Butterfly Trap

Butterfly Trap
Part 26


__ADS_3

Sudah dua hari semenjak kejadian terbukanya portal di Kapital, dan fraksi Pisces yang bertanggung jawab pada penelitian dan pengembangan masih berusaha untuk menutup portal tersebut sementara fraksi yang lain menangani monster yang masih bermunculan dari portal tersebut.


Selama itu juga aku tidak melihat batang hidung Zurich, beberapa kali aku menunggunya di pintu masuk kediaman tapi sosoknya tidak kunjung muncul.


" Apa masih tidak ada kabar dari yang mulia?" tanyaku kepada kepala pelayan.


" Masih belum Nona", jawabnya sambil menggelengkan kepala.


Aku menarik nafas, di kepalaku ada rasa khawatir karena tidak adanya kabar darinya dan juga rasa takut kalau-kalau aku tidak akan bertemu lagi dengannya seperti keluargaku, namun aku berusaha menghilangkan pikiran-pikiran negatif yang memenuhi pikiranku itu, aku berusaha untuk menyakinkan diriku bahwa dia akan baik-baik saja.


Aku menghempaskan badanku ke atas tempat tidur, memandangi langit-langit kamar dengan lama, sesekali terdengar tarikan nafas yang dalam, tanganku aku lipat di atas perutku, pikiranku jauh menuju perbatasan dimana kemungkinan dia sedang berada saat ini.


' Apa ini? kenapa aku jadi mengkhawatirkan dia begini?' pikirku kemudian membalikan badanku ke samping.


" Tidak ada kabar adalah kabar baik, lebih baik begitu dari pada kau mendengar kabar bahwa dia terluka bukan?" ujar Zeju dengan wujud manusianya yang dari tadi memperhatikan ku dari sofa dekat jendela.


" Kau benar, tapi aku tidak tau, perasaanku tidak enak seperti sesuatu yang besar akan terjadi" jawabku menghela nafas tapi masih dengan kondisi berbaring.


" Semoga saja tidak ada yang terjadi dan kau hanya terlalu berlebihan memikirnya".


" Baguslah kalau memang tidak ada yang terjadi, tapi bagaimana jika memang terjadi?"


" Stttt berhenti memikirkan yang tidak-tidak, sebaiknya kau istirahat supaya pikiranmu tenang" jawabnya melangkah ke dekat tempat tidurku.


" Sekarang sudah jam sembilan malam, tidurlah! semoga besok kau mendengar kabar bagus" tambahnya.


Dia mengambil selimut dan menutupi badanku, dia menatapku lama lalu menepuk-nepuk bahu ku dengan lembut.


Aku tersenyum kecil.


" Apa kau sedang berusaha menghiburku?"


" Aku? menghibur mu?" katanya sambil menunjuk wajahnya lalu dia tertawa.


" Yang benar saja! sudah tidur sana!"


" Selamat malam Zeju", ujarku masih tersenyum kepadanya.


Dia mengangguk lalu berbalik meninggalkanku, dia kemudian berubah kembali ke wujud kelincinya dan tidur di tempat yang sudah aku siapkan untuknya, mataku masih belum bisa tidur walaupun aku sudah berulang kali meminjamkan nya.

__ADS_1


Sesekali aku melihat kearah Zeju yang sudah terlelap, tubuh mungil itu tampaknya tidak memiliki kekhawatiran, aku pejamkan mataku sekali lagi dan mulai menghitung domba.


' satu domba, dua domba..tiga domba..'


****


" Fly......"


Samar-samar aku mendengar seseorang memanggil nama ku tapi bukan Sisilia melainkan Butterfly, mataku masih terpejam.


' Ah, mimpi macam apa ini? aku baru juga tertidur'.


" Bangun Miss" ujar suara itu sambil menggoyang-goyangkan badanku.


Aku membuka mataku perlahan, ada seseorang yang membangunkan ku namun karena mataku masih mengantuk aku tidak bisa melihat orang itu dengan jelas.


" Kau kah itu Zeju? aku masih ngantuk, ada apa?" jawabku dengan suara mengantuk tapi mataku masih belum bisa aku buka.


" Aduh Miss, ini aku Penelope, ayo bangun!" ujarnya menggoyangkan tubuhku kembali.


Aku membuka mataku dengan malas, kemudian bangkit untuk duduk.


" Sekarang buka dulu mata mu itu!"


Aku mengucek mataku, Penelope menyerahkan baskom kecil berisi air dan handuk kecil kepadaku, lalu aku mencuci ku dengan air itu.


" Apa sekarang kau sudah benar-benar bangun?"


Aku melihatnya dengan heran, mengapa Penelope mengunjungi ku malam-malam, bahkan dia langsung memasuki kamarku, secara aturan itu bukan hal yang sopan untuk dilakukan kecuali tuan rumah mengizinkannya.


' Apa Zurich sudah kembali?' pikirku.


" Aku minta maaf karena membangunkan mu malam-malam, tapi aku terpaksa melakukannya karena ini adalah misi rahasia"


" Misi rahasia?"


" Benar Miss, kita harus segera ke Kota Dagara yang diperbatasan!" ucapnya berdiri kemudian melangkah ke lemari untuk mengambil pakaian hangat ku.


" Kenapa? Apa yang terjadi?"

__ADS_1


" Aku tidak bisa menjelaskannya secara detail tetapi komandan membutuhkan bantuanmu!" jawabnya seraya memakaikan jubah hangat itu ke tubuhku.


" Ini keadaan Emergency Miss".


" Tunggu, aku akan membawa Zeju" ujarku segera mengambil tubuh putih mungil yang tertidur itu.


" Ayolah Miss, kita tidak punya waktu!"


Penelope memegang tubuhku kemudian dia segera menyobek scroll teleportasi, aku memejamkan mataku ketika kami sampai disebuah pintu besar seperti portal namun warnanya berbeda dengan portal tempat munculnya monster kemaren.


" Portal ini akan cukup menguras tenaga, apa kau masih sanggup Miss?"


Aku mengangguk, kemudian kami memasuki portal tersebut, ternyata pemandangan di dalam portal itu seperti kabut dengan dinding yang tidak terlihat dan adan jalan seperti jalan setapak, aku terus mengikuti langkah Penelope, nafasku sudah mulai tidak beraturan karena jarak yang cukup jauh.


Setelah berjalan sekitar lima belas menit, kami sampai disebuah pintu yang sepertinya menghubungkan dengan portal yang ada di Kapital, kami melangkah keluar dari portal tersebut dan kami sampai di sebuah tempat dengan pemandangan pantai yang menakjubkan.


" Saya minta maaf Miss, tapi kita tidak punya waktu untuk istirahat, dari sini kita akan naik kereta kuda ke markas" ujarnya menyadari nafasku yang sudah mulai tidak beraturan.


" Apa yang sebenarnya terjadi Miss?"


" Komandan dalam kondisi berserk, tim purifier sudah mencoba untuk memurnikannya namun tidak ada kemajuan, saat ini komandan sudah tidak sadarkan diri", jawabnya dengan nada pelan supaya tidak ada yang mendengarkan kami.


Kereta kuda yang menjemput kamipun tiba, kusirnya mempersilahkan dan membantu kami naik ke dalam kereta tersebut.


" Sudah berapa lama dia dalam kondisi tersebut?"


" Sudah hampir sepuluh jam, kalau kita tidak segera memurnikannya, aku tidak tau apa yang akan terjadi jika dia mengamuk, mengingat kekuatannya yang begitu besar, aku rasa dia bisa menghancurkan setengah wilayah Dakota ini".


" Oh ya tuhan", jawabku sambil menutup mulutku.


Perasaan cemas dan khawatir menggerogoti dadaku, aku menarik nafas berusaha menenangkan diri, tidak ada baik yang akan terjadi jika aku tidak bisa mendinginkan kepalaku saat ini.


" Kami harus menunggu malam hari untuk menjemputmu karena komandan meminta kami untuk tidak memberitahu mu tentang keadaannya, aku tidak tau sudah berapa lama dia menahan kondisi itu, mengingat dia selalu bolak-balik Kapital dan Kota Dagara setiap hari, awalnya kami kira dengan adanya tim purifier itu sudah cukup membantunya mengatasi kondisi berserk namun beberapa hari yang lalu sebuah portal tiba-tiba muncul ditengah-tengah Kota, yang membuatnya melakukan pertarungan panjang dengan para monster itu sehingga masyarakat dapat dievakuasi".


" Walaupun kami sudah berusaha meminta bantuan ke yang lain namun kerajaan sedang dilanda kepanikan karena portal yang muncul tiba-tiba, ditambah lagi monster humanoid juga melakukan serangan dengan brutal, mau tidak mau kami harus bisa mengatasi serangan monster itu disini dengan jumlah pasukan yang ada".


" Ya tuhan, apa ini rencana mereka selanjutnya setelah rencana pertama mereka gagal?"


" Rencana kedua?"

__ADS_1


Aku menganggukkan kepala.


__ADS_2