku tidak menginginkan pernikahan ini ".


"itu.... karena kau(aku ragu-ragu melanjutkan kalimat ku), karena kau tidak mau mencium ku...".


Fahri mencubit hidung ku,


"ini efek kebanyakan nonton drama".


Aku mengelus hidung ku yang terasa sakit.


."ya sudah kalau tidak mau juga nggak apa-apa"..


ucapku hendak membelakangi Fahri, Fahri menarik tengkuk leher ku, Fahri mengecup bibirku sekilas,hanya sekedar menempel.


Aku membulatkan mata ku,aku masih terdiam mematung,


Fahri membawa ku ke pelukannya, Fahri mengeratkan pelukannya,


"Tidur lah, besok pagi-pagi sekali kita harus berangkat".


ucap Fahri sambil menyentuh pipi ku dengan penuh kelembutan.


Aku malu-malu melekatkan kepalaku di dada bidangnya..Aroma wangi tubuhnya membuat ku terlelap dalam tidur ku.


🍀🍀🍀🍀


Suara dering alarm ponsel membangun kan ku dari tidur lelap ku,aku meraih ponsel dan mematikan alarm.


Aku melihat Salwa yang masih terlelap di pelukan ku,Aku mengelus pipi mulusnya..


Baju tidur model v-neck yang di pakainya memperlihatkan belahan dada nya,Aku bersusah payah menelan Saliva ku.


Aku langsung beranjak ke kamar mandi....Aku tidak kuat lagi berlama-lama memperhatikan Salwa.


Selesai melaksanakan sholat subuh aku melihat Salwa sudah keluar dari kamar mandi,hanya memakai jubah mandi.


"Oh ya....Salwa kan nggak punya baju ganti".ucap Salwa sambil memainkan ujung baju jubah mandi yang di pakainya.


"Itu ada di meja...tadi aku minta tolong Bu Ratna membelikannya".


Salwa memperhatikan baju gamis yang dibelikan Bu Ratna,

__ADS_1


"Ini kan kebesaran". sambil cemberut


Aku hanya diam dan berlalu meninggalkan nya,aku memang sengaja meminta Bu Ratna membelikannya baju kebesaran,aku tidak suka kalau dia. memakai baju yang ngepas di badan.


Sesampainya di bandara, Para orang tua kami sudah menunggu di sana.


"Nak kok lama datang nya ?,kami kan masih mau berbincang-bincang dengan kalian".Ucap ibu Soraya


"Maaf ya Bu tadi kejebak macet" . ucapku


"bukan cuma macet Bu,si Fahri tuh...Bawak mobilnya pelan banget".Salwa terlihat sedikit kesal.


"Salwa....yang sopan ngomong nya nak, Fahri itu kan sekarang suami kamu, nggak sopan panggil namanya".ucap umi Khanza menasehati l.


"Panggil Abi aja nak, atau panggil sayang ku juga boleh tuh....biar keliatan romantis".ucap ibu Soraya menggoda Salwa.


"mendengar nya saja aku sudah begidik ngeri".


Salwa berlalu meninggalkan kami dengan wajah yang cemberut.


"Salwa...umi masih mau bicara,"


teriak umi Khanza,dan yang di teriaki tidak menoleh,dia terus berjalan memasuki pintu keberangkatan bandara.


"Nak Fahri...maaf kan Salwa ya,dia masih kekanak-kanakan,ayah titipkan Salwa nak...


bimbing lah dia,dan jaga dia.".


ucap ustadz Usman yang terlihat berkaca-kaca.


Aku melihat wajah sedih kedua mertuaku.


"Iya Ayah Fahri mengerti".


"Salwa memang begitu nak,kalo moodnya lagi nggak baik...semua orang dia nggak bakal peduliin, Fahri banyak-banyak sabar ya nak!".ucap umi Khanza


"iya umi,


Fahri berangkat dulu ya".


"iya .. hati-hati nak".ucap orang tua ku berbarengan.Aku berjalan memasuki pintu keberangkatan,aku menyelusuri pandangan ku,aku melihat Salwa berdiri di depan bording pass.Dia menunggu karena memang tiketnya ada pada ku.


Dia masih terlihat cemberut.


Bahkan setelah kami di dalam pesawat pun Salwa masih terlihat cemberut,


Aku memilih membiarkan nya, nanti juga hilang sendiri cemberut nya.


"Permisi pak Bu...ini makanannya ya".


ucap salah satu Pramugari sambil menawarkan 2 porsi makan dan minuman,


Nasi ayam dan oseng wortel plus telur.


"ini Salwa makan lah dulu...."


"Mba makanan nya satu saja,". ucapku sambil memberikan.


"Iya pak.Terimakasih,dan selamat menikmati".ucap pramugari dan berlalu meninggalkan kami.


Aku mulai menikmati makanan ku,aku melirik Salwa yang mulai memejamkan matanya.


Setelah menempuh perjalanan hampir 6 jam kami pun sampai di negara xxxx.


"Hei bro kau terlihat makin tampan". ucap Farhan saudara sepupuku,aku memang sengaja meminta nya menjemput ku.


"Dan kau terlihat sangat berantakan".sambil mengacak-acak rambut nya.


Aku melihat Farhan melirik Salwa yang berdiri tidak jauh dari ku,yang dilirik malah buang muka.


"Siapa dia ?".tanya Farhan berbisik.


see


"dia kakak ipar mu.."


"Apa ?, kapan kau menikah ? kenapa kau tidak memberi tahu ku ?,ibu juga tidak ada mengabari ku,Kalian benar-benar keterlaluan".


"Sudah lah, hentikan drama mu..ayo kita ke mobil mu".


kami bertiga berjalan menuju mobil Farhan,dan diiringi dengan seorang bapak yang membawa barang kami.


"Hei....apa aku terlihat seperti supir kalian".


ucap Farhan yang protes karena aku dan Salwa duduk di kursi belakang.


"mentang-mentang pengantin baru,pengen nya dekat-dekat terus....". Sindir Farhan.


Aku dan Salwa hanya terdiam, tidak menanggapi Farhan.


dret...dret...dret...


bunyi ponsel Farhan.


"Iya sayang....tunggu sebentar,aku antar sepupuku dulu,


nanti abang langsung ke apartemen mu ya beb,jangan lupa mandi yang bersih...


Abang sudah kangen ehmmm.Sudah ya bebeb.ummmachhh!.". dengan nada vulgar nya


menutup ponselnya.


Memukul kepala Farhan dari belakang.


"aku laporkan ibu Sarah..."


"Eh...eh..


jangan dong brother, please....!

__ADS_1


nanti aku kasih kan kau mobil sport ku,kau kan tidak ada kendaraan.Kakak ipar tolong bantu aku".


Salwa hanya diam mengabaikan.dia terlihat masih fokus melihat keluar jendela kaca mobil, memperhatikan setiap sudut jalan.


"apa kau mau menyogok ku,bahkan aku bisa membeli perusahaan mobil sport mu itu" .


"Ahhhh ya...aku sampai lupa kalau kau lah sultan nya, brother jangan beri tahu ibu,aku hanya bermain-main dengan wanita itu".


" sampai kapan kau bermain-main ?.


kau tahu kan itu zina... taubatlah sebelum terlambat".


"Aku tahu itu zina bro, tapi itu terlalu nikmat untuk di tinggalkan....kau kan sudah merasa kan nya,"


Aku memukul kepala Farhan.


"nikmat nikmat... Ingat Akhirat!


kau tahu kan dosa zina itu seperti..-


"iya iya pak ustadz, nanti saya taubat.kok kakak ipar dari tadi diam saja,apa kalian berantem?".


"lagi m". Jawab Salwa singkat.


"lagi m ? m itu apa kakak ipar ?".tanya Farhan


"mikir aja sendiri".


"owh m itu artinya mikir, kakak ipar mikirin apaan ?".


"nggak tau ahhh". Jawab Salwa judes.


hahhaha..


tawa Farhan pecah,dia memperhatikan wajah cemberut Salwa dari kaca,


"Aku rasa kalian berdua lagi perang dingin ya....


kalo pengantin baru itu enaknya perang panas.jangan perang dingin kayak gitu".


Farhan menghentikan mobilnya di depan Mansion sangat mewah.


"loh kok berhenti disini,kenapa nggak ke apartemen Salwa aja".


"mana gue tahu...tuh suami mu bilang mau beli mansion ini,". jawab Farhan


"nggak... nggak....Salwa nggak mau disini,Salwa mau ke apartemen Salwa".


"ya sudah kita ke apartemen Salwa saja".


"iiisssshhh.... kenapa nggak dari tadi aja sih...


wanita ku sudah menunggu ku".


Sesampainya di apartemen Salwa,aku dan Salwa langsung masuk,dan Farhan memilih langsung pergi,dia sudah tidak sabar menemui kekasihnya.


Farhan itu memang Casanova sejati,sejak SMP dia sudah terbiasa melakukan **** bebas.wajah tampan nya membuat setiap wanita tergila-gila padanya.


Ibu Sarah sampai pusing menghadapi kelakuan anaknya ini.Farhan memilih kerja di negara xxxx itu karena dia ingin hidup bebas.


Aku melihat Salwa sudah keluar kamar mandi,dia sudah mengganti baju nya,kali ini dia memakai baju tidur berlengan pendek dan celana panjang.


"Akhirnya.....sampai juga di istana ku ini".


ucap Salwa sambil berbaring di sofa.


Aku menyeret koper kami ke dalam kamar..


setelah itu aku duduk di sofa tidak jauh y tempat Salwa berbaring.


"Fahri..."


"Ehmmmtt...".


Salwa menatap ku dengan tatapan tajam nya.


"Fahri...kok kamu dari tadi diam saja sih,


dari tadi itu aku marah sama mu.aku itu lagi kesal....kok kamu nggak ada nanya aku...kenapa aku kesal sama kamu?".


"terus...aku harus nanya apa ?".tanya ku singkat.


"ahhahahha...... Fahri..aku itu lagi kesal!". teriak Salwa frustasi.


"iya aku tahu kamu kesal".


"terus kenapa kamu nggak Bujuk aku ?,kenapa kamu nggak nanya alasan kenapa aku cemberut ? tadi juga pas waktu di pesawat,aku bilang belum lapar itu....bukan berarti aku benar-benar tidak ingin makan.Bayangin...kita itu kurang lebih 6 jam di pesawat...dan aku tidak makan apa pun,aku puasa sepanjang perjalanan". ucap Salwa dengan bibir cerewet nya.


"kan kamu bisa bilang kalau kamu mau makan". jawab ku singkat.


"nggak bisa! Salwa nggak bisa bilang.Salwa kan lagi marah.


"iya...aku tahu kamu marah,


"tu kan....kamu tahu aku marah, kenapa nggak nanya aku tadi kenapa aku marah ?".


"iya...iya...Salwa soleha kenapa tadi kamu marah?"


ya Allah....aku benar-benar tidak menyangka,apa serumit ini berurusan dengan yang namanya perempuan.


"iya lah aku marah.....


kenapa coba kamu minta Bu Ratna membeli kan aku baju kebesaran ?.


aku terlihat seperti orang-orangan sawah...


pasti sengaja kan...?".


"Ya ampun hanya masalah baju kebesaran saja, masalah nya sampai sudah berpindah negara pun masih di bahas.Apa perempuan memang seribet serumit ini !".gumam ku dalam hati*

__ADS_1


__ADS_2