Butterfly Trap

Butterfly Trap
Part 36


__ADS_3

" Kalian kenapa?" tanyaku heran.


" Ini apa?" tanya Nabi kepada ku.


' Aku kira mereka mengetahuinya karena wajah mereka yang terkejut, eh malah nanya balik!' pikirku.


" Aku juga ngak tau, katanya ini bisa melindungi ku selagi dia tidak ada! kenapa memangnya?"


" Hmmm entah mengapa aku merasa benda ini sangat sangat berharga, bahkan sepertinya lebih berharga dari pada kalung mu itu, apa kau sudah bertanya sama Madam Miranda?"


" Aku belum bertemu dengannya semenjak kembali ke Kapital, aku berencana untuk mengunjunginya nanti"


Mereka berdua mangut-mangut, lalu Nabi memasukkan kembali benda yang berbentuk sisik itu ke dalam kantong kain dan mengembalikannya kepadaku, kemudian dia melontarkan pernyataan yang tidak masuk akal.


" Aku rasa dia menyukai mu Si"


" Siapa? Pemilik kantong ini?"


Nabi mengangguk begitupun dengan Stella, aku mengernyitkan dahi, mana mungkin Zeju menyukai ku, aku yakin dia membantu ku karena dia merasa harus membalas kebaikan ku kepadanya, aku hanya menggeleng menanggapi ucapan dua sahabatku itu dan mengalihkan pembicaraan ke yang lain.


Setelah mengobrol cukup lama aku dan Nabi pamit, kami berpisah di jalan karena aku hendak mengunjungi Miranda, di jalan aku melihat Zeju berjalan sendirian, aku pun menghentikan kereta kuda dan menghampirinya.


" Tuan Chyou" teriakku memanggilnya.


Dia berhenti kemudian menoleh ke belakang dan memasang wajah heran.


" Kenapa kau memanggil ku begitu?" tanyanya kepada ku setelah aku sampai di dekatnya.


" Ya kali aku manggil kamu Zeju, bagaimana jika ada bawahan Zurich yang mendengarnya?"

__ADS_1


" Hmmm apa yang kau lakukan di sini?"


" Aku baru balik menjenguk Stella dan hendak mengunjungi Miranda, apa urusan mu dengannya sudah selesai?"


" Dia sedang tidak ada di Guild" ucapnya sambil menarik nafas, tampak wajahnya masih mencemaskan sesuatu.


" Benarkah? sayang sekali!" ucap ku dengan nada kecewa.


Aku melihat ke arah Zeju dengan seksama, ada banyak hal yang terpikir olehku ketika melihat wajahnya, apakah dia teman atau musuh aku tidak tau, tapi yang pasti semenjak dia menyelamatkan ku dia sudah menjadi orang yang penting dalam hidupku, aku tidak tau apakah ada maksud tersendiri saat dia menyelamatkan ku tapi yang jelas aku dapat melihat ketulusannya ketika dia memperlakukan ku.


Kami memutuskan kembali ke kediaman Zurich, di sepanjang perjalanan Zeju hanya diam nampaknya dia sedang memikirkan sesuatu yang rumit, terlihat dari kerutan keningnya yang muncul saat dia memandang jauh ke langit.


" Apa kau baik-baik saja?" tanyaku padanya.


Dia mengangguk, itu adalah sikap yang hampir tidak pernah ditunjukannya kepadaku, Zeju yang aku tau adalah pria yang akan bicara sarkas kepadaku atau mengabaikan ku, tapi dia tidak pernah menunjukan wajah khawatir walaupun kondisi seperti ini saat dia sedang dalam wujud kelinci.


Dia berhenti, aku pun ikut berhenti kemudian dia menghadap ku dan memandangku lama.


" Aku akan pergi untuk sementara waktu, aku rasa dengan keadaanku sekarang aku sudah bisa kembali melakukan apa yang hendak aku lakukan, aku benar-benar berterima kasih karena kau sudah membantuku untuk sembuh" ujarnya dengan nada rendah.


" Apa kau akan kembali ke wilayah siluman?"


" Tidak, ada yang lebih penting dari pada itu, aku pasti akan kembali kepada mu namun selama aku pergi kau harus menjauh dari segala ancaman yang rasanya mengancam nyawa mu, oke?" ujarnya sambil memegang kedua bahuku dan menatap lurus ke mataku.


" Apa maksudnya?" tanya ku heran.


Dia melihat ke sekeliling kemudian kembali melihat ke dalam mataku.


" Informasi yang akan aku beritahu ini adalah hal yang paling penting, jadi kita bisa membicarakannya disini, ayo ikuti aku!"

__ADS_1


Dia melangkah mendahuluiku aku hanya mengikutinya dari belakang, di kepalaku aku bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa Zeju terlihat sangat serius sekali, kami sampai di dekat taman yang jauh dari keramaian, di sana ada bangku, dia menuntun ku untuk duduk.


" Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" tanyaku padanya saat dia sudah duduk menghadap kepadaku.


Dia diam beberapa saat kemudian menarik nafas dalam.


" Selama aku di sini, aku sudah menyelidiki pergerakan dari para monster humanoid, awalnya aku pikir aku hanya paranoid namun serangan kemaren membuat ku yakin akan satu hal, para monster itu memiliki tujuan yang sama seperti sepuluh tahun yang lalu".


" Sepuluh tahun yang lalu? kalau sepuluh tahun yang lalu apa itu ada hubungannya dengan insiden yang terjadi pada keluarga ku?"


Dia menatapku dengan wajah sendu.


" Sebenarnya ini yang hendak aku bicarakan dengan Miranda, sepuluh tahun yang lalu aku mendapat pesan dari Noah kalau dia mencurigai aktifitas yang tidak wajar di Kapital, saat itu dia juga mengatakan kalau sebuah buku telah di curi dari kastil raja Elf, dan buku yang di maksud adalah buku yang membahas tentang kerajaan Oden kuno dan cacing Naccobus"


" Ah sekarang semuanya masuk akal, aku bertanya-tanya kenapa beberapa tahun belakangan ini muncul kasus tentang garaga Q ini padahal racun ini sangat jarang di ketahui, lalu pencurinya adalah monster humanoid?"


" Kakek mu berasumsi begitu, itulah mengapa dia mendirikan fasilitas untuk membuat penawar racun tersebut kalau-kalau mereka menyerang Dakota dengan senjata biologis yang mematikan seperti itu namun ternyata mata-mata mengetahuinya dan akhirnya terjadilah hal itu pada keluarga mu, aku masih belum punya bukti apakah mereka menyamar menjadi salah satu bangsawan kerajaan ini atau mereka bekerja sama untuk menjatuhkan keluarga mu, tapi yang pasti serangan kemarin memperkuat asumsi ku bahwa salah satu bangsawan di kerajaan ini terlibat dengan monster humanoid!".


" Bukankah tujuan mereka sudah tercapai saat keluarga ku di bumi hanguskan? lalu kenapa dia masih membunuh Emperor Muller dan Grand Duke Dagaras?"


" Awalnya aku merasa memang itulah tujuan mereka, namun setelah aku menangani kasus ini hampir sepuluh tahun, aku berkesimpulan bahwa bukan itulah tujuan mereka sebenarnya".


" Jadi apa tujuan mereka sebenarnya?"


" Tujuan mereka adalah menangkap Zhu Yan Mgcnagal, nenek mu yang merupakan perwujudan dari roh teratai yang memiliki kemampuan penyembuhan dan pemurnian yang luar biasa, mereka tidak tau kalau Noah dan Zhu Yan sudah terikat eternal marking, makanya dia menyingkirkan Noah dahulu yang merupakan pria terkuat di kerajaan Dakota!"


" Kenapa dia ingin menangkap nenek ku?"


" Sudah aku bilang kalau nenekmu punya kemampuan penyembuhan dan pemurnian yang luar biasa, sama sepertimu, satu tetes darahnya dapat menyembuhkan segala penyakit yang ada di tubuh, bayangkan jika kau mengkonsumsi hatinya, segala kutukan dan apapun itu akan hilang dari tumbuh mu bahkan tubuhmu akan kembali muda dan prima, aku rasa Hommucullus membutuhkannya, mengingat saat perang di dunia monster terjadi, dia sudah terluka sangat parah".

__ADS_1


Aku terperanjat, kepala ku terasa sakit karena banyaknya informasi yang masuk ke kepalaku sekaligus, selama ini aku bertanya-tanya mengapa nenek dan ibu tidak pernah mengunjungi ku setelah kejadian pembunuhan keluarga Mcgnagal, terkadang aku menyalahkan ibuku yang tidak peduli kepada ku dan hanya fokus pada misinya.


Sampai akhirnya Miranda mengatakan kalau ibuku sudah meninggal dalam misi sebelum dia sempat bertemu dengan ku, awalnya aku hanya mengira dia tidak bertanggung jawab karena meninggalkan ku begitu saja namun mendengar penjelasan Zeju aku paham satu hal.


__ADS_2