
Sesampainya di rumah tepat jam 2 siang,aku melihat umi sedang duduk di teras rumah,
umi terlihat kaget melihat ku,
" putri Solehah umi...(umi berlari memeluk ku)
"umi, ayah ingin membicarakan sesuatu,
Salwa pergi lah ke kamar mu",.
Aku pun meninggalkan ayah dan umi di teras rumah,aku melihat Fahri juga duduk di sebelah ayah, sepertinya ayah menceritakan tentang kesalahan ku.
Aku masuk ke kamar, berbaring di tempat tidur ku, aku mencoba memejamkan mata, tapi tetap saja aku tidak bisa memejamkan mata ku,aku terus saja memikirkan, bagaimana kalau ayah benar-benar tidak mengizinkan aku melanjutkan sekolah ku lagi?.
"non di panggil tuan", teriak salah satu asisten rumah tangga kami sambil mengetuk pintu kamar ku.
Membuka pintu kamar,dan turun ke bawah,ke teras rumah.
"Duduk lah Salwa",
untuk pertama kalinya umi memanggil ku Salwa, Aku melihat wajah kekecewaan umi,mata nya terlihat berkaca-kaca.
Sungguh aku sangat merasa bersalah,
Aku pun duduk di sebelah umi,
"Salwa...ayah dan umi sudah sepakat,jika kau tetap ingin kembali melanjutkan sekolah mu di luar negeri,kau harus menikah dengan Fahri".
"menikah?, kenapa harus menikah ayah ?,aku hanya ingin melanjutkan sekolah ku, bagaimana mungkin ayah dan umi meminta Salwa menikah.. Salwa masih muda ayah, Salwa masih ingin menggapai cita-cita Salwa".
"Ayah sangat yakin, Fahri orang yang tepat untuk mu nak,ayah dan umi sudah gagal mendidik mu, setidaknya ayah dan umi sudah memilih suami yang tepat untuk mu,ayah yakin Fahri pasti bisa membimbing mu ke jalan yang benar".
"tapi ayah....Salwa masih sekolah, Salwa berjanji tidak akan mengecewakan ayah dan umi,Salwa belum siap untuk menikah ayah...
umi tolong yakin kan ayah, Salwa sudah menyesali perbuatan Salwa".aku menangis dan bersimpuh di kaki umi, berharap umi akan berbelas kasih kepada ku.
"Ikutilah permintaan ayah mu Salwa,umi yakin ini yang terbaik untuk mu".
"baiklah jika memang ayah dan umi menginginkan Salwa menikah.. Salwa menurut saja, tapi dengan syarat,Salwa harus tetap melanjutkan sekolah Salwa".
Setelah menyelesaikan kalimat itu,aku langsung beranjak dari tempat duduk ku.Aku berlari ke kamar ku, menangis sejadi jadinya, bagaimana mungkin ayah dan umi menyuruhku menikah...???
dan kenapa Fahri hanya terdiam saat ayah menyuruhku menikah dengan Nya, tidak bisa kah dia menolaknya ?, kenapa Fahri harus menanggung kesalahan ku,ahhhh....aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana,
tapi kalau di pikir kenapa aku menangis ? menikah dengan Fahri bukan sesuatu yang buruk, Fahri sangat tampan,dia juga sangat mapan,aku mulai menghapus air mata ku.
"bukankah ini hukuman yang sangat baik, tapi bagaimana ya,apa Fahri bersedia menikah dengan ku ?, kenapa tadi dia hanya terdiam saat ayah menyuruhku menikah dengan Nya ...".gumam ku dalam hati.
Dari pada bengong di kamar aku mulai menyalakan televisi, menonton drama Korea...
#POV FAHRI
Aku hanya terdiam saat mendengar ustadz Usman meminta ku menikah dengan Salwa, harus kah aku bahagia di atas penderitaan Salwa,aku tahu Salwa tidak menginginkan pernikahan ini,
"bagaimana nak Fahri ?".tanya ustadz Usman.
"bagaimana ya ustadz,kalau saya... saya setuju saja menikah dengan Salwa, bukankah kemarin saya sudah melamar nya waktu kita danau itu ustadz,
bagaimana dengan Salwa ustadz ?. Sepertinya dia hanya terpaksa menerima pernikahan ini".
"tidak apa-apa nak, nanti juga Salwa akan mengerti, ini lah yang terbaik untuk nya,".
"Tapi ustadz...-"
__ADS_1
"jangan panggil ustadz lagi, panggil ayah saja, sebentar lagi kau akan menikah dengan putri ku".ucap ustadz Usman memotong pembicaraan ku.
"baiklah ayah...
bagaimana kalau acara pernikahan yang sederhana saja dulu ayah, setelah Salwa lulus sekolah baru kita buat acara resepsi nya"
"itu ide yang bagus nak,umi juga mikir nya begitu,apa kata orang nanti...masa Salwa masih sekolah sudah menikah". ucap umi Khanza
"Baiklah kalau begitu, pernikahan nya ijab Kabul saja dulu, kita tidak perlu mengundang tamu, jangan lupa menjemput ayah dan juga ibu mu ya nak".
"iya ayah, kalau begitu Fahri pamit pulang ya ayah,umi". ucapku sambil berpamitan.
Aku melajukan mobil ku,aku sudah tidak sabar memberikan kabar bahagia ini untuk ibu,ibu sudah lama meminta ku segera menikah.
Perjalanan yang biasa nya di tempuh sekitar 2 jam lebih tapi kali ini aku hanya menempuh 1 setengah jam saja.
Aku melihat ibu sedang berbincang dengan ayah di ruang tamu,aku langsung memeluk ibu dari belakang.
"Ibu... besok
anak mu yang ganteng ini akan menikah"Aku berbisik di telinga ibu,bukan nya bahagia ibu malah memukul kepala ku.
"Menikah ??kau bercanda ya..!
bagaimana mungkin kau akan menikah besok,calon nya saja kau tidak punya".
"ayah (duduk di sebelah ayah), ayah besok Fahri menikah,apa ayah mau mendampingi putra mu ini ?"
"tentu saja ayah akan mendampingi putra ku satu-satunya ini". jawab ayah sambil mengelus-elus pundak ku.
"tapi kau mau menikah dengan siapa nak?''.Tanya ayah
"besok Fahri menikah dengan Salwa, putri nya ustadz Usman".
Aku melihat ayah dan ibu terdiam, sepertinya kedua orang tua ku tidak mempercayai ku,
"aku sedang tidak bercanda ibu, kalau tidak percaya ibu bisa menelepon Tante Khanza".
"benarkah?, bukankah kemarin kau bilang kalau Salwa masih sekolah,kata mu ustadz Usman meminta mu menunggu satu tahun lagi".
"ibu.. ustadz Usman sudah berubah pikiran, katanya lebih cepat lebih baik ibu,apa ibu tidak senang kalau aku menikah besok"
Aku melihat ibu sudah menangis bahagia,
"Apa kau tau Fahri...ibu sangat bahagia, akhirnya kau bukan bujang lapuk lagi"
"baiklah kita harus segera mempersiapkan kebutuhan untuk pernikahan ku besok, berhentilah menangis ibu".
Bukan berhenti menangis tapi ibu malah mengencangkan suara tangisnya, begitu lah cara ibu ku mengungkapkan kebahagiaannya.
#POV SALWA
Entah sudah berapa episode yang sudah aku tonton, seperti nya sudah 2 jam lebih aku hanya menikmati drama Korea,aku melihat jam sudah menunjukkan jam 5 sore,aku beranjak ke kamar mandi membersihkan diri, selesai mandi aku memakai baju gamis dan juga hijab,aku keluar kamar, menuruni anak tangga,aku melihat para asisten rumah tangga kami sudah mulai menghiasi setiap sudut rumah,
"cie yang mau menikah,makin cantik aja nih non"
mbok Yuni menggoda ku.
"Apaan sih mbok,kan dari dulu Salwa memang cantik,oh ya mbok..ayah sama umi dimana ?
"itu non.katanya pergi ke butik,cari baju pernikahan non Salwa".
"ihhh kok Salwa nggak di ajak sih mbok,kan yang mau menikah itu Salwa".
__ADS_1
"kalau itu saya nggak tahu non",
"mbok... masakin Salwa mie lendir dong". ucapku sambil mengedipkan mata.
"oke non".
"nanti antar ke kamar ku ya mbok".
Tidak berapa lama mbok Yuni datang ke kamar ku membawa semangkok besar mie lendir,
Aku langsung melahapnya,
"pelan-pelan makan nya nak", ucap umi yang tiba-tiba saja muncul di depan pintu kamar ku yang memang sengaja tidak di tutup.
Aku melihat umi membawa beberapa kantong belanja an.
"itu baju pengantin untuk Salwa ya umi ?".
"iya,"umi mulai memperlihatkan baju pengantin,baju gaun pengantin muslimah syar'i, warna putih.
"coba dulu ya nak".
Aku menyudahi makan ku,dan mulai mencoba gaun pengantin syar'i warna putih.
"bukankah ini terlihat kebesaran umi...
bisakah Salwa pakai baju kebaya, pakai rok gitu umi". rengekku
"tidak bisa Salwa,ini sudah cocok untuk mu, putri umi terlihat sangat cantik".Umi meraih tangan ku,aku melihat mata umi berkaca-kaca
"Salwa Soleha,besok putri umi akan menikah, dengarkan umi nak... memakai hijab itu bukanlah tuntutan tapi kewajiban, belajar lah untuk memperbaiki adab berpakaian, jagalah aurat mu,Apa kamu tahu kenapa wanita harus menutup aurat nya?
karena kecantikan wanita itu mahal harganya,hanya orang tertentu saja yang bisa melihat kecantikan wajah nya, Mahram dan juga suaminya, begitu lah Allah memuliakan wanita, bukan kekangan tapi bentuk kemuliaan.kamu paham kan maksud umi?.
Aku mengangguk setuju.
"Salwa akan berusaha umi,(memeluk umi)
Maaf kan Salwa sudah mengecewakan ayah dan umi".
"iya... tidak apa-apa nak, nanti kamu harus nurut sama Fahri ya nak,besok Fahri sudah sepenuhnya bertanggung jawab dunia dan akhirat mu".
"Iya umi,malam ini Salwa mau tidur sama umi, boleh ya umi!".
"boleh, tapi di kamar umi sama ayah ya nak?"
"asyik...".
Malam ini aku dan umi tidur bersama, sementara ayah lebih memilih tidur di kamar tamu,aku tahu ayah masih marah.
Pagi-pagi sekali,umi sudah membangun kan aku,
"Nak bangun lah,ayo sholat dulu, sebentar lagi MUA nya akan datang merias wajah mu".
Aku melirik jam masih menunjukkan pukul 4.30.
"Aduh umi...ini masih pagi sekali,Salwa masih ngantuk". rengekku
"Salwa ayo cepat..!''.
umi menarik tangan ku menuju ke kamar mandi,umi memaksaku mandi pagi-pagi sekali.
__ADS_1
selesai mandi aku hanya memakai baju kaos kebesaran ku dan celana pendek selutut,aku dan umi sama-sama melaksanakan ibadah sholat subuh.
Selesai sholat subuh,MUA yang di sewa umi sudah datang,dia mulai memoles wajah ku.