
Sepertinya Felix sangat ingin mengorek tentang hubungan ku dengan Zurich, walaupun dia terlihat bercanda namun aku dapat melihat bahwa dia sedang mengintrogasi ku, selama berbincang-bincang dengannya aku terus menahan nafas dan berhati-hati dalam memilih kata yang hendak aku sampaikan, untungnya seorang pelayan datang dan memberitahuku bahwa seseorang datang mencari ku, aku pamit kepada mereka dan bergegas menemui si tamu.
" Syukurlah akhirnya aku bisa bertemu dengan anda", ujar si tamu yang terlihat seperti pria yang hampir seumuran denganku itu, dia memakai setelan rapi dan bersih.
" Apa saya mengenal anda?"
" Saya minta maaf karena datang tanpa pemberitahuan, saya Edward dan saya adalah pembawa pesan Guild Huminnbird!", ujarnya sambil membungkukkan badan kemudian dia duduk setelah aku mempersilahkannya.
Dia kemudian mengeluarkan tanda pengenal dari sakunya dan aku langsung mengenalinya sebagai salah satu anggota Guild Hummingbird, dia melihat ke arah pelayan yang sedang menyajikan minuman namun dia diam seolah-olah memintaku untuk bicara berdua saja dengannya.
Aku meminta pelayan itu untuk meninggalkan kami dan meminta supaya tidak ada yang masuk saat aku sedang bicara dengan tamuku, mereka mengangguk lalu pergi meninggalkan kami.
" Jadi?"
" Saya datang karena membawa pesan penting dari Master Guild, dia menekankan bahwa pesannya harus di sampaikan langsung kepada anda", ujarnya sambil mengeluarkan sebuah surat dan sebuah benda berbentuk jarum kompas dan memberikannya kepadaku.
Aku membuka surat yang disegel dengan begitu rapi itu dan segera membacanya.
Dear my sweetheart Sisilia
Dear, saat ini aku tidak bisa bertemu dengan mu karena ada hal penting yang harus aku selidiki.
Kau pasti bertanya-tanya aku pergi kemana dan tidak mengabari, namun percayalah aku akan menjaga diriku dengan baik, aku sangat mencemaskan pilihan mu untuk berada di sisi Grand Duke.
Aku mendapat informasi bahwa Hommuculus sedang mengincar mu dan dia saat ini tengah bergerak, negara Oleander sudah dibawah kekuasaannya, walaupun Dakota belum menyadari fakta ini.
Sisi, apa menurut mu berada di samping Grand Duke sudah pilihan yang tepat?
Sebelum semuanya menjadi runyam sebaiknya kau menjauh minimal sampai kita sudah membuktikan bahwa hommunculus lah pelaku sebenarnya dari pembunuhan Emperor Muller dan ayahnya.
Jika kau sudah memutuskan untuk pergi dari kediaman Grand Duke, pakailah benda ini untuk membuka portal yang ada di bukit dekat teluk Oliga, portal itu memang terletak di dekat tebing yang curam namun kau akan aman karena tidak ada yang akan menduga kau akan menggunakannya.
Ps. Benda ini juga bisa membuka segala jenis pintu dan penghalang.
Aku menutup kembali surat tersebut dan menghela nafas panjang, aku kembali melirik ke arah pria yang mengantar surat tersebut.
__ADS_1
" Sekarang Miranda berada dimana Sir..um?"
" Edward!"
" Ya Sir Edward, apakah anda tau dimana Miranda berada?"
" Saya tidak tau apakah saya boleh mengatakan ini atau tidak tetapi saya bisa mengatakan bahwa saat ini dia tidak berada di Dakota"
" Lalu, apa anda tau dimana teluk Oliga yang dia maksud? maksud ku mengapa dia menyuruhku kesana kalau dia tidak memberikan ku peta untuk penunjuk arah?"
" Teluk Oliga berada di Kota Mali, itu cukup dekat dari sini namun untuk sampai ke sana anda harus melewati pelabuhan Owen jika anda ingin cepat sampai", jawabnya kemudian mengambil cangkir teh dan menyeruputnya ke mulut.
" Apa ada pesan lainnya selain surat dan jarum kompas ini?"
" Oh, Master bilang sebaiknya anda tidak berhubungan dengan Guild Hummingbird untuk sementara waktu, sepertinya ada seseorang yang sedang mengawasi gerak-gerak orang dalam Guild namun karena saya adalah anggota di cabang Elfwine, jadi mereka tidak akan mengenal saya".
" Elfwine? maksud anda wilayah kekuasaan Elf?"
Dia mengangguk, " Saya campuran Elf dan manusia, jadi tampilan saya lebih mirip manusia di bandingkan elf walaupun secara kekuatan saya mewarisi kemampuan elf".
" Demi apa? " teriak ku sambil menutup mulutku.
" Demi apa aku bisa bertemu dengan elf? aku sangat mengagumi ras mereka, selain mereka dianugerahi dengan wajah yang rupawan, kemampuan healing mereka juga luar biasa, bahkan mereka juga petarung yang mampu membuat raja monster Hommunculus terluka parah, wow" ujarku dengan penuh semangat yang membuatnya tertawa kecil.
" Saya sangat senang anda menyukai ras saya, dan saya sangat ingin membahasnya lebih jauh dengan anda, namun sayang saya harus segera kembali ke pos saya, keadaan yang semakin kacau membuat pertemuan kita ini menjadi sangat singkat".
Dia berdiri dan merapikan pakaiannya, awalnya aku pikir dia adalah pria yang seumuran dengan ku namun dilihat dari pembawaannya sepertinya dia jauh lebih tua dari ku tetapi karena ras keturunannya membuat wajahnya terlihat awet muda.
' Elf memang luar biasa!'
" Maafkan saya karena sudah menahan anda terlalu lama disini, tolong sampaikan kepada Miranda supaya dia tidak usah khawatir karena saya pasti akan mempertimbangkan setiap yang dia katakan!"
" Baiklah, saya pamit!"
Dia membungkukkan badan kemudian aku meminta pelayan untuk mengantar kepergiannya, aku menatap kereta yang menjauh dari jendela, tangan ku masih memegang surat dan jarum kompas yang ditinggalkan oleh Miranda.
__ADS_1
Aku berjalan ke beranda untuk menghirup angin karena kepalaku pusing memikirkan apa yang Miranda katakan dalam suratnya.
" Benar juga, bagaimana jika aku memberitahu Zurich segalanya? aku yakin dia akan mengerti, maksudku dia sudah tergila-gila kepada ku, tidak mungkinkan dia membunuh orang yang di cintainya? tidak mungkin dia sedingin itu" ucapku sambil memandang jauh ke langit malam.
" Apaan sih Sisi, yang kita bicarakan Zurich lo? si monster gila berdarah dingin, ngak mungkin gelar itu muncul begitu saja jika dia tidak pernah melakukan sesuatu bukan?"
Aku memejamkan mataku, menimbang-nimbang pilihan mana yang sebaiknya aku ambil, mengorbankan diriku demi cinta bukanlah caraku menjalani hidup, aku bahkan sudah mati-matian untuk tetap bertahan hidup, sekarang aku kembali di hadapkan pada pilihan.
" Ah kepala ku sakit!"
Aku kembali ke kamarku dan menghempaskan badanku ke atas tempat tidur, aku berkali-kali menarik nafas namun pandanganku teralihkan oleh kotak perhiasan yang terletak diatas meja tempat lampu tidur berada.
Aku memandang lama kotak itu, ada banyak kemungkinan yang aku bayangkan saat melihat ke benda yang berwarna biru tua tersebut.
" Sebaiknya aku kasih dulu hadiah ini kepadanya lalu aku pelan-pelan akan menceritakan semuanya" bisikku.
Lalu aku segera bangkit dari tempat tidur.
" Benar, dia pasti akan mendengarkan ku jika aku memberitahunya pelan-pelan, apalagi aku juga memberikan hadiah kepadanya, ya ya, lebih baik aku memberitahunya sehingga kami bisa menentukan apa yang hendak di lakukan nantinya, jika Hommunculus menargetkan ku maka Zurich pasti akan melindungi ku".
Aku tersenyum dengan cerah kemudian mengambil jubah untuk menutup baju tidurku dan kotak perhiasan dan melangkah dengan penuh semangat keluar kamar.
" Biasanya kalau jam segini Zurich masih di ruang kerjanya, ayo kita kesana sambil memberikan kejutan" ucapku menelusuri koridor.
Jarak antara kamarku dan ruang kerja Zurich cukup jauh, jadi membutuhkan beberapa menit untuk sampai di sana, aku menaiki anak tangga dengan cepat, aku bahkan membayangkan wajah Zurich saat menerima hadiah dariku.
Senyumnya akan menghias wajah rupawan nya tersebut, rona merah akan muncul di pipiku dan wajah kagetnya tidak akan mampu dia sembunyikan, dia akan berusaha mencari kata-kata manis untukku kemudian akan memelukku dengan hangat.
' Kyiaaaaa benar-benar pemandangan yang layak untuk dibayangkan'.
Aku sampai di ruang kerjanya, pintu ruangan itu tidak tertutup rapat sehingga membuat cahaya keluar dari celah-celahnya, aku mendekat dan memegang gagang pintu hendak membukanya namun aku teralihkan oleh orang yang bicara dengan Zurich.
" Apa yang akan anda lakukan saat anda menemukannya?" tanya suara itu.
Aku mengintip dari celah pintu, disana Zurich berdiri menghadap jendela dengan tangan dipangku dibelakangnya dan pria yang bicara dengannya adalah Gawin.
__ADS_1
" Apa maksud mu? saat aku menemukan penerus Mcgnagal terakhir itu aku akan langsung mengeliminasinya, tidak peduli siapa pun itu!"
Sekujur tubuhku terasa membeku dan nafasku terasa terhenti, aku bahkan bisa mendengar suara jantungku yang berdegup dengan cepat.