
Aku membuka kelopak mataku yang terasa berat, badan ku terasa lemas dan sakit semua, langit- langit di ruangan itu sangat asing bagi ku kemudian gadis yang tengah ber beres-beres di sampingku juga mengenakan pakaian yang tidak familiar, aku berusaha untuk duduk dan bersandar, aku melihat ke arah gadis yang terpaku menatap ku.
" Anda siapa?"
" Ny..... ah benar, aku harus memberi tahu Tuan!" jawabnya histeris kemudian meninggalkan ku yang masih kebingungan.
Aku memutar pandangan ku ke seluruh ruangan itu, ruangan bernuansa coklat dan autentik itu terlihat cukup mewah walaupun kesannya sangat baru bagiku, di pojok ruangan ada tumbuhan hijau dan juga meja pendek, tidak ada kursi ataupun sofa disana.
" Ini dimana?" gumamku masih melihat ke sekeliling.
Jendela ruangan itu juga terbuat dari kayu dan terbuka dengan lebar sehingga angin sejuk dapat berhembus masuk ditambah dengan kelopak bunga berwarna merah muda yang masuk ke dalam ruangan ku saat angin berhembus, aku melihat keluar jendela, ada pemandangan yang sangat indah memanjakan mataku.
" Syukurlah kau akhirnya siuman!"
Tiba-tiba seorang pria muncul di sebuah pintu yang terbuat dari kayu juga, dia memiliki rambut berwarna perak berkilau dengan mata yang coklat dan juga kulit putih ditambah dengan pakaian yang berwarna putih yang dia kenakan, dia terlihat seperti malaikat yang turun ke bumi.
Aku menatapnya dengan pandangan terpesona, saat dia tersenyum gigi rapi berbaris indah di mulutnya, bibirnya yang berwarna cerah menambah pesona keindahannya, aku memiringkan kepala ku dan beberapa kali mengedipkan mataku sebelum bertanya kepadanya.
" Anda siapa? apa anda malaikat? apa saya sekarang berada di surga?"
Dia tertawa kecil kemudian mendekat dan duduk di sampingku, dia menyentuh dahiku beberapa saat kemudian beralih melihat lurus ke mataku.
" Aku bukan malaikat dan kamu juga tidak lagi di surga" ucapnya sambil membelai lembut rambut ku.
Aku melihat ke tangan yang membelai rambutku kemudian kembali ke wajah tampan di depan ku.
" Lalu anda siapa? saya siapa? apa kita punya hubungan yang sangat dekat?"
Dia terkekeh sesaat.
" Nama kamu Prisilia, untuk sekarang kamu tidak perlu memikirkan yang lain, kamu hanya perlu istirahat yang cukup, ok?"
" Prisilia? kamu siapa?" aku masih belum menyerah untuk mengetahui identitas dari pria tampan di depan ku itu.
" Aku Fengyin dan pemilik dari kediaman ini, hmm apa pertanyaan mu sudah terjawab? nah sekarang kamu harus makan dulu,ok?" ucapnya kembali mengusap kepalaku.
" Aku harus pergi sebentar karena ada yang penting yang harus aku lakukan, setelah makan kau bisa berjalan-jalan di taman!"
Aku hanya mengangguk, walaupun kecewa aku berusaha untuk mendengarkan ucapan pria tersebut, dia tersenyum kecil lalu melangkah pergi meninggalkan aku dengan gadis yang tadi.
__ADS_1
" Lalu Nona siapa?"
" Jangan panggil saya Nona Nyonya, nama saya Mei ren dan mulai sekarang saya adalah pelayan pribadi anda" jawabnya sambil membungkuk.
" Baiklah Mei ren, bisakah kamu membantu ku untuk berdiri? aku mau mandi dulu!"
" Baik Nyoya, saya akan segera mempersiapkan segala yang di perlukan!"
Dia kemudian dengan gesit keluar dari ruangan itu dan tidak menunggu lama dia masuk dan menginformasikan kepada ku bahwa air mandi ku sudah siap.
" Kenapa kau masih di sini?" tanyaku kepadanya ketika aku hendak melepaskan pakaian ku.
" Saya akan membantu anda untuk mandi Nyonya"
" Tidak perlu, kau tunggu di luar saja, oh dan aku akan makan setelah mandi!"
" Baik Nyonya!" ucapnya kemudian dengan sopan meninggalkan ku di ruangan itu.
Beberapa menit kemudian aku sudah menyelesaikan mandi ku lalu duduk di lesehan dengan meja yang penuh dengan makanan.
" Mei ren, ayo makan bersama!"
" Ayolah, kau bilang kau adalah pelayan pribadi ku jadi mulai sekarang kau adalah teman ku, Ayo!"
Aku membantunya untuk duduk di depan ku, walau pun dia terlihat ragu-ragu namun dia tetap mengikuti ku dan duduk di depanku.
" Ngomong-ngomong, apa hubungan ku dengan pria tampan tadi?"
" Maksud anda tuan Fengyin?"
" Iya dia!"
" Bukankah kalian suami istri?"
" Su..... suami? dia adalah suami ku? maksud mu aku dan si tampan itu sudah menikah? jadi itulah mengapa kau memanggil ku Nyonya?"
" Sepertinya anda benar-benar hilang ingatan, Tuan bilang pasca kecelakaan itu anda akan mengalami lupa ingatan sementara tapi tidak menyangka kalau anda akan melupakan semuanya"
" Kecelakaan? apa kecelakaannya separah itu?"
__ADS_1
" Saya juga tidak tau pastinya bagaimana tapi yang jelas anda baru bangun setelah enam bulan lalu Tuan membawa anda ke sini"
" E...enam bulan yang lalu? jadi aku tidur selama enam bulan? "
" Iya" jawabnya sambil memasukan beberapa makanan ke mulutnya.
" Kenapa kau makan pakai kayu begitu?" tanyaku terheran-heran melihat dua buah kayu kecil yang dipakainya untuk mengambil makanan.
" Ini namanya sumpit, semua orang di negara ini makan menggunakan ini, Nyonya! sepertinya anda juga melupakan budaya di kerajaan ini".
Aku terdiam, sekeras apapun aku berusaha mengingatnya tapi kayu yang dia bilang sumpit itu masih tidak familiar bagiku, aku yakin walaupun ingatan hilang sementara waktu tetapi aku pasti akan mengenali kebiasaan ku tanpa aku sadari malah aku lebih familiar dengan sendok yang ada di samping mangkok makan ku.
" Kau bilang aku menikah dengan Tuan mu, lalu apa kau sudah lama menjadi pelayan ku?"
" Benar, sejak enam bulan yang lalu saya selalu berada di samping anda"
" Maksud sebelum itu"
" Sebelum itu saya belum pernah bertemu dengan anda dan saya tidak tau dimana anda tinggal sebelumnya"
Aku masih tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan gadis itu, banyak pertanyaan yang muncul di kepalaku walaupun saat aku terbangun aku langsung merasa dekat dengan pria yang bernama Fengyin itu namun suasana dan budaya di tempat ini sangatlah asing bagiku.
" Lalu kapan saya menikah dengan Fengyin?"
" Saya tidak tau Nyonya" jawabnya dengan wajah polos.
" Trus kenapa kau bilang kalau dia adalah suami saya?"
" Itu karena anda berada di kamar bunga Serulatta yang merupakan kamar bagi pasangan dari pemilik kediaman ini selain itu dari tubuh anda juga terpancar aura dari permata Naga yang biasanya hanya di miliki oleh pengantin Naga!"
" Naga?" ucapku setengah terkejut.
Dia juga melihatku dengan kebingungan, dari wajahnya aku dapat merasakan bahwa gadis itu kebingungan dengan pertanyaan ku.
" Apa dia sebenarnya seekor Naga yang berwujud manusia?" tambahku lagi dengan setengah berbisik.
" Benar Nyonya, tuan berasal dari klan Naga yang merupakan penguasa seluruh wilayah siluman, dia juga di juluki sebagai Si penguasa medan peperangan karena dia tidak pernah kalah walaupun lawannya monster sekali pun, bahkan saya dengar orang yang melukai penguasa wilayah monster adalah Tuan Fengyin"
Aku menelan ludah beberapa kali setelah mendengar penjelasan gadis itu, pantas saja aku merasa asing dengan sekitar ku, walaupun aku tidak begitu ingat masa laluku namun aku masih bisa menyadari bahwa aku bukanlah keturunan ras siluman dan aku sangat yakin bahwa informasi yang aku dengar ini adalah sesuatu yang baru bagi ku.
__ADS_1