Butterfly Trap

Butterfly Trap
Part 20


__ADS_3

" Sepertinya Grand Duke sangat menyukaimu", celetuk Miranda saat dia berkunjung ke tempatku, dia memperhatikan kalung yang bergantung di leherku dan menyentuhnya.


" Madam, jangan bilang kamu mau aku dan dia bersama?" tanyaku heran.


" Apa hubungannya?"


" Karena....."


" Karena apa yang aku bilang barusan?" tanyanya sambil tertawa kecil.


Aku mengangguk.


" Bukan begitu maksudnya Si, kamu memakai kalung yang sangat langka dan aku yakin dia yang memberikannya kepadamu, memangnya kamu punya uang darimana untuk membeli kalung seperti ini?"


Aku memegang kalung yang di leherku itu dan memperhatikannya dengan seksama.


" Memang apa bagusnya kalung ini? permatanya juga tidak terlalu berkilau, lagian warnanya juga tidak cantik"


Miranda tertawa kecil.


" Kau tau, kalung itu sendiri adalah artifak sihir yang sangat-sangat langka, artifak ini dapat melindungi pengguna dari serangan apapun, dan permata itu adalah inti kekuatan monster, semakin gelap warnanya berarti monster yang memilikinya juga sangat kuat"


" Benarkah? apa sebagus itu? kalau dijual berapa harganya?"


" Aku tidak tau, mungkin sekitar satu milyar koin emas".


": Sa...... satu milyar koin emas? oh my god, bagaimana bisa dia memberikan benda yang sangat bernilai ini kepadaku? kalau satu milyar koin emas berarti itu cukup untuk membeli satu kepulauan dan itu masih bisa menanggung keluargaku beberapa keturunan?"


Aku ternganga.


Saat Zurich memberikan kalung itu kepadaku, aku pikir dia hanya berniat memberiku tali kekang sehingga aku tidak bisa melarikan diri atau kalau dia benar-benar tulus, kalung ini hanya berisi kekuatannya sehingga aku dapat melindungi diriku namun dia masih dapat memata-matai keberadaan ku.


" Jadi itulah mengapa kamu bilang dia sangat menyukaiku?"


Dia mengangguk.


" Pria mana yang akan memberi wanita sesuatu yang sangat bernilai jika dia tidak tertarik kepada orang tersebut? terlebih lagi dia adalah Grand Duke Dagaras, Pria dengan kepribadian yang dingin, bahkan banyak para gadis yang melakukan berbagai trik untuk menarik perhatiannya tapi tidak ada satupun yang berhasil".


" Bagaimana kamu bisa tau?"


Dia terkekeh.


" Sisi, kamu pikir aku ini siapa? informasi macam apa yang tidak aku dapatkan?"


" Ah benar juga, Guild Humingbird dilawan" jawab sambil tertawa.


Dia tersenyum tipis mendengar ucapanku.


" Nih, alat yang bisa mengelabui alat deteksi" ujarnya sambil menyerahkan sebuah benda berbentuk persegi dengan warna maroon.


" Kamu yakin alat ini bekerja?" tanyaku tidak yakin dengan bentuknya.

__ADS_1


" Oh ayolah Sisi, Guild Master sepertiku memberikan sembarangan alat? yang benar saja, sebelum aku memberikannya kepadamu, aku sudah menguji coba terlebih dahulu, dan mendapatkan benda ini tidak mudah".


" Baiklah, terima kasih banyak Madam" jawabku sambil membungkuk.


Dia segera menghentikan ku, karena dia tidak mau luka di punggungku akan terbuka lagi.


" Lukanya sudah kering kok Madam, paling juga dalam beberapa hati aku sudah bisa beraktifitas lagi".


Dia tersenyum sambil membelai rambutku, tatapannya masih penuh dengan kekhawatiran walaupun dia bicara dengan tegas tapi dia selalu memperlakukanku seperti putrinya sendiri.


" Tidak banyak yang bisa aku lakukan untuk mu, aku hanya berharap kamu tidak terlibat ke dalam dunia sosial kalangan atas, namun ingatlah Sisi, aku selalu mendukung apapun keputusan yang kamu ambil"


Aku tersenyum dan memeluk wanita itu.


Miranda kemudian pamit meninggalkan kediaman, sebelum dia pergi tentu saja dia kembali memperingatkan ku untuk tidak jatuh cinta kepada Zurich namun apalah daya, aku tidak bisa mengendalikan hatiku, semakin aku berusaha menghilangkan dia dari ingatanku semakin sering aku memikirkannya.


Aku mengajak Zeju untuk berjalan-jalan ke taman, sekalian mencari jalan keluar yang bisa aku gunakan saat nanti aku kabur dari sini, tentu saja Zeju menolak tapi setelah aku merayunya dengan darahku akhirnya dia dengan ogah-ogahan mengikutiku.


Kami sampai di gazebo yang berada diatas permukaan danau buatan, tempat yang cocok untuk menikmati keindahan danau dan juga keindahan kediaman ini.


" Jadi bagaimana? apa kau sudah menemukan tempat yang bisa pakai untuk kabur?"


" Hmm ada beberapa cara yang terpikirkan olehku"


" Benarkah?" ucapku berbinar-binar.


Dia menatapku sepersekian detik.


' Benar, kehidupan disini memang menyenangkan, aku bisa melakukan apapun yang ku mau, kehidupan menganggur tapi tidak pusing memikirkan cara untuk memenuhi kebutuhan hidup, bukankah tidak ada yang lebih baik dari ini? tapi jika aku terbiasa aku tidak tau bagaimana jadinya jika Zurich tau kalau aku adalah anak dari keluarga yang membunuh ayahnya'


" Hei, kenapa malah melamun sih?" teriak Zeju sambil memukul tanganku dengan kakinya yang membuatku kembali ke dunia nyata.


" Zeju........ kau sangat tidak berperi kemanusiaan, kau pikir dipukul oleh kaki cantikmu itu tidak sakit apa?" sungutku sambil mengusap tanganku yang dipukulnya.


" Aku hewan, bagaimana mana bisa berperi kemanusiaan" jawabnya dengan santai.


" Zeju.... kau.."


" Sisi, apa yang kamu lakukan disini?" terdengar suara Zurich mendekat.


Aku menoleh ke sumber suara, Zurich berjalan dengan senyuman cerah ke arahku dengan seragam berwarna hitam dan aksesoris keemasan menambah kharismanya, dia terlihat seperti dikelilingi oleh bunga-bunga dan langkahnya terlihat lambat.


' Malaikat, dia pasti malaikat, tidak mungkin manusia seperti itu! Kyaaaaa aku tidak bisa memilih antara Zurich dan Zeju, ah indahnya bisa melihat pemandangan bertabur visual, apa yang sudah aku perbuat dimasa lalu sampai-sampai aku seberuntung ini?'


Aku benar-benar terpesona, jantungku berdetak dengan cepat dan memompa darah dengan kuat ke mukaku sehingga wajahku terasa memanas, aku menutup mulutku yang ternganga dengan tanganku dan mengikutinya dengan mataku sampai dia duduk di hadapanku.


" Apa kamu sedang mengajak kelincimu jalan-jalan?" tanyanya masih dengan senyuman cerah.


' Terlalu silau, ini benar-benar tidak baik untuk jantungku'.


" ah iya, aku ingin memperlihatkan pemandangan yang indah ini kepada Zeju" jawabku sambil tersenyum canggung.

__ADS_1


' Sekalian cari jalan buat keluar dari kediamanmu'


" Zeju? siapa?"


" Dia" tunjukku kepada kelinci putih yang duduk diatas meja.


Dia terkekeh.


" Nama kelinci itu Zeju? apa artinya?"


" Itu............".


Aku menelan ludah.


Dia masih tersenyum menunggu jawabanku.


" Karena itu pemberianmu dan sikapnya juga sama denganmu, makanya aku kasih nama Z Junior, jadi kalau di aku dipersingkat menjadi Zeju" jawabku masih dengan senyuman canggung.


" Tapi aku ngasih nama itu bukan karena aku membencimu " tambahku sambil melambaikan tanganku.


Aku cemas dia akan berpikir buruk tentangku.


" Hmmmm jadi kamu menyukaiku?" godanya.


" Ap..apa? bu..bukan begitu yang mulia".


" Jadi kau membenciku?"


" Bukan, aku...." aku kelabakan, ditambah lagi tatapannya yang menggodaku membuat wajahku semakin panas.


Dia tertawa, lalu memukul lembut hidungku dengan jarinya.


' Apa-apaan dia? kenapa kau melakukan ini kepadaku yang mulia? kau mau membuat jantungku meledak karena melihat tawa indah mu?'


Aku menundukkan kepala, tidak berani menatap mata pria itu, aku tidak mau semakin menyukainya sehingga aku enggan meninggalkannya nantinya, dia membelai rambutku dengan lembut.


" Aku membeli kue dari toko kue La Creme, apa kamu mau mencobanya denganku?"


" Kamu membelikannya untukku?"


Dia mengangguk sambil tersenyum.


" La Creme, bukankah itu toko kue yang paling terkenal se Dakota? bahkan untuk mendapatkan satu slice aja butuh antri berhari-hari".


" Benar, La Crema yang itu", jawabnya.


" Yang Mulia Grand Duke, anda benar-benar luar biasa" ujarku mengacungkan jempolku kepadanya.


" Mimpi apa aku semalam? sampai-sampai aku bisa menikmati kue dari toko terkenal seperti itu? bahkan kalau aku memberikan semua tabunganku, belum tentu aku bisa menikmatinya" celetukku sambil menutup kedua pipiku dengan jemariku lalu tersenyum cerah kepadanya.


Dia terpaku sesaat kemudian dia tertawa kecil mendengar ucapanku sambil menggandeng tanganku menuju bangunan utama.

__ADS_1


__ADS_2