By Your Side

By Your Side
BAB X : The Day


__ADS_3

Karena sama sama sibuk kami jadi jarang bertemu, Walaupun begitu kami masih sering bertukar kabar lewat handphone. Aku yang selalu tersenyum saat mendapat kabar darinya kadang itu membuat orang orang heran, " Lu kenapa sih kalau liat layar handphone pasti senyum senyum sendiri. " Kata vian, Yang sedang duduk di sampingku kala itu di mobil. Vian adalah manager baru yang di rekrut langsung oleh CEO. Park untukku. " Gak papa, Emang kenapa gak suka." Balas ku, Karena umur nya yang sepantaran denganku, Aku masih bisa bicara santai dengan nya. " Ya terserah lu sih, Di liat dari muka lu juga gua tau itu dari pacar lu." Katanya dengan menebak-nebak.


" Emang kenapa kalau dari pacar gua?" Tanyaku.


" Gua sih gak masalah, Tapi lu yakin? Sekarang lu kan idol bukan mahasiswa lagi. "


" Emang kenapa, Toh dari sebelum jadi idol juga, Gua juga udah jadi pacaran sama dia" Balas ku mulai emosi dengan perkataan nya." Jangan ikut campur hubungan gua vi, Kerja aja sebagaimana mestinya tugas lu. " Sambung ku.


" Maaf gua gak maksud menyinggung perasaan lu. "


" Terserah lu aja. " Balas ku, Karena kesal dengannya.


Memang apa hubungannya, Kenapa dia bilang seakan akan aku tidak bisa memiliki kekasih kalau sekarang aku seorang idol. Memang apa salahnya dengan itu, Menjadi idol itu impian ku, Sedangkan Nira dia kekasih ku, Dia yang membuat ku bahagia dan mengajariku banyak hal. Kenapa dia membesar besarkan sekali, Tentu aku juga tau resikonya. Dalam perjalanan kami jadi canggung karena keributan yang tadi, Sampai di studio untuk tampil juga vian masih menutup mulut nya. Yasudah lah aku akan selesai kan nanti setelah selesai tampil.


Karena viewers yang terus meningkat di MV ke-dua ku, aku mendapat undangan ke salah satu stasiun televisi untuk manggung. Sesampainya di sana Aku langsung bersiap dan berlatih untuk tampil. Saat di belakang panggung aku merasa sangat gugup Karena ini pertama kalinya bagiku tampil di layar kaca dan aku merasa tidak boleh sampai melakukan kesalahan. Saat sedang berlatih, Tiba tiba handphone ku berdering.


" Halo Lucas, Bagaimana kabarmu. " Suara Nira yang ceria, Membuat rasa gugup ku sedikit menghilang.


" Halo Nira, Kabarku baik bagaimana denganmu."


" Tentu saja baik, Walaupun sedikit lelah karena baru selesai operasi pasien yang ketiga. " Katanya sambil menghela nafas, " Hah.. Tapi rasa lelah ku jadi hilang saat mendengar suara mu." Sambung nya.


" Aku juga jadi tidak gugup saat mendengar suaramu. " Kataku yang masih menunggu giliran di belakang panggung.


"jangan gugup lah,Omong-omong apa aku menganggu waktu mu. " Tanya nya.


" Tidak perlu khawatir, Aku masih menunggu giliran di belakang panggung."


" Hmm, begitu ya, Karena ini pertama kalinya kamu tampil di televisi kamu jangan gugup, Kamu harus bisa buktikan hasil dari kerja kerasmu selama ini. Dan aku juga akan jadi orang pertama yang melihatnya dari televisi." Katanya yang mencoba menghibur ku.


" Baiklah, Tentu saja aku akan menampilkan yang terbaik. " Balas ku, Lalu tidak lama kru dari acara itu memanggilku untuk segera naik ke atas panggung."Nira sudah dulu ya, Aku sudah di panggil. " Sambung ku, Sambil mengakhiri panggilan.


Lalu aku naik ke atas panggung, Menenangkan diri sambil memejamkan mata dan menghembuskan nafas perlahan, Dan rasa gugup ku juga perlahan menghilang. Aku tersenyum saat mengingat kata Nira, Benar aku hanya perlu menampilkan yang terbaik. Aku mulai memetik gitar dan mengawali intro nya, Riuh penonton yang tadinya memenuhi studio saat aku masuk, perlahan jadi hening. Lagu yang ku bawakan kali ini berjudul Hi World , Melodi yang cukup sederhana saat di bawakan tapi bisa menghanyutkan perasaan, Untuk lagu yang ku bawakan sebelum lagu ke dua memang pilihan yang tepat.


Aku bahagia, Saat melihat penonton menikmati lagu yang ku bawakan, Sambil mengayunkan lighting ke kanan dan kiri. Lagu ini mengisahkan tentang bagaimana perjuangan seseorang yang selalu di anggap remeh dan tidak pernah di pedulikan oleh orang lain, hanya nilai jelek yang terpasang di dirinya. Walaupun seperti itu dia terus berusaha, Mulai mengabaikan omongan orang orang dan hanya fokus mengejar apa yang dia impikan. Sampai pada akhirnya orang orang mengandalkan nya, dan di kenal banyak orang sebagai orang hebat, Baginya itu seperti terlahir kembali ke dunia saat orang orang mengakui keberadaan nya. Walaupun bagi beberapa orang obsesi untuk di akui adalah hal yang sia sia, Tapi pada dasarnya banyak juga yang menginginkan hal seperti itu.


Tidak pernah terbayang kan olehku apa yang terjadi hari ini. Selesai tampil aku kembali ke back stage untuk istirahat sejenak, Tentu hal pertama yang aku cek adalah handphone. " Lucas kamu keren banget loh tadi, Rasanya aku jadi berdebar saat melihat mu, tetap semangat sayang ku.., Aku mencintaimu. " Pesan teks yang di kirim Nira. Rasanya mukaku langsung memerah saat membacanya, merasa tersipu sendiri. Untung hanya aku di ruangan itu, Coba kalau ada orang lain di sini pasti mereka akan mengira aku gila karena senyum senyum sendiri.


" Lucas gua minta maaf soal tadi." Kata seseorang sambil menyodorkan segelas kopi americano dingin yang baru di beli, Ternyata vian. Aku menerima kopi yang dia berikan padaku, " Ngapain minta maaf." Kataku.


" Tentang pacar lu. "


" Pacar gua kenapa? " Tanyaku, Lalu menghela nafas setelahnya. " Hah... Vi, gua gak masalah apapun yang keluar dari mulut lu, Gak usah lu kasih tau gua juga tau resiko nya." Sambung ku mengatakan semua nya dengan tegas.


" Iya sorry, gua gak maksud, ternyata cewe lu punya pengaruh besar juga buat lu. Sebelum tampil gua liat lu gugup banget, Tapi pas dapet telpon dari cewe lu, Ekspresi lu berubah dan lu juga dah gak gugup lagi. " Katanya yang duduk berhadapan dengan ku, Maksudnya apa aku sedikit bingung dengan cara bicaranya yang berputar putar dari tadi, Walaupun aku bisa menangkap maksud nya sedikit." Hah... " menghela nafas, " Vi, gua bingung maksud lu, Tapi apapun itu kedepannya kalau hubungan asmara gua, lu gak usah ikutan. Lu cukup kerja apa yang udah jadi tugas lu, Tenang aja gua gak marah jadi lu ngak usah minta maaf." Tegas ku.


" Yaudah kalau gitu, thanks Lucas. "

__ADS_1


Setelah satu jam berlalu aku kembali ke atas panggung untuk menyanyi lagu ke dua.Jika sebelum nya aku tampil sediri dengan gitar, sekarang aku tampil bersama tim dancer. Karena lagu yang ku bawakan kali ini beat lagunya lebih cepat, dan memang sesuai judul lagunya Fiery youth, Menggambar kan pemuda yang menghabiskan masa muda dengan penuh semangat. Jika di lagu pertama aku mengajak penonton untuk merenungi kehidupan, di lagu kedua aku ingin mengajak penonton untuk bersenang senang. Saat intro lagunya di putar riuh teriakan dan tepuk tangan penonton mulai memenuhi studio, Lalu saat aku mulai bernyanyi meraka juga mulai menikmati lagunya sambil menggoyangkan lighstick ke depan dan kebelakang mengikuti irama musik. Rasanya semangat ku di atas panggung itu mulai menggebu-gebu saat aku bernyanyi, aku benar benar menikmati nya.


...****************...


Terkadang aku rindu saat saat bersama Nira, Karena terlalu sibuk aku jadi jarang ada waktu untuk nya. Yang biasanya kita bertemu setiap minggu sekarang hanya bisa menunggu jadwal ku kosong, Saat libur pun aku masih tidak bisa bertemu dengannya karena dia sedang sibuk di rumah sakit karena banyak pasien. Aku yang sedang merebahkan tubuh di kamar kala itu, Hanya terus berfikir cara untuk bertemu dengannya.Sampai Bunda memanggilku ke bawah untuk sarapan. "Lucas, Sini turun nak kita sarapan dulu."


Aku bergegas turun ke bawah, Lalu duduk di meja makan dengan ayah dan bunda tentunya. Rasanya sudah lama aku tidak makan bersama seperti ini setelah debut, Karena terus sibuk memenuhi panggilan untuk tampil.


" Kamu tidak menemui Nira?. " Tanya bunda padaku.


" Aku sih pingin ketemu bun, Tapi Nira lagi banyak pasien di rumah sakit."


" Kalau gitu kamu tinggal pergi ke rumah sakit aja kan. " Sahut ayahku.


" Hmm.. iya juga ya, kok aku bisa gak kepikiran, Tapi ntar kalau ganggu dia gimana?"


" Kamu kan tinggal tunggu dia saja Lucas, Sesibuk-sibuknya seorang dokter mereka pasti istirahat." balas ayahku.


" Benar tuh kata ayahmu, Kamu tinggal memberi surprise aja buat Nira, Jangan bilang kalau kamu mau ke rumah sakit." Kata ibuku memberi saran.


" Yah.. bukan ide yang buruk sih. " Kataku.


" Sekali sekali, Kamu buat dia bahagia."


" Kok ayah jadi membela Nira, Kan anak ayah aku." Gurau ku.


" Yah.. kapan lagi kan punya calon menantu cantik kaya Nira." Balasannya.


" Memang sejak kapan ayah bilang tidak merestui kalian."


Aku terkekeh mendengar jawaban ayah, " Hehehe, Iya juga ya." Setidaknya pagi itu terasa menyenangkan dengan senda gurau keluarga ku.


...****************...


Sebelum pergi ke rumah sakit aku membeli beberapa camilan dan cokelat favorit Nira, Selesai membelinya aku langsung melanjutkan perjalanan ke rumah sakit. Sesampainya di sana aku memarkirkan mobil dan membawa makanan dan camilan yang ku beli untuk nya, Aku berjalan menyusuri koridor di rumah sakit untuk ke ruangan nya. Tapi saat di tengah jalan kami tidak sengaja bertemu, dia yang sedang berjalan sendiri menyadari keberadaan ku, padahal aku menutupi wajah dengan masker tapi dia bisa mengenaliku. Walaupun dia terdiam saat melihat ku, dia langsung berjalan mendekati ku.


" Lucas, Sedang apa kamu di sini." Katanya dengan ekspresi kaget dan heran.


" Yah menurut mu apa lagi, kan aku sedang libur."


" Hah.. " Menghela nafas sambil memegang Kepala nya, " Lucas Lucas, ada ada saja kau ini." Tidak habis pikir dengan sikapku. " Sudahlah kita pergi ke ruangan kerjaku saja." Sambungnya, Lalu menggandeng tanganku saat berjalan keruangan nya. "Memang nya tidak papa, kamu menggenggam tanganku seperti ini sambil berjalan seperti ini?" Tanyaku.


" Gak papa, kenapa kamu khawatir ada yang lihat, Tenang saja aku juga gak peduli kalau mereka bikin rumor gak jelas." Balasnya, Ternyata saat kuliah maupun sekarang dia benar benar tidak peduli dengan penilaian oran orang terhadap nya.


Saat masuk ke ruang kerja nya aku cukup kaget, karena ruangan nya tertata rapih dan sangat bersih, rasanya sangat nyaman untuk di pandang dalam waktu lama. Aku meletakkan makanan yang ku bawa di atas meja.


" Jadi kenapa kamu ke sini Lucas. " Tanyanya yang duduk di sebelah ku.

__ADS_1


" Tentu saja karena aku rindu dengan mu. "


" padahal kamu kan bisa istirahat dulu, bukannya kamu baru libur setelah dua minggu. "


" Yah aku masih bisa istirahat besok, kan libur ku tiga hari, Dari pada itu coba sini aku lihat wajah pacarku. " Kataku, Sambil menyentuh kedua pipinya, " Kemana perginya wajah yang biasa aku lihat, Kamu bergadang terus ya, Matamu seperti panda tau." Sambung ku, sambil mengusap pipi nya.


" Apa mukaku jelek, Iya belakangan ini banyak pasien dan jadwal operasi yang berdekatan." Katanya, pantas saja wajahnya juga terlihat sedikit pucat. " Mana mungkin wajahmu jadi jelek, kamu cantik kok selalu cantik. " Kataku mencoba menghibur nya, sambil mengusap rambutnya dia tersenyum lalu memelukku. " Aku sangat merindukanmu Lucas, sudah berapa lama ya kita tidak menghabiskan waktu bersama."


" Ada apa ini, Tumben kamu manja sekali. " kataku, membalas pelukannya sambil mengusap pundaknya perlahan.


" Aku lelah Lucas, Izinkan aku seperti ini walau hanya sebentar. "


Aku tersenyum mendengar perkataan nya, " Tentu saja, Sejak kapan aku tidak memberimu izin. " Sambil mengecup kepalanya, Ternyata Nira juga punya sisi seperti ini. " Nira kamu sudah makan belum, Aku bawa cokelat favorit mu, Kamu mau makan."


Dia mendongakkan kepalanya, " Cokelat yang ada lelehan caramel di dalam nya?"


" Iya sayang. "


Dia langsung semangat saat mendengar kata cokelat, Langsung melepas pelukannya dan mencari cokelat yang ku bicarakan. " Mana?"


Aku membuka kotak yang berisi cokelat itu,


" Wahh.. Seperti nya enak. " Katanya dengan mata yang berbinar binar. " Mau aku suapin?"


Dia langsung mengangguk dan membuka mulutnya, Balok pertama coklat itu masuk ke mulutnya. " Hmm, Cokelat dan caramel nya meleleh di mulut. " Mengomentari rasa cokelat nya, " Terimakasih ya Lucas." Katanya sambil tersenyum.


" Terimakasih kembali Nira. "


Setelah menghabiskan setengah kotak cokelat bersama, Sambil membahas banyak hal. Aku merasa hidup kembali, Seperti handphone yang selesai di charge dengan daya baterai yang terisi penuh. Tidak lama setelah itu Nira menguap, "Hoam... "


" Apa kamu mengantuk? "


Dia mengangguk, " Iya. "


" Mau tidur di pundak ku. " Menawarkan padanya yang masih duduk di sampingku.


" Memang nya kamu belum mau pulang?"


" Belum. " Kataku sambil menggelengkan kepala, "Memang kamu masih ada pasien, Atau jadwal operasi lagi." Balik bertanya.


" Masih nanti sekitar jam tiga pagi." Balasannya. Aku menariknya ke pelukanku, " Itu masih lama, sekarang tidur saja, Lihat matamu yang seperti panda ini. Istirahat lah, aku akan menjagamu, atau kamu mah aku ceritakan dongeng. " Kataku sambil mengelus rambutnya.


" Memang nya aku anak kecil."


" yaudah maaf, Atau mau aku nyanyikan sesuatu. "


" Baiklah, Aku juga belum pernah mendengar mu bernyanyi. "

__ADS_1


"Baiklah.. "


Saat aku bernyanyi, matanya perlahan tertutup, Sampai akhirnya terlelap. " Mimpi indah ya bidadari ku. " Sambil mengecup kening nya, Aku terus memandang wajahnya. Bagaimana dia bisa selelah ini, Harusnya dia tidur dengan cukup. Tapi dia lebih mementingkan keselamatan pasiennya, kenapa aku berfikir seperti itu, harusnya aku bangga dengannya. Rasa kantuk juga mulai menghampiri ku perlahan, sampai akhirnya mataku terpejam. Tidak papa kan kita seperti ini walau hanya sebentar saja, Pikirku sebelum masuk ke dunia mimpi.


__ADS_2