Butterfly Trap

Butterfly Trap
Part 38


__ADS_3

Aku menceritakan semuanya kepada Zurich akan tetapi aku sengaja menyembunyikan fakta bahwa dia adalah kelinci yang dia pungut saat itu dan juga fakta bahwa dia adalah bangsa siluman, Zurich tampak puas dengan apa yang aku sampaikan walaupun di sepanjang cerita wajah sedikit aneh namun senyuman kecil menghias wajah tampannya pada akhir cerita.


" Jangan bilang kau cemburu padanya" ucapku menggodanya.


" Tentu saja, kau adalah kekasih ku, pria mana yang tidak akan cemburu melihat kekasihnya bersama pria lain".


Aku tidak menyangka akan mendapatkan jawaban sejujur itu darinya, dengan wajah tersipu malu aku membelakanginya dan menahan pipiku dengan tangan supaya senyuman lebar ku tidak terlalu kelihatan.


" Apa dia akan kembali ke negara Sui?"


" Aku rasa tidak, ngomong-ngomong dia bukan berasal dari sana".


" Lalu kenapa dia berpakaian seperti itu?"


Aku berfikir sejenak, menimbang-nimbang jawaban apa yang sebaiknya aku ucapkan.


" Well, dia bilang negaranya memiliki budaya yang hampir sama dengan negara Sui tapi dia tidak memberi tahuku darimana dia sebenarnya berasal, dan juga sebagai informan Guild Hummingbird, sangat tidak pantas baginya untuk membuka jati dirinya yang sebenarnya".


Aku berharap Zurich tidak lagi membahas soal Zeju, karena semakin lama kami membahas soal dia semakin sulit bagiku untuk menutupi identitas nya.


" Mungkin aku akan sibuk dalam beberapa hari ke depan untuk mempersiapkan festival mendatang", ujarnya sambil merangkulku.


Aku menatap bola mata yang indah itu, " Festival? dalam rangka apa itu?"


" Lebih tepatnya kerajaan kita terpilih menjadi tuan rumah turnamen a mendatang, kau tau dalam rangka meningkatkan kualitas para ksatria, setahun sekali selalu diadakan turnamen".


" Antar fraksi dua belas zodiak?"


" Hmmm antar negara lebih tepatnya, acaranya akan sangat rame karena pesertanya tidak hanya dari ras manusia tetapi siluman, elf dan juga kurcaci".


" Wow skalanya luar biasa ya, tapi apa kau tidak akan kena masalah jika memberi tahu ku lebih dulu?" tanyaku sambil melepaskan rangkulannya.


Dia tertawa kemudian memukul lembut hidungku dengan jarinya.


" Memangnya siapa yang berani mencari masalah dengan ku?".


Sudah beberapa hari aku tidak bertemu dengannya karena dia jarang sekali berada di kediaman, walaupun begitu dia selalu menyempatkan waktu untuk menemui ku walaupun aku sudah terlelap dan terkadang dia memberi ku hadiah sebagai permintaan maafnya, aku agak kurang enak terus-terusan menerima pemberiannya jadi aku memutuskan untuk memberikan dia sesuatu sebagai ucapan terima kasih ku.


Aku menyusuri pertokoan yang ada di tengah-tengah Kapital tersebut, beberapa barang menarik perhatian ku tetapi tidak ada yang cocok untuk di berikan sebagai hadiah.

__ADS_1


Aku sampai di sebuah toko perhiasan, mataku menelusuri setiap perhiasan yang terpanjang di etalase luar, aku sedikit ragu untuk memasuki toko tersebut.


' Bagaiman jika barang-barang di sini mahal semua? ah masa bodoh lah yang penting aku bisa membalas kebaikan Zurich' pikirku memasuki toko tersebut.


" Selamat datang Nona, ada bisa di bantu?" tanya seorang pria yang mungkin pemilik toko tersebut.


Aku mengangguk sambil tersenyum kemudian mengikuti pria tersebut ke tempat perhiasan di pajang.


" Apa yang anda butuhkan Nona? kalung ini adalah item terbaru kami" ujarnya sambil mengangkat sebuah kalung dengan batu permata berwarna ruby.


" Sekedar informasi, ini adalah barang yang sangat langka, jika anda mengambilnya sekarang, anda adalah satu-satunya orang yang memiliki kalung seindah ini!"


" Tapi saya tidak mencari kalung, saya mencari sesuatu yang bisa di jadikan untuk hadiah!".


" Pria atau wanita?"


" Pria!"


" Sebentar!" jawabnya kemudian dia menghilang beberapa menit lalu kembali dengan sebuah kotak berwarna dengan warna biru gelap.


Dia membuka kotak itu, di dalamnya terdapat dua buah kancing baju dengan warna safir berkilau, pahatannya benar-benar sangat rapi dan jelas, menjadikan perhiasaan itu tampak sangat berkelas.


Aku menoleh ke belakang, di sana nampak tiga orang gadis berdiri dengan anggun, aku mengenal salah satu dari mereka, dia memakai gaun berwarna merah muda dengan topi bulu yang menghiasi kepalanya, dia melangkah dengan anggun ke dekatku.


" Apa yang anda mencari sesuatu?" tanyanya kepadaku dengan senyuman khas yang menghiasi wajahnya dan aku bisa membaca apa yang hendak di ucapkannya dari balik senyuman nya itu.


' Memangnya kau punya uang untuk membeli perhiasan di sini?'


Aku membalas senyumannya, " Ah, aku sedang sesuatu yang bisa di jadikan hadiah ".


Dia menatap ke arah kotak yang ada di depan ku, beberapa kali dia melirik antara aku dan kotak di depan ku, aku yakin itu adalah pandangan menilai.


" Wah, anda punya selera yang bagus, apa anda akan mengambil ini?"


Dia mengambil kota perhiasan tersebut.


" ah, jika anda menyukainya saya akan mencari yang lain!" jawabku dengan canggung.


' Kenapa harus ketemu dengannya di sini sih? apa kecurigaannya tentang ku sudah menghilang? kelihatannya dia tidak ingat tentang kejadian di kota Dagara".

__ADS_1


" Jadi bagaimana kabar tuan Chyou yang menawan itu?"


' Baru juga aku mengkhawatirkannya dan sekarang dia malah nanyain' pikirku.


" Siapa tuan Chyou?" tanya temannya dengan wajah penasaran.


" Kalau Miss Castella bilang dia menawan berarti dia benar-benar memikat!" timpal yang lain.


" Kalau kalian penasaran kenapa tidak bertanya sama Miss Sisilia ini, dia memiliki banyak teman pria yang sangat menawan di sekitarnya", ujarnya dengan senyuman aneh tersungging di bibirnya.


Kedua temannya menatapku dengan tatapan mengejek, jelas sekali ucapan Castella memiliki maksud tersembunyi.


" Oh dan dia juga temannya Grand Duke Dagaras, upss apakah itu rahasia?" tanyanya seolah-olah dia tidak sengaja menyebutkannya.


Aku hanya tertawa senormal mungkin, walaupun di dalam hatiku aku mengutuknya beberapa kali.


" Benarkah? Sepertinya anda bukan orang biasa, tidak semua orang bisa berteman dengan Grand Duke lo, apa lagi seseorang yang tidak pernah menginjakan kaki di dunia sosial", ujar salah satu dari temannya itu.


" Anda benar Miss Noela, saya bahkan tidak punya kesempatan untuk berbicara dengannya padahal kami dari akademi yang sama, tapi Miss Sisilia yang bukan bangsawan bisa berteman dengannya, bukankah itu luar biasa?" ucap yang lain.


Sekilas mungkin mereka memang terdengar memujiku namun di balik ucapan mereka ada cacian yang secara terang-terangan dilemparkannya kepadaku, aku mengepalkan tangan ku, menahan diri untuk tidak terlalu memikirkan apa yang mereka ucapkan.


' Aku tidak bisa lama-lam disini, atau Castella akan mencari cara lain untuk lebih mempermalukan ku'.


"Ah, Nona sekalian bisa aja, saya hanya kebetulan mengenal Grand Duke, bagaimana mungkin seseorang seperti saya punya hubungan yang lebih dari itu" jawabku dengan senyuman lebar.


" Jadi berapa harganya Sir?"


" Lima puluh koin emas!"


' Mahalnya? kalau aku membelinya sudah pasti tabunganku akan terkuras, kalau aku tidak jadi membelinya mereka akan menjadikan ini sebagai lelucon yang dapat mencemarkan nama baik Zurich nantinya'


Dengan berat hati aku memberikan kantong yang berisi koin emas kepada penjual itu, namun aku tidak mau melepaskannya dari tanganku.


" Sepertinya perhiasan ini kemahalan bagi Miss Sisilia" ucap Castella yang melihat ku masih memegang erat kantong uang yang sudah berada ditangan penjual itu.


" Tidak mungkin Miss!" jawabku sambil buru-buru melepaskan tangan ku.


Setelah beberapa saat aku segera pamit dari toko itu meninggalkan Castella dan teman-temannya yang menatapku sambil berbisik-bisik, aku merasa murka dengan cara pandang mereka namun aku tidak mau memperlihatkannya, alih- alih aku melambaikan tangan sambil tersenyum kepada mereka.

__ADS_1


__ADS_2