
Kami mengunjungi berbagai macam tempat wisata bawah laut, bahkan Zurich mengajak ku untuk menginap disana, kami menghabiskan waktu sekitar dua hari dan juga aku memiliki beberapa kenalan sehingga kami dapat berbagi pengalaman.
" Apa ngak ada cara lain buat kembali selain menaiki tangga yang sepanjang itu?" tanyaku sambil mengatur nafasku saat kami sudah sampai di kastil.
" Ada sih, tapi kita butuh bantuan dari mermaid untuk membuat gelembung udara, hanya saja itu akan memakan waktu satu minggu".
" Maksudmu butuh waktu satu minggu perjalanan jika menaiki gelembung udara?"
" Bukan, membuat gelembung udaranya yang memakan waktu", jawabnya sambil terkekeh.
Aku menganggukkan kepala tanda mengerti dan ikut tertawa bersamanya, aku melangkah gontai menuju ruang tamu kemudian duduk dengan selonjor di sana, Zurich mengikuti ku dari belakang seraya meminta Sora yang merupakan salah satu pelayan untuk menghidangkan sesuatu yang segar agar aku bisa bersantai.
Beberapa saat kemudian seorang ksatria muncul di depan pintu, dia mengenakan seragam fraksi Taurus, dengan langkah cepat dia memberi hormat kepada Zurich.
" Apa ada hal penting?" tanya Zurich setelah pria tersebut memberi hormat.
" Emperor meminta anda untuk kembali dengan segera karena ada hal mendesak yang harus di bicarakan".
" Baiklah!" ucap Zurich sambil berdiri dan melangkah keluar dari ruangan diikuti oleh ksatria tersebut dari belakang.
" Jadi kita akan kembali ke Kapital?" tanyaku padanya dengan mata berbinar-binar.
" Tidak, kau tinggallah disini, sepertinya situasi sedang kacau di Kapital, aku akan menjemput mu jika keadaan sudah aman".
" Tapi..."
" Percayalah pada ku Sisi, aku pasti akan datang menjemput mu, ya?"
" Ngapain aku sendirian disini? kapan kau akan menjemput ku?"
" Dalam tiga hari, jadi bersabarlah ya?"
Aku mengikutinya menuju pintu depan dan dengan wajah cemberut aku melepas kepergiannya, dia tersenyum melihat wajahku, dia sudah berjalan beberapa langkah kemudian berbalik dan memelukku.
" Aku pasti akan kembali!" bisiknya sambil mencium kening ku.
Aku mengangguk, kemudian dia berbalik dan berjalan ke dekat kudanya, lalu dia kembali melirik ku beberapa saat yang aku respon dengan lambaian tangan sebelum dia memacu kudanya semakin jauh sampai aku sudah tidak bisa lagi melihat punggungnya.
" Bagaimana kalau kita kembali ke dalam Miss? " ucap Sora karena aku masih mematung memandang jauh ke tempat Zurich pergi.
" Apakah ada hal menarik yang bisa kita lakukan di sini? " tanyaku kepadanya sambil melangkah kembali ke dalam bangunan.
" Kita bisa pergi ke Kerajaan Aquamarine kalau anda mau!"
__ADS_1
" Aquamarine?"
" Iya, bukankah anda baru balik dari sana?"
" Aquamarine.... kerajaan bawah laut?"
Dia mengangguk sambil tersenyum.
" Jadi nama kerajaannya Aquamarine, bukannya ngak mau tapi capek jika harus naik turun tangga"
" Ngak usah naik turun tangga kalau begitu, kita berenang aja Miss!"
" Berenang? yang benar saja, belum jadi sampai kesana kita sudah mati duluan" jawabku sambil tertawa.
" Kenapa kau memutuskan bekerja di tempat yang sunyi begini?"
" Tidak ada alasan khusus Miss, hanya karena dekat dengan rumah saja".
" Oh ya? apa perkampungan penduduk dekat dari sini? bagaimana kalau kita ke sana saja?" ucapku penuh semangat.
" Ummmm... anda sudah kesana kemarin Miss" jawabnya dengan ragu-ragu.
Aku memiringkan kepala tidak mengerti, gadis di depanku itu juga menatapku dengan kebingungan kemudian dia tersenyum.
" Saya campuran manusia dan mermaid Miss, Kerajaan Aquamarine adalah kampung halaman saya".
Dia mengangguk.
" Apa semua yang bekerja di sini juga sama dengan mu?"
" Benar Miss, kecuali beberapa ksatria yang mengawas!"
Aku menganggukkan kepala kemudian bangkit menuju ke kamarku, berada di kastil yang cukup besar dengan beberapa pelayan saja membuat ku merasa tiga hari yang di janjikan Zurich terasa lama, aku menghabiskan waktu ku berkeliaran di rumah kaca atau membaca buku di perpustakaan.
Hari yang di nanti-nanti pun tiba, aku berdiri di depan pintu masuk untuk menyambut kedatangan Zurich dengan wajah gembira, aku tidak henti-hentinya melihat ke gerbang sambil berjalan mondar-mandir, Sora dengan sabar menemani ku, begitupun dengan Peter yang merupakan kepala pelayan di kastil tersebut.
Aku mulai merasa resah karena sudah berjam-jam menunggu, Zurich masih belum menampakkan diri.
" Bagaimana kalau kita masuk dulu Miss? nanti kalau Grand Duke sudah datang kita akan menyambutnya lagi bersama? anda bahkan belum makan dari tadi" ujar Sora.
Aku menghela nafas panjang kemudian melangkah ke dalam kastil yang diikuti oleh Sora dan juga Peter, Entah mengapa kastil itu benar-benar terasa luas dan aku bahkan mulai merindukan sosok pria yang sudah mencuri hatiku tersebut.
Setelah makan siang aku kembali ke kamar ku dan duduk di depan jendela sambil memandang keindahan laut, aku menggenggam kalung pemberian Zurich dengan erat.
__ADS_1
" Kapan kau akan datang? apa kau melupakan keberadaan ku disini?" gumam ku.
Matahari bersinar dengan cerahnya dan langit terlihat biru begitupun laut yang terlihat tenang walau terkadang terdengar suara burung yang berterbangan di sekitar bangunan.
Aku kembali menarik nafas, mataku masih memandang jauh ke arah laut, aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini, aku sangat ingin secepatnya bertemu dengan Zurich, aku ingin merasakan hangat pelukannya, aku ingin melihat senyum indahnya dan juga wajah marahnya, apapun itu aku ingin dia segera datang.
Keesokan harinya aku berlari keluar dari kamar ku dan menuruni tangga, di sana aku melihat Peter tengah berbicara dengan seorang pelayan.
" Peter, apakah sudah ada kabar dari Grand Duke?" teriakku dari ujung tangga.
Dia menoleh ke arahku yang masih masih mengatur nafas, wajahku terlihat gembira dengan senyuman lebar menghiasi pipiku.
Dia menggeleng kemudian melangkah ke dekat ku, tampaknya dia ingin mengatakan sesuatu namun dia menahan diri karena wajahku yang berubah menjadi lesu.
" Tidak sama sekali?" tanyaku memastikan dengan nada rendah.
" Sayangnya tidak sama sekali Miss, saya akan mencoba mencari tau, kalau perlu saya akan meminta seseorang untuk mencari tau" jawabnya berusaha meyakinkan ku.
" Sudahlah, mari kita tunggu saja, aku khawatir dia kenapa-kenapa!" ucapku pelan kemudian kembali menaiki tangga.
" Grand Duke pasti akan baik-baik saja Miss" ucapnya.
" Semoga saja" jawabku lemah sambil melangkah lesu menuju kamar ku.
****
Entah apa yang terjadi, Zurich tidak mengabari ku walaupun sudah berhari-hari waktu berlalu semenjak janji yang dia ucapkan, aku berusaha untuk keluar dari kastil itu tapi penghalang yang terpasang disana membuat langkah ku terhenti, aku bertanya kepada Peter apakah dia bisa menghilangkan penghalang tersebut namun pria itu hanya menggeleng.
Aku berbaring diatas tempat tidurku, menatap langit-langit dengan lama, kenangan bersama Zurich terputar di kepalaku seperti sebuah pertunjukan, hatiku terasa perih, ada rasa yang tidak bisa diungkapkan yang muncul setiap kali bayangan pria tersebut muncul di kepala ku.
" Haah aku merindukan mu!" gumam ku.
" Kapan kau akan datang? kenapa kau tidak memberi kabar? apa kau akan meninggalkan ku di sini selamanya?"
" Zurich...." bisik ku sambil mengganti posisi tidur ku.
" Kamu dimana? "
Aku menarik nafas, tangan ku menggenggam kalung yang dia berikan, aku melirik ke samping tempat tidur dan melihat dia yang tersenyum melihat ku dari sana, dengan kemeja longgarnya dan tangan menopang kepalanya.
Aku tersenyum kemudian mendekat hendak memeluk pria tersebut namun dia menghilang begitu saja.
" Aku pasti sudah gila, aku bahkan berhalusinasi dia berada di sini berbaring disamping ku sambil memanggil namaku dengan lembut" gumamku pelan.
__ADS_1
Aku turun dari tempat tidur ku dan berjalan menuju beranda tempat kami baikan, aku tersenyum melihat ke tempat dia berada dan kejadian saat dia meletakkan kepalanya di pundak ku kembali terputar di kepalaku.
" Pembohong!" ucapku sambil menghela nafas.