Butterfly Trap

Butterfly Trap
Part 55


__ADS_3

Beberapa jam kemudian aku mendengar pintu penjara tempat ku berada dibuka, aku menoleh ke arah suara, disana seorang gadis cantik dan anggun berjalan ke arahku sambil tersenyum miring, dia tidak mengenakan gaun tapi seragam fraksi Virgo yang sangat cocok dengan tubuhnya yang tinggi semampai.


" Siapa ini?" ucapnya sambil terkekeh.


" Siapa yang menyangka kita akan bertemu lagi Miss Sisilia, ah bukan Miss Mcgnagal"


Aku tergelak kemudian memutar bola mataku sebelum kembali berbalik melihat ke arahnya, gadis menatapku dengan tajam dan pandangan mengejek yang muncul dari aura wajahnya.


" Apa mau mu? apa buktinya kalau aku adalah pewaris terakhir keluarga Mcgnagal? bagaimana bisa kau sembarangan menangkap seseorang hanya karena dendam pribadi mu kepada ku? bukankah itu namanya menyalah gunakan kekuasaan?"


Dia terkekeh mendengar ucapanku, dan dengan senyum mengejek dia memangku tangan di dadanya dan memutar bola matanya.


" Aku..punya dendam pribadi kepada mu? cih yang benar saja, kenapa juga aku harus punya dendam pribadi kepada mu? kau bahkan tidak memiliki apa-apa".


" Kau pikir aku tidak tau bagaimana cara mu melihat ku ketika aku berada di samping Grand Duke?"


Dia kembali terkekeh.


" Apa kau tidak membaca koran? ah aku rasa seorang buronan seperti mu mana punya waktu untuk membawa koran, tapi karena aku bukan orang jahat maka aku akan dengan senang hati memberitahu mu"


Dia mengangkat punggung tangannya tepat ke depan wajah ku, di jari manisnya menggantung sebuah cincin permata yang berkilauan.


" Kau lihat ini bukan? " ujarnya sambil menunjuk ke jari manisnya itu.


" Ini adalah bukti pertunangan ku dengan Grand Duke Zurich Dagaras, selama ini dia baik kepada mu agar kau terjebak dan membeberkan identitas mu yang sebenarnya kepada dia"


Jantung ku langsung berdebar cepat saat kalimat itu keluar dari mulut Castella, itu adalah kalimat yang sangat ingin aku hindari bahkan aku tidak berani untuk hanya sekedar memikirkannya.


" Kau pikir aku akan mempercayai provokasi mu? jangan membuatku tertawa!" jawabku berusaha setenang mungkin.


Walaupun begitu, aku menyembunyikan tanganku yang aku kepalkan untuk menahan rasa sakit yang semakin menggerogoti dadaku.


' Apa kecurigaan ku terhadap Zurich benar adanya? tidak Sisi, mari kita pancing gadi ini untuk memberitahu ku siapa yang membeberkan identitasku'


" Jangan sok tegar, aku tau kalau kau sedang menahan amarah dan tangisan mu saat ini, tapi apa kau yaki tidak mempercayai ucapanku?"

__ADS_1


Aku tidak menjawab, alih-alih membuang muka darinya.


" Miss Mcgnagal, aku tau kau berusaha meyakinkan diri bahwa Zurich mencintai mu dan tidak akan pernah mengkhianati mu tapi apakah kau tau bahwa dialah yang mengumpulkan para bangsawan dan mengatakan tentang identitas mu bahkan potret dirimu?"


" Apa? kau pikir aku bodoh? hentikan omong kosong mu, ini tidak lucu!" jawabku dengan geram.


Nampaknya kesabaran ku hilang saat nama Zurich kembali muncul dari mulut gadis tersebut, dia tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan ku lalu menyentuh daguku, dia menatap lurus ke dalam retina ku.


" Kau pikir buronan seperti mu dapat menaklukkan hati pria seperti dia? berhenti bermimpi, kau hanya anak dar keluarga yang sudah membunuh ayahnya!"


Dia membanting daguku kesamping, pandangannya tidak lagi mengejek ku malah lebih kepada pandangan marah, kornea matanya membesar dan wajahnya memerah menatap ke arahku.


" Cih menyebalkan!" ucapnya mengumpat.


" Kau benar-benar tidak mempercayai ucapan ku sedikit pun huh? well tidak apa-apa, aku sebenarnya tidak punya masalah lagi dengan mu mengingat sekarang aku sudah menjadi tunangan dia"


" Lalu kenapa kau menangkap ku dan mengurung ku disini?"


" Yang benar saja, kau ditangkap karena identitas mu, bukankah kau sudah tau itu? perasaan sudah dari tadi kita membahas ini, apa kau bodoh? sebenarnya apa yang dilihat Grand Duke dari mu?"


" Apa kau masih percaya bahwa bukan Zurich yang membeberkan identitas mu?"


Aku hanya diam sambil membuang muka.


" Menggelikan, jika Zurich memang peduli pada mu, menurut mu apa dia akan membiarkan kau mendekam di penjara yang lembab seperti ini? padahal berita penangkapan mu sudah samapi ke seluruh Kapital".


" Terserah kau, aku tidak akan pernah percaya apapun yang keluar dari mulut mu!"


" Kalau begitu mari kita bertaruh!"


" Kenapa aku harus bertaruh dengan mu, memangnya apa yang akan aku dapatkan?" jawabku dengan nada kesal.


" Harusnya itu ucapan ku! well aku bukan manusia keji yang akan membunuh orang lain demi kepentingannya, walaupun aku akan menyingkirkan penghalang didepan mata ku bagaimana pun caranya tapi tidak dengan ayah ku, dia pasti akan membunuh mu tanpa ampun begitu juga dengan orang yang dekat dengan mu".


" Apa maksud mu?"

__ADS_1


" Seperti yang aku bilang, mari bertaruh, aku akan membiarkan kau pergi dari sini, jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan orang di sekitar mu, tapi kau harus pergi sejauh mungkin sampai-sampai Zurich tidak bisa menemukan mu, aku dengar kau pernah melakukannya, bahkan Zurich mencari mu seperti orang gila di Kapital".


" Berhenti bertele-tele, kau sebutkan saja taruhannya!"


" Kau sangat tidak sabaran!" dengusnya.


" Saat kau kabur dari sini, mari kita bertaruh apakah Zurich yang akan menangkap mu atau orang lain?"


" Kau pikir aku bodoh? taruhan macam ini? kau sudah tau jawabannya!"


" Tentu saja, tapi kau belum tau bukan? karena kau percaya Zurich tidak akan pernah menyakiti mu".


" Apa untungnya bagi ku?"


" Aku akan mengembalikan kantong ini dan benda-benda ini, kau pasti sangat menghargai barang-barang ini bukan?"


Aku kaget melihat kantong kain dan jarum kompas yang menggantung ditangannya, aku ingin benda-benda tersebut masih didalam kotak kayu yang ada di penginapan.


" Lalu apa untungnya bagimu?"


" Tidak ada, aku hanya ingin kau tau kalau Zurich tidak pernah menganggap kau di hatinya, dan juga aku yakin kau akan percaya saat kau sudah melihatnya nanti"


Aku terdiam, ucapan Castella memang sangat mengiurkan tapi aku tidak percaya dia akan membiarkan aku lolos begitu saja, pasti ada sesuatu yang tengah dia rencanakan, aku tau dia bukanlah orang yang baik mengingat tidak satu atau dua rumor tentangnya yang pernah aku dengar.


Aku menimbang-nimbang pilihan apa yang hendak aku tempuh, namun pertama-tama aku harus pergi dari penjara ini lalu apakah Zurich mengejar dan menangkap ku nanti aku akan memikirkan hal itu dijalan.


" Bagaimana bisa aku mempercayai mu kalau kau tidak akan membiarkan orang lain tau tentang pelarian ku?"


" Terserah kau saja jika tidak percaya, tapi aku bisa membantu mu kabur sampai kau keluar dari markas ini, setelah itu terserah kau bagaimana caranya untuk menghindar dari mata para ksatria yang ada di kapital, tapi bukankah ini lebih dari pada berdiam diri di dalam sini sambil menunggu hukuman mu?"


Aku memandangnya lama, aku masih berusaha mencari tau apa yang sedang direncanakan gadis tersebut, tidak mungkin dia berubah menjadi orang baik begitu saja namun aku membenarkan ucapannya tentang lebih baik keluar dulu dari penjara ini.


" Baiklah,aku terima taruhan mu!" ucapku pada akhirnya yang di respon dengan senyuman miring oleh gadis tersebut.


" Ikuti aku!" ujarnya memimpin di depan ku.

__ADS_1


__ADS_2