Butterfly Trap

Butterfly Trap
Side Story 12


__ADS_3

Felix merasa terenyuh mendengar ucapan Sepupunya itu, mungkin pria di depannya sudah melalui hari-hari yang begitu berat itulah mengapa dia mengambil keputusan seperti itu, walaupun dia tidak setuju namun semua sudah terjadi, yang bisa di lakukan hanyalah tetap menjalankan rencana mereka dengan baik.


Felix akhirnya menyetujui perayaan pertunangan Zurich yang bertepatan dengan hari jadi kerajaan dan dia juga mengeluarkan surat perintah penangkapan Sisi, walaupun awalnya dia menolak dengan tegas.


Perayaan hari jadi kerajaan sudah tinggal beberapa hari lagi, kondisi Zurich semakin memburuk, mata panda yang kemaren tidak begitu jelas sekarang sudah merusak penampilannya ditambah lagi dia selalu berhalusinasi melihat wajah Sisilia karena efek kurang tidur.


" Persiapan segala sesuatu jika masalah terjadi saat arak-arakan, dan jangan lupa beri tahu anggota fraksi lain untuk berjaga di setiap sudut kota!" perintah Zurich kepada para kaptennya.


" Siap Sir!" jawab mereka serentak.


" Apa anda akan menjemput Miss Helwise dulu Sir? peraturan kerajaan mengatakan bahwa anda harus bersama dengan tunangan anda saat menghadiri arak-arakan" ujar Claude kepadanya.


Dia hanya mengangguk kemudian dengan langkah malas di menaiki kereta kuda yang tidak beratap tersebut, saat sampai di kediaman Helwise gadis itu sudah menunggunya dengan seragam komandan zodiak Virgo dan juga senyuman lebar yang menyambut kedatangan Zurich.


Zurich membantunya untuk menaiki kereta kuda dan segera bergerak ke tempat perkumpulan kereta tempat dimana arak-arakan itu di mulai, Zurich berusaha menunjukan wajahnya cerahnya kepada para penduduk yang bersorak-sorai menyambut mereka.


Dia melambaikan tangannya untuk menyapa penduduk yang bertepuk tangan sampai melempari mereka dengan kelopak bunga bahkan terdengar sorakan yang memberikan selamat kepadanya, di kerumuman orang-orang tersebut tiba-tiba dia melihat wajah Sisilia, dia terpaku sejenak.


' Ah halusinasi ini lagi, mungkin ini karena aku sangat merindukannya itulah mengapa aku bisa melihatnya diantara penduduk!'


Zurich mengalihkan pandangannya, dia berusaha untuk menghindari mata gadis itu dan meyakinkan dirinya bahwa yang dia lihat adalah bayangan belaka namun dia kembali menoleh kearah kerumunan tadi dan bayangan Sisilia sudah tidak ada disana.


' Syukurlah itu semua cuma bayangan' pikirnya.


Walaupun harus terpaksa namun Zurich tetap memasangkan cincin pertunangan itu ke jari Castella saat pesta pertunangan mereka di adakan, dengan berat hati Zurich memperlihatkan senyuman bahagianya di depan semua orang walaupun hatinya sangat menolak untuk melakukan itu.


" Hari ini benar-benar hari terindah dalam hidupku, rasanya aku masih sedang bermimpi Yang Mulia" ucap Castella saat mereka berdansa di lantai dansa.


Zurich tidak menjawab, hanya senyuman yang kecil yang muncul di wajahnya dan itu juga terlihat di paksakan, dia benar-benar lelah secara fisik dan mental namun dia tidak ingin orang-orang tau akan keadaannya.

__ADS_1


" Apa anda baik-baik saja? wajah anda terlihat lelah!"


" Well... aku sangat sibuk dengan urusan pemerintahan dan ditambah dengan persiapan pertunangan kita, makanya waktu tidur ku jadi berkurang" jawab Zurich berbohong.


" Hmmm.... Sebaiknya setelah pesta ini selesai anda segera beristirahat, atau anda akan terbaring esok hari karena kelelahan"


Zurich menganggukkan kepala sambil tersenyum, setelah itu alunan musik berhenti dan mereka kembali menyapa para tamu undangan, walaupun begitu pikiran Zurich masih di penuhi oleh Sisilia yang jauh disana sehingga terkadang dia terlihat melamun saat tengah berbincang-bincang dengan para bangsawan.


Pesta pertunangan itu berlangsung cukup lama namun Zurich memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan beristirahat sebelum pesta itu usai, dia menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur.


" Ah...aku harus mandi dulu..." gumamnya tapi dia masih di posisi terbaring sampai akhirnya dia terlelap.


Keesokan paginya Zurich kejutkan oleh keributan yang terjadi di kediamannya, dia langsung memanggil kepala pelayan namun yang masuk ke kamar adalah Claude dengan wajah pucat.


" Apa kau sedang tidak sehat?" tanyanya bangkit dari tempat tidur.


" Apa yang terjadi? kenapa aku mendengar keributan di pagi-pagi begini?"


" Miss Sisilia di tangkap oleh Duke Helwise dan saat dia berhasil melarikan diri, namun saat ini masih dalam pengejaran!"


" APA KAU BILANG!? DIMANA DIA SEKARANG?"


Claude menggelengkan kepala.


" Setelah anda tertidur, saya mendengar desas desus bahwa buronan yang tengah di cari sudah tertangkap dan sudah di bawa ke markas fraksi Virgo, tentu saja saya penasaran dan segera mencari tau siapa yang mereka maksud, baru tadi subuh saya tau kalau buronan yang dimaksud adalah pewaris Mcgnagal terakhir yaitu Miss Sisilia".


Zurich tidak bisa bicara apapun, dia segera berlari keluar dari kediamannya diikuti oleh Claude namun dia di cegat oleh utusan istana sehingga dia harus kembali ke kediamannya untuk mengganti pakaiannya, dengan tidak menunggu lama dia kembali keluar dan melesat menuju istana.


" Duke Helwise sudah menekan ku agar aku memberinya izin untuk mengeliminasi Sisilia di tempat namun aku masih menunda keputusan ku" ucap Felix saat Zurich sampai di ruangannya.

__ADS_1


" Tolong....biarkan aku yang mengejarnya" ucapnya dengan putus asa kepada Felix.


" Ini keputusan yang sulit, jika kau pergi takutnya Duke Helwise akan curiga".


" Tidak!! kau bisa mengatakan kalau kita harus menunda dulu hukumannya karena Miss Sisilia satu-satunya yang mengetahui semua buku peninggalan Noah Mcganal yang akan sangat berguna bagi kerjaan kita" ucap Zurich.


" Kumohon yang Mulia, izinkan aku pergi!"


Untuk pertama kalinya Felix melihat sepupunya itu terlihat putus asa seperti itu,dia sebagai pemimpin di kerajaan itu harus bisa bersikap adil namun tekanan dari Duke Helwise tidak bisa di abaikan begitu saja, dia diam sejenak kemudian dengan suara yang pelan dia mengizinkan Zurich.


" Pergilah, aku akan segera memberi tahu Duke Helwise tentang ini" ucapnya.


" Terima kasih" ucap Zurich dengan tulus kemudian dengan cepat bangkit untuk pergi mengejar Sisi.


" Kau harus menjelaskan semuanya kepadanya sebelum semua terlambat atau kau akan menyesalinya nanti!" ucap Felix saat Zurich sampai di pintu.


Zurich hanya mengangguk kemudian bergegas meninggalkan ruangan itu, Claude yang tadinya ada di belakangnya harus tinggal karena beberapa alasan, untuk menghilangkan kecurigaan Duke Helwise, Zurich sengaja bergabung dengan pasukan fraksi Virgo yang berada di bawah perintah Duke Helwise.


Zurich memacu kudanya dengan cepat, untungnya dia mendapatkan informasi keberadaan Sisilia dari beberapa ksatria yang mengejar.


' Ku mohon Sisi, kau harus baik-baik saja!'


Zurich terus menggumamkan kata-kata itu di kepalanya, dia kembali teringat akan mimpi yang selalu mengganggu tidurnya sehingga membuatnya semakin putus asa, si pacunya kudanya tanpa istirahat sampai dia bibir bukit dekat teluk Oliga.


Alangkah kagetnya dia melihat Sisi dengan baju yang sudah kotor dan berantakan tengah menggoyang-goyangkan badan salah satu orang terbaring di tanah, kemudian dia bangkit hendak pergi namun dia kaget melihat kehadiran Zurich dan beberapa bawahan fraksi Virgo.


Ada kerinduan yang mendalam yang dirasakannya saat melihat wajah gadis tersebut dan ingin rasanya dia berlari dan memeluk tubuh gadis itu namun diurungkannya niatnya karena begitu banyak mata dari Duke Helwise yang mengawasi gerak geriknya.


Zurich berusaha menahan diri namun gadis didepannya itu melihat ke arahnya dengan pandangan kecewa, Zurich tidak tau entah hal buruk yang dia dengar saat dia sampai di kapital sehingga tatapan kasih sayang yang dulu terpancar dari matanya kini telah berubah, Zurich berusaha mendekat.

__ADS_1


" BERHENTI!!" teriak gadis itu yang menghentikan langkahnya.


__ADS_2