Butterfly Trap

Butterfly Trap
Part 29


__ADS_3

" Oh ini Miss Sisilia, dia adalah tamuku"


" Salam kenal Miss, Saya Castella HELWISE", ujarnya masih dengan senyuman ramah tapi dia menekankan kata Helwise dengan jelas.


Sepertinya dia ingin memperingatkan ku tentang dirinya yang seorang bangsawan tingkat tinggi dengan cara menekankan nama belakangnya kepadaku, niatnya yang begitu jelas membuat ku tertawa, namun aku berusaha menahan diri, jangan sampai sikap ku membuat bendera kematianku semakin bertambah.


Aku tidak tau apakah Zurich menyadarinya atau tidak tapi yang jelas segera setelah Castella memperkenalkan diri, dia langsung mengajak kami ke ruang makan.


Disana Zurich duduk di tengah tempat tuan rumah biasa duduk sedangkan Castella duduk di sebelahnya, aku yang memperhatikan gerak-gerik mereka berdua memilih untuk duduk di sisi yang satu lagi dan setelah hidangan di sajikan, aku langsung buru-buru mengambil makanan, di kepalaku aku ingin secepatnya pergi dari tempat ini.


" Kau terlihat kelaparan, Miss" ujar Castella dengan senyuman yang masih menghiasi wajahnya namun aku dapat mengartikan ucapannya, ' Beraninya gadis pengemis seperti mu makan bersama kami!'


" Ah, hidangannya terlihat menggugah selera makanya saya ingin segera menyicipi" jawabku membalas senyumannya.


' Aku juga tidak mau makan disini bersama kalian kali'


" Benarkah? well memang terlihat menggiurkan, seperti yang diharapkan dari juru masak kediaman Grand Duke", jawabnya sambil melirik Zurich dengan senyuman yang masih menghiasi wajahnya.


" Jika begitu, silahkan di nikmati" jawab Zurich sambil mengangkat gelas minumnya.


" Bagaimana keadaan di Kapital Miss?"


" Yah, tidak berbeda jauh dari sini, bedanya hanya disini portalnya sudah berhasil ditutup sedangkan di sana para ksatria masih berusaha untuk menutupnya".


Mereka bercakap-cakap seolah aku tidak ada di ruangan itu, walaupun terasa tidak nyaman namun aku tetap menikmati sarapan ku sambil mendengarkan mereka.


" Sayangnya setelah saya sampai disini, ksatria anda sudah selesai menutup portal, seperti yang diharapkan dari fraksi Taurus" ujarnya sambil tertawa menggoda.


" Mereka hanya melakukan yang terbaik, aku yakin ksatria yang di Kapital dan di tempat lain juga melakukan hal yang sama!" jawab Zurich melanjutkan makanannya.


" Anda benar, ada tujuh portal yang tiba-tiba terbuka, setiap portal ditangani oleh dua fraksi namun hanya disini dan di Utara yang hanya ditangani oleh satu Fraksi".


" Apa kau dari Kapital langsung ke sini?"


" Ah tidak, Fraksi Virgo dan Fraksi Aries menangani wilayah Selatan, untungnya portalnya dapat ditutup sebelum monster humanoid muncul jadi kerusakan disana tidak separah disini dan karena kami sudah berhasil menanganinya makanya saya datang kesini setelah mendengar kabar dari Kapital untuk membantu anda".


" Terima kasih banyak Miss Helwise" jawab Zurich sambil tersenyum kearahnya.


Castella tampak puas karena aku tidak diajak dalam obrolan mereka, mungkin bagi gadis itu aku hanyalah rakyat biasa yang tidak mengerti apapun tentang portal dan monster, begitulah tatapannya melihatku setiap kali Zurich menjawab ucapannya sambil tersenyum.

__ADS_1


Aku menyingkirkan beberapa potongan brokoli dari piringku, memakan sayuran hijau seperti itu pagi-pagi membuatku kehilangan selera makan.


" Kau tidak boleh pilih-pilih makanan, makan sayuran hijau dapat menyeimbangkan gizi yang masuk ke tubuh" ujar Zurich menyadari tindakan ku.


Aku terperanjat dan dengan senyuman canggung melirik Castella yang menatapku dengan wajah tidak senang.


" Ini, kau suka selada kan?" tambah Zurich sambil mengambil potongan brokoli yang aku singkirkan kemudian menggantinya dengan beberapa daun selada.


' Si Zurich kenapa sih? dia ngak liat apa mata calon tunangannya seperti mau memakan ku hidup-hidup!'


" Terima kasih yang mulia" jawabku dengan canggung.


" Sepertinya hubungan kalian cukup dekat, bahkan seorang Grand Duke tau apa yang tidak di sukai Miss Sisilia" ujar Castella sarkas.


Mungkin orang-orang di ruangan itu mendengarnya hanya seperti kalimat pujian biasa namun tidak di telingaku.


' Sepertinya kau mencoba merebut Grand Duke dariku, apa kau tidak takut konsekuensinya, huh?' begitulah yang terdengar.


" Ah, bukan begitu Miss, Grand Duke melihat saya memisahkan brokolinya makanya beliau pikir saya tidak suka brokoli, kami tidak sedekat itu kok, saya bahkan tidak tau makanan apa yang beliau suka" jawabku meyakinnya sambil mengibaskan tanganku.


' Aku tidak merebut Grand Duke kok, kalau kau mau ambil saja, malah lebih bagus karena aku dapat menyingkirkan bendera kematianku'.


" Ap... haha be..benarkah?" jawabku sambil melirik Zurich dan Castella bergantian.


Zurich nampaknya menyukai reaksi ku yang membuatnya tertawa kecil sedangkan Castella menatapku dengan tajam, aku merasa sangat tidak nyaman dan beberapa kali menelan ludahku.


' Mampus, Castella pasti berpikir aku dan Zurich punya hubungan yang spesial, aku tidak bisa berlama-lama disini, sebelum kecurigaan Castella semakin besar aku harus kabur dari sini'.


" Aku..... aku sudah selesai makan" ujarku sambil berdiri.


" Aku pamit dulu Yang Mulia dan Miss Helwise" tambahku sambil membungkukkan badan.


" Kau belum menyentuh makanan penutupnya" ujar Zurich menghentikan ku.


Aku melirik ke arah Castella.


" Aku sudah kenyang Yang Mulia, aku mengkhawatirkan Zeju, mungkin dia belum makan" jawabku kemudian dengan cepat meninggalkan ruangan itu tanpa menoleh sekalipun.


Di koridor aku menarik nafas lega, perut ku terasa tidak nyaman karena aku makan dengan tergesa-gesa, rasa mual kini mulai naik dari perutku, aku berjalan perlahan menelusuri koridor, di sana aku bertemu dengan dua orang ksatria.

__ADS_1


" Permisi Sir, apakah anda tau dimana Miss Penelope berada?"


" Mungkin saat ini kapten ada di bangunan yang itu" ujar salah satu dari mereka menunjuk ke arah barat dari bangunan tempat aku berada.


" Baiklah, terima kasih" jawabku sambil tersenyum.


Kedua orang ksatria itu mengangguk kemudian berjalan meninggalkan ku, aku segera menuju bangunan tempat Penelope berada, jaraknya sekitar lima puluh meter jadi cukup untuk membakar kalori dari sarapanku tadi, disana aku berjumpa dengan beberapa pelayan dan mereka mengantarku ke kamar Penelope.


" Miss Butterfly, aku kira kau akan istirahat beberapa hari sebelum menemui ku", ujarnya setelah aku sampai di kamarnya.


" Aku tidak tega meninggal Zeju lama-lama" jawab ku setelah Penelope mempersilahkan ku untuk duduk.


" Siapa Zeju?"


" Kelinci putih yang aku titip kemaren".


" Zeju? nama yang unik, ngomong-ngomong aku meletakkannya di kamar sebelah, sebentar!" ucapnya kemudian menghilang di balik pintu.


Tidak lama kemudian dia kembali dengan mahluk mungil yang lucu ditangannya lalu menyerahkannya kepadaku.


" Ngomong-ngomong kenapa namanya Zeju?"


" Itu karena............." aku berhenti sejenak.


" Itu karena dia pemberian dari Grand Duke, dia menyebut dirinya dengan nama Z saat pertama kali bertemu denganku, makanya aku memberi dia dengan nama Z junior"


" Dan juga dia punya kepribadian yang sama dengan Grand Duke Dagaras" tambahku setengah berbisik yang membuat Penelope tertawa dengan keras.


" Bagaimana bisa kamu memikirkan nama sekreatif itu? tapi benar sih, dia sangat dingin bahkan dia tidak memakan makanan yang sudah aku berikan".


" Dia memang agak pemilih!" jawabku melihat ke arah Zeju yang menatapku dengan tajam, aku menelan ludah.


' Kenapa dia menatap ku seperti itu? apa dia marah aku meninggalkannya dengan Penelope?"


" Ngomong-ngomong apa kau mengenal Miss Castella Helwise?"


Penelope yang tadinya masih tertawa langsung terdiam dan wajahnya seketika menjadi serius.


" Siapa?"

__ADS_1


__ADS_2